Agoda

Monday, February 15, 2016

Soto Mie Bogor Pak Herman

Soto Mie Bogor Pak Herman 

Perkenalan pertama saya dengan soto mie berawal ketika suami sedang mengajak saya keliling cari makanan dan bingung mau makan apa. Saya tanya suami

"mas, Soto Mie Bogor tuh seperti apa sih?"
"loh, kamu belum pernah tahu?"
"belooom"

Harap maklum yaaa, jenis soto ini baru saya temui di seputar Jabodetabek saja. Selain itu belum pernah ketemu soto semacam ini. Dulunya saya tinggal berpindah-pindah, mulai dari Sumatera sampai Jawa Timur. Jadi sama sekali ga kenal yang namanya Soto Mie.

Saat baru pindah ke Jakarta di era 90an pun saya masih belum tertarik mencoba. Setelah menikah dan ketemu suami yang doyan mencoba aneka jajanan kaki lima dan selalu bertanya "mau makan apa?", barulah saya mulai berkenalan dengan Soto Mie.

Awalnya sih lebih suka Soto Lamongan dan jenis soto lain semacam Soto Banjar, Soto Padang, atau Soto Betawi (banyak ya jenis soto di Indonesia :)). Ini karena awalnya memang belum kenal dengan varian soto yang satu ini.

Saat dikenalkan dengan soto mie pertama kali pun rasanya masih biasa saja, kayaknya ga ada yang istimewa. Cuma heran, soto kog pakai irisan risoles, mie kuning besar, plus potongan daging dan tetelan. Maaf yaa, maklum anak daerah :).

Belakangan setelah menjajal soto mie di beberapa tempat, baru saya menyadari kalau ciri khas isian Soto Mie Bogor adalah potongan daging, tetelan, mie kuning, plus risoles isi bihunnya itu.

Soto Mie Bogor Pak Herman
Soto Mie Pak Herman Kampung Melayu

Ketika tahu kalau tak jauh dari tempat saya biasa mengajar ada yang menjual soto ini, saya pun iseng mencoba. Begitu tahu harganya murah, untuk ukuran daging yang melimpah, dengan rasa kuah yang gurih, walau tanpa tambahan penyedap instan, saya pun langsung jatuh cinta. Ini dia nih Soto Mie Bogor yang enak dan murah, versi saya. Saya jadi ketagihan makan Soto Mie ini. Rasanya ini adalah Soto Mie paling enak yang pernah saya coba :).

Soto Mie Bogor Pak Herman yang terletak tak jauh dari kantor pos Kampung Melayu, Jakarta, ini menjadi penyelamat ketika lapar melanda dan uang pas-pasan. Dengan uang hanya 9 ribu, saya sudah bisa menyantap soto yang padat dengan irisan daging empuk, kuah kaldu hangat nan gurih plus potongan risoles goreng yang kriuk. Irisan daging lembutnya membelai lidah dan terus memanggil-manggil untuk dinikmati.

Warung Soto Mie Bogor Pak Herman Kampung Melayu
Gerobak Soto Mie Bogor Pak Herman Kampung Melayu

Makan di warung kaki lima memang selalu bisa jadi pilihan. Harga seporsi soto mie sudah termasuk segelas teh hangat penawar dahaga. Soto Mie Bogor Pak Herman hampir selalu jadi andalan saya untuk pengganjal lapar setelah hampir setengah hari berdiri, sehabis mengajar :). Soto gurih dengan daging empuknya itu beneran menggoda selera untuk dicicipi lagi dan lagi. Paduan sedikit kecap manis dan perasan jeruk purut pada kuah menambah kuat rasa soto ini. Asem, manis, gurih. Hmmm, segaaaar.

Soto Mie Bogor Pak Herman Kampung Melayu, Soto Mie Bogor, Kuliner Jakarta
Lihat deh daging dan tetelan berlimpahnya

Ingin rasanya mengucapkan terima kasih untuk orang-orang seperti Pak Herman yang mau berjualan dengan harga yang cukup murah. Tak mau mengambil untung banyak. Yang penting dagangannya cepat laku dan habis. Tak juga mau mengambil kesempatan untuk menggetok harga. Padahal kalau dihitung-hitung, berapa lah modal Pak Herman ini dalam berjualan? Kog ya ga rugi memberikan daging dan tetelan berlimpah?

Ga heran juga sih kalau gerobak dan tempat berjualannya ya standar warung kaki lima. Rasanya dengan keuntungannya yang tak banyak itu, agak mustahil bagi Pak Herman untuk meningkatkan standar usahanya. Berapa lah untung Pak Herman kan? Apalagi daging sapi sekarang makin mahal. Tentu sulit baginya untuk bisa meningkatkan daya jual.

Andai Pak Herman dapat kucuran modal yaa. Mungkin pak Herman bisa dibuatkan tempat berjualan yang lebih layak dengan gerobak baru yang lebih rapi dan bersih.

Soto Mie Pak Herman Kampung Melayu Jakarta
Pak Herman sedang meracik soto pesanan pelanggan

Saya mau bantu, tapi apa lah daya. Siapa saya mau sok-sokan membantu Pak Herman, ya ga sih?

Tapi rupanya, sebuah bank berhasil lho mengembangkan produk tabungan khusus yang ditujukan untuk memberdayakan. Menabung untuk memberdayakan judulnya. Dengan menabung, kita yang orang biasa ini bisa ikut memberdayakan para mass market ini. 

Saya coba simulasi sederhana di www.menabunguntukmemberdayakan.com untuk mengecek, bagaimana cara saya bisa membantu Pak Herman. Haa, rupanya, dengan menabung sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu, saya bisa mendapatkan benefit lebih.


Simulasi BTPN, #LebihBerarti, Menabung untuk memberdayakan, Tabungan Taseto Mapan
simulasi BTPN

Kalau menabung 500 ribu per bulan selama 5 tahun, harusnya kan jumlah tabungan saya cuma 30 juta aja tuh. Tapi setelah mencoba simulasi dengan Tabungan Taseto Mapan ini, uang tabungan saya bisa mencapai 34 juta. Lumayan ya?

Hm, semacam bagi hasil gitu kali ya? Saya dapat sharing profit, para mass market alias pelaku usaha UMKM ini mendapatkan pinjaman modal dari uang yang saya tabungkan? Hm, bagus juga program seperti ini. Saya bisa membantu memberdayakan dengan cara sederhana, menabung.

Semoga saja Pak Herman dan Soto Mie jualannya bisa mendapat kucuran dana dari bank BTPN. Andai banyak yang menabung, akan semakin banyak pula yang bisa membantu orang-orang seperti Pak Herman dan teman-temannya. Membantu mereka meningkatkan daya jual. Meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Membantu menaikkan kelas usahanya.

Semoga ya Pak Herman, jualannya makin laris, makin laku, dan makin mampu bersaing.

16 comments:

  1. Psssst....
    Meskipun hampir 10 tahun tinggal di Bogor, saya belum pernah makan sotomie bogor lho *malu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaa, aku pikir udah yang paling norak ga pernah nyobain soto mie bogor dulunya :)

      Delete
  2. kangen soto mi bogor sayaaaa.... gleeekkk *nelen ludah

    ReplyDelete
  3. Suka sm kuah segernya. Cm skrg klopun cheating... Gak pake mie kuningnya. Jdnya soto bogor aja dung yaa .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah nyoba ga pake mie, hihihi. Ciri khasnya ya mie kuningnya ini yaa :)

      Delete
  4. Menu andalan di bogor ya Mbak pastinya enaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya aja Soto Mie Bogor, ini lokasinya malah di
      Jakarta :)

      Delete
  5. aih,pagi2 baca ni jadi ngilerrr^^

    ReplyDelete
  6. Wuaaah memang yg namanya soto mie bogor itu maknyus mbak. Asam gurih segar dan enak dinikmati kapan pun

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, betul, enak dinikmati kapan pun ya

      Delete
  7. namanya nama bapakku.. hehe..Tapi bapakku ga jualan soto mie.. jualan yg lain :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa