Thursday, May 12, 2016

Bertualang ke Ancol Menggunakan Kereta

Bertualang ke Ancol Menggunakan Kereta. Sabtu siang itu saya mengajak Falda jalan-jalan ke Ancol. Suami dan Ferdi ga mau, sementara Faldi ga bisa ijin. Ya udah lah, berdua aja justru asyik. Selama ini Falda jarang komplain kalau diajak emaknya "jalan-jalan".

Berangkat dari stasiun Serpong, langsung saya beli tiket harian berjaminan untuk tujuan stasiun Kampung Bandan yang lokasinya cukup dekat dengan Ancol. Harga tiketnya 10.000 plus biaya perjalanannya 3.000. Murah ya, Serpong - Kampung Bandan yang segitu jauh cuma tiga ribu. Berhubung kereta jalur Serpong hanya sampai stasiun Tanah Abang, saya musti nyambung kereta ke arah Jatinegara yang melewati stasiun Kampung Bandan. Dari peron di jalur 5 saya ajak Falda berpindah ke peron di jalur 2, mengikuti arus penumpang turun yang juga mau transit.


Tak sampai 10 menit, kereta arah Jatinegara muncul dan lumayan lengang, jadi saya dan Falda bisa duduk-duduk santai. Sampai di stasiun Kampung Bandan, keluar stasiun yang ke arah WTC Mangga Dua/Ancol, naik ke atas dan menyeberang ke arah peron 1. Setelah keluar, kami memilih sholat dulu karena sudah jam 12, daripada di Ancol repot cari Mushola.

Begitu keluar stasiun, jalan dari pintu keluar stasiun sampai ke jalan raya lumayan sepi. Untungnya sih jalan berdua Falda. Di ujung jalan ada jembatan untuk melintasi kali untuk sampai ke jalan raya.


Berhubung niat jalan-jalan, jadi ya saya ajak Falda jalan sampai ke pintu masuk Ancol. Lumayan deh, jalan sekitar 400-500 meter. Hahahaha. Ternyata, lokasi yang kami tuju, Ocean Dream Samudera, ada di pintu masuk timur. Akhirnya jalan kaki lagi menuju ke sana.

Bayangan saya tuh yang namanya pintu masuk timur Ancol tuh bakalan deket. Jadi, saya ajak lah Falda jalan lagi menyusuri pinggir kali Ancol. Lama berjalan kog ya ga kunjung tiba, sampai ditawari ojek sepeda maupun ojek motor berkali-kali. Ternyata jauh saudara-saudara! Sepertinya "jalan-jalan" kami itu sekitar 1 KM lebih! Ya Allah, ini kalau ayahnya tahu bisa diomelin nih, ngajak anak gadisnya jalan jauh ga naik kendaraan. Hahaha.

Untungnya sih Falda super kooperatif, ga ngeluh. Bolak balik saya tawari,
"mau berhenti ga?", 
"mau naik ojek ga?"
"mau istirahat ga?"
"capek ga?"

Falda cuma jawab
"kayaknya nanggung ya bund"

Hahay, memang nanggung, lah kan belum sampai ke lokasi. Yah, mumpung masih seger, ga papa lah ya, terusin jalan sampai gerbang timur ;).







Begitu akhirnya masuk, saya ajak Falda istirahat dulu. Untung nemu semacam saung dekat parkiran. Bekal pun kami keluarkan dan makan siang seadanya yang penting kenyang dan bisa meluruskan kaki sebentar.



Namanya niat mau jalan-jalan ke Ancol, jadi ya beneran dinikmati pantainya Ancol, termasuk foto-foto *ehh. Hahahaha, itu sih niat foto-foto ;).

Pantai Ancol
Pantai Ancol

Seneng deh liat pantai yang bersih gini. Smoga terus terpelihara ya. Ada fasilitas tempat bermain anak yang bikin betah. Walau cuma duduk-duduk nemenin anak-anak yang asyik bermain, asyik juga ditemani semilir angin pantai.
Pantai Ancol
Pantai Ancol
"asyik ya bund, banyak mainannya"

Falda sih sudah gatal mau mencoba semua mainan di pantai itu, tapi saya ingatkan kalau kami kan mau ke Ocean Dream Samudera, lihat Lumba-lumba dan Kupu-kupu.
"kita masuk Gelanggang Samudera dulu, nanti aja pulangnya kalau sempat, main lagi di sini"

Eh, sebelum masuk, sempet mampir sebentar ke Pasar Seni, pengen lihat-lihat, ada apa aja di sana. Cuma sebentar juga sih, cuma mampir dan foto-foto, hahaha.



Okeh, akhirnya kami masuk ke Ocean Dream Samudera dan langsung bertemu kerumunan ibu-ibu dan anak-anak yang sedang dihibur oleh petugas. Rupanya sejak pagi ada macam-macam acara di area ini. Saya dan Falda sudah kesiangan, jadinya ketinggalan. Untungnya masih punya cukup banyak waktu untuk berkeliling area Ocean Dream yang luas itu.




Falda tertarik mencoba fish therapy gratis dan tak ragu mencelupkan kakinya ke area kolam yang banyak ikannya itu.

"ihhh geli bund, ikannya gigit-gigit"
"ayo bund, cobain"



Puas mendinginkan kaki dan bergeli-geli bersama ikan, kami menuju Rumah Kupu-kupu.





Di area yang tak terlalu luas ini ada banyak kupu-kupu yang sengaja di"kurung" di dalam jaring tinggi dan tertutup sehingga pengunjung bisa mengamatinya. Jangan ditangkap ya kupu-kupunya, supaya mereka tetap bisa nyaman di "rumah"nya ini.

Setelah melihat-lihat kupu-kupu, lanjut ke rumah pintar, ada banyak spesimen satwa laut yang diawetkan plus nama-namanya. Ada games dan puzzle juga di sini. Lumayan kalau mau ngadem sambil nemenin anak-anak. Ada banyak buku dan tempat buat lesehan.





Rupanya, di dalam area ocean dream ini ada juga area bermain macam ayunan, panjat tali, dsb. Falda suka sekali bermain di area ini. Yang paling disukai Falda bergantung-gantung seperti ini, Apa ya istilahnya, bergantung dan pindah dari satu pegangan ke pegangan lainnya.



Bingung mau ke mana lagi, akhirnya Falda minta naik Ubur-ubur.

"bunda ga bisa naik Fal, nanti pusing"
"ga papa, Falda naik sendiri aja"
"ga boleh kayaknya kalau sendiri"
"coba dulu aja bund, siapa tahu boleh"
"Falda berani naik sendiri?"
"berani bund"
"yakin?"
"iya, Falda berani kog"

Ubur-ubur, salah satu permainan di Ocean Dream
Ubur-ubur, salah satu permainan di Ocean Dream

Akhirnya saya coba ke petugas
"mas, anak saya pengen banget naik, tapi saya ga bisa nemenin, saya punya migrain, takutnya kalau naik nanti muntah-muntah"
"ga papa bu, naik aja"
"aman ya mas?"
"aman kog bu"

Ah, akhirnya Falda bisa naik dan dipasangkan seat belt. Karena tak tega membiarkan Falda sendirian, si petugas pun memanggil temannya, seorang petugas perempuan untuk menemani. Alhamdulillah, baik banget ini petugasnya :).

Selesai berayun-ayun, kami langsung menuju ke pertunjukan Singa laut. Kebetulan memang sedang ada pertunjukan Singa Laut. Lumayan terhibur dengan penampilan singa laut dan pelatihnya yang lucu. Pintar sekali pelatihnya merancang adegan. Pengunjung tak hanya terhibur melihat kepintaran sang Singa Laut, tapi juga tertawa geli mendengar dialog-dialog kocaknya.




Buat yang mau nonton pertunjukan Lumba-lumba, Singa Laut, atau Theater 4D, simak jadwal ini yaa. Jangan sampai ketinggalan, hahaha. Saya sempat ga merhatiin jam-jam pertunjukan ini, jadi aja terlewat pertunjukan Lumba-lumba.




Okeh, puas wara-wiri di dalam Ocean Dream, kami pun memutuskan pulang. Hari sudah menjelang sore, khawatir kereta sulit kami dapat jika pulang malam. Eh, kog ya di dekat pantai kami bertemu dengan seniman pantomim ini. Takjub melihat kemampuannya yang hanya duduk bersila di atas ketinggian hanya dengan bertumpu pada satu tongkat ini saja, saya meminta Falda untuk foto bersama si seniman. Ada yang sudah pernah bertemu seniman ini?




Nah udah selesai urusan jalan-jalan, giliran pulang nih bingung. Gimana caranya sampai stasiun lagi. Rasanya membayangkan pulang berjalan kaki menyusuri jalan yang tadi kog ya rasanya ga sanggup. Jauh booo, hampir 2 KM. Mau naik ojek juga ga tahu nyarinya ke mana. Akhirnya saya bertanya ke petugas security untuk bertanya arah Pintu Barat. Rupanya petugas paham banget kami sedang kebingungan mencari jalan keluar sekaligus cara keluar. Hahahaha

"ibu jalan ke arah pintu masuk Gondola, di sana ada Bus Wara Wiri gratis yang bisa mengantar ibu sampai ke Pintu Barat"

Ahhhh, surga banget. Terbantu sekali sama si bapak petugas security yang baik banget ini. Seandainya si bapak itu cuma menunjukkan arah Pintu Barat tanpa menyebutkan cara mudah kami bisa naik kendaraan, bisa 1 jam saya sampai di sana :).

Dengan penuh semangat merasa menemukan oase, saya langsung menuju arah yang ditunjuk dan langsung girang begitu menemukan pemberhentian bus ini.

Bus Wara Wiri Gratis
Bus Wara Wiri Gratis
Ada 2 jurusan bus Wara Wiri. Satu bis menuju pintu Timur, satu bis lagi menuju Pintu Barat dan berakhir di halte Busway. So, kalau naik busway/ Trans Jakarta menuju Ancol, begitu keluar halte Trans Jakarta menuju pantai, bisa coba naik bus Wara Wiri ini. Asyik yaa.

Penggemar bus ini ternyata banyak juga. Saat bus ini datang, langsung diserbu pengunjung yang juga mau pulang. Mungkin karena sudah sore jadi peminatnya banyak. Kami tak kebagian tempat duduk. Bus sudah penuh dengan penumpang yang juga menuju pintu barat. Sebagian lain menuju halte busway.

Nah, ini adalah rute bus Wara Wiri Gratis dari pintu Barat maupun pintu Timur.




Keluar pintu Barat saya pun lanjut lagi jalan kaki menuju stasiun. Hahaha. Walau sudah cukup capek, Falda masih mau diajak jalan menuju stasiun. Sebagai kompensasi, saya ajak Falda "jajan" siomay dekat jembatan. Siomay itu kami minta bungkus, supaya bisa makan sambil jalan. Buat pengganjal lapar maksudnya. Maklum, saat itu sudah menjelang maghrib. Perjalanan pulang masih cukup panjang, takut nantinya kami tak bisa makan di kereta.

Ini adalah jembatan penghubung antara jalan raya menuju stasiun Kampung Bandan.



Sore menjelang maghrib, kami kembali berada di stasiun Kampung Bandan, menuju arah pulang ke stasiun Serpong. Kami tinggal membayar harga perjalanan pulang saja, Kampung Bandan - Serpong, 3000. Tiket yang tadi kami beli saat berangkat, kami serahkan pada petugas loket untuk diisi ulang.

Lumayan lama menunggu kereta dari arah Jatinegara, hampir 30 menit kami menunggu. Eh, saat kereta datang, masih menunggu lebih dari 15 menit menunggu kereta berangkat. Mana berdiri pula. Duuhh, sudah capek di jalan, masih berdiri pula di kereta :).


Halte Kampung Bandan
Halte Kampung Bandan


Untungnya sih di kereta berikutnya, Tanah Abang - Serpong, kami mendapat tempat duduk. Mungkin karena hari libur dan sudah maghrib, kereta tak terlalu ramai.

Sore itu kami pulang dengan membawa berjuta kenangan. Falda pun bisa tertidur pulas.

Sampai di stasiun Serpong, tiket harian berjaminan yang tadi digunakan, kami kembalikan untuk mendapatkan kembali uang jaminan 10.000/tiket. Lumayan kan uangnya bisa buat jajan minum :).

Wednesday, May 11, 2016

Kerja Lancar, Kuliah Lancar? Bisa!

Kerja Lancar, Kuliah Lancar? Bisa! Dulu tuh ya, yang namanya kuliah ya harus hadir secara fisik di Kampus. Ga ada ceritanya deh bakal bisa punya nilai bagus kalau tingkat kehadirannya rendah. Bener apa bener? Padahal yaa, ada banyak orang yang begitu pengennya kuliah, tapi ga bisa hadir secara fisik ke kampus. Boro-boro lah hadir, bisa selesai tugas aja udah bagus.

Ada yang pengen kuliah, tapi terkendala waktu. Ada yang pengen kuliah, tapi terkendala jarak. Ada pula yang pengen kuliah, tapi terganjal kerja. Padahal yaa, kata siapa kuliah harus datang ke kampus? Di jaman yang sudah hampir serba digital ini, bisa kog kuliah online.

Hah? Kuliah online? Apaan tuh?

Kuliah Online tuh sama aja seperti kuliah biasa, belajar, dapat materi, diskusi. Bedanya, semuanya dilakukan melalui internet. Macam kuliah-kuliah online di luar negeri sana.

Agak susah mengelak kalau sering kali seseorang memiliki keterbatasan waktu untuk kuliah karena kesibukan sehari-hari, misalnya kerja full time. Bisa aja sih ikut kuliah kelas karyawan atau kuliah malam hari. Tapi, konsekwensinya ya kudu tetap datang ke kampus dan mengikuti pembelajaran setiap waktu. Padahal sudah capek kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Belum lagi menghadapi macetnya jalanan, sampai di tempat kuliah (kalau ikut kelas malam), lelah tak bisa ditolak.

Salah satu cara supaya tetep bisa kuliah tapi gak perlu repot-repot datang ke kampus ya dengan kuliah online. Pilih Universitas yang dapat dipercaya dan berkualitas. Kualitas ini mencangkup kegiatan belajar serta interaksi mahasiswa tersebut.

Salah satu Universitas penyelenggara adalah Binus Online Learning dari Binus University. Sistem yang diterapkan sangat mudah dan Fleksibel, Dalam kegiatan belajar, mahasiswa bisa melakukan interaksi dengan dosen kapan pun, di mana pun, tak terbatas waktu dan tempat.



Tatap muka di ruang kelas tetap dilakukan, terbatas pada kegiatan yang membahas kasus, diskusi pemantapan pemahaman materi kuliah, dan saat ujian. Interaksi dengan dosen dan praktisi sangat diutamakan untuk mendapatkan dan meningkatkan kemampuan dan wawasan mahasiswa dalam kegiatan praktis dan pengambilan keputusan yang nyata. Metode ini cocok untuk pekerja professional dan entrepreneur bahkan ibu rumah tangga yang ingin melanjutkan studi S1 tapi terkendala waktu dan tempat.

Binus Online Learning sudah menyiapkan dan memperhitungkan agar mahasiswa mendapatkan hasil yang berkualitas. Mahasiswa fokus belajar dengan jumlah mata kuliah yang terbatas di tiap periode/semester, sehingga hasil yang didapat lebih maksimal. Mahasiswa juga akan mendapat Pembelajaran Global. Tidak hanya diajar oleh dosen dari kota seperti Jakarta, tapi juga dosen-dosen dari luar negeri.

Binus Online Learning menggunakan LMS (learning management system) yang terintegrasi untuk membangun jaringan interaksi antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen dan mahasiswa dengan pembimbing akademis. Berikut ini pilihan bidang studi yang bisa dipilih

Pilihan program studi di Binus Online Learning
Pilihan program studi di Binus Online Learning

Setiap mata kuliah akan diterima dalam beberapa bentuk: diskusi di forum, tugas individu / kelompok, video conference, video pembelajaran. Semua dilakukan secara online. Namun pada awal masuk perkuliahan dan ujian, mahasiswa tetap harus datang ke BULC atau kampus BINUS.

Binus University Learning Community atau yang dikenal sebagai BULC sudah hadir di beberapa kota, diantaranya Palembang, Semarang, Malang dan Bekasi. Dengan adanya BULC, jika mahasiswa sedang ada tugas ke luar kota dan bertepatan dengan waktu ujian ataupun perkuliahan Face to Face, maka dapat datang ke BULC terdekat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan progam EES (Employability and Entrepreneurial Skill) yang dimasukkan ke dalam mata kuliah, Gak cuma menyiapkan lulusannya untuk siap bekerja, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini Binus Online Learning juga sudah menghasilkan lebih dari 300 lulusan terbaik yang tersebar di berbagai instansi dan perusahaan baik nasional maupun multinasional.

Dengan metode pembelajaran secara Online, bisa #MajuTanpaBatas karena bisa kuliah kapan saja, dimana saja. Tak ada lagi batasan, sekarang bisa dilakukan sambil bekerja, mengejar passion, mengurus bisnis, bahkan travelling ke luar negeri.

Sudah siap untuk #MajuTanpaBatas?

Monday, May 9, 2016

Josephine, Pear Australia yang Manis Nan Legit

Josephine, Australian Pear Nan Manis dan Legit. Josephine? Kog seperti nama orang? Hahaha. Iya, seperti nama orang, padahal ini hanyalah nama varian Pear asal Victoria, salah satu negara bagian di Australia sana.

Dari namanya, Josephine Pear, yang terdengar sangat manis, rasanya pun semanis madu *ahay lebay*. Beneran manis, sueer, kayak saya *siapin kresek*. Manis dan legit. Itu sensasi awal yang saya dapatkan pada gigitan pertama. Sempat underestimate sih awalnya. Saya ga terlalu suka pear karena biasanya berserat kasar. Lebih suka mangga atau pepaya yang lembut. Hahaha. Tapi Pear yang satu ini ternyata lembuuut sekaliiii. Daging buah pear ini berbeda dengan pear kebanyakan yang umumnya berserat agak kasar. Daging buahnya lebih halus dan lembut. Masih terasa ada seratnya sih, tapi lebih haluuuuuus. Mirip daging buah jambu biji merah. Lembut, legit plus manis.


Josephine Pear
Josephine Pear
Kalau lihat penampakannya sekilas sih memang mirip dengan varian pear lainnya, tapi Josephine Pear ini ciri khasnya ada di warna hijau cerahnya. Bentuk umumnya membesar di bagian bawah dengan warna yang umumnya hijau.

Ada banyak varian Pear asal Australia, salah satu yang baru dikenalkan ya Josephine Pear. Kebetulan di Australia sedang berlangsung musim buah Josephine. Tak heran pear ini muncul di Indonesia.

Saya baru tahu di Australia pun mengenal musim buah. Ada musim-musim buah pada waktu-waktu tertentu. Musim Josephine Pear berlangsung mulai April sampai September. Selain Josephine, ada Anggur dan buah lainnya yang juga sedang berlangsung selama musim ini. Selain waktu tersebut, buah-buahan ini sulit didapatkan.

Itu sebabnya, PT. Laris Manis Utama selaku distributor buah-buah import asal Australia, sengaja mendatangkan buah ini saat musimnya. Sementara Transretail Indonesia menangkap peluang ini dan khusus membuka counter Now! In Season di berbagai gerai Carefour di seluruh Indonesia.



Counter Now! In Season di Transmart retail (Carefour)
Counter Now! In Season di Transmart retail (Carefour)

Menurut Brett Stevens, Commisioner for Goverment of Victoria Australia untuk Indonesia, kualitas tanah yang baik, ketersediaan air yang bersih, regulasi pangan yang ketat, serta praktek pertanian yang inovatif menjadikan buah-buahan produksi Australia begitu segar dan baik kualitasnya. Ketatnya pemerintah Australia dalam menjaga mutu proses pertanian mulai dari penanaman, panen, hingga pengemasan, menjadikan buah-buahan lokal Australia diakui sebagai produsen buah dunia. Panen benar-benar dilakukan ketika buah sudah masak di pohon dan segera didistribusikan dengan cepat ke berbagai negara. Itu sebabnya rasanya segar dan legit.

Pada acara peluncuran Josephine Pear di Transmart Carefour Cempaka Putih pada 30 April 2016 lalu, dihadirkan pula Andre Hehanusa yang menyanyikan lagu-lagu andalannya seperti Bidadari, KKEB, dan Kuta Bali yang disajikan dengan gaya semi jazz.


Penampilan Andre Hehanusa
Penampilan Andre Hehanusa


Tak hanya menghadirkan penyanyi, peluncuran buah ini pun menghadirkan chef muda berbakat, Yuda Bustara. Chef Yuda membagikan trik membuat Anggur Australia rasa soda. Hah? Yaaaa, Anggur bisa lho dibuat berasa soda.


Demo masak bersama Chef Yuda
Demo masak bersama Chef Yuda



Awalnya sih ga percaya, gimana bisa itu anggur kog rasa soda. eh pas nyobain sendiri, beneran euyy, anggurnya terasa ada sodanya. Seperti dicelupin soda. Padahal bukan.

Resepnya mudah aja ternyata,
1. Pilih anggur Australia mana saja yang segar kira-kira 500gr, bersihkan
2. Siapkan dry ice 1 kg dan ice box
3. Masukkan buah Anggur dan dry ice ke dalam ice box, tutup rapat dan diamkan semalaman
4. Buah Anggur sudah berubah menjadi bersoda, langsung konsumsi. Jika tak langsung dikonsumsi, efek soda akan menghilang dalam 15 menit

Keren kan?

Mau coba?

Friday, April 15, 2016

Gurihnya Bisnis Pariwisata

Gurihnya Bisnis Pariwisata. Sektor pariwisata sekarang ini benar-benar sedang menggeliat. Pemerintah terus berbenah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor ini. Wajar saja, Indonesia punya potensi luar biasa di bidang sumber daya alam dan budaya. Hampir tiap daerah, baik kabupaten maupun kota menyimpan potensi wisata yang dapat "dijual". Entah wisata belanja, wisata kuliner, wisata alam, hingga wisata bahari. Bahkan wisata budaya pun menarik untuk dikemas.

Baca : Penyediaan Informasi Pariwisata

Pengelolaan pariwisata pun kian berkembang dengan pesat. Mulai dari penginapan, kapal wisata, agrowisata, wisata kuliner, wisata alam, dan sebagainya. Sayangnya, "kue" ini baru bisa dinikmati oleh segelintir orang saja, terutama para pemodal kuat yang mampu mendirikan hotel berbintang dan restauran mahal. Masyarakat yang berada di sekitar destinasi pariwisata justru tak banyak menikmati hasilnya.

Hal ini yang menyebabkan Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi untuk masuk mengelola dan mengembangkan bisnis pariwisata. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, model desa wisata pun dikembangkan untuk menggenjot 10 destinasi prioritas yang sedang diproyeksikan untuk menjadi Bali kedua.

 

Pengembangan desa wisata oleh koperasi diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Baik melalui pengembangan usaha souvenir, penataan homestay, usaha kapal wisata, pengembangan wisata kuliner, penguatan wisata budaya, dsb. 

Bapak I Wayan Dipta, Deputi Kementerian Koperasi dan UKM menjelaskan bahwa Kemenkop akan memberikan fasilitas dan bantuan berupa modal kepada koperasi. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi koperasi agar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa.


  



Salah satu contoh koperasi yang berhasil mengelola desa wisata adalah Koperasi Catra Gemilang di Magelang. Menurut Pak Suherman, pendiri dan pengurus Koperasi Catra Gemilang, omzetnya kini sudah mencapai 3 Milyar/tahun. Sejak berdiri di tahun 1996, koperasi ini terus berupaya mengembangkan berbagai unit usaha yang dikelola masyarakat di sekitar kawasan Candi Borobudur. Koperasi berperan memberikan bantuan dana kepada masyarakat yang hendak mendirikan usaha. Koperasi pun bersama masyarakat mengelola beberapa unit usaha seperti homestay, pemanduan wisata, rumah makan, toko souvenir, pembuatan souvenir, laundry, fotografi, paket wisata budaya, dsb. 

Hal menarik yang dilakukan Koperasi Catra Gemilang adalah kejeliannya dalam menjual paket wisata. Mereka membuat beberapa paket wisata seperti tur keliling desa, melihat atraksi budaya atau membuat pertunjukan tari. Kejelian dalam menangkap peluang sekaligus memberdayakan masyarakat, berhasil meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar. 

Koperasi tak hanya berperan dalam pemberian modal usaha wisata, tapi juga dalam melakukan pembinaan. Agar masyarakat mampu mengembangkan bisnis wisatanya dengan baik.

Ssstt, jangan heran jika dalam beberapa bulan atau tahun yang akan datang, bisnis pariwisata akan terus bergeliat. Masyarakat bersama koperasi sudah semakin pintar melihat peluang untuk mengelola bisnis pariwisata. Kita mungkin akan dengan mudah menemukan penginapan-penginapan murah yang membaur bersama masyarakat. Salah satu peluang yang saat ini sedang dilirik dan dikembangkan. Banyak wisatawan mancanegara yang justru ingin berinteraksi langsung dan menyaksikan sendiri kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Wednesday, April 13, 2016

Jalan-jalan ke Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas"

Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas"Siang itu saya bersemangat sekali hendak menuju Lippo Mall Puri Indah. Hal pertama yang saya pikirkan, mau naik apa? Biasanya sih saya naik kereta ke mana-mana. Mendadak hari itu berubah pikiran. Kebetulan suami sedang ada keperluan ke arah Bintaro Sektor 9. Ahaa. Saya langsung nebeng.

"Ga naik kereta aja?"
"Ga ah, kayaknya naik angkot ga terlalu jauh dari situ"

Yes, secara hitungan jarak, dari Bintaro sektor 9 ke Lippo Mall Puri Indah sih sudah tidak terlalu jauh, dibanding dari rumah saya *senyum*. Okeh, saya melanjutkan perjalanan menggunakan angkot Jombang-Ciledug, C01. Sampai di Ciledug, saya menyeberangi lampu merah menuju pangkalan Kopaja P16. Tadinya berpikir akan naik sampai kantor Walikota Jakarta Barat dan meneruskan jalan kaki atau naik ojek menuju Mall. Mendadak saya bertanya pada seorang bapak di sekitar lokasi.

"Pak, kalau mau ke Mall Puri, naik angkutan apa yang paling gampang ya"
"oh, naik ongkot kuning itu aja mb, C03"

Ah, saya sudah lihat angkot itu, tapi ragu karena tak satu pun penumpang ada di dalamnya. Mana sopirnya anak muda berkulit keling dengan rambut awut-awutan dan telinga beranting lebar. Apa iya angkot ini bisa mengantar saya ke sana? Jangan-jangan di tengah jalan dioper-oper atau diapa-apain. Bayangan buruk menari-nari di kepala. Argghhh.

Takut-takut saya tanya pada supir muda itu,
"ini lewat Mall Puri ga?"
"iya bu, lewat"

Saya pun naik dan sempat menunggu 5 menit. Tapi perasaan was-was kembali hadir. Saya asing di tempat ini. Saya turun angkot dan mencoba mencari orang untuk bertanya. Untungnya ada seorang petugas DLLAJR yang sedang bertugas.

"Pak, kalau mau ke Mall Puri naik apa ya yang langsung lewat di depannya". "Oh, naik angkot ini aja bu" tunjuk si bapak ke arah angkot kuning yang tadi sempat saya naiki "tuh udah langsung jalan". Perasaan saya ga enak, kog naik lagi angkot yang sama. Tapi saya berusaha menenangkan diri. Sudah 3 kali bertanya pada orang yang berbeda, masa masih belum yakin, xixixi.

Dan, tara, ternyata perjalanan ga mulus, macet hampir 30 menit di Karang Mulya. Lepas macet saya melalui jalan-jalan yang ga saya pahami. Ya sudah nikmatin perjalanan aja bersama 1 orang penumpang laki-laki berlogat Tegal dan seorang ibu yang memakai Blazer. Hingga tinggal saya penumpang seorang diri sampai juga di Lippo Mall Puri.

Saya segera menuju Atrium 2, lokasi Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas". Tak sabar ingin segera menyaksikan beragam karya seni yang disuguhkan.

Coba lihat karya berikut, siapa sangka, dress yang terlihat anggun dan cantik ini terbuat dari ribuan pensil. Gaun pensil ini terbuat dari sekitar 5000 pensil Castell 9000. Merupakan karya terbaik yang dibuat oleh seniman asal Jerman, Kerstin Schulz.

Tanz der Kreativitat, Dance of Creativity
Tanz der Kreativitat, Dance of Creativity

Tak hanya menghasilkan gaun cantik, Schulz yang biasa berkreasi dengan berbagai benda ini, juga menghasilkan kreasi lain yang turut dipajang di pameran ini. Ada Twisted (Verdreht), The Look (Der Blick), Mona Lisa, dan Charly


Twisted
Twisted

The Look
The Look


"Di negara maju, proses kreatif sudah bergeser dari Creative Thinking ke Creative Making. Kreativitas tak lagi hanya diukur dari ide yang ada, tetapi dalam bentuk produk nyata", ujar Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandraman Halim pada press conference pembukaan pameran yang akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 17 April 2016.

Di akhir acara, Bapak Gusmayadi Muharmansyah dari Kasubdit Peserta Didik Kemendikbud, mendapat kesempatan untuk melakukan Doodling bersama Kak Rizal. Doodling adalah seni membuat kreasi dari sebuah coretan. Pak Gusmayadi dipersilahkan membuat coretan pada board yang disediakan. Coretan asal-asalan.Tak sampai 10 menit, Kak Rizal berhasil meneruskan menjadi gambar seekor bebek yang cantik.

Doodling
Coretan Pertama yang asal-asalan

Doodling bersama Kak Rizal
Kak Rizal berhasil meneruskan coretan menjadi sebuah gambar bebek.

Ssstt menurut Pak Yandra, orang tua juga bisa berkreasi bersama anak-anak dengan gaya Doodling ini. Misalnya anak yang mencoret, orang tua yang meneruskan. Atau sebaliknya, orang tua yang mencoret, anak yang meneruskan menjadi sebuah gambar. Kalau masih belum pede, coba aja datang ke Pameran ini untuk mencari inspirasi atau belajar membuat Doodling bersama Kak Rizal.

Berikut jadwal kegiatan khusus selama pameran :

* Craft Class, Colouring book, atau bermain seru di Connector Pen Pool pada 12-15 April 2016, dan 17 April 2016.

Pojok untuk berkreasi dengan conector pen
Pojok untuk berkreasi dengan conector pen

Pojok Colouring Book
Pojok Colouring Book


* Demo melukis Art & Graphic bersama Kak Rizal pada 12 dan 14 April 2016

* Workshop Creative Marker bersama Martha Puri pada 15 April 2016

* Workshop Membuat Komik Strip bersama Beng Rahadian dan Demo Kreatif Opti Art Magnets pada 16 April 2016

*  Demo Melukis Art & Graphic bersama Sarwendah, Doodling bersama Kak Rizal, Lomba Gambar Anak "Kreativitas Tanpa Batas", dan berfoto bersama Ksatria Connpen pada 17 April 2016

Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas" juga menghadirkan hasil karya seni peserta lomba gambar kategori nasional yang diadakan Faber Castell bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tak hanya melibatkan siswa usia dini, Faber Castell juga mengadakan lomba bertema Kepedulian Lingkungan yang melibatkan pemuda pemudi hingga para profesional. Karya para finalis dan pemenang akan ditampilkan selama pameran berlangsung.


Hasil karya siswa TK & PAUD
Hasil karya siswa TK & PAUD
Hasil Karya peserta lomba Kepedulian Lingkungan
Hasil Karya peserta lomba Kepedulian Lingkungan

Selama pameran berlangsung, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai kreasi yang dibuat oleh tim kreatif Faber Castell. Salah satunya Pinisi, kapal layar tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan khususnya, dan Indonesia umumnya. Kapal yang sudah sejak abad ke-14 berlayar dan menjelajah ke seluruh dunia. Kapal Pinisi ini terbuat dari 12.153 tutup connector pen, 897 batang connector pen, dan 1080 connector-connector.

Kapal Pinisi dari Faber Castell Connector Pen
Kapal Pinisi dari Faber Castell Connector Pen


Keren ya?

Kreativitas, sejatinya memang tanpa batas. Jika berbatas, membuat seseorang tumpul dan sulit berkarya. Mau berkreasi pun akhirnya serba takut dan ragu. Jika tak dibatasi, akan lahir beragam karya sejauh sang pemilik ide mau mengembangkannya.

Thursday, April 7, 2016

Pemenang Advencious First Giveaway

Pemenang Advencious First Giveaway

Setelah molor seminggu dari jadwal pengumuman yang dijanjikan, akhirnya saya bisa juga mengumumkan pemenang Giveaway ini. Pesertanya ga terlalu banyak sih, tak sampai 20 orang. Memang cuma 2 minggu dan ga diumumkan pula menjelang deadline :), jadi ga banyak yang tahu.

Menulis tentang jajanan kaki lima tampaknya simpel, ada di keseharian kita. Walaupun simpel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang mungkin bisa saja terlupakan. Tujuan menulis tentang kuliner adalah memberikan info yang menarik sehingga pembaca tergugah untuk mencicipi. Jika yang diinfokan adalah kuliner daerah, akan lebih menarik jika diulas lengkap mulai dari rasa, detail makanan, hingga harga. Itu info utama yang akan membuat pembaca mempunyai gambaran kuliner yang dimaksud.

Hal lain yang bisa jadi penunjang dan tak kalah penting adalah foto. Misalnya nih, jika mengulas tentang sate, tentu akan lebih menarik jika foto yang disajikan adalah sate yang dimaksud kan? Lebih bagus lagi kalau foto yang disajikan, digarap dengan serius.

Ssstt, food blogger biasanya bisa foto berkali-kali, berganti gaya maupun angle, kadang sampai makanannya dingin :). Niat emang. Sampai dikomplain kadang-kadang :). Padahal yang digunakan hanya 1-2 foto saja. Hahaha. Tak heran fotonya cantik-cantik. Karena untuk mendapat foto yang menarik memang butuh effort. Saya? Food blogger wanna be, hahaha. Masih belajar menghasilkan foto yang cantik dan ulasan kuliner yang menarik.






Beberapa foto di atas adalah foto semangkuk bubur ayam. Makanan yang udah umum dan biasa aja sebenarnya. Tapi bagaimana makanan yang udah biasa itu bisa tampil menarik dalam tampilan foto? Itu yang sedang saya pelajari. Berkali-kali saya melakukan pengambilan gambar dan mencoba berbagai angle, sampai buburnya dinginHahaha.

Hayo tebak, berapa kali bubur ini saya foto?

Mana foto yang paling menarik?

Detail lain yang tak kalah penting adalah lokasi. Buat lah pembaca bisa sampai ke lokasi dengan mudah saat ia berkunjung ke kota tersebut. Namanya mau memberikan info jajanan khas daerah yang kita banggakan, tentu harus bisa membuat pembaca jadi tergugah mau mencoba dan datang juga ke lokasi tersebut. Ya, kan? Bisa juga tambahkan foto tampak luar maupun banner warung atau gerobak jajanannya. Siapa tahu dengan melihat tampak luar, bisa dengan mudah menemukan pedagangnya.

Nah, dari beberapa kriteria tersebut, cukup banyak yang jauh dari gambaran yang saya sebutkan. Tapi, saya tetap perlu menentukan pemenang toh? Nah, nama-nama berikut adalah yang terbaik

Siapakah dia?

Taraaaa, langsung aja yaa

Pemenang utama
Rifki
Jajanan Kaki Lima dari Mie Ayam hingga Hotang

Mendapatkan uang tunai senilai Rp 300.000 plus pulsa 50ribu dari Jengsri.com

Apa yang menjadi kelebihan tulisan si abang Jampang ini? Ulasannya cukup lengkap mulai dari lokasi, harga, hingga jam buka tutup.

Pemenang kedua
Lathifah Edib
Lima Jajanan Favorit di Kota Banjarmasin

Mendapatkan Shopping Bag dari IG @strawberrypatch_id dan apron (celemek)

Tulisan Lathifah ini mengulas kuliner khas Banjarmasin. Mampu membuat saya mempunyai tambahan wawasan dan tertarik mencicipi jika sewaktu-waktu datang ke sana. Sayang ulasannya kurang mendalam. Kelebihannya sih info harga dan lokasi, lengkap.

Pemenang ketiga
Diah
5 Jajanan Kaki Lima Favorit di Kota Medan

Mendapatkan Lock & Lock Gift Set

Diah mengupas tentang kuliner enak-enak yang ada di Kota Medan. Sudah tahu kan terkenalnya kuliner Medan. Tapi selain yang sudah beken, masih ada beberapa yang belum disebut. Ini lah yang diulas Diah.

Pemenang postingan pertamax
Tarry KittyHolic

7 pemenang favorit
Oom NH
Gilang Maulani
Julia
Naqiyah Syam
Irawati Hamid
Siti Mudrikah
Diah Dwi Arti

Oh ya, saya janji kalau salah dua hadiah bagi pemenang favorit adalah voucher Binggo, tapi saya lupa ngecek, vouchernya ternyata sudah expired, jadi nanti akan saya ganti pulsa aja yaa.

Bagi para pemenang, silahkan inbox alamat + no telp di facebook Maya Siswadi untuk pengiriman hadiah. Bagi pemenang utama, silahkan inbox nomor rekening dan no telp.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah berpartisipasi. Sampai ketemu di next GA.

Sunday, April 3, 2016

Membuat Fudge Brownies dengan Rice Cooker

Membuat Fudge Brownies dengan Rice Cooker




Postingan ini sudah lama mengendap di draft, belom sempat diutak atik, hahaha. Maksudnya mau edit foto dulu, tapi apalah daya, ga jago ngedit. Maaf ya kalau fotonya "kurang cantik".

Ceritanya Falda ulang tahun hampir 2 minggu yang lalu. Sudah lama saya ga pernah membuatkan anak-anak kue ulang tahun. Sudah beberapa tahun ini kami memang tak pernah lagi terlalu serius mempersiapkan ultah anak-anak. Berhubung sudah lama ga membuat kue, saya kepikiran bikin kue yang mudah aja yang bikinnya ga pake ribet. Kue pertama yang langsung muncul adalah brownies.

Kog brownies?

Ya, karena brownies inilah kue paling gampang yang pernah saya buat. Gampang karena bahan ga terlalu banyak, ga perlu pakai bahan pengembang, dan ga perlu mengeluarkan mixer. Yeaayy. part ini yang paling saya suka. Hahaha. Paling malas mengeluarkan mixer. Bukan apa-apa, nyucinya itu looh.

Resepnya nyontek dari mana? Hm, buku pertama yang jadi acuan saya adalah 100 receipe cookbook popular receipt from brand (duh saya lupa persisnya, bukunya nyelip). Buku tebal ini banyak memberi inspirasi saya, terutama untuk varian brownies. Sisanya, saya banyak berkelana di dunia maya mencari resep-resep brownies dan mencobanya. Mencari-cari yang cocok dan paling mudah saya aplikasikan. Sampai akhirnya ketemu dengan resep yang akhirnya saya sajikan ini.

Jadi kalau teman-teman mau membandingkan dengan resep brownies lain, jangan bingung ya, kog beda? Ya memang beda, ini kan resep brownies ala Advencious. Yang mau nyoba boleh, ga juga ga apa-apa :).

Oke, langsung aja yaa

Fudge Brownies ala Advencious

Bahan
250gr dark cooking chocolate (dcc)
200gr margarin/mentega/minyak sayur (pilih saja salah satu bahan yang ada)
150gr gula pasir (biasanya saya cuma pakai 100gr, anak-anak ga suka manis)
100gr terigu
2-3 butir telur (tergantung besar kecilnya)
1 sdt vanila bubuk (jika suka)


Siapkan bahan-bahan untuk membuat Fudge Brownies
Siapkan bahan-bahan untuk membuat Fudge Brownies


Cara Membuat :
1. Potong-potong dark cooking chocolate (dcc) hingga menjadi kecil-kecil, masukkan ke dalam wadah stainless steel bersama margarine/mentega/minyak sayur, panaskan dengan api kecil.


Cairkan coklat dan margarine
Cairkan coklat dan margarine


2. Setelah margarine/mentega/minyak sayur hampir meleleh atau mencair, masukkan gula pasir, aduk sebentar, matikan api. Aduk-aduk kembali hingga gula larut lalu sisihkan hingga sampai adonan memiliki suhu ruang.


aduk dcc hingga mencair dan masukkan gula
aduk dcc hingga mencair dan masukkan gula

3. Masukkan telur satu persatu, aduk hingga rata. Tak perlu dikocok atau diaduk kencang-kencang, cukup hingga membaur dan tercampur rata.


masukkan telur, aduk hingga rata
masukkan telur, aduk hingga rata

4. Masukkan terigu dan bubuk vanilla, aduk perlahan-lahan hingga tercampur rata


Masukkan terigu dan vanilla bubuk, aduk perlahan hingga rata
Masukkan terigu dan vanilla bubuk, aduk perlahan hingga rata

5. Tuang adonan yang telah tercampur rata ke dalam wadah rice cooker yang telah diolesi mentega tipis-tipis, tekan tombol cook dan biarkan hingga matang. Jika tombol telah berpindah ke warm, cek, apakah bagian atas adonan masih basah atau sudah cukup kering. Jika masih basah, tekan tombol cook sekali lagi dan biarkan adonan matang.



6. Ketika bagian atas adonan sudah cukup kering, dan tombol sudah berpindah ke warm, adonan siap dipindahkan ke dalam wadah saji. Taraaa, fudge brownies pun siap dihidangkan.


Fudge Brownies cooked with Rice Cooker
Fudge Brownies cooked with Rice Cooker
Maaf yaa, jika tampilan browniesnya agak kurang menarik, maklum, piring sajinya ga rata, melengkung ke bawah, hahaha, jadinya pecah-pecah begitu. Halah. Next musti punya piring saji yang cantik *ehhh. Ada yang mau nyumbang?

Berhubung namanya fudge, jadi ya dalamnya memang ga kering, lembut dan hmm, gimana ya menggambarkannya? 

Selamat mencoba, semoga sukses yaa.