Agoda

Saturday, September 30, 2017

#SharpHealsioGratis Tip Memasak Sehat

Wah, Sehat? Gratis? Mauuu.

Wahahaha, siapa yang ga mau dikasih sehat plus gratis yaa.

Emang ada gitu?

Ada!

Nanti saya ceritain ya

Jadi, 24 September 2017 lalu, saya diajak jalan-jalan agak jauhan nih ke Summarecon Mall Serpong. Ngapain? Lihat-lihat booth Sharp, plus ngikutin talkshownya bersama dokter ahli gizi dan juara MasterChef Indonesia tahun 2015.


Tip Memasak Sehat

Dr. Monica Joice Viona Parasvita, M.gizi, SpGK, dokter ahli gizi, memaparkan cara memasak sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa tip memasak Sehat yang diungkap Dr. Monica pada Talkshow sore itu :

1. Potong sayur setelah dicuci
Menurut Dr. Monica, banyak yang salah kaprah mencuci sayur justru setelah di potong-potong. Padahal, kebiasaan seperti itu justru membuat sari-sari dan vitaminnya bisa luruh bersama cucian. Jadi, sebaiknya, cuci sayur sebelum memotong, dan potong sayur setelah mencuci.

2. Setting Waktu Yang Tepat
Memasak sayur itu mudah, tapi jika kelebihan waktunya, sayur jadi overcooked, alias kelewat matang dan berkurang kadar gizinya. Bahan makanan yang melalui proses pemasakan, akan berkurang atau bisa rusak kadar gizinya, jika proses pemanasannya terlalu lama. Memasak sayur ga perlu lama-lama, beberapa bahkan cuma perlu waktu 2-3 menit!

3. Perhatikan Suhu 
Jika ingin memanaskan makanan, gunakan suhu yang tepat. Beberapa makanan ga harus dimasak menggunakan suhu 100 derajat Celsius, cukup 70 saja. Jika terlalu panas, gizinya bisa rusak.

4. Memasak Dengan Sedikit Atau Tanpa Air
Jika memungkinkan, memasak makanan sebaiknya hanya menggunakan sedikit air. Bahkan, jika perlu, tanpa tambahan air.

Kenapa?

Sari-sari makanan dan vitamin akan larut bersama air. Jika airnya hendak diminum seperti bubur kacang hijau atau sayur sop sih gak masalah ya, sari makanan yang ada di kuah tetap bisa masuk. Bagaimana jika kuahnya tidak dikonsumsi? Ya sayang kan, vitamin jadi terbuang.

5. Gunakan Gula Garam Secukupnya
Salah satu kelebihan memasak makanan sendiri adalah, bisa mengontrol kadar gula garam, bahkan MSG. Dengan memasak sendiri, Kita  bisa memilih memasak tanpa MSG.

Kadar gula garam yang berlebih, berpotensi menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dsb. Duh, jauh-jauh deh ya.

Demo Masak

Acara bincang-bincang santai disambung demo masak by Chef Deny Gumilang, jebolan MasterChef 2015. Terus terang, saya hadir sore itu karena penasaran, mau masak apalagi nih chef Deny bareng Sharp Healsio-nya yang bikin keki. Hahaha. Pada event sebelumnya, chef Deny memasak Rendang.

Baca : Sharp Healsio Automatic Cookware

Iya, saya beneran keki kalau chef Deny masak pakai Sharp Healsio ini. Saya jadi ga bisa lihat kecanggihan si chef. Masak cuma tinggal cemplang cemplung beres? Nyebelin kan? Hahaha.

Sore itu, saya kembali dibikin keki sekaligus mupeng sama Sharp Healsio. Gimana ngga, chef Deny akan memasak Garang Asem menggunakan daging sapi, tapi cuma masuk-masukin bahan makanan, tutup rapat, pencet-pencet tombol, atur-atur mode menu, ditinggal ngobrol dan masak yang lain! Tahu-tahu makanan matang sendiri! Ih, beneran ga ada effort!

Buat emak-emak, bahkan bapak-bapak yang kadang ga sempat masak kayak saya, punya alat masak ini  pasti asyik banget. Pergi masukin bahan, pulang makanan udah matang dan tetap hangat.

Nyebelin kan *Ehhh. Bikin jadi pengen punya.



Kelebihan Sharp Healsio

Yudha Eka Putra, Product Strategy Group Assisten Manager SEID menyebutkan, Sharp Healsio ini kelebihannya bisa memasak tanpa air (waterless) dengan steam circle. Artinya, walau memasak tanpa menggunakan air, makanan tidak akan gosong atau menempel di wadah stainles steel. Air yang ada di sari makanan lah yang akan keluar, naik ke tutup yang mempunyai tonjolan, jatuh kembali ke makanan, naik kembali, begitu terus berputar di dalam wadah, selama proses memasak. Hal ini tentu menyehatkan, sari makanan jadi ga banyak terbuang.

Kelebihan lainnya,
Bisa atur waktu, 
Ada pengaduk otomatis, 
Ada 150 mode pengaturan menu (mulai rendang sampai cake), 
Ada kontrol panas (panas selalu menyesuaikan), 
Mudah dibersihkan.

Bagian hitam adalah pengaduk yang membuka saat proses memasak.
Bagian hitam adalah pengaduk yang membuka saat proses memasak.

Banyak ya kelebihannya? Mana listriknya cuma 800 watt. Untuk ukuran automatic cookware, konsumsi listrik yang digunakan Sharp Healsio terbilang irit. Biasanya, alat masak otomatis menggunakan daya hingga  lebih dari 1000 watt.

Plus, kapasitas memasaknya juga cukup banyak, mencapai 2,4 liter. Bisa buat masak soto acara arisan ya *ehhh.

Harganya memang cukup pricey, 7 jutaan. Tapi ya sebanding sih dengan kegunaannya yang bisa dipakai untuk memasak secara praktis dan sehat, tiap hari. Kalau bisa menghemat beli makanan 50-100ribu tiap hari, jadi worthed it kan?

Pengen punya Sharp Healsio tanpa modal?Gratis?

Gampang!

Ikut aja lomba blognya.
Lomba blog review Sharp Healsio.

Juara utamanya akan mendapatkan 1 unit Sharp Healsio Automatic Cookware.

Juara 2 & 3 akan mendapat produk Sharp lainnya.

Kalau mau lihat langsung produk Sharp, datang aja ke Best Denki terdekat.

Lomba blog ini masih berlangsung sampai 30 Oktober 2017.

So, masih ada kesempatan buat lihat-lihat produknya kan? Ikutan yuuuk.

Friday, September 22, 2017

Kemasan Yang Merebut Hati Konsumen

"Bund, beliin itu donk" tunjuk Falda ke sebuah rak minuman.
"Yang mana sih?" tanya saya kebingungan.
"Itu lho bund yang botolnya ada gambarnya itu"
"Lho itu kan air putih biasa aja Fal"
"Iya bund, tapi botolnya lucuuu"
Hmm..aku lirik sekilas botol itu dan mengintip harganya.
"Harganya juga ga murah-murah amat Fal"

Sebagai emak-emak yang perhitungan, Falda ga berhasil merayu saya untuk membelikannya "botol minuman" yang lucu itu. Mungkin lain ceritanya kalau suami yang saat itu diminta.

Falda mungkin hanya satu dari sekian banyak orang yang tergiur dengan "kemasan lucu".  Tak jarang, justru "kemasan lucu" ini lah yang lebih banyak menarik minat dan mendorong keputusan membeli konsumen yang visual. Lihat kemasan lucu, dorongan untuk membeli mendadak muncul dan menguasai pikiran. Kalau ga dibeli, bayangannya akan muncul di kepala terus menerus sampai berhasil dimiliki.

Makanan jika disajikan seperti ini jadi menarik kan?
Makanan jika disajikan seperti ini jadi menarik kan?

"Packaging (kemasan) yang menarik sekarang ini jadi jauh lebih penting, terutama bagi konsumen digital. Dengan kemasan yang menarik, brand tidak perlu effort terlalu besar. They will sell itself" jelas Tuhu Nugraha, pakar Digital Marketing.
Talkshow The Connected Consumer
Talkshow The Connected Consumer

Yap, di saat semua orang terhubung di era digital ini, kemasan yang menarik akan lebih "menjual" ketimbang produknya sendiri. Dengan kemasan yang menarik, orang lebih cenderung membeli, walau harganya lebih mahal.

Malah kadang, kemasan limited edition disimpan dan dikoleksi. Bener ga?

Haaa, saya jadi ingat pernah menyimpan sebuah botol minuman yang kemasannya unik. Botol ini sering jadi background atau salah satu properti foto yang saya buat untuk sosial media.

"Konsumen sekarang mudah sekali dipengaruhi secara visual. Melihat kemasan lucu, foto, upload. Begitu muncul di sosial media, bisa jadi viral dan banyak yang beli. Tak jarang, kemasannya dikoleksi" lanjut Tuhu Nugraha.

Pentingnya kemasan yang menarik ini juga diamini oleh Cynthia Tenggara, owner Berry Kitchen, pelopor online katering di Indonesia. Menurut Cynthia, pihaknya sangat memperhatikan sisi kemasan ini sebagai salah satu yang perlu menjadi fokus perhatian.

"Tiap beberapa waktu, kami mengganti kemasan. Kadang desainnya kami sesuaikan dengan momen, misalnya tujuh belasan, natal, dsb. Kami menyadari, dalam industri makanan, bukan hanya rasa yang bisa membuat bosan, tapi kemasan yang itu-itu saja dan monoton"

Iya juga sih, makanan dan minuman dengan kemasan yang memikat hati, pasti bikin konsumen jatuh cinta. Tertarik untuk membeli, trus pajang-pajang, foto-foto, pamer di sosmed.

Nah, perubahan perilaku konsumen di era digital ini rupanya sudah dipelajari oleh Tetra Pak, melalui Tetra Pak Index 2017. Tetra Pak Index edisi ke-10 ini mengusung tema "The Connected Consumer", berusaha menggali lebih jauh dunia digital dan konsumen online, bagaimana mereka terhubung dengan brand makanan dan minuman.


"Pengguna internet di Indonesia didominasi generasi millennial dan generasi Z yang lahir di era digital yang menjadikan dunia online sebagai bagian sehari-hari. Penting bagi brand untuk memikirkan strategi yang tepat dalam mempengaruhi keputusan pembelian mereka" ungkap Gabrielle Angriani, Communication Manager Tetra Pak Indonesia pada 20 September 2017 lalu di Emerald Room, Fairmont Hotel, Jakarta.

Hm, pantes saja ya sekarang banyak brand yang memikirkan soal packaging (kemasan) ini. Coba aja lihat kemasan makanan dan minuman sekarang ini banyak yang lucu-lucu.

Bahkan saya perhatiin nih, sekarang banyak banget brand yang memikirkan kemasan yang "travel friendly". Ga cuma untuk kemasan makanan dan minuman, bahkan kemasan kosmetik mau pun obat-obatan pun dibuat dengan gaya yang ramah bagi pelaku jalan-jalan. Mulai botol yang kecil dan mudah dibawa-bawa atau kemasan minyak angin yang bisa dijadiin gantungan kunci! Hahaha, bikin saya jadi pengen berlibur dan beli tiket masuk SeaWorld.

Tetra Pak Indonesia juga rupanya ga sekedar bertindak sebagai perusahaan pengemasan, tapi juga sebagai konselor. Ga cuma puas terima order dari konsumen, tapi juga memberikan saran jika dirasa ide dari konsumen kurang pas dari sisi branding.

Dengan adanya Tetra Pak Index ini, konsumen jadi punya gambaran trend kemasan yang disukai konsumen masa kini. Perubahan digital yang makin cepat, dengan cepat mengubah perilaku konsumen kini. Kalau dulu ya beli-beli aja, sekarang bergeser. Cari informasi dulu via online, referensi produk sebelum, selama, maupun setelah pembelian.

Ulasan konsumen di media-media online cukup berpengaruh pada keputusan membeli masyarakat masa kini. Melihat konten produk di sosial media dengan kemasan menarik, akan dengan mudah membuat konsumen tertarik untuk membeli dan "pamer".

Jika satu dua orang dengan pengikut banyak "pamer", besar kemungkinan para pengikutnya akan terpengaruh untuk membeli dan "pamer" juga. Sebuah gerakan luar biasa kan? Brand tak perlu keluar uang terlalu banyak untuk memasarkan produknya, dengan kemasan yang menarik, produk akan memasarkan dirinya sendiri bersama masyarakat yang semakin digital!

Begitulah, sekarang ini brand ga bisa lagi main-main dengan kemasan produknya. Brand perlu memikirkan kemasan yang merebut hati konsumen. Kemasan yang merebut hati konsumen, akan mudah diingat sepanjang masa, akan lebih mudah dalam branding dan bisa jadi akan dikoleksi oleh penggemarnya. Right?

So, buat teman-teman yang sedang atau akan berbisnis makanan mau pun minuman, jangan lupa memikirkan kemasannya ya.

Thursday, September 21, 2017

Berburu Jajanan Artis di One Parc Puri

Akhir-akhir ini, sering banget saya dengar para artis mulai sibuk berbisnis kuliner. Mulai kelas kafe, warung, sampai bisnis oleh-oleh. Entah karena mereka benar-benar menguasai, atau cuma sekedar mencoba peruntungan.

Hingga hari ini, saya ga terlalu tertarik ikut-ikutan nyobain. Kadang embel-embel artisnya membuat saya agak under estimate. Apa iya, rasanya seenak harganya? *Ehhh. Apa iya rasanya ok?

Nah, demi memenuhi rasa penasaran, saya pun langsung antusias berburu kuliner artis di acara grand launching apartemen One Parc Puri, 16 September 2017.

Pada acara launching ini, para pengunjung boleh icip-icip berbagai kuliner yang ada di food truck, atau kuliner artis yang ada di tenda besar.

Food Truck


Sebenarnya, segala food truck udah biasa dijumpai sih ya. Tapi tetep aja donk, kalau ada kesempatannya buat icip-icip gratis, kenapa ngga?

Saya nyobain nasi goreng Telap Telep, hotdognya Jakarta Food Truck, Kebabnya Donner Kebab, dan kopi itemnya Starbuck.

Itu dicobain semua? Gak...hahaha, saya cuma icip-icip dikit punya temen, icip-icip dikit punya Falda, n icip-icip pesenan suami. Hahaha. Modus banget kan. Saya sengaja ajak anak dan suami supaya bisa bantu abisin makanan. Hahaha. Saya doyan makan, tapi sadar diri ga akan sanggup habisin semuanya sendiri. Padahal hasrat hati pengen icip-icip semua.

Launching One Parc Puri Apartement

Acara icip-icip kuliner saya hari itu, memang dalam rangka launching apartemen One Parc Puri yang ada di kawasan Karang Tengah, sekitar 300 meter dari pintu tol Karang Tengah Barat.

Apartemen yang memiliki luas area sekitar 6,9 ha ini akan mempunyai beberapa tower dan type ruangan.

Ada ruangan studio tanpa kamar yang cocok untuk mahasiswa. Ada type 1 kamar dengan luas 41-50m2. Ada juga type 2 kamar seluas 54-56m2. Dan saya pun naksir desain kamar anaknya iniii. Minimalis plus fungsionalis. Kamar kecil begini tapi bisa difungsikan secara maksimal. Ada tempat tidur, lemari plus meja belajar. Keren!

Salah satu contoh desain kamar anak di type 2 kamar
Salah satu contoh desain kamar anak di type 2 kamar

Oh ya, semua type ruangan sudah dilengkapi kamar mandi dan dapur. Desainnya lucu-lucu. Cocok untuk kaum urban yang ga suka ribet.

Selain type tersebut, ada lagi type Woho, semacam ruangan yang bisa dijadikan kantor. Ruangnya lebih luas dan bertingkat. Total luasnya antara 98-147m2. Agak unik juga sih apartemen yang menawarkan ruangan ini, tapi menarik juga mengingat sekarang banyak freelancer yang berkantor di rumah kan?

Woho, semacam work home? Work House?
Woho, semacam work home? Work House?

Enak kali ya, ngantor di apartemen kek gini. Lokasinya deket pintu tol, ga jauh dari stasiun, dekat juga ke pusat perbelanjaan. Ya kali-kali dapat rejeki bisa punya apartemen di sini, ye kan?

Kuliner Artis

Puas nyobain food truck yang ada di luar dan lihat-lihat calon apartemen kami *aamiin, kami pun beranjak ke dalam dan dihadapkan pada banyak pilihan yang bikin bingung. Antara mau nyoba Nasi Radasnya Tyas Mirasih atau Bakmi RNnya Raffi-Nagita. Atau mau icip-icip Bakmi Wongnya Baim Wong atau Ayam Gepreknya Ruben Onsu? Antara Pempek Tanliznya Thomas Djorgie atau Martabucksnya Uya Kuya - Luna Maya?



Dilema, pengen dicicip semua, tapi apa daya voucher free meal terbatas. Haaha, begini nih hasrat pengennya banyak, tapi ga bisa dibeli, haissshh.

Berhubung saya ajak Falda, jadi yang pertama dicicip ya Es Krim gulung hulala. Es Krim gulung ini mirip prosesnya seperti es krim goreng jaman dulu. Adonan krim dituang di wadah datar, diratakan berulang-ulang sampai beku, lalu dikeruk sampai berbentuk gulungan-gulungan. Ada 2 rasa yang bisa dipilih, rasa buah naga dan Oreo. Falda pilih yang rasa Oreo.

Berikutnya, kami nyobain pempek Tanliznya Thomas Djorgie. Cuma ya itu, porsinya kurang banyak buat kami bertiga *ya iya laaaah, hahaha. Mungkin karena ini hanya untuk event Launching, bukan jualan makanan beneran, porsinya beda kali yaaa. Yaa, setidaknya terjawab sudah rasa penasaran.

Pempek Tanliz Thomas Djorgie
Pempek Tanliz Thomas Djorgie

Sayang saya ga nyobain Bakso Barbelnya Agung Hercules. Kata temen-temen yang udah nyobain, rasanya enak dan ada bakso berbentuk barbel nyelip di salah satu menunya. Bahkan penempatan baksonya juga lucu, di atas wadah berbentuk barbel.

Berhubung sudah cukup kenyang makan dan ikut icip-icip punya temen, saya pun memilih membawa pulang Bakmi Wong dan Martabucks.

Bakmi Wong by Baim Wong
Bakmi Wong by Baim Wong

Rasanya? Woho, Bakmi Wong ini saya akui enak. Mienya dengan kekenyalan yang pas, daging ayamnya melimpah, sambelnya juga puedees, beda dari sambel Bakmi biasa, lebih mirip sambel yang biasa buat ayam penyet. Ga nolak lah kalau diundang icip-icip Bakmi Wong beneran di outletnya *ehhh

Tuesday, September 19, 2017

5 Tips Irit Belanja Groceries

Tidak bisa dipungkiri, tiap bulan, pasti aja deh ada kebutuhan bulanan yang mau ga mau harus dipenuhi dan dibelanjakan. Ini jadi semacam kewajiban yang memang harus ditunaikan. Belanja groceries bulanan itu jadi wajib. Kalau ngga, apa iya bisa mandi tanpa sabun? Keramas tanpa shampoo? Minum teh tanpa gula? Sikat gigi tanpa pasta gigi? Atau Mencuci tanpa detergent?
Ehhk. Itu kan masyarakat modern ya, yang memang menjadikan semua itu semacam kewajiban. Padahal jaman dulu ya bisa-bisa aja tuh nenek moyang kita melakukan hal yang saya sebut di atas tanpa benda-benda itu. Mandi tanpa sabun, atau keramas tanpa shampoo. Tapi, apa iya kita akan kembali ke masa nenek moyang kita itu? Ga kan?
So, belanja groceries, jadi semacam kewajiban bagi kaum urban masa kini. Beli sabun, shampoo, detergent, susu, telur sama pentingnya dengan belanja beras, gula, garam, ya gak sik? Apalagi kalau kulkas mulai kosong, wajib belanja, ya kan?



Nah, saya jadi pengen tanya nih sama temen-temen, biasanya melakukan belanja groceries ini di mana sih? Di toko dekat rumah? Di warung kelontong? Atau di hypermarket besar? Atau jangan-jangan udah ga jaman lagi belanja groceries via offline?
Sekarang ini, udah banyak banget e-commerce yang menawarkan kemudahan dalam hal belanja groceries. Berbagai platform seperti berlomba-lomba memudahkan para mom or dad untuk belanja groceries secara online.
Terlepas mau belanja online atau offline, ada satu hal yang dicari hampir semua "tukang belanja". Irit!
Hampir semua deh, orang yang dapat tugas belanja akan mencari irit. Lah salah apa ya si irit kog dicari-cari orang *eaaaa krik krik. Ya salahnya bikin belanjaan jadi murah. Hahaha.

Siapa sih yang ga mau belanjaannya jadi irit? Harusnya habis 300 ribu, cuma habis 250 ribu. Atau mau belanja dengan target dapat 5-7 item, eh akhirnya malah bisa belanja 10-12 item. Surga banget kan?




Trus gimana donk biar belanjanya bisa jadi irit?
Ssstt, ini beberapa tips belanja irit yang sudah saya lakukan selama ini

1. Catat Daftar Belanja

Loh kog ini? Iyap, ini adalah hal sederhana dan paling basic dalam belanja groceries bulanan. Semua yang akan dibelanjakan, harus banget dicatat dengan detail, mulai produknya, merk, berat, sampai harga. Semakin detail mencatat daftar belanja, akan semakin irit jadinya? Kenapa? Belanjanya jadi fokus, tidak habis waktu untuk mencari-cari, tidak lapar mata lihat produk lain.

2. Rajin Cek Promo

Tiap toko, pasti punya promo yang beda-beda. Nah, biasanya mereka selalu mempromosikan diskon atau promo yang sedang berlangsung di toko tersebut. Ada yang menginfokan secara langsung, ada yang via online di kanal-kanal sosial media. Catat deh periode promonya, cocokkan dengan daftar belanja yang sudah dibuat.

Biasakan juga untuk mencocokkan tanggal promo dengan daftar belanja, pastikan promo muncul di print out struk belanja.

3. Lebih Banyak Tidak Sama dengan Lebih Irit

Biasanya nih, produsen-produsen produk, pinter banget mengemas. Mereka akan selalu "mendorong" masyarakat belanja "lebih banyak" dengan prinsip "Lebih Banyak = Lebih Irit". Misalnya dengan promo, buy 2 get 3, beli 2 lebih murah, atau beli kemasan 1kg lebih murah dibanding kemasan 500gr. Padahal prinsip ini ga benar-benar banget. 

Jika berpikir belanja lebih banyak dengan harapan akan bisa bertahan lebih lama, anda salah! Belanja lebih banyak itu justru akan bikin anda lebih boros dalam pemakaian, iya apa iya? Akhirnya, bukan malah irit, tapi justru jadi  lebih konsumtif. Apalagi kalau belanjaan itu menyangkut makanan. Kalau punya stok lebih banyak, biasanya jadi terdorong untuk mengkonsumsi lebih banyak. Mikirnya "tenang, stoknya masih banyak ini". Akhirnya, stok habis lebih cepat tanpa disadari. Tahu-tahu "lho kog udah abis? Padahal kan biar bisa tahan lama"
So, belanja lah sesuai kebutuhan, ga perlu kalap belanja  lebih banyak dengan harapan lebih irit. Bisa aja belanja banyak jika memang kebutuhannya sesuai, jumlah keluarga banyak. Kalau ngga, ya tetep akan jadi boros. Kecuali share belanja dengan teman, atau jual ke orang lain *ehhh

4. Jeli Membandingkan harga

Nah, urusan yang satu ini agak tricky, dan biasanya para emak-emak yang lebih jeli melakukannya. Kaum pria cenderung cuek dan ga mau ambil pusing. Soal membandingkan harga ini kadang ga selalu apple to apple, tapi bisa jadi antar merk, atau antar ukuran berat. 

Misalnya, produk A dengan berat 200gr harganya 10 ribu, produk berikutnya adalah 500gr dengan harga 15ribu. Jelas lebih murah yang 15 ribu kan? Jika memang kebutuhan keluarga sesuai, lebih baik ambil kemasan lebih besar, lebih irit dari segi harga, tapi ga terlalu berlebihan.

5. Manfaatkan kartu Member atau Kartu Yang Sedang promo

Biasanya, tiap groceries punya kartu member. Kartu ini akan memberikan banyak benefit, mulai diskon khusus member sampai poin. Manfaatkan untuk mendapatkan harga lebih murah dan poin untuk mendapatkan hadiah atau potongan harga jika belanja produk tertentu. 

Kadang, mereka juga punya promo diskon untuk belanja groceries menggunakan kartu debit atau kredit bank tertentu, ini bisa juga dimanfaatkan supaya dapat promo berlipat.

So, gimana? gampang kan?
Mungkin diantara teman-teman ada yang udah biasa melakukannya. Atau jangan-jangan justru punya tips yang lebih kece? 

Hayuk hayuk, siapa punya tips tambahan atau tips lainnya? 

Share donk di kolom komen.

Saturday, September 9, 2017

Meikarta, Antara Pro dan Kontra

Pernah dengar mega proyek Meikarta? Saya rasa banyak yang sudah familiar dengan mega proyek yang satu ini yaa. Poster dan promonya ada di mana-mana. Terutama yang sering saya lihat di stasiun-stasiun.

Saya sendiri tadinya ga tahu kalau ternyata proyek Meikarta ini ternyata menyimpan polemik yang cukup rumit.

Bagaimana sih ceritanya?

Proyek raksasa Meikarta di Cikarang ini memang menuai polemik sejak mulai perencanaan. Mulai dari kasak-kusuk tentang hegemoni asing di Indonesia, hingga izin pembangunan proyek pemukiman, sedang gencar dibicarakan publik.

Lahan 600 hektar yang sudah disiapkan oleh Meikarta ini, disebut-sebut baru memiliki Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) sebagai tindak lanjut adanya izin lokasi.

Hal itu diperkuat penjelasan Eddy Nasution, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Pak Eddy menyebutkan bahwa pihaknya meminta Lippo Group untuk menghentikan pembangunan Meikarta sampai seluruh perizinan rampung. Nah lho, ribet juga ya

Berdasarkan pemantauan dari lokasi, saat ini pembangunan tersebut baru sebatas penanaman pohon, rumput, dan pengiriman alat konstruksi seperti crane dan sebagainya.

Mengacu kepada peraturan, setelah mendapatkan IPPT, seharusnya pihak Lippo menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), mendapatkan Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), setelah itu baru bisa memulai proses pembangunan.

Jika seluruhnya sudah terpenuhi, barulah pembangunan bisa dilakukan. Belum cukup sampai di situ, muncul kehebohan baru karena Meikarta menyelenggarakan Grand Launching sekaligus promosi pada 17 Agustus lalu, dengan mengadakan sistem booking fee sebesar 2 juta rupiah saja.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sempat menyayangkan tindakan Lippo yang tetap melangsungkan aktivitasnya meski belum mengantongi izin lengkap. “Harusnya pihak berwenang bisa menghentikan itu,” ujarnya kepada salah satu media.

Nah, berbanding terbalik dengan kabar yang beredar, Danang Kemayan selaku Direktur PT Lippo Karawaci mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dalam pembangunan, dan penuntasan perizinan proyek ke Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang diproses oleh pihak manajemen.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa aktivitas pemasaran yang dilakukan Lippo adalah sebuah hal yang wajar, yakni dengan terlebih dulu menjual konsep. Toh yang dibayarkan oleh pelanggan saat ini bukan berupa downpayment atau uang muka, melainkan hanya booking fee, dan hal tersebut tidak memerlukan perizinan.

Sebagai masyarakat, pusing juga ya mengikuti perkembangan informasi Meikarta dari satu masalah ke masalah lain. Masalah yang ada seolah tak kunjung henti bermunculan.

Jika kita telaah kembali, apakah benar Meikarta menyalahi aturan? Sedangkan menurut pemberitaan, lahan sebesar 84,6 ha sudah mengantongi izin untuk membangun pemukiman (baca di sini http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/08/22/meikarta-kantongi-izin-pembangunan-hunian-84-ha-dari-pemkab-bekasi) dan izin yang dikeluarkan pun blok per blok sesuai dengan blok-blok yang dipasarkan saat launching. (Baca juga https://kumparan.com/angga-sukmawijaya/bos-meikarta-klaim-sudah-kantongi-izin-dari-pemerintah)

Jadi, salahkah mereka melakukan promosi dengan menjual sebuah konsep?Atau... perlukah polemik ini terus digembar-gemborkan? Bukankah lebih baik kita menanti dan percaya terhadap pihak pembangun dan pemerintah, bahwa mereka akan menjalankan proses perizinan dengan cermat dan tepat hingga tuntas?

Tuesday, September 5, 2017

Sharp Healsio Automatic Cookware, For Urban Lifestyle

Pernah kah teman-teman berada pada situasi  seperti yang saya gambarkan ini? Suami istri pergi pagi, pulang sore atau bahkan mungkin malam karena lokasi kantor yang jauh dari tempat tinggal. Jika sempat si istri akan memasak makanan keluarga. Tapi jika tidak, makanan mungkin dipesan menggunakan jasa pengiriman atau jasa pesan antar makanan. Kalau ga mau lebih repot lagi, ya makan "di luar" biar ga bosan.

Familiar dengan gaya hidup semacam ini?

Mungkin bagi sebagian kaum urban, hal semacam ini sudah tidak aneh lagi. Suami istri sama-sama bekerja dan sama-sama sibuk dengan urusannya masing-masing. Eits, jangan salah, bukan berarti mereka ga punya waktu buat keluarga.

Beberapa teman saya merupakan suami istri yang bekerja kantoran. Walau sibuk, sang istri tetap menyajikan makanan enak bagi keluarganya. Tentu,  ada rahasia di balik hal itu. Biasanya mereka punya berbagai perlengkapan rumah tangga yang memudahkan.

Sahabat Kaum Urban

Mau rumah bersih, ga usah repot, ada deh vacuum cleaner. Mau ga repot nyuci, ada kan mesin cuci. Mau masak nasi? Gampang, serahkan pada magic com. Mau bikin rendang? Keciiil, ada Sharp Healsio Automatic Cookware.


Sharp Healsio Automatic Cookware.
Sharp Healsio Automatic Cookware

Nah lho?

Lah iya, ngapain repot sih. Timbang urusan masak rendang aja serahkan aja sik pada ahlinya, Sharp Healsio. Hahaha.

Ini nih sahabat kaum urban modern. Mau masak olahan yang ribet dan perlu waktu lama semacam rendang, gulai, sampai gudeg, tinggal serahkan pada ahlinya, automatic cookware yang bisa melakukan automatic cooking.

Kebetulan, 26 Agustus 2017 lalu saya dapat kesempatan untuk menyaksikan acara Sharp Cooking Battle yang diadakan di pelataran sebuah mega proyek, Signature Park Grande, yang terletak di persimpangan Dewi Sartika dan Mt. Haryono, Jakarta.

Sore itu, chef Deny Gumilang, pemenang Masterchef 2015, mendemokan cara membuat rendang dengan simpel, tanpa banyak perkakas dapur *yang biasanya bikin males beberesnya* dengan Sharp Healsio Automatic Cookware, si ajaib. Cuma masukin bumbu, daging, setting waktu, udah deh ditinggal. 90 menit kemudian si rendang udah matang. Enak banget ya? Easy, Tasty, & Healthy.

Cooking Demo with chef Deny Gumilang
Cooking Demo with chef Deny Gumilang





Kenapa Sharp Healsio?

Kenapa musti pakai Sharp Healsio siih chef Deny?

"Sharp Healsio ini ga perlu air, alias waterless, bisa disetting waktunya, bisa ditinggal-tinggal, ga perlu repot mengaduk-aduk juga, udah ada pengaduknya. Dengan system steam, sirkulasi air akan diatur sehingga akan kembali ke makanan, ini membuat makanan lebih fresh" terang chef Deny

Tenang, ada pengaduknya
Tenang, ada pengaduknya (ilustrasi by sharp)


Buat kaum urban yang mobilitasnya tinggi, aktifitasnya banyak, punya beragam kegiatan dengan jadwal padat sehingga kadang kekurangan waktu, perlengkapan dapur semacam Sharp Healsio ini tentu berguna.

Bayangkan, ketika pulang ke rumah, sambil beberes, mandi, tahu-tahu makanan yang diidamkan matang sendiri. Atau ketika tak sempat memasak sarapan, bahan-bahan dan bumbu dicemplungin malam sebelum tidur, setting waktu, pagi-pagi sebelum berangkat, makanan sudah siap santap. Enak, kan?

Ketika makanan sudah matang sesuai waktu yang ditentukan, mode pengatur akan langsung berubah ke mode pemanas. Mirip seperti masak nasi dengan rice cooker. Ga perlu takut gosong, ga khawatir mledug karena kelamaan memasak, plus ga khawatir kelupaan ditinggal melakukan aktifitas lain, aman karena adanya double sensor.
Double Sensor (ilustrasi by Sharp)

Enak, mudah, dan sehat. Kalau masakan sendiri kan bisa diatur komposisinya. Mau tanpa MSG, cuma mau dengan sedikit garam, atau bahkan tanpa garam sekalipun, tinggal atur sendiri.

Harganya?

Harganya beraposeee? Naini, harganya tergolong affordable lah, sekitar 7 jutaan. Termasuk cukup terjangkau mengingat manfaatnya yang bisa memasak sampai 115 macam menu. Dengan kapasitas sekitar 2,4 liter, bisa banget untuk makan sekeluarga, bahkan bisa juga masak dalam jumlah banyak untuk acara kumpul-kumpul atau arisan. Seru, kan?

Mari kita coba berhitung-hitung. Andaikan beli makanan di restoran atau lauk matang menghabiskan 100rb/hari. Seandainya dalam sebulan beli makanan tiap 2 hari sekali, berarti dalam sebulan bisa 15 kali beli makanan matang. Kalau ditotal, dalam sebulan bisa habis 1,5 juta cuma untuk "jajan" makanan. Dalam 5 bulan aja udah habis 7,5 juta, right?

Soo, kalau dipikir-pikir, masih murah kalau punya si Sharp Healsio ini. Kan kalau punya, jadi bisa masak sendiri, ga perlu "jajan" lagi di luar. Toh masaknya juga ga repot, tinggal cemplang cemplung dan setting waktu aja. Hemat waktu dan sehat.

Setting timer dan beberapa kategori menu
Setting timer dan beberapa kategori menu

Asal inget mencet tombolnya ya mam. Jangan sampai deh kayak saya yang kadang suka kelupaan mindahin tombol dari warm ke cook ketika masak nasi dengan rice cooker. Alhasil, lauk udah matang, nasinya nunggu lagi, hahaha, payah deh ah emak-emak.

Daya listrik Sharp Healsio juga masih masuk akal sih, 800 watt, masih lebih rendah dibanding oven listrik atau microwave yang biasanya sampai 1000 watt.

Sharp Cooking Battle

Acara cooking demo sore itu juga diikuti acara cooking battle dengan menggunakan Sharp Apple Rice Cooker. Para peserta yang terdiri dari 3 team, diminta memasak nasi goreng menggunakan rice cooker.

Lah kog?

Iya, rice cooker Sharp yang satu ini kecil-kecil cabe rawit ternyata, bisa juga digunakan untuk memasak.

Peserta Sharp Cooking Battle siap bertempur
Peserta Sharp Cooking Battle siap bertempur

Setelah memasak dengan bahan-bahan yang disediakan, ketiga team wajib menghiasnya menjadi tampilan yang menarik. Proses platting ini tampaknya jadi salah satu faktor yang menentukan selain faktor kebersihan yang bolak balik disounding-sounding oleh chef Deny "inget yaa, mejanya harus bersih lho, ga boleh berantakan"

Team yang menang pada acara Sharp Cooking Battle kali ini adalah team 2 yang menyajikan nasi goreng dalam balutan telor dadar yang dibelah bagian tengahnya sehingga dinamakan Nasi goreng "belah dada(R)".

Hasil olahan Team 2 yang jadi pemenang
Hasil olahan Team 2 yang jadi pemenang

Acara sore itu berakhir menjelang maghrib. Sepanjang perjalanan pulang saya melamun memikirkan si ajaib yang tadi saya elus-elus. "Duh, andai punya Sharp Healsio, enak kali ya" *ngayal.

Video Cara Memasak Rendang

Sebenarnya, bagaimana sih memasak rendang versi Sharp Healsio Automatic Cookware? Penasaran? Pengen tahu?

Daripada terbayang-bayang, mendingan simak aja yuk videonya



Sumber : youtube channel @sharpcookingclub


Penasaran dengan resep-resep lainnya?
Ikuti fanpagenya Sharp Cooking Club berikut
Facebook : https://www.facebook.com/sharpcookingclub/
Instagram @sharpcookingclub
Website : https://sharp-indonesia.com/cookingclub/

Kalau masih pada penasaran dan mau lihat langsung cooking demonya Sharp Healsio, bisa kog datang ke Best Denki setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu di bulan September mulai pukul 15.00-16.00, alamat best denki terdekat bisa dilihat di http://www.bestdenki.co.id/
 

Saturday, August 19, 2017

Mau Cari Pom Bensin? Buka Pertamina Go!

Suatu kali, kami sekeluarga jalan-jalan ke Malang secara estafet dari Jakarta. Tujuan kami sih jalan santai. Mampir Solo-Jogja dulu sekalian jalan-jalan. Yang  bawa mobil sih cuma suami seorang diri, saya mah ga bisa nyetir dan ga berani juga belajarnya, hahaha.

Berhubung  estafet, kami jalannya tanpa target.  Tiba-tiba suami ngomong "wah, bensin dah mau abis nih, kita isi bensin di mana ya". Wah, ya terus terang aja saya mah ga bisa kasih solusi.

Namanya perjalanan luar kota dan saya bukan orang lokal, ya ga hapal lah pom bensin terdekat. "Kita jalan pelan-pelan aja yah biar bensinnya ga boros, kalau pas udah mau abis banget ga ketemu pom juga, ya sambil cari-cari tukang bensin eceran aja deh".

Setengah hopeless saya menghibur suami dengan berkata begitu karena ga tahu juga mau kasih solusi apa secara lagi di jalan yang ga ketahuan pom bensinnya masih jauh atau udah dekat. Salah juga sih, tadi kami ga isi bensin waktu lewat pom bensin, giliran udah mau dekat garis E, baru panik. Hahaha. Jangan ditiru ya teman-teman.

Pernah mengalami hal yang sama? Berada di daerah antah berantah atau hutan di suatu daerah dalam keadaan bensin kritis dan ga tahu bisa isi bensin di mana? Ga tahu berapa ratus meter lagi akan ada pom bensin?

Okeh, itu mungkin jaman kami dulu yaaa. Sekarang mah dengan ada banyaknya aplikasi, hal itu bukan kendala lagi, ya ga sih?

Baru-baru ini, pertamina pun tak mau kalah set. Pertamina meluncurkan sebuah aplikasi yang akan memudahkan para penggunanya untuk menemukan stasiun bahan bakar terdekat dengan lokasinya. Aplikasi akan memberitahu titik lokasi pom bensin terdekat, berapa jauh jaraknya. Ini tentu akan memudahkan pengemudi memperkirakan sisa bahan bakar yang dimilikinya dengan jarak pom bensin terdekat.



Dengan adanya aplikasi Pertamina Go ini, diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang biasa mobile ke luar kota dan sedang berada di antah berantah sekali pun untuk dengan mudah menemukan pom bensin Pertamina yang dibutuhkannya.

Tak hanya sekedar lokasi pom bensin terdekat saja yang bisa dideteksi dengan aplikasi ini, tapi juga pom bensin yang fasilitasnya sedang dibutuhkan. Misalnya lagi cari pom bensin yang ada ATM, mushola, toilet, mini market, dsb.Misalnya pom bensin mana yang ada Pertamina DEX, pom bensin mana yang ada mini market, pom bensin mana yang ada ATM, dsb.

Acara perkenalan aplikasi Pertamina Go ini diadakan di pameran otomotif terbesar berskala internasional, GIIAS, di ICE BSD pada 16 Agustus 2017 lalu.

Pada kesempatan ini pula, Pertamina kembali mengenalkan tagline dan bentuk pelayanan barunya "Pertamina Pasti Prima", menggantikan tagline lama, Pertamina Pasti Pas. Dengan tagline baru ini, Pertamina ingin memberikan pelayanan terbaik pada pelanggannya. Pertamina menyediakan beberapa pom bensin dengan pelayanan yang paling prima, mulai mushola, toilet, hingga isi angin gratis. Saat ini memang baru 36 pom bensin saja yang menyediakan layanan prima ini, tapi ke depannya, layanan semacam ini akan diperbanyak.



Oh ya, pada acara ini ada banyak hadiah-hadiah voucher yang dibagikan lho. Lumayan kan voucher bensin. Banyak pengunjung yang datang dan ikut menyimak talkshow ini, ikut menjawab dan bertanya saat acara. Suasana pun makin meriah.

So, kalau kamu sedang ada di GIIAS, jangan lupa mampir ke booth Pertamina atau Pertalite ya, banyak hadiah dan kuis bertebaran selama acara lho. Seru pokoknya. Belum lagi mobil-mobil kece di sana-sini, huaaa, bikin mupeng. Hahaha.

Nah, udah tahu kan aplikasi Pertamina Go? So, kalau lagi jalan-jalan, jangan lupa bekali diri dengan aplikasi ini ya. Ga lucu donk kalau tahu-tahu mogok di tengah jalan, padahal sudah ada aplikasi yang memudahkan dari Pertamina ;).

Ok, have fun teman-teman. Have a safe drive. Jangan lupa download aplikasinya ya.

Tuesday, August 15, 2017

Ingin Menang Lomba So Good? Perhatikan Clue-nya

Masih inget lomba kreasi masak So Good? Ada yang ikutan ga? Saya ikutan jugaaa donk. Saya mengikutkan 2 resep dalam lomba ini. Tapi yaa belum rejeki, ga menang. Masih harus belajar lagi supaya bisa lebih baik.

Baca : Vegetable Chicken Stick Spring Roll dan Kalio Ayam

Lho kog saya bisa tahu pemenangnya? Ya tahu donk, tanggal 9 Agustus lalu, di KopiKalyan, Cikajang, Jakarta Selatan, saya mendapat kesempatan untuk hadir sebagai undangan yang ikut menyaksikan pengumuman pemenang.

Baca : Lomba Kreasi Masak Bersama So Good

Acara yang diawali dengan mingle bersama teman-teman blogger dan media diikuti acara icip-icip beberapa menu So Good siap masak seperti shumai maupun Ebi furay.

Sebagian produk olahan So Good Siap Masak
Sebagian produk olahan So Good Siap Masak

So Good memang punya 2 kategori ayam. Ayam potong yang bisa diolah jadi apa aja, maupun ayam siap masak yang sudah matang dan bisa dengan cepat diolah jadi makanan siap saji.

Dalam lomba resep So Good ini, berhasil terkumpul 800 an resep dari berbagai platform, mulai website So Good, Sajian Sedap, sampai Blogger Perempuan.

Ternyata orang Indonesia ini kreatif-kreatif ya dalam hal masakan. Dari satu kategori saja bisa tercipta ratusan resep. Yang unik, berbagai menu tradisional pun bermunculan, bahkan masakan tradisional yang sudah jarang muncul, demikian papar Henri Ho, Marketing manager So Good.



Dari sekian ratus resep, sulit bagi panitia untuk memilah-milah. Mulai memilah-milah resep favorit, mengerucutkannya menjadi 30 finalis, sampai menentukan pemenang. Hampir semua kreatif dan unik. Akhirnya, terpilih 6 pemenang dari masing-masing kategori plus 6 pemenang dari jalur blogger.

Ada mba Vania Samperuru, food blogger dan food stylist yang menang sebagai juara I kategori ayam potong dari jalur Blogger Perempuan. Waktu mba Vania datang, saya udah feeling banget, pasti jadi salah satu pemenang nih.

Mba Van, memang sudah beberapa kali memenangkan lomba resep atau foto makanan. Ssstt, koleksi kamera Mirrorlessnya dari hadiah lomba udah banyak lho, xixixi. Foto makanannya mba Van memang selalu kece, coba aja intip IGnya @vsamperuru atau blognya v-recipes.blogspot.com.

Selain mba Vania, ada Farichatul Jannah (Icha) yang juga memenangkan mirrorless dari kategori ayam siap masak So Good dari Blogger Perempuan.

Ssst, waktu saya pulang bareng Icha naik kereta, Icha sempat cerita kalau ia sengaja stalking instagramnya chef Ari Galih untuk mempelajari selera dan kecenderungan resep yang dibuat sang chef. Icha memperkirakan Chef Ari lebih menyukai masakan tradisional, terutama masakan Jawa. Dan memang kalau diperhatikan, rata-rata pemenang yang dipilih chef Ari berasal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur. Kreasi resep yang dipilih kebanyakan seputar masakan tradisional yang dikreasikan kembali dengan menambahkan olahan So Good ayam potong atau So Good siap masak.


Menurut Chef Ari Galih, masakan yang terpilih adalah yang mampu memadukan resep dengan baik, komposisinya pas, bahan-bahan dan cara membuatnya, orisinal, kreatif dalam pengolahan maupun dalam menampilkan foto makanan yang ciamik.

So, ga bisa tidak, peserta lomba semacam ini tidak saja dituntut pintar masak, jago mengolah resep, tapi juga harus pintar menyajikan dan menampilkannya dalam foto yang menarik dan menggugah selera. Peer banget nih buat saya, belajar food stylist plus punya kamera yang cetar.

Pada acara ini juga, chef Ari Galih mendemonstrasikan resep dari salah satu pemenang, Mangut Ayam Daun Pepaya, resep Icha Fariza dari Jogja yang menang dari kategori ayam potong versi website So Good.

Mangut Ayam Daun Pepaya versi chef Ari Galih

Kalau saya perhatikan yaa, beberapa kreasi resep yang menang kebanyakan adalah resep tradisional yang dikreasikan dengan sedikit variasi. Misalnya resep Mangut ini yang umumnya untuk masakan Lele. Tapi dikreasikan jadi mangut Ayam, dipadu daun pepaya sebagai penyeimbang gizi.

Jadi ya, kalau next ada lomba lagi, mungkin perlu deh merhatiin clue-clue ini. Chef Ari Galih ini spesialisnya memang di masakan tradisional, so ga heran kalau preferensinya ke arah masakan tradisional. Nah, kalau next So Good mau adain lomba resep lagi, pada mau ikutaan kaan?

Saturday, August 12, 2017

Honeymoon Hemat ke Lombok

Honeymoon? Siapa yang ga pengen Honeymoon? Semua orang, apalagi pengantin baru, pasti pengen honeymoon. Pacaran setelah menikah. Pacaran yang halal! Saya aja yang sudah punya anak 3, tetep lah pengen bisa honeymoon *ehk *kodekeras. Beda lho, liburan biasa dengan liburan khusus berdua suami dengan tujuan honeymoon.

Monday, July 31, 2017

Kalio Ayam, Alternatif Hidangan Lebaran

Rasanya banyak orang yang mengaku kalau menyukai rendang kan? Bahkan berkali-kali rendang masuk ke dalam list makanan terenak di dunia.

Kalau rendang biasa dibuat dari bahan daging sapi, maka kali ini saya akan membuat rendang dari ayam.

Kog pakai ayam? Ya, kebetulan masih ada sebungkus ayam potong So Good, paha dan dada, yang saya beli di sebuah supermarket. Saya suka banget ayam potongnya So Good. Rasanya beda dibanding ayam potong biasa. Lebih juicy, bersih, dan ga bau amis.

Memang secara harga, ayam potong So Good sedikit lebih pricey. Tapi saya lebih percaya beli ayam potong kemasan ini dibanding beli ayam potong biasa di pasar. Entah kenapa, suka was-was kalau beli di pasar, kepikiran berita-berita aneh-aneh tentang ayam. Ada rasa-rasa ga aman. Hihihi. Ya ini emang perasaan saya aja sih.

Harga ayam potong So Good ini ga beda jauh dari harga ayam potong langganan mama saya, 38rb per ekor untuk ayam utuh ukuran sedang yang bisa dipotong 16-20. Kalau ayam potong So Good, harganya sekitar 42-49rb. Hitungannya kilo dan sudah dipotong-potong ukuran besar, isinya sekitar 10-12 pcs. Kadang saking besarnya, saya bagi dua lagi, hahaha.

Bingung mau dikreasikan apalagi. Akhirnya keingetan mau buat Rendang Ayam. Tapi bukan rendang yang mau saya buat, tapi kembarannya, Kalio Ayam. Inget-inget dulu saya rajin membuat menu yang satu ini. Ternyata udah lama ga pernah buat lagi. Hahaha.

Kalio Ayam ini secara bumbu dan proses membuatnya hampir sama dengan rendang. Hanya saja, proses memasak kalio berhenti hingga proses kuah mengental, tidak sampai kering seperti pada pembuatan rendang.

Trus, kalau dibuat rendang ayam, apa ga hancur ya?

Nah ini nanti akan saya paparkan caranya. Simak yaa

Oh ya, kalau bumbunya beda dengan rendang biasa, harap maklum ya, ini adalah rendang versi keluarga saya.

Kalio Ayam 

Ala Advencious by Maya Siswadi

Bahan :

Ayam 1/2 kg
1 pcs Kelapa tua parut, ambil santannya kira-kira 500ml
1 lembar daun kunyit
2-3 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
2 ruas jari lengkuas, geprek
1 batang serai, geprek pangkalnya

Haluskan
5   siung bawang putih
10 siung bawang merah
10-15 pcs cabe merah (sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan)
1 sdt garam

Beberapa bahan yang dibutuhkan


Cara Memasak

1. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan daun jeruk, daun salam, daun kunyit, lengkuas, serai

2. Masukkan santan ke dalam wajan yang berisi bumbu yang sudah ditumis , biarkan matang sambil diaduk sesekali agar santan tidak pecah.

3. Biarkan santan dan bumbu matang dan mendidih, hingga keluar minyak dan airnya berkurang. Aduk sesekali tiap meletup.

4. Masukkan ayam ketika santan berkurang hampir setengah, biarkan mendidih dan aduk sesekali.

5. Kecilkan api dan teruskan memasak sampai kuah mengental tapi tidak sampai kering.

Taraaa, Kalio Ayam siap dihidangkan.

Kalio Ayam
Kalio Ayam
Mirip rendang kan?

Kalio Ayam ala Advencious
Kalio Ayam ala Advencious


Dasar ya anak-anak memang suka rendang, jadi Kalio ayam ini pun ikut jadi favorit. Dimakan pakai nasi anget-anget, disiram kuah banyak-banyak, makan pakai tangan, ahaay.

Oh ya, buat alternatif hidangan lebaran juga oke lho. Biasanya, di malam lebaran, kami akan menyantap kalio, esok harinya, kalio ini dimasak kembali hingga kuahnya kering, jadi deh rendang. Asyik kan?

Yuuk, siapa mau?

Selamat mencoba
Maya Siswadi - Advencious