Agoda

Tuesday, January 16, 2018

5 Tempat Wisata Belanja Buku Bekas di Jakarta

Ada yang suka beli buku bekas seperti saya? Memang saya ga sering sih beli buku bekas. Tapi kalau udah lihat buku-buku bekas rasanya kalap, ya ga sih? Gimana ga mau kalap, lah buku bekas itu harganya murah banget-banget, tapi manfaatnya sama. Yang paling terasa itu kalau pas lihat-lihat buku-buku resep, duuuh surga banget deh.

Ssstt, biasanya buku-buku resep itu mahal-mahal, karena foto-fotonya kan ciamik-ciamik thoo. Tapi kalau udah sale, wuaahh, harganya jadi murah banget euyyy

Bicara buku bekas, biasanya pada jajan ke mana hayooo?

Ssssttt, ada banyak nih tempat-tempat asyik untuk berburu buku-buku bekas, entah buku-buku kuno, buku langka, majalah, dsb.

1. Terminal Senen


Untuk ukuran Jakarta, inilah salah satu pasar buku bekas yang cukup besar dan lengkap. Mau cari buku apa aja di Terminal Senen ini, ada. Mulai dari berbagai edisi komik, majalah, buku-buku sekolah, sampai buku-buku resep.

2. Perempatan Senen/Kwitang


Lokasinya ga jauh dari terminal Senen. Letaknya persis ada di pojok lampu merah yang ke arah Kwitang. Koleksi buku bekasnya sih ga sebanyak dan selengkap yang di Terminal Senen, tapi bagi para mahasiswa atau pelajar, ini adalah surga buku-buku kuliah. Jaman saya kuliah ya nyari buku bekasnya ke sini. Lumayan banget deh dapat harga miring. Manfaatnya dapat, irit pun dapat.

3. Blok M Square


Destinasi belanja buku bekas yang satu ini baru saya temukan baru-baru ini aja. Ga sengaja juga nemunya, kebetulan lagi jalan-jalan ke Blok M Square dan nemu banyak banget buku-buku bekas di area Basement. Belakangan baru saya tahu, kalangan Blok M sebenarnya udah lama dikenal sebagai tempat untuk mencari buku bekas. Sejak berubah jadi Blok M Square, bursa buku bekas jadi pindah ke sini.

Baca : 7 hal ini bisa kamu dapat di Blok M Square

4. Taman Puring


Taman puring terkenal sebagai salah satu tempat belanja barang-barang bekas di Jakarta, di lokasi ini juga bisa didapatkan beberapa buku-buku bekas. Ga banyak sih, tapi beberapa majalah-majalah bekas atau buku-buku kuno bisa ditemukan di sini.

5. Stasiun Kebayoran Lama


Lah, kog di stasiun? Eittsss jangan salah, jika kamu pernah ke Stasiun Kebayoran, coba deh jalan keluar stasiun dan ambil arah kanan, susuri jalan atau trotoarnya hingga ke bawah fly over, di sepanjang jalan ini akan bisa ditemukan banyak pedagang barang bekas. Ga jarang, ada nyelip juga penjual buku-buku dan majalah-majalah langka.

Nah, itu deh kira-kira tempat wisata belanja buku bekas di Jakarta yang saya tahu.

Kamu suka juga belanja buku bekas? Tahu tempat belanja buku bekas lain selain yang sudah saya sebutkan? Share doonk lokasi belanja buku bekas kamu

Saturday, January 13, 2018

Mau Travelling ke mana di 2018?

Hayoooo, ada yang sudah punya rencana jalan-jalan, aka travelling di 2018 ini? Mau ke luar negeri? Mau di dalam negeri? Mau ke luar kota? Atau cukup di dalam kota aja? Hm terus terang saya bingung lah kalau ditanya beginian. Sejujurnya, saya ini aslinya doyan banget jalan. Tapi kalau urusan travelling ke luar kota, sungguh ga mudah memutuskannya, apalagi ke luar negeri? Masih mimpi aja deh. Banyak hal lah yang jadi alasan. Salah satunya ya tentu saja budget. Kalau ada yang bilang, harus diniatkan dan dianggarkan. Naini, bagi kami ga mudah menganggarkannya. Gimana mau menganggarkan untuk jalan-jalan, lha bayar uang sekolah anak aja ngos-ngosan?*ehhhh.
Kampung Budaya Betawi Setu Babakan
Kampung Budaya Betawi Setu Babakan

Ah ya sudah, lupakan aja lah masalah itu ya, anggap aja kami punya rejeki buat jalan-jalan, right? Kali-kali aja menang lomba jalan-jalan ke Bruney sekeluarga? atau ke Canberra mungkin? Atau mungkin ke Alaska? Halah...Yaaa.. ga ada salahnya ngimpi thooo, kali-kali ada orang dermawan bin baik hati yang tiba-tiba khilaf ngasih tiket buat kami sekeluarga melepas stress, pergi ke Canada atau Swedia? *nglindur.

Hihihi, kepanjangan mimpinya, bangun... bangun wooyyy...

Kalau bicara impian jalan-jalan, travelling, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi.

Sumatera Barat





Sebagai urang awak, saya merasa bersalah juga udah berpuluh tahun ga "pulang" ke kampung halaman. Hahaha. Ya memang bukan asli kampung halaman saya sih, kampung halaman papa saya. Tapi, ingatan saya tentang wisata di Sumatera Barat, sampai hari ini masih terbayang-bayang. Dulu, saat masih tinggal di Pekanbaru, Riau, saya kenyang tiap libur jalan-jalan ke Padang dan sekitarnya.

Kalau dulu saya jalan-jalannya ke Istana Pagaruyuang, Ngarai Sianok, Bukittinggi, Danau Singkarak, Danau di atas, Danau di bawah, Danau Maninjau, Lembah Harau, Pantai Padang, Pantai Air Manis, Batu Malin Kundang, Jam Gadang, dsb. Banyak aja lah kalau mau disebut satu-satu. Itu belum termasuk tempat wisata yang belum pernah saya kunjungi.




Belakangan, destinasi wisata di wilayah Sumatera Barat terus bertambah seiring makin membaiknya infrastruktur di wilayah Sumatera Barat ini. Apalagi sejak dunia pariwisata semakin booming dalam 3 tahun terakhir, berbagai potensi wisata terus bermunculan di Sumatera Barat, bikin saya mupeng untuk "pulang kampung", ajak anak-anak dan suami yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Suami yang juga punya darah Minang dari ibunya ini emang agak ajaib, seumur-umur dia belum pernah berkunjung ke tanah kelahiran sang ibu. Aneh kan?



So, saya bertekad mau mengajak mereka melihat keindahan Sumatera Barat yang selalu saya kenang dan terpatri dalam ingatan saya, sejak kecil.





Sulawesi & Papua

Dua pulau besar ini belum pernah saya datangi sama sekali. So, masih jadi impian saya untuk bisa mengunjungi kedua pulau ini suatu saat nanti, entah kapan. Someday semoga kami punya dana cukup untuk jalan-jalan sekeluarga ke sana. Ada rekomendasi kota atau daerah yang wajib dikunjung?

Yah, kira-kira itulah beberapa daerah tujuan wisata yang ingin Saya kunjungi. Sebut saja Makassar, Gorontalo, dsb. Mana yang paling menarik?

Nah, daerah mana yang jadi tujuan wisata kalian di 2018? Share yuuuk

Friday, January 12, 2018

Semakin Belajar, Semakin Merasa Kurang

Pernah merasa ga sih, kog belajar rasanya ga jago-jago. Malah yang ada, makin dipelajari, makin terasa banyak kurangnya. Itu lah yang saya rasakan tiap kali belajar sebuah ilmu. Baru belajar satu hal, rasanya masih kurang, kayaknya perlu belajar yang lainnya juga sebagai penunjang. Itu yang membuat saya selalu merasa ga expert.

Ada banyak hal yang ingin saya pelajari dan masih akan selalu ingin saya tambahkan dalam list.


Food Photography

Blog Advencious yang saya tujukan untuk tulisan-tulisan berniche Kuliner, Travel, & Leisure karena suka dengan makanan ini membuat saya berusaha untuk terus meningkatkan skill. Satu hal mutlak yang penting untuk menunjang hal itu adalah dengan belajar Food Photography. 

Belajar Food Photography ini perlu saya pelajari, supaya bisa mengambil foto kuliner yang bagus, menarik, sekaligus menggugah selera. Bagaimana mengambil gambar dengan angle pas, pencahayaan yang tepat, sudut pengambilan yang menarik, hingga menyusun komposisi, dsb. 

Masih jauh perjalanan saya untuk bisa mencapai ini. Karena ya itu tadi seperti saya sebut di atas, kog ya semakin belaajar, rasanya semakin kurang. Pengen belajar food photography, kog ya saya jadi merasa perlu juga belajar tentang Photography secara umum. Kenapa perlu belajar photography secara umum? Ya, ini jalan utama untuk belajar food photography. Gimana bisa paham food photography kalau istilah apperture aja saya ga paham? Gimana mau paham foto kuliner yang baik kalau menentukan ISO aja masih gagap?

Food Styling

Ini salah satu bagian ilmu Food Photography yang ingin saya pelajari. Sebuah foto yang menarik, tak bisa lepas dari penataan lay out yang cantik. Setelah belajar sedikit-sedikit tentang food photography, saya menyadari, saya perlu juga mempelajari ilmu yang satu ini, Food Styling. 

Bagaimana mengatur tata letak makanan, memadukan warna background dengan warna makanan, menentukan properti apa saja yang perlu digunakan, bagaimana menyusun dan menata berbagai properti, hingga menentukan tema yang tepat secara keseluruhan. Hal seperti ini perlu dipelajari secara detail supaya hasil foto kuliner juga jadi maksimal. Tampak menarik sekaligus menggoda.

Ilmu tentang Food Styling ini belum terlalu banyak beredar di Indonesia, karena umumnya orang hanya belajar ilmu Food Photography saja. Tak heran, tak terlalu banyak ahli Food styling di Indonesia, hanya ada beberapa saja. Padahal profesi yang satu ini banyak dibutuhkan di bidang kuliner. Salah satu yang cukup terkenal adalah mas Puji Purnama yang sudah malang melintang selama 15 tahun menggeluti profesi sebagai Food stylist. Ada juga mba Vania Samperuru, beberapa kali juga mendapatkan kesempatan sebagai food stylist.

Haaaa, siapa tahu kan bisa jadi next food stylist? *ehhh. Ngimpi loe may, foto makanan aja masih acak adul, kamera aja masih gagap. Huhuhuhu.

Begitulah, semakin banyak belajar, saya justru merasa semakin banyak yang mustinya saya pelajari. Sebenarnya masih banyak wishlist ilmu yang mau saya pelajari terkait blog, tapi kog rasanya ga abis-abis ya?

Sunday, December 31, 2017

#IKlopU, Makan Malam Seru Bareng Gisella Anastasia

Sore itu, 28 Desember 2017, saya bergegas menuju mall Alam Sutera. Sengaja berangkat dua jam sebelum acara, agar tidak terlambat datang ke venue. Alhamdulillah, sebelum jam 6 sore, saya, Muthia, dan Uci sudah mendarat di lobby Mall Alam Sutera dan langsung menuju atrium.

Tepat di tengah atrium, ada panggung dengan latar rumah-rumahan Shaun The Sheep dikelilingi berbagai counter makanan, salah satunya counter biskuit KLOP. Sore itu akan ada acara Meet & Greet with Gisella Anastasia yang akan ditutup dengan makan malam bersama dengan pemenang lomba dinner with Gisella dari sosial media. Hwaaa, saya baru tahu kalau malam itu juga sekalian makan malam bareng Gisella.

Acara Bincang-bincang santai bersama Gisella Anastasia


Meet & Greet With Gisella


Sebelum acara makan malam, Gisella beserta host acara berbincang-bincang santai dulu di panggung atrium. Gisella bercerita bagaimana ia menghabiskan waktunya bersama Gempita, sang putri semata wayang. Salah satu yang sangat disukai keluarga Gading Martin ini adalah menikmati waktu santai dengan menikmati minuman hangat ditemani biskuit KLOP.

Satu hal yang disukai Gisella dari biskuit KLOP adalah aroma butternya yang sangat terasa. Gisella  bercerita, salah satu cara ia menikmati biskuit KLOP adalah dengan dicelup ke dalam minuman terlebih dahulu.

Saya sempat bertanya, apakah biskuit KLOP yang dicelup ke dalam minuman itu tidak hancur. Setahu saya, yang namanya biskuit itu gampang banget hancurnya. Ternyata, cara mencelupnya yang harus diakali. Kalau memang mau dicelup, cukup sekilas, asal celup aja, langsung diangkat lagi. Wah, jadi penasaran pengen nyoba sendiri.

Selesai acara bincang-bincang santai, diadakan pengundian peserta yang akan mendapat kesempatan makan malam bareng Gisella. Ada 10 peserta terpilih yang berhak ikut makan malam. Selebihnya adalah pemenang lomba melalui sosial media. Ternyata, sebelum acara meet & greet ini, ada lombanya di sosial media.

Selesai pengundian, ternyata Gisella juga didaulat untuk menyanyikan beberapa buah lagu untuk pengunjung. Waah, interaktif sekali, beberapa penonton diajak menyanyi bersama Gisella.


Gisella mengajak penonton menyanyi bersama

Selesai sesi menyanyi dan menyanyi bersama pemirsa, acara bincang-bincang pun berakhir. Panitia langsung menggiring kami menuju lokasi makan malam yang terletak di lantai 2.

Makan Malam Bersama Gisella


Sebelum makan malam dimulai, Gisella memberikan kata sambutan kepada para peserta lomba dan rekan media yang hadir. "Terima kasih ya atas kehadirannya, berhubung kita semua sudah lapar, langsung makan aja yuuk"

Hahaha, malam itu memang sudah hampir menunjukkan pukul 19.30. Tentu saja para cacing-cacing perut sudah berteriak gelisah menuntut haknya *eaaaa

Gisella memberi Kata Sambutan

Kami duduk setengah lingkaran mengelilingi 1 meja yang berisi 12 orang. Tiap meja dilayani oleh 1 chef yang langsung live cooking di depan kami. Rupanya, di depan kami ada meja besar yang berfungsi sebagai kompor plus "pan". Ada total 4 meja plus 1 meja khusus tamu vvip.

Makanan disajikan satu persatu. Mulai Tepannyaki Cawan Mushi, Shusi, Wakame Salad, Miso Soup, Seafood Fried Rice, Seafood Barbeque, sampai Ice Cream. Untung porsinya kecil-kecil, jadi walaupun ada lebih dari 10 menu yang disajikan, kami tak sampai terlalu kenyang.

Sebagian menu yang terhidang malam itu


Atraksi Banana Flambee Ice Cream


Ada satu atraksi menarik dari Tairyo Restaurant (@tairyoindo) yang disajikan malam itu, yaitu live cooking Banana Flambee Ice Cream. Sebelumnya kami sudah sempat melihat di meja sebelah kog ada api besar berkobar-kobar. Deg-degan donk. Ternyata sedang live cooking ice cream.

Saat tiba giliran kami, sang chef memberi aba-aba "perhatikan ya, saya mau memasak ice cream".

Kami semua langsung menyiapkan smartphone untuk mengabadikan moment ini. Lucunya, kami mengabadikan sambil harap-harap cemas. Deg-degan menanti, akan sebesar apa api yang menyala di hadapan kami nantinya. Saya bahkan sempat memundurkan kamera karena khawatir dengan api yang membesar.





Sesi memasak Banana Ice Cream Flambe jadi sesi memasak terakhir yang disuguhkan kepada kami. Selanjutnya acara ditutup dengan pengambilan undian door prize. Satu per satu teman-teman blogger mendapatkan hadiah voucher belanja, Echie, Uci, Febri.

Saya sendiri sempat bergumam, "ah, ga dapat voucher nanti hadiah utamanya aja lah". Eh ndilalah kog ya Allah langsung mengabulkan gumaman saya. Alhamdulillah, grand prize malam itu, Xiaomi Yi Action Camera menjadi milik saya.

Kaki dan tangan saya sampai gemetar saat menerima hadiah. Allah maha baik mengabulkan do'a saya. Action Camera itu langsung saya serahkan suami yang memang sudah lama menginginkan Action Cam untuk merekam permainan musiknya.

Baca : Secangkir Kopi Tanpa Gula untuk Sang Musisi





Foto Bersama Gisella


Oh ya, satu hal yang membuat saya kagum, Gisella ternyata ramah sekali. Saat sedang makan, kami dihampiri dan diajak ngobrol. Wuuah, tersanjung banget kan. Langsung deh ditodong untuk wefie. Lha kog ndilalah Gisel juga mau-mau aja ketika diminta foto selfie satu persatu. Tak tampak wajah kesal apalagi bete. Senyum ramah tetap tersungging dari bibirnya.

Foto bareng Gisella (dok. Febriyanti Rachma)

Eh Eh, pakai foto ulang pula karena KLOP Cookies lupa difoto *upppsss. Hahaha. Tapi beneran happy lah, kami bisa sedekat itu ngobrol dan foto bersama. Bahkan saat pulang diajak cipika cipiki layaknya teman lama. Hadeuh, ramah banget!

Sayangnya beberapa teman blogger sudah keburu pulang malam itu, so saat foto bersama Gisella di akhir acara, hanya tinggal beberapa orang saja.

Foto bersama di akhir acara (dok. Febriyanti Rachma)

Ahh, senang sekali bisa ikut acara meet & greet ini. Tadinya sudah sempat ragu saat mau daftar, karena acaranya malam, eh ternyata seru banget, ga nyesel pokoknya. Sampai bertemu di acara KLOP selanjutnya ya. Thanks kumpulan emak-emak blogger dan KLOP Cookies.

Thursday, December 21, 2017

#UmamiFoodMarathon Pengenalan Budaya & Kuliner Betawi

Sabtu, 16 Desember 2017 lalu, saya bahagia banget diajak Food Marathon bareng Tabloid Bintang Indonesia dan Dapur Umami. Saya dan beberapa teman food blogger sebegitu antusiasnya hadir, hingga rela berangkat dari rumah jam 5 pagi, demi bertemu di meeting point pertama kami, kantor AJI-NO-MOTO, yang terletak di Sunter, pada pukul 07.00 pagi!

Hahaha, sepagi itu, orang-orang masih bergelung di kasurnya, kami melepas rasa malas, demi mengejar keseruan *ehh. Yap, bayangan Food Marathon ke 3 titik itu bikin excited.

Rejeki saya pagi itu, naik gojek murah dari stasiun Tanahabang cuma 6ribu aja, padahal jaraknya 9 Km. Awalnya berniat sambung kereta sampai stasiun Rajawali, dari situ sebenarnya lebih dekat ke Sunter. Tapi feeling saya mengatakan, turun Tanahabang aja, biar ga lama nungguin transit. Eh ternyata bener, dapet rejeki promo Gojek. Ahay. Alhamdulillah.

Sebelum pukul 7 pagi saya sudah sampai di kantor AJI-NO-MOTO yang super besar. Sempat ngopi-ngeteh dulu, ganti kostum, dan perkenalan singkat dengan Head of PR AJI-NO-MOTO Grup, Bapak Fakhrurrozi.

MC kocak, Joan Brigitta, berhasil mencairkan suasana sekaligus menghibur kami sepanjang perjalanan.

Foto bareng MC kocak, Joan Brigitta
Foto bareng MC kocak, Joan Brigitta

Warung Mak Dower


Tujuan jalan-jalan yang pertama adalah Warung Mak Dower yang terletak di daerah Rawamangun, tepatnya di jl Pemuda no. 72.

Tampak Depan Warung Mak Dower Rawamangun
Tampak Depan Warung Mak Dower Rawamangun

Jam 8 pagi kami sudah sampai di rumah makan khas Betawi Warung Mak Dower, dalam rangka mengisi perut pagi itu. Hahaha. Saya sengaja cuma mengunyah sepotong roti dan segelas air putih saja dari rumah, karena yakin bakal kekenyangan banget nantinya.

Saat tiba, berbagai jenis makanan khas Warung Mak Dower sudah disiapkan di meja makan.

Aneka masakan Warung Mak Dower yang menjadi Signature Dish
Aneka masakan Warung Mak Dower yang menjadi Signature Dish

Mulai tumis genjer, jengkol, ikan cuek, pecak gurame, gabus pucung, sampai tutut! Nama makanannya pun lucu-lucu
Gabus Pucung
Cuek ngacir
Genjer centil
Cumi lenong
Tutut ngibrit
Udang lenjeh
Pecak Bandeng
Tulang jambal sewot 
Jengkol nampol 
Es ondel-ondel

Es Ondel-ondel ala Warung Mak Dower
Es Ondel-ondel ala Warung Mak Dower

Kalau ga ingat-ingat bakal makan lagi, saya pengen makan semuanya banyak-banyak. Hahaha. Enak-enak semua.

Mulai Cumi Lenong, Udang Lenjeh sampai Tutut Ngibrit
Mulai Cumi Lenong, Udang Lenjeh sampai Tutut Ngibrit

Saya paling suka Pecak Bandeng Warung Mak Dower. Padahal selama ini, saya bukan lah penggemar Bandeng goreng, karena takut duri halusnya. Tapi, Pecak Bandeng dari Warung Mak Dower ini entah bagaimana cara menggorengnya sampai jadi garing, tapi dagingnya tetap lembut dan juicy. Yang bikin takjub, ya tulang halusnya itu ga terasa sama sekali. Udah ketakutan bakal menemukan duri-duri halus, eh ga ada loh. Yang terasa justru garingnya ikan, berpadu kuah pecak yang pedas asem!



Kalau kata chef Ari Galih yang kebetulan semeja dengan kami, ciri khas makanan Betawi itu ada di kekuatan bumbunya yang kaya rempah-rempah. Satu bumbu yang sangat khas dan selalu digunakan adalah kemiri sangrai/bakar. Dan memang harus disangrai dulu, kalau ngga, aromanya ga akan keluar. Wohoo, noted chef.

Puas mencicipi aneka makanan lezat di pagi itu, kami langsung diajak bincang-bincang santai seputar isu MSG bersama Dr. Dyah, ahli gizi, dan chef Ari Galih.

Talkshow Gizi


Dr. Dyah Andayani, SpGK, M.Gizi, dokter spesialis gizi, mengawali bincang-bincang santai pagi itu. Menurut Dr. Dyah, glutamat yang ada di dalam MSG (Mono Sodium Glutamat) sebenarnya merupakan unsur yang ada dalam berbagai jenis makanan yang memunculkan rasa nikmat. Walau tidak menggunakan MSG, makanan yang terasa nikmat itu sebenarnya mengandung glutamat! Bahkan dalam sayur dan buah pun ada glutamatnya lho.


Talkshow bersama Dr. Dyah, ahli gizi, chef Ari Galih, & Bapak Fakhrurrozi, Head of PR Ajinomoto Indonesia
Talkshow bersama Dr. Dyah, ahli gizi, chef Ari Galih, & Bapak Fakhrurrozi, Head of PR Ajinomoto Indonesia

Nah, Dr. Dyah mengatakan, kandungan sodium yang ada dalam MSG bisa menjadi pengganti penggunaan garam-gula yang berlebihan dalam makanan. Dengan penggunaan sejumput MSG, dapat menggantikan sekitar 2-3 sendok makan garam. Ini bagus untuk orang yang harus diet garam seperti penderita hipertensi. Cukup dengan penggunaan secuil MSG, dapat mengurangi penggunaan garam yang berlebih.

MSG sebenarnya aman digunakan dalam proses memasak, selagi digunakan secukupnya. Bahkan WHO dan BPOM pun membolehkan kog. Cuma ya itu, gunakan secukupnya ya. Maksimal dalam sehari hanya 2-5 mg saja. Setara 1 sendok teh. Ingat, itu penggunaan maksimal dalam sehari! Bukan per masakan!

Menurut chef Ari Galih, kunci kelezatan makanan itu bukan di MSG. Salah kalau menganggap MSG adalah segala-galanya sehingga bisa menggantikan bumbu masak. Kunci makanan enak itu ada di bumbu masak yang kuat. Justru kalau kebanyakan MSG akan terasa pahit. Lidah kita ini pinter menyaring kog.

Bapak Fakhrurrozi selaku Head of PR Ajinomoto Indonesia mengatakan, selama ini banyak pemahaman yang mengatakan bahwa MSG atau biasa dikenal dengan sebutan micin atau vetsin, bisa membuat orang bodoh. Sampai ada sebutan generasi micin untuk mengungkapkan orang-orang bodoh yang terlalu banyak mengkonsumsi micin. Nyatanya, tak ada penelitian ilmiah yang menyatakan hubungan tersebut. Asam glutamat yang menjadi komponen utama MSG, ada di semua makanan. So, tak perlu khawatir dengan penggunaannya. Asal jumlahnya tak melebihi takaran, aman digunakan.

Demo Masakan Betawi


Chef Ari Galih tak hanya sekedar berbicara dalam sesi Talkshow, tapi juga menunjukkan cara penggunaan MSG yang tepat, saat memasak. Bumbunya dulu yang harus lengkap. Mulai dari penggunaan aneka bawang yang "berani", sampai penggunaan kemiri, kencur, jahe, lada, kunyit, sereh, daun jeruk, asam, dsb, hingga gula-garam yang pas.


Chef Ari Galih sedang mengulek bumbu untuk Gabus Pucung
Chef Ari Galih sedang mengulek bumbu untuk Gabus Pucung

Satu hal yang disukai chef Ari dari masakan Indonesia adalah rempah-rempah dan bumbunya yang kaya rasa dan menambah selera. Ssstt, rahasia bumbu yang enak, ada pada ulekan! Nah lho.

Pada saat menggerus bumbu dengan ulekan, "minyak" bumbu tersebut akan keluar perlahan dan membuatnya lebih "juicy". Menjadikan masakan lebih lezat. Aroma dan rasanya akan berbeda dibanding bumbu yang melalui proses blender/chop. Kecepatan mesin blending dalam menghancurkan, tidak bisa menggantikan proses menggerus yang bisa mengeluarkan "minyak" dari si bawang, cabe, jahe, kencur, dsb, ini. Wohoo, pantes, kenapa balado itu lebih nikmat kalau diulek ketimbang diblender.

MSG hadir hanya sebagai penguat rasa di akhir proses memasak, after taste. Cukup sejumput, tak perlu banyak-banyak. Kalau bumbunya udah ok, MSG digunakan hanya sebagai penguat rasa.

Ahaa, dapet insight baru. Selama ini saya takut menggunakan MSG karena khawatir migrain kumat. Eh, ternyata bukan MSG yang masalah, tapi penggunaannya yang harus sesuai takaran! Nyatanya saya ga mengalami pusing, walau menyantap berbagai makanan di Warung Mak Dower yang ternyata menggunakan MSG (AJI-NO-MOTO), dalam setiap menu.

Chef Ari Galih memamerkan hasil demo masaknya, Gabus Pucung dan Pecak Gurame
Chef Ari Galih memamerkan hasil demo masaknya, Gabus Pucung dan Pecak Gurame

Hari itu chef Ari mendemokan cara memasak Gabus Pucung yang menggunakan bahan utama Kluwak dan ikan Gabus segar, plus Pecak Bandeng yang menggunakan Bandeng goreng kering yang disiram kuah pecak yang asem-asem segar. Perpaduan bawang, cabe, kencur, tomat dan air asam hangat. Hmmm. Yummy

Soto Betawi H. Husen


Selesai bincang-bincang santai dan demo masak, lanjut ke destinasi kedua, Soto Betawi legendaris yang terletak di daerah Manggarai, Jakarta Selatan. Soto Betawi H. Husen.

Tampak Depan Soto Betawi H. Husen
Tampak Depan Soto Betawi H. Husen

Sempat kami mendengar, "penggemarnya sudah memenuhi venue, jadi nanti harap sabar ya". Hwiiik, penasaran donk, serame apa sih warung ini sampai bikin orang harus rela bersabar?

Begitu sampai di lokasi yang terletak di sebuah gang kecil dekat jl. Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan, saya dan beberapa teman-teman blogger dibuat terpencar-pencar, duduk di meja yang berbeda-beda. Puluhan pelayan yang sigap melayani siang itu seakan masih kesulitan menghadapi hampir 100an orang yang datang silih berganti.

Pengunjungnya ramai banget saat makan siang
Pengunjungnya ramai banget saat makan siang

Bahkan yang makan-minum pun tak diberi kesempatan berleha-leha dulu setelah selesai bersantap, kalau ga mau dipelototi para customer yang sedang antri mencari tempat kosong!

Pelayan yang silih berganti mampir, tampak sibuk melayani. Area yang tak terlalu besar itu jadi makin terasa sesak. Tapi anehnya, yang datang tetap saja ramai!

Ada satu pelayan yang saya ingat berkali-kali mengucapkan ucapan terima kasih sambil membawa piring-piring dan gelas kosong.

"Terima kasih, jangan lupa datang kembali" serunya dengan nada seperti bernyanyi.

Setelah mencicipi, saya memang patut mengacungkan jempol. Pantes banyak penggemarnya!

A post shared by Maya & Heri Siswadi (@advencious) on

Menurut chef Ari Galih, Soto Betawi ini menambahkan susu bubuk ke dalam komponen kuahnya. Pantes lah terasa gurih. Paru gorengnya yang garing dan sedikit tasty, berpadu kuah santan yang tak terlalu asin, terasa pas. Kriuk-kriuk, nyess.

Isiannya cukup banyak, mulai potongan daging, babat, jeroan, paru goreng, dsb yang bisa dipilih. Harga per porsi 35 ribu jika ditambah nasi.

Sst, walau isinya cukup banyak, saya sanggup juga menghabiskan seporsi Soto plus sepiring nasi, lengkap dengan acar! Doyan apa rakus? *Ehh

Alhamdulillah, walau Soto Betawi ini menggunakan MSG juga (AJI-NO-MOTO), migrain saya ga memberontak. Anteng-anteng aja ga ngajak berantem. Padahal kalau kebanyakan makan makanan yang menggunakan MSG, migrainnya suka muncul deh. Nah ini ngga nongol. Kemungkinan karena penggunaannya yang pas, ga berlebihan.

Kampung Budaya Betawi & Danau Setu Babakan


Akhirnya sampai di destinasi terakhir, Kampung Budaya Betawi dan Danau Setu Babakan.

Setelah menunaikan sholat, kami diajak berkeliling mengunjungi museum Betawi. Ada pemandu wisatanya, Syahroni. Bang Roni yang asli Betawi ini menceritakan berbagai akulturasi Budaya yang terjadi yang membuat kebudayaan Betawi begitu kaya. Ada wayang golek Betawi yang merupakan akulturasi Budaya Sunda-Betawi sehingga menghasilkan Wayang Golek dengan tokoh Pahlawan Betawi, Si Pitung, dengan bahasa pengantar Betawi. Ada alat musik rebana yang merupakan percampuran dengan budaya Arab. Miniatur bemo, dsb, hingga batik Betawi.

Rebana koleksi Museum Betawi Setu Babakan
Rebana koleksi Museum Betawi Setu Babakan

Setelah selesai di museum, kami diarahkan ke ruang serba guna dan disambut dengan tarian Nyecek Setapak, tarian yang diciptakan pemudi Betawi untuk menyambut para tamu.

Tarian Nyecek Setapak sebagai tarian sambutan pada tamu
Tarian Nyecek Setapak sebagai tarian sambutan pada tamu


Ternyata, Betawi juga punya wayang golek. Wayang golek versi Betawi dg bahasa Betawi dan tokoh utama si Pitung, dengan latar cerita Batavia Tempo Doeloe. Baru kali ini kesampaian datang ke Setu Babakan. Kalau bukan gara-gara difasilitasin jalan-jalan sama @dapurumami.id dan @bintangtabloid keknya saya ga tahu detail banyak budaya Betawi. Seharian kami jalan-jalan, sarapan di Warung Mak Dower yang menyediakan makanan khas Betawi, mulai Pecak Bandeng sampai Gabus Pucung. Ciri khas makanan Betawi menurut chef Ari Galih adalah di penggunaan Kemiri yang sudah disangrai tanpa takut, alias buanyak. Lanjut perjalanan Food Marathon ke Soto Betawi H. Husen yang ada di daerah Manggarai. Ya ampuun, itu warungnya ramaaai banget, sotonya pun endeuus. Soon akan saya ulas khusus di akun @advencious dan blog advencious.com ya. Perjalanan terakhir adalah ke Setu Babakan yang jadi Sentra Perkampungan dan Budaya Betawi. Kalau mau belajar budaya Betawi dan pengen mencicipi aneka jajanan khas Betawi, ini adalah destinasi yang pas! #umamifoodmarathon #ajinomotoxbintangindonesia #bloggergatheringbersamaajinomoto #TravelIndonesia #JelajahIndonesia #JelajahBetawi
A post shared by Maya Siswadi (@mayasiswadi) on


Sore itu kami juga diajak berjalan ke arah pusat pembuatan batik Betawi. Kali ini diajak membakar kalori! Lumayan, jalan kaki hampir 700 meter, nyaris 1 km sepertinya. Membakar kalori yang tadi banyak kami masukkan ke tubuh. Bwahaaha.

Sambil jalan plus cuci mata melihat berbagai kuliner Betawi yang dijajakan sepanjang danau, mulai Kue Rangi, Soto Betawi, Kerak Telor, Otak-otak, Dodol Betawi, dsb. Bahkan ketemu buah langka, buah Buni. Buat yang kangen kulineran Betawi, bisa deh menyambangi Setu Babakan, siapa tahu nemu kuliner langka yang sudah jarang ada.

Setelah puas melihat proses pembuatan batik Betawi dan melirik-lirik koleksi batik yang sudah jadi, balik lagi deh ke gedung utama pusat kebudayaan Betawi. Kali ini kami menggunakan Delman, yang nantinya akan jadi transportasi utama yang dibolehkan berkeliling di area danau Setu Babakan.

Setelah sampai gedung, kami disambut workshop pembuatan Bir Pletok yang sama sekali ga ada alkoholnya. Cuma namanya aja bir karena fungsinya yang sama-sama menghangatkan. Jaman dulunya, orang Betawi ngiri sama penjajah Belanda yang bisa minum bir. Sebagai orang Betawi yang taat agama, mereka takut meminumnya. Akhirnya mereka cari akal dan membuat minuman tandingan yang fungsinya menghangatkan juga. Bahan-bahannya terdiri dari berbagai macam rempah-rempah (lebih dari 10 macam) yang utamanya adalah jahe.

Sesi terakhir adalah workshop Kerak Telor. Beberapa teman, Jun, Yesi, antusias banget mengikuti workshop. Mereka mencoba langsung membuat kerak telor di atas tungku.


Workshop Kerak Telor & Bir Pletok, Delman, Danau Setu Babakan, Buah Buni, & Pembuatan Batik Betawi
Workshop Kerak Telor & Bir Pletok, Delman, Danau Setu Babakan, Buah Buni, & Pembuatan Batik Betawi

Walau salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan kerak telor adalah MSG juga, lagi-lagi saya ga merasa pusing. Padahal, jika kemasukan banyak MSG, migrain saya suka berontak. Hm, jadi sebenarnya, apa yang jadi pemicu, jika migrain saya kumat, ya?

Kembali lagi, segala yang berlebihan memang ga baik. Ingat-ingat pesan dr. Dyah dan chef Ari Galih, "pakai lah MSG secukupnya!"

Ah, acara yang padat sekali. Sarat info dan penuh makna.

Hujan yang mengguyur saat kami akan pulang sore itu, membuat suasana sedikit sendu dan syahdu. Tapi kesan menyenangkan yang terasa, masih terbawa hingga hari ini.

Terima kasih teman-teman blogger, tabloid Bintang Indonesia, AJI-NO-MOTO, dan MC kocak pemilik akun IG @JoanBrigitta yang berhasil menghibur kami seharian, bikin bahagia. Sampai bertemu di acara berikutnya. Semoga.

Foto bersama penari Betawi (dok. @bintangtabloid)
Foto bersama penari Betawi (dok. @bintangtabloid)

#UmamiFoodMarathon jadi ajang memperkenalkan budaya dan kuliner Betawi. Betapa kayanya masakan Betawi dengan segala limpahan bumbu dan rempah-rempahnya. Maya Siswadi

Wednesday, December 20, 2017

[EVent] Indonesia 2018 Asian Para Games

Tahun 2018 ini, Indonesia akan kehadiran 2 event olahraga besar. Skalanya ga main-main. Asia. Kebayang ya guys. Berapa puluh negara di Asia yang akan mengikuti kompetisi dan menghadirkan atlet-atlet beserta kru-krunya di Indonesia.

Wuiihh, sebuah event olahraga yang punya potensi wisata dan penggerak ekonomi yang besar. Bayangkan, berapa banyak hotel yang akan dipesan? Berapa banyak transportasi atau kendaraan yang akan disewa? Berapa banyak resto, cafe, atau rumah makan yang akan kebanjiran pengunjung? Belum termasuk daerah tujuan wisata seputar kota-kota penyelenggara. Pusat-pusat souvenir, pusat penjualan oleh-oleh, hingga pedagang kaki lima.

Tak heran, ajang olahraga ini juga dikampanyekan dan disosialisasikan besar-besaran!

Sosialisasi APG 2018 di Summarecon Mall Serpong
Sosialisasi APG 2018 di Summarecon Mall Serpong

Asian Para Games 2018

Salah satu yang tengah gencar melakukan sosialisasi adalah Indonesia 2018 Asian Para Games (APG 2018). Sebuah ajang kejuaraan olahraga bagi penyandang dissabilitas di seputar Asia.

Tak tanggung-tanggung, event ini akan diikuti oleh 43 negara! Wow, hampir 50 negara. Kebayang ya, 5 negara aja udah banyak, apalagi sampai 40an gitu. Seandainya 1 negara memboyong 100 kru + atlet aja, apa ga heboh? Pasti seru dan meriah!

Renovasi Venue


Kabarnya, event ini akan menghadirkan 10.000 relawan untuk membantu menyukseskan acara. Venue acara di gelora Bung Karno pun saat ini sedang direnovasi besar-besaran, disesuaikan dengan kebutuhan para atlet dissable. Wow. Semoga meninggalkan warisan sarana olahraga dan fasilitas lain yang layak pakai untuk semua orang. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya fasilitas publik yang layak bagi dissable.

Medali dan Cabang Olahraga


Memperebutkan 582 medali dari 18 cabang olahraga seperti atletik, Memanah, Tenis, Badminton, Tenis Meja, Renang, Catur, Bola Volley, dsb.  Event Para Games ini akan berlangsung selama delapan hari, mulai tanggal 6 - 13 Oktober 2018. Diperkirakan akan hadir sekitar 3000 orang atlet dissable dan kru dalam ajang ini.

Slogan


Mengusung slogan "The inspiring Spirit and Energy of Asia", ada 4 misi yang dibawa oleh Asian Para Games 2018 ini; determination, courage, equality, dan inspiration. Wooh, semangaat! Manusia normal aja bisa jadi sumber inspirasi, apalagi para penyandang disable. Mereka selalu mengajarkan semangat pantang menyerah, semangat pantang berputus asa, semangat berjuang. Dalam keterbatasan, selalu tersimpan kekuatan yang bisa ditonjolkan.

Asli! Super Excited.

Bangga rasanya bisa menjadi tuan rumah. Apalagi Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menjadi penyelenggara. Semoga atlet-atlet para games Indonesia bisa mempertahankan posisi juara bertahan yang selama ini sudah disandang.

Sosialisasi


Sosialisasi sudah dilakukan di beberapa kota-kota besar. Mulai Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Medan, Palembang, Batam, Samarinda, Makassar, dan Ambon. 

INAPGOC (Indonesian Asian Para Games Organizing Committee) secara aktif melakukan penyebaran informasi melalui berbagai komunitas. Mulai atlet penyandang dissabilitas, komunitas difabel, komunitas hobi, hingga pengunjung pertokoan di beberapa kota besar di Indonesia.

Sosialiasi di daerah Tangerang dilakukan di Summarecon Mall Serpong, tempat saya berkunjung pada 15 Desember 2017 lalu. Booth APG 2018 yang dibuka sejak 13 - 17 Desember 2017 ini menghadirkan berbagai informasi seputar event sekaligus menghimpun para relawan.
Foto Bersama dengan Media
Foto Bersama dengan Media


Ga disangka, relawan yang direncanakan berjumlah 10rb orang sudah tutup pendaftarannya (mudah-mudan belum ya). Padahal saya pengen daftar jadi relawan. Pengen jadi bagian event besar ini.

Ah, tak sabar rasanya mau menyaksikan event ini tahun depan. Tunggu sosialisasinya di kota-kota kalian yaa.

Situs Resmi


Info lebih lanjut tentang event ini bisa diikuti terus di situs resminya http://www.ina2018apg.id dan sosial media (IG) @ina2018apg atau Facebook Indonesian 2018 Asian Para Games.

Jangan lupa ya guys, ikuti infonya dan dukung terus eventnya. Mari kita sukseskan event besar ini! Semangat!

Maya Siswadi

Friday, December 15, 2017

Libur Seru Dengan Mobil Impian Baru

Yuhuuu, sudah menjelang akhir tahun nih. Saatnya menikmati liburan. Hawa-hawa libur sudah terasa di sana-sini. Gegap gempita menjelang libur akhir tahun makin terasa. Ada yang sudah sibuk dari jauh-jauh hari mempersiapkannya. Entah dalam rangka menghabiskan jatah cuti yang masih tersisa, atau dalam rangka menikmati libur sekolah.

Sudah punya rencana liburan ke mana guys?

Wacana Liburan


Minggu lalu baru aja saya kasak kusuk sama suami, pengen ajak anak-anak liburan ke Lampung. Kebetulan, suami lahir dan besar di sana, walau bukan penduduk asli lokal. Suami sih punya banyak fan base, hahaha. Ya, itu sih istilahnya dia ya, secara dulu, puluhan tahun lalu, dia musisi Lampung terkenal pada masanya *jiaah. Pada masanya ya, catet! Hahahaha. Sekarang sih tentu sudah beda kondisinya.

Sayangnya, sudah lebih dari 5 tahun kami tak pernah lagi menjejakkan kaki ke sana. Padahal, dalam 2 tahun terakhir ini, pariwisata Lampung sedang berkembang pesat. Hasrat saya untuk berkunjung makin besar.

Saya sih pengennya ngebolang aja berlima sama anak-anak naik kereta. Sekarang commuter line kan sudah sampai Rangkas Bitung, trus lanjut sambung kereta biasa sampai Merak, nyebrang pake fery, trus lanjut naik bis. Huaa, ngebayanginnya seru. Saya memang suka ngebolang. Tapi ini suami lain lagi pemikirannya.

"lah, emang ngebolang berlima gitu, murah?"
"lho, bukannya murah ya?
"nih ya, naik keretanya ditotal udah berapa, belum naik kapal fery 25rb/orang, trus nanti sambung busnya udah 35rb loh per orang"
"Haahhh?"
"Iya, itu belum termasuk jajan, makan, bisa abis PP 1-1,5juta juga"
"hmmm"
"Mending naik mobil"
"ehk"

Bwahaha, iya sih, kalau liburan sekeluarga rame-rame sama anak-anak memang jatuhnya lebih murah naik mobil sih ya. Tiket kereta atau pesawat kalau dikali 5 orang udah habis berapa. Pun jadi bebas mau mampir-mampir atau berhenti sesuka hati kalau pengen sesuatu. Mau berkunjung ke mana aja ga jadi halangan.

Nah, otak liburan saya makin kacau ketika datang ke acara bincang santai "Cerdas Pilih Mobil Impian" yang diadakan @mobil88 di resto The Hook, Jakarta, pada Senin, 11 Desember 2017 lalu.

Pak Halomoan Ficher, COO mobil88 sedang bercerita

"Setelah tahun kedua, harga mobil bekas cenderung stabil. Kalau harga mobil baru 100 jutaan, di tahun pertama akan menyusut jadi 80 jutaan dan jadi sekitar 70-60 jutaan di tahun kedua. Nah, setelah itu cenderung stabil" sebut Halomoan Ficher, COO mobil88

Investasi Mobil?


Adiknya suami happy banget waktu beli mobil bekas impiannya cuma 70 jutaan. Pas bosan dan mau ganti mobil lain, mobil lama itu laku terjual 80 jutaan. Wuaaahh.

"Beli mobil mobil bekas bisa jadi investasi, asal cerdas memilih penjual dan mobil yang akan dijadikan Investasi" seru mba Ghita Argasasmita, financial planner.

Wohoooo, berubah lagi deh mindset saiyah. Selama ini ogah investasi mobil karena harganya yang pasti anjlok. Rupanya, anjloknya harga mobil itu hanya terjadi di tahun pertama sampai kedua. Penyusutan harganya sekitar 15-25% dari harga perdana. Saat memasuki tahun ketiga, harga mobil justru cenderung stabil.

Pantes lah saya pernah lihat ada yang suka gonta ganti mobil. Mungkin mobilnya itu merupakan investasi ya. Kakaknya suami pun punya beberapa mobil buat investasi. Mobil bekas sepertinya lebih mudah laku ketimbang rumah atau tanah. Hmmm.

Lantas saya jadi pengen cari mobil kece di mobil88 yang akan sale akhir tahun, mulai 15-17 Desember 2017. Mayan kan kalau dapat mobil bekas berkualitas harga nyungsep? Bisa buat mejeng akhir tahun *ehhh. Maksudnya bisa buat liburan ke Lampung *kedip.

Orang mah ga akan nanya mobilnya bekas atau second. Yang dilihat tetep aja prestige mobilnya.


Beli Cash atau Credit?

Sempet nanya juga ke mba Ghita, untungan mana beli mobil bekas, cash atau credit?

"Mobil bekas itu harganya lebih terjangkau dibanding mobil baru. Buat yang budgetnya terbatas, mobil bekas bisa jadi alternatif untuk membeli mobil impian. Bisa beli cash kalau cukup dananya, ini lebih untung. Tapi jika tidak, bisa juga kredit. Toh harganya stabil. Setelah selesai kredit, alihkan dana yang tadinya untuk kredit ke investasi, nantinya dana ini malah bisa beli mobil lagi dengan cara cash!"

Wuidiiih, iya juga ya.

Garansi


Saya langsung mupeng dan pengen cari mobil. Mana mobil yang ada di mobil88 ini tahunnya muda-muda, maksimum 7 tahun usianya. Pun, mobil88 memberikan garansi uang kembali jika ternyata mobil yang kita beli itu tersangkut kasus hukum.

"Beli mobil bekas itu tricky. Ga cuma soal perawatan atau kilometernya aja, tapi lebih ke masalah hukum. Kita harus jeli memilih, jangan sampai beli mobil bodong atau tersangkut kasus hukum" jelas pak Ficher.

Kalau beli mobil bekas via mobil88 ternyata ada banyak garansinya. Selain garansi service, juga garansi ganti mobil jika mobil yang kita beli itu bermasalah.

"Pernah ada mobil yang kita jual ternyata tersangkut kasus money laundering. Padahal kita sudah cek n ricek ke kepolisian. Tapi ternyata pemilik lama tersangkut kasus, jadi lah pemilik baru ikut terseret. Berhubung beli mobilnya via mobil88, ya kita bantu sampai kasusnya selesai" lanjut Pak Ficher.

Hm, beli mobil bekas memang kudu jeli juga ya, ga bisa asal beli. Salah-salah malah tersangkut kasus hukum. Untungnya mobil88 ini tanggung jawabnya besar juga, jaminan keamanan pembelian mobilnya ga main-main.

Beli Mobil Untuk Liburan

So, mau beli mobil yang mana ya, buat liburan?

Kalau liburannya domestik dan rame-rame sekeluarga, rasanya lebih irit kalau naik mobil ya. Bisa jalan-jalan ke banyak destinasi. Bisa mampir pula sesuka hati. Hmmm.

Pengennya sih yang sekelas MPV yang bisa muat banyak orang, jadi bisa ajak keluarga besar jalan-jalan. Nyoba intip-intip mobil88 aaahhh. Kali-kali aja ada MPV cakep yang bisa dibawa pulang *ehm

Tuesday, December 12, 2017

Ini 5 Alasan, Kamu Perlu Travel Insurance

Yuhuu, bentar lagi kita akan memasuki libur akhir tahun. Yeaaay. Udah punya rencana libur ke mana friend?

Liburan akhir tahun saatnya jalan-jalan. Menghabiskan masa cuti atau menyenangkan anak-anak yang sedang libur.

Wednesday, December 6, 2017

Nasi Goreng Kekinian ala Warunk StarMeal

Sekarang ini sudah banyak banget ya, warunk-warunk kekinian yang bertebaran. Tempat asyik buat dijadiin tongkrongan bersama teman. Entah sepulang sekolah, atau malam mingguan. Bahkan buat jadi tempat ngadem dan ngerjaain tugas sekolah pun bisa. Tak jarang, wifi gratis yang disediakan bisa dijadikan daya tarik.


Itu yang saya rasakan ketika mencoba datang ke sebuah warunk kekinian yang lagi hits di bilangan Srengseng Sawah sana. Lokasi warunk yang tak jauh dari Kampung Setu Babakan ini cukup ramai dan strategis. Saat saya datang, banyak sekali anak-anak muda yang datang berombongan bersama teman-temannya. Entah mereka sekedar duduk-duduk pesan minuman, hingga main stacking uno yang memang juga disediakan gratis.

Rata-rata makanan di sini pun ga mahal, ga sampai 30 ribu untuk makanan paling hits sekalipun. Bahkan beberapa minuman hanya dibanderol di kisaran harga belasan ribu. Seperti es kopi ini, Ice tarolatte, cuma 14 ribu ajah. Cocok banget kan buat nongkrong? Bersahabat di kantong.

 Ice Tarolatte 14rb

Red Velvet Iceblend 15rb

Ice Belitong, 24rb


Mango Ngangenin

Nasi Goreng Special StarMeal

Nasi goreng yang satu ini cukup unik. Ini adalah salah satu nasi goreng yang jadi signature dish dari Warunk StarMeal. Penyajiannya di dalam wadah yang berupa kulit pangsit berukuran cukup besar yang dibentuk semacam mangkuk. Warna nasi gorengnya pun bukan kecoklatan atau kemerahan seperti nasi goreng umumnya, melainkan agak kekuningan.

Kalau bicara rasa, lebih unik lagi. Sepertinya, nasi goreng ini banyak menggunakan rempah-rempah yang biasa digunakan untuk membuat nasi biryani atau nasi gulai. Kalau saya bilang, ini semacam nasi biryani yang digoreng. Rempaah-rempahnya terasa, berpadu bersama nasi dan potongan-potongan ayam dan sosis. Bersama piring saji, disuguhkan juga cah jamur dan beberapa potong timun sebagai sayuran. Harganya 24 ribu aja dengan porsi nasi yang cukup banyak dan potongan-potongan sosis yang cukup berlimpah. Hampir di setiap sendokan nasi, saya temukan potongan sosis.


Nasi Goreng Special Starmeal

Nasi Ayam Goreng Pecah Pedas


Menu yang satu ini sebenarnya biasa aja, ayam goreng dan nasi biasa. Tapiiiiii, yang jadi istimewa adalah sambal yang digunakan untuk ayam ini, berlimpah dan memasukkan kemangi sebagai tambahan rasa. Masuknya kemangi sebagai bahan tambahan dalam sambal goreng ayam ini menghadirkan sensasi rasa wangi dan lezat yang khas. 

Tahu donk wangi dan rasa kemangi? Agak langu, tapi wangi dan sedap. Menurut pemiliknya, menu ini dinamakan Pecah Pedas karena banyaknya sambal yang disajikan /disiramkan ke atas ayam goreng. Harganya 26 ribu saja dengan potongan ayam yang cukup besar, bisa dimakan berdua, hahaha.

Nasi Ayam Goreng Pecah Pedas.

Indomie Rebus Seblak Bom


Kalau ke warunk-warunk kekinian dan mencari menu Indomie di Warunk Starmeal, saya sarankan kamu untuk mencoba menu yang satu ini, Indomie Rebus Seblak Bom. Kenapa?

Rasanya memang seperti Indomie rebus biasa, tapi rasa pedasnya nampol banget. Beneran pedas seperti bom. Mana banyak banget tambahannya. Ada potongan-potongan sosis, bakso, dan rebusan telur yang tampaknya diaduk-aduk sehingga hancur.

Saya bukan penikmat pedas, so, waktu mencoba menu yang satu ini sukses bikin saya benar-benar kepedasan. Bolak balik minum. Tapi anehnya, nagihin! Walau kepedasan, saya tetap melanjutkan makan! Norak? Lapar? Apa rakus ya?

Harganya? 19 ribu aja sodara-sodara. Worthed kan?

Indomie Rebus Seblak Bom, 19rb

Masih banyak menu-menu Warunk Starmeal lainnya, ada roti bakar, aneka cemilan, dan minuman aneka rupa dan rasa. Saya ga mau spoiler lebih banyak, lebih baik datang aja dan cobain sendiri.

Lokasi warunk StarMeal ini mudah banget dijangkau angkutan umum, bisa naik kopaja 57 Blok-M-Cipedak. Posisinya persis seberang pom bensin, sekitar 100 meter dari Setu Babakan, daerah Srengseng Sawah. Kalau naik kereta, tinggal turun di stasiun Lenteng Agung, sambung ojek deh. Sekitar 2,5km dari stasiun, ga jauh kog.

Thursday, November 30, 2017

7 Hal Ini Bisa Kamu Dapat di Blok M Square

Guys, kalian pasti tahu Blok M Square kan? Barangkali ada yang pernah tahu kawasan terminal Blok M dulunya, pasti tahu bagaimana asyik dan serunya menjadikan Blok M sebagai pusat pertemuan, titik kumpul, maupun tempat nongkrong.

Mungkin kondisi ini sudah agak berubah kini, walau perubahannya ga terlalu banyak. Sejak pasar Blok M dan Plaza Aldiron berganti wajah menjadi Blok M Square yang dikelola Agung Podomoro, nyaris tak banyak yang berubah.

Walau ada banyak mall dan pusat belanja di Jakarta dan sekitarnya, ada beberapa hal menarik yang tetap dicari dan membuat beberapa orang senang berkunjung ke Blok M Square. Apa saja kah?

7 Hal yang dicari di Blok M Square


1. Bursa Buku Murah


Bagi remaja 80-90an, Blok M terkenal sebagai tempat mencari buku-buku murah. Dan itu masih bisa didapat di Blok M square. Haaah? Emang masih ada gitu? Ya masih lah. Ketahuan ga jalan-jalan ke Blok M lagi yaaa? Hahaha.

Buku-buku murah ini adanya di Basement ya guys. Saya juga tahunya ga sengaja, pas lagi mau sholat di bawah, eh nemu banyak buku-buku yang bisa bikin lapar mata *kekeup Dompet

Pilah pilih buku murah
Pilah pilih buku murah

2. Piringan Hitam atau Kaset Jadul


Masih di area Basement, saya menemukan bahwa di area ini juga ada benda-benda antik lho, terutama piringan hitam. Entah kenapa, benda satu ini ternyata banyak dijual di beberapa toko di area Basement Blok M Square. Sepertinya cukup banyak peminatnya. Mungkin yang nyari opa-opa kali ya? *Ehhh

Berbagai Toko yang Menjual Aneka Piringan hitam
Berbagai Toko yang Menjual Aneka Piringan hitam

3. Aneka Batu Permata/ Batu Akik


Hayoo, siapa yang suka pakai perhiasan atau cincin berhiaskan Batu Permata? Nah, di kawasan Blok M Square akan banyak ditemukan pedagang batu-batu ini. Walau musim batu akik sudah berlalu, tapi penggemar setia batu ini akan selalu ada

Aneka Batu Permata
Aneka Batu Permata

4. Pesan Plakat, Sablon, Percetakan


Dulu, kalau mau pesen sablon, mau cetak undangan, bikin buku Yasin, Plakat, piagam, sampai sablon kaos, blok M adalah pusatnya. Di area Blok M berkumpul para pengusaha yang menawarkan jasa ini. Kini, mereka berkumpul di Basement Blok M Square.

Walau lokasinya di Basement, kebanyakan pelanggan sudah tahu. So, pesanan mereka hampir selalu ramai. Selalu ada saja pesanan dan pelanggan yang datang.

5. Pusat Penjahit Berkualitas


Dulu, Blok M juga terkenal sebagai pusat Penjahit Berkualitas. Jahitan mereka rata-rata rapi dan setara kualitasnya dengan butik.

Biasanya sih kakak ipar saya suka datang ke sini kalau mau pesan-pesan kebaya atau blazer.

Kini, di basement Blok M Square pun tetap bisa ditemui banyak penjahit berkualitas. Kalau lihat contoh-contohnya, cakep-cakep. Biasanya mereka menerima jahitan apa saja, termasuk pesanan kebaya, sarimbit, atau blazer.

6. Kuliner Toba & Food Court with Every day Live Music


Nah, yang unik ini nih, ada kuliner Toba, buat urang Medan. Plus Ada live music juga tiap hari, ga cuma malam aja, siang-siang juga ada.

Kalau di kuliner Toba, sebagian besar makanan adalah makanan khas suku Batak, ada makanan non halal ya guys. Tapi, kalau cuma mau nongkrong aja sih, ada kog kedai kopinya. Sambil dengerin live music lagu-lagu Toba atau lagu-lagu oldies. Buat nongkrong dan tempat ngobrol atau ngomongin berbagai macam hal dari A-Z pun masih asyik nih.





Kalau mau jajan yang lebih bervariasi lagi, mampir aja ke food court yang ada di lantai 5. Di area entertainment ini ada food court super luas yang dilengkapi live music sepanjang hari, tiap hari!

Asyik ya. Bisa sekedar nongkrong bareng teman atau duduk mengerjakan tugas. Nongkrong-nongkrong di sini asyik aja, ga kerasa waktunya.

Di lantai yang sama juga bisa ditemukan arena bermain, Zone 2000, dan bioskop XXI.

7. Pelukis Jalanan


Ada yang lagi ulang tahun pernikahan? Atau mau menghadiahkan sesuatu yang unik? Lukisan? Karikatur?

Coba deh pesan lukisan ke pelukis-pelukis jalanan yang berjajar di sisi luar Blok M Square ini. Mereka siap membantu kog.

Pelukis jalanan di teras Blok M Square
Pelukis jalanan di teras Blok M Square

Lukisannya bagus-bagus dan unik. Mereka juga bisa mengerjakan sesuai pesanan. Soal harga? Jangan khawatir, harganya cukup bersahabat.

So, buat kamu yang tinggal di kawasan Selatan, ga perlu jauh-jauh kalau mau pesan lukisan, di Blok M Square pun ada kog.

Nah, itu 7 hal menarik yang bisa jadi alasan buat datang, nongkrong dan muter-muter di Blok M Square. Jajan dan nongkrong sambil mengerjakan deadline tugas juga oke nih *ehh.

Sebenarnya masih banyak hal menarik lain yang bisa ditemukan di Blok M Square, toko kosmetik murah, entertainment centre, Masjid Agung Blok M Square di rooftop, pasar modern di Basement, dsb.

Agung Podomoro sebagai pengelola trade mall yang satu ini cukup pintar membidik hal-hal menarik apa saja yang bisa ditawarkan kepada pengunjungnya. Terbukti, walau bukan pusat grosir, tempat ini cukup ramai di hari kerja. Food court apalagi, kalau siang ya ramai. Ada live music yang enak didengar dan bisa request lagu? *Ehhhh

Kalau kalian, apa yang suka diburu di Blok M Square? Apa alasan yang bikin kalian betah nongkrong dan berlama-lama di sana?