Agoda

Saturday, October 10, 2015

Demi Pengakuan sebagai Food Blogger


Demi pengakuan sebagai Food Blogger. Kalau ditanya, saya ini sebenarnya blogger apa? Hadeuuhh, bingung. Mau ngaku food blogger, sok hebat amat. Postingan kuliner di blog ini belum lah seberapa. Pengalaman mereview food atau resto pun belum lah banyak. Postingan food di Instagram pun ga konsisten, ga dominan macam Hans. Mau sok-sok ngaku Food Blogger? Hadeuuhh ngaca atuuhh.

Pasti kenal Food Blogger yang satu ini :)
Memang, saya punya blog khusus yang didedikasikan untuk segala tulisan berbau kuliner. Mulai dari sharing resep karena hobi utak atik resep, review snack karena hobi ngemil, review resto karena hobi makan *uppss  jika ada undangan ;), review food event karena hobi jalan, atau sekedar berbagi tips seputar dapur atau makanan. Tapi itu belum cukup membuat saya berani menyatakan diri sebagai food blogger, hahaha. Gabung di komunitas Food Blogger udah sejak 2012, tapi tetep ga mau ngaku-ngaku. Hahaha.

Mau eksis sebagai food blogger, masih senin kamis ngisi blog #dapurbunda3f, ga punya kamera canggih pula untuk menghasilkan food fotografi yang ciamik. Mau jadi emak blogger atau blogger lifestyle, ga konsisten di blog #bunda3f. Hahaha. Jadinya blogger apalah apalah :). Walaupun ngeblog dan sharing resep sudah lebih lama ketimbang usia blog ini.

Tapiii, ga ada yang ga mungkin kan? Asal ciptakan peluangmu.

Peluang untuk menjadi food blogger yang dibayar jutaan oleh vendor atau brand memang masih jadi impian. Tapii, ketika ada yang memperkenalkan saya sebagai food blogger, langsung geer ga karuan. Hahaha. Norak yaa?

Ahhh, siapa tahu bisa jadi peluang dan pembuka jalan untuk beneran menjadi professional food blogger? Siapa yang tahu, ya ga sih?

Itulah yang terjadi ketika saya ikut acara Dilmah Challenge. Sempat 3x mengekor tim ke beberapa cafe & resto peserta. Setiap kali dikenalkan, "ini para food blogger yang nanti akan menuliskan review di blognya".

Salah satu suasana penjurian Dilmah Challenge
Walaupun senang dan merasa tersanjung, tapi itu jadi beban juga ketika saya memilih mendatangi tiap peserta demi merasakan sensasinya.

Perjuangan demi mendatangi tiap cafe dan restaurant itu membuat saya hampir tiap hari keluar rumah. Padahal biasanya jadwal keluar cuma 2-3 kali aja seminggu.

Biasa ke mana-mana naik kereta disambung angkot / bus, demi janji pada pemilik resto/ cafe yang akan didatangi, saya bela-belain naik taksi untuk mengejar waktu. Padahal paling takut naik taksi sendiri, takut disasarin karena belum tahu jalan, takut ga bisa pulang kalau kehabisan ongkos. Takut diculik hahaha *lebay.

Tapi itulah, demi sebuah postingan kuliner di blog, saya rela merogoh kocek sendiri datang ke lokasi yang cukup jauh seperti di Pantai Indah Kapuk yang hitungannya hampir 50 KM dari rumah saya. Kalau murni naik taksi dari rumah, bisa habis lebih dari 200rb sekali jalan. Sekali jalan! Hitung sendiri kalau PP yaaa :).

Tak sia-sia jauh-jauh ke Pantai Indah kapuk jika disuguhi ini kan?
Hasilnya, saya tuangkan dalam tulisan Sensasi Smokey Salmon Steak Ala Uncle Thjin

Ada juga kejadian saya harus menunggu hampir dua jam demi disuguhkan menu Challenge. Ada missed konfirmasi dengan penanggung jawab acara. Berkali-kali konfirmasi dan menunggu. Menu pun akhirnya disuguhkan satu per satu. Tapi entah kenapa, sampai kini, cafe ini belum saya tuliskan reviewnya, hahaha. Masih nunggu mood :(. Padahal presentasi minuman dan sajian makanannya unik-unik.

Beberapa menu yang diikutkan challenge di sebuah cafe
Tak jauh dari cafe tersebut, saya dijamu dengan istimewa. Disuguhkan menu satu per satu bagai puteri raja, ditemani oleh F & B Managernya sambil dijelaskan tentang detail menu challenge yang disuguhkan langsung oleh sang bartender!!

dituangin teh loh
Dan entah kenapa, perlakuan istimewa dari staf cafe itu membuat saya akhirnya menghasilkan foto-foto yang lumayan (ga brani klaim bagus, belom jago :) ).


Dengan senang hati saya menuangkannya dalam tulisan Menikmati Coklat Bertabur Emas di Huize Van Wely. Cafe ini menjadi yang pertama saya tulis reviewnya di antara para peserta.

Ada juga cafe dan resto yang sampai dua kali saya datangi. Pertama saya datang bersama team, berikutnya, saya sengaja meluangkan waktu khusus untuk datang sendiri.

Sang chef mendengarkan review dari juri
Resto yang satu menjamu saya bagaikan ratu. Ditemani oleh GM, chef, dan culture liaison dalam satu meja. Ditunggui komentar saya tiap selesai menyuapkan sesendok makanan. Serasa food reviewer professional. Sukses membuat saya grogi setengah mati. Pengalaman ini membuat saya tak ragu menuliskan Rendang Berbungkus Nasi Merah ala Oasis Restauran

Saya juga diperlakukan sangat istimewa di sebuah bistro di bilangan Kebon Jeruk. Berhubung saya awam daerah ini, suami menyuruh saya untuk naik Gojek saja biar cepat dan ga nyasar. Itu pun saya naik gojeknya dari stasiun Palmerah. Kalau langsung dari rumah sih jauuuhhh. Untungnya si abang gojek paham wilayah itu.

Di Bistro nan cantik ini saya disuguhi macam-macam menu di luar yang mereka ikutkan lomba. Sang pemilik bistro langsung yang menemani saya selama sesi icip-icip dan foto-foto. Saking baiknya, membuat saya tak sungkan meminjam macam-macam properti untuk keperluan foto, meminta makanan dipindah, atau seenaknya menggeser meja kursi. Tak segan pula saya naik naik kursi demi mendapatkan flat lay foto. :)


Kesan mendalam dan rasa terima kasih untuk sang pemilik Bistro yang sampai rela meluangkan waktunya, membuat saya tak sungkan menuangkannya ke dalam tulisan es tung-tung jadul versi de Mingle.

Peserta lain? Lagi-lagi ada yang membuat saya menunggu 3 jam dan hampir memutuskan pulang karena sudah malam. Bicara presentasi makanan sih okee, tapi saya butuh mengumpulkan mood menulis, karena hasil fotonya tak sebagus yang saya harapkan. Makanan baru disajikan malam hari, saat sudah tak ada cahaya alami, tinggal mengandalkan lampu resto yang temaram.

Apakah itu membuat saya kapok?


Pengalaman mendatangi hampir semua resto dan cafe di Jakarta selama Challenge itu saya anggap sebuah bentuk tanggung jawab sekaligus perjuangan. Hahaha. Segala suka duka dan halang rintangnya saya jalani dan anggap sebagai tantangan :). Demi eksistensi sebagai Food blogger? Hahaha.

Saya mendapat banyaaak tambahan pengalaman, wawasan sekaligus networking. Bukankah itu sebuah hadiah tak ternilai?

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Cerita Di Balik Blog.

29 comments:

  1. Hahaha. Sama mbak. Saat dikenalkan dg foodblogger di TM Dilmah saya baru ngeh kalau dah bs dibilang FB. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Feb, padahal ga pede sebenarnya yaa :)

      Delete
  2. menurutku sih, udah food blogger tuh.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kadang masih ga pedee, jam terbangnya belum banyak :)

      Delete
    2. Hahaha, kadang masih ga pedee, jam terbangnya belum banyak :)

      Delete
  3. asyiknya ya food blogger, lanjut fokusin niche-nya ke situ aja Mbak.
    semoga istiqomah ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, untuk blog ini tetap akan ke situ nichenya

      Delete
  4. kok keceeeeeee.... aaaa keren deh! :3
    Aku juga lagi mau nekunin kuliner di blog. Jalan-jalannya sih okey. Tapi aku masih malu yang mau potret-potret di tempat umum. Hahaha... jadi kepending muluukkk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalau mau jadi food blogger memang harus tahan malu diliatin orang2 karena foto-foto dari berbagai angle :)

      Delete
  5. Food blogger kan gak melulu yang review resto mbak. kita masak atau bikin kue trus posting di blog udah masuk kategori food blogger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau itu sih memang iya von, udah saya tulis juga di atas. Tapi yg saya maksud food blogger di atas adalah yg udah menghasilkan dari tulisannya ttg kuliner, ya bisa apa aja ttg food :)

      Delete
  6. saya yakin mbak Maya sdh jadi Food Blogger ..kalo liat tulisan - tulisan di blog ini.
    btw
    Salam Kenal..kunjungan perdana setelah kembali dari pedalaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhh, makasiihh udah mampir. Makasih juga apresiasinya :)

      Delete
  7. Hei ... you are really a food blogger, mak .... ayo ngaku ... ngaku .. ngaku nggak .. eh :D
    Ini pengalaman2 keren, kenapa gak mau ngaku sih?

    Dirimu food blogger beneran lho, melakukan semua kerjaan dengan sepenuh hati .... Mudah2an bisa menyamai Hans ya .. dan moga menang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, terima kasiiihh penguatannya mak mugniar. Masih tetep belum pede, belum full time soalnya *ehhh

      Makasih do'anya yaa, smoga diijabah

      Delete
    2. Hahaha, terima kasiiihh penguatannya mak mugniar. Masih tetep belum pede, belum full time soalnya *ehhh

      Makasih do'anya yaa, smoga diijabah

      Delete
  8. Waaah seru yaa jadi food blogger mba... aku selalu terkagum2 pada para food blogger selain menampilkan poto makanan yang ajdi begitu tempting juga bisa mengubah kenikmatan rasa kuliner dengan kata2 tsaaaah...good luck lombanya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiihh ophi. Iya, kesulitan food blogger ya itu, mendeskripsikan rasa ;)

      Delete
  9. ketika orang lain mengakui kita sebagai sesuatu itu namanya memang sudah dianggap layak, mbak. Dan diperhitungkan. Keep positive mind :)

    BEAUTY BLOG | WWW.NONAHITAMPAHIT.COM

    ReplyDelete
  10. sepertinya kalo yang hobby mencoba makanan mungkin pas rasanya jadi foodblogger,, tapi kalo saya sepertinya tidak cocok di jalur ini :D

    ReplyDelete
  11. Aih fotonya kece kok, mbak.Serius! Saya juga terkesan dengan timnya DIlmah. Mereka bener-bener mengapresiasi para blogger ya, mbak.

    ReplyDelete
  12. iya, kadang bingung juga mbak kalo ditanya orang, saya ini masuk niche atau blogger tentang apa?
    he he he, abis isi blog saya gado-gado sih
    kalo mbak maya kan udah banyak post tentang makanan, jadi ya cocok kalo disebut food blogger :)

    ReplyDelete
  13. aku juga punya blog masak, mak. hihi. kalo review kuliner biasanya beda lagi blognya :D sukses ya GA nya, mak. moga menang.

    ReplyDelete
  14. Aku nih suka banget ngaku ngaku blogger. Padahal postingan masih menclap menclup. Tapi pede aja ngaku ngaku dulu ahahahaha xD

    ReplyDelete
  15. Aku adalah blogger hura-hura suka-suka..
    Apa aja ditulis :))

    ReplyDelete
  16. oemjiiii....ada Hans *lalu riweuh sendiri :)) Aku sering terpesona oleh foto2 yg dibuat para foodblogger mba, giliran bikin foto sendiri hancur minah deh :(
    Terima kasih ya Mba Maya sudah ikutan GAku, good luck :)

    ReplyDelete
  17. selalu kagum lah sama food blogger, bisa mempresentasikan makanan dengan baik dan enak dilihat, jadi sering mupeng :)

    ReplyDelete
  18. menurut saya sih foto2nya keren ....
    saya yakin mba bakalan sukses jadi food blogger .. semangat dan dedikasinya tinggi

    ReplyDelete
  19. Yampun mb maya aja blm bisa blg sbg food blogger, apalah akau ini butiran sprinkle cupcake wkwkwk... Btw suka bgt kalimat terakhirnya mba! Aku banget­čśÄ

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa