Agoda

Thursday, October 4, 2018

Umrohnesia, Solusi Aman Wisata Religi Umroh

Tak bisa dipungkiri, dengan jumlah penduduk muslim terbesar, kebutuhan untuk beribadah di Indonesia pun besar. Tak heran jika kita akan dengan mudah menemukan musholla dan masjid di mana-mana.

Haji dan umroh pun menjadi bagian ibadah umat muslim. Bedanya dengan ibadah lain, haji dan umroh menjadi ibadah eksklusif yang hanya bisa dilaksanakan oleh orang-orang tertentu. Hal ini karena menyangkut biaya pelaksanaanya yang tidak sedikit.

Agar bisa melaksanakan ibadah haji atau umroh, seorang muslim biasanya akan menabung dulu selama bertahun-tahun, agar bisa berangkat ke tanah suci, masjidil Haram. Kecuali, dapat rejeki nomplok, ada yang memberikan hadiah umroh, seperti yang dialami suami saya 3 tahun lalu.

Maklum lah, biaya berangkat ibadahnya ga murah. Biaya untuk berangkat beribadah umroh ada di kisaran 20 jutaan. Sementara biaya untuk berangkat ibadah haji lebih besar lagi, bisa mencapai ratusan juta rupiah, jika mengambil ONH plus.

So, bisa dibayangkan ya, bagaimana sedih dan kecewanya para calon jamaah ini, jika tidak berhasil berangkat haji atau umroh, akibat ulah biro travel yang tak bertanggungjawab. Seperti kasus beberapa biro travel beberapa tahun lalu.

Kasus biro travel nakal ini sedikit banyak memang mencoreng umat muslim, melukai hati banyak calon jamaah yang sudah susah payah mengumpulkan uang, menyisihkan rejeki, memeras keringat, demi umroh.

Tak ingin terjadi hal yang sama, sekaligus ingin memberikan rasa aman pada calon jamaah, Kunto Purbono menggagas platform digital yang memudahkan para nasabah untuk mencari biro travel haji dan umroh yang aman dan sesuai kebutuhannya.

Kunto Purbono, CEO Umrohnesia

Umrohnesia dihadirkan sebagai solusi aman bagi penggemar wisata religi.

Wisata religi? 


Yap. Ga bisa dielakkan, kini umroh sudah jadi bagian dari wisata religi. Wisata ruhaniah.

Jika berhaji hanya bisa dilakukan 1 tahun 1 kali. Pun dibatasi kuotanya, untuk memberi kesempatan pada calon jamaah yang belum pernah berhaji sama sekali. Sementara untuk bisa melakukan ibadah umroh, bisa dilakukan kapan saja di luar musim haji, sepanjang punya waktu dan dana.

Dulu, orang yang berangkat umroh itu jumlahnya masih hitungan jari. Kini, ghirah, hasrat untuk berangkat beribadah umroh makin meningkat, kalau tidak bisa dikatakan jadi trend. Berangkat umroh udah kayak mau pergi jalan-jalan. Wisata.

Malah tak jarang, ada beberapa travel biro yang memang menawarkan paket umroh plus wisata ke beberapa negara muslim terdekat dengan Mekah.

Adik ipar suami pernah umroh sekeluarga, suami istri dengan dua anak. Mereka ambil paket umroh + wisata ke Turki di akhir tahun yang bertepatan dengan datangnya musim dingin, sekalian merasakan salju.

Dapat ibadahnya, dapat juga jalan-jalannya.

Paket-paket Umroh semacam ini sudah semakin banyak ditawarkan oleh biro-biro travel haji dan umroh. Tapi, apakah paket-paket iti benar adanya? Bener berangkat ga? Nantinya diurusin ga sama biro travelnya?

Umrohnesia


CEO Umrohnesia, Kunto Purbono berkali-kali menyebutkan "Umrohnesia ini marketplace, ga beda jauh dengan toko-toko online yang ada. Ga beda jauh dengan platform travel yang terkenal itu"

Umrohnesia.co.id sebagai marketplace merupakan tempat berkumpulnya berbagai biro travel umroh & haji terdaftar dari seluruh Indonesia.

Hadirnya Umrohnesia.co.id ini memang berdasar besarnya potensi jamaah umroh di Indonesia. Pak Kunto menyebutkan, jamaah umroh di Indonesia ini mencapai 897ribu orang per tahun. Luar biasa kan? Tentunya orang sebanyak itu membutuhkan biro travel terpercaya yang pasti mengatur keberangkatan dan aktifitas ibadahnya.


Jaminan keamanan, kemudahan proses transaksi, hingga ragam pilihan waktu dan paket umroh menjadi kelebihan transaksi di Umrohnesia. 

Ada banyak biro travel legal yang sudah bergabung bersama Umrohnesia. Biro-biro travel ini lah yang akan menawarkan beragam paket kepada calon jamaah.


Pemberian plakat pada beberapa biro travel yang hadir


Jadinya enak kan? Kita bisa bebas memilih paket umroh dari beragam biro travel. Tinggal pilih deh mana yang paling cocok dan sesuai yang kita mau. Asyik kan?

Pada acara Launchingnya, Kamis 27 September 2018 lalu di hotel Alia Cikini, hadir juga Taufik Ismail yang membawakan puisi tentang kerinduannya pada ka'bah. 




Ahhh, bicara kerinduan pada tanah suci ini lah yang biasanya selalu memanggil-manggil para jamaah untuk kembali lagi, dan lagi. 

Saya yang belum pernah ke tanah suci pun selalu ingin datang. Semoga ada kesempatan dan rejekinya. Sekarang hunting-hunting aja dulu di Umrohnesia. Siapa tahu nemu paket murah, kece, tanggalnya pas. Kan tinggal klik, bayar, berangkat.

Sunday, September 30, 2018

Terapi Pemulihan Diare dengan Pristine 8+

Seminggu lalu, suami tiba-tiba terserang diare akut. Sekitar jam 2 pagi, perutnya mendadak sakit. Saat ke toilet, ternyata yang keluar malah cairan dalam jumlah banyak. Tak sampai setengah jam, hal yang sama kembali terjadi. Begitu terus hingga pagi. 

Berkali-kali saya sodorkan minum, tapi sulit sekali ia telan. Yang ada malah mual

"Ga mau, mual bund"
"Harus minum mas, biar ga kurang cairan"
"Mual bund"

Duh, terus terang saya mulai panik. Saya musti gimana, ditawari minum apa pun pasti ditolak. Air putih, oralit, cuma bisa masuk sedikit. Masa minum air putih aja bikin mual?

Saya coba suapkan pelan-pelan sambil saya tunggui pun tetap ga mempan.

"Mual bund"

Duh, saya makin khawatir. Gimana ini. Sudah lebih dari 10x buang-buang air dalam jumlah banyak.

Lantas saya ingat, punya stok 3 botol Pristine 8+. Biasanya stok ini baru saya keluarkan kalau mau pergi jalan-jalan, buat bekal minum. 

Berhubung suami susah sekali diajak minum air putih biasa, akhirnya saya keluarkan stok Pristine 8+ kesayangan.

"Mas, minum ini coba. Dikit-dikit aja. Botolnya aku taruh disamping bantal ya, biar ga repot mondar mandir ambil minum"
"Iya"

Suami mau mencoba minum. Alhamdulillah ga ada keluhan mual. Jumlah yang diminum pun lumayan banyak. Ah...senangnya.

Memang sih, dari keterangan yang saya baca, Pristine 8+ yang diolah menggunakan teknologi ionisasi Nihon Trim asal Jepang ini mempunyai molekul air yang jauh lebih kecil. Ini membuatnya lebih cepat diserap tubuh. So, ga heran juga kalau suami jadi lebih mudah menelan Pristine 8+ ketimbang air putih biasa yang saya masak.

Kadar pH 8+ yang dikandungnya pun membuat Pristine beda dibanding air putih biasa. Kadar pH 8+ ini menunjukkan kadar pH basa atau alkaline, pH baik untuk tubuh.

Bisa jadi, kadar pH yang basa ini lah yang membuat suami lebih mudah meminumnya. Kondisi air basa membuat netral kadar asam yang ada di lambung. Itu sebabnya tak ada keluhan mual ketika meminumnya.

Alhamdulillah, seharian itu suami berhasil juga meminum 3 botol Pristine 8+ ukuran 400ml.



Sayangnya, saya belum sempat membelikan stok Pristine 8+ di hari kedua. Akibatnya, suami kembali meminum air putih biasa. Walau keluhan mual tidak lagi seperti sehari sebelumnya, tapi kesanggupannya minum tidak sebanyak saat menenggak Pristine 8+. 

"Bund, masih cair nih"
"Ya udah sabar aja, kan masih proses"

Saya membesarkan hati suami yang masih ketar ketir akibat masih buang-buang air dalam bentuk cairan.

Ga mau kecolongan lagi, di hari ketiga, saya memaksakan diri untuk jalan ke mini market dekat rumah. Stok Pristine 8+ lebih banyak!

Suami sudah jauh lebih segar, walau masih ada sisa-sisa lemas. Tidak saya kasih kendor, tiap sebentar saya ingatkan untuk minum. Alhamdulillah, berhasil minum lebih banyak. Lebih dari 4 botol.



Pada hari ketiga ini, konsistensi cairan yang dibuang sudah mulai lebih padat. Jalannya pun sudah mulai seimbang. Tak lagi limbung seperti sebelumnya.

Saya jadi makin yakin, terapi pemulihan diare dengan Pristine 8+ yang saya terapkan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. 

Suami sudah bisa makan lebih banyak, mulai roti, pisang, bubur dan sup. Padahal sebelumnya susah banget memintanya menelan sepotong roti aja. 

Sengaja saya buatkan sup ayam untuk mengembalikan energi dan mengembalikan mineral yang terbuang. Kuah sup ini bagus untuk mengganti cairan yang hilang, pun bisa mengatasi rasa mual atau bosan harus minum cairan banyak.

Pisang pun saya sediakan agar suami mau makan. Dari beberapa sumber yang saya baca, pisang bagus untuk pemulihan diare karena mengandung kalium, salah satu zat yang biasanya banyak terbuang saat diare. Pisang juga mengandung Pektin *cmiiw yang dapat membantu konsistensi bab menjadi lebih padat *cmiiw.

Hidup memang harus seimbang. Ketika asupan yang dimasukkan ke dalam tubuh lebih banyak mengandung asam, netralkan dengan air yang bersifat basa. Jika kondisi lambung sedang asam, netralkan dengan cairan basa agar tak mual *cmiiw. Live balance is a must. Pelajaran ini yang saya ambil dari kasus sakitnya suami.

So, di hari keempat, demi lancarnya terapi pemulihan diare dengan Pristine 8+, saya kembali membeli Pristine 8+. Kali ini ketemu yang botol 600ml di sebuah supermarket. 

Agar pencernaan suami menjadi lebih sehat, pada hari keempat saya siapkan semangkuk yoghurt yang diberi topping cracker dan potongan pisang. Yoghurt bagus untuk kesehatan pencernaan, mengandung banyak bakteri baik yang bisa mengimbangi bakteri buruk di dalam pencernaan *cmiiw.
(https://m.klikdokter.com/amp/3409196/cara-efektif-atasi-badan-lemas-akibat-diare)

Buahnya saya berikan apel yang juga mengandung pektin dan bagus untuk membuat konsistensi BAB menjadi lebih padat.

Alhamdulillah, terapi pemulihan diare dengan memberikan beberapa asupan termasuk Pristine 8+ membuat suami sudah lebih segar dan lebih cepat pulih. Supaya ga ikutan lemes, saya juga ikutan minum. 

Pristine 8+ ini lebih segar dan mudah diserap. Ga terasa kembung walau minum banyak. Kalau sedang haus pun dahaga lebih mudah hilang.

Teman-teman punya pengalaman serupa? Share yuuuk

Thursday, September 27, 2018

Menyiapkan Bekal Untuk Piknik

"Bund, kapan dong kita berenangnya?"
"Sabar ya, kalau ga minggu ini ya minggu depan deh ya"
"Yaaa, lama banget sih"
"Iya, lihat waktunya ya"

Begitulah Falda kalau udah urusan berenang. Kalau mau diturutin, bisa tiap hari maunya berenang. Cuma sayangnya kami kan ga punya kolam renang pribadi. Kalau mau berenang ya ke kolam renang umum. Kalau ke kolam renang umum, mau ga mau kan musti bayar. Mayan atuh lah biayanya kalau berenangnya sering-sering.

Tapi, namanya demi kebahagiaan anak, tetap aja orang tua akan berusaha memenuhinya.

Minggu ini kami akan berenang gratis...yippyyy.

Kebetulan saya punya voucher.

Saking excitednya, Falda udah sibuk kasak kusuk menyiapkan ini itu. Termasuk menyiapkan bekal untuk piknik kali ini.

Berhubung ga biasa bekal aneh-aneh, kami pilih bekal yang ringan-ringan semacam biscuit gitu.

Julie's biscuit peanut butter jadi pilihan kami, karena Falda dan ayah sama-sama suka kacang. Saya lebih suka yang coklat-coklat, jadinya lebih suka Julie's biscuit Chocomore.


Piknik tanpa bawa bekal itu memang ga asyik. Apalagi pikniknya ke kolam renang. Bawaannya kan lapar aja tuh, jadinya memang kudu ngebekal.

Tiap mau berangkat berenang, kami selalu menyiapkan amunisi untuk dibawa, entah yang ringan, atau yang berat.

Julie's biscuit sandwich jadi favorit kami karena rasanya yang mantab. Selai isiannya banyak dan padat.

Suami yang biasanya suka peanut butter, sekarang jadi suka juga sama sandwich biscuit yang coklat. Isian coklatnya terasa banget coklatnya. Katanya sih coklatnya beda dibanding sandwich coklat lain.  





Rasa coklatnya tidak pahit, tapi juga ga manis. Manisnya pas, ga bikin gigi saya ngilu. Hahaha. Ini indikator saya memilih biscuit coklat akhir-akhir ini. Gigi sudah mulai sensitif banget sama yang serba manis. Kalau kena yang manis banget bakal ngilu. Nah, Julie's Chocomore ini berhasil bikin saya ngemil dengan nyaman, tanpa ngilu.

Suami pun suka karena rasa coklatnya yang ga terlalu manis. Maklum, suami tuh ngopinya aja pahit, so, kalo biskuit pun dia ga akan suka yang terlalu manis.

Halah, malah jadi bahas biscuit, hahahaha.

Yang pasti sih saya pun jadi tak sabar juga nih pingin segera akhir pekan dan berenang ramai-ramai.

"Kita jadi berenang kan minggu ini"
"Iya, kita jadi berenang minggu ini"
"Asyiiik, jangan lupa bawa biscuitnya ya bund"
"Iya pasti lah, biar ga iseng pengen jajan macam-macam"
"Yeaaay, Falda mau siap-siap ahhgg"

Aiiih, menyenangkan anak itu sederhana. Ajak piknik dan bawakan bekal kesukaannya pun udah lebih dari cukup, right?

Saturday, September 22, 2018

Bertualang ke Kota Savasa Deltamas, Cikarang

Siapa yang tak senang kalau  diajak jalan-jalan? Apalagi kalau kota yang akan dijelajah itu, belum pernah dijejak sama sekali. So, saya begitu bersemangat ketika diajak bertualang ke kota Savasa Deltamas, Cikarang. Huaaaa, seperti apa sih wujud kota yang dikelilingi area industri ini?

Rasa penasaran membuat saya begitu bersemangat berangkat pagi-pagi buta, saat yang lain masih bergelung nyaman di kasurnya.

Sabtu, 15 September 2018, sebelum subuh saya sudah bersiap-siap berangkat menuju meeting point di daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Untungnya suami sedang berbaik hati mengantarkan langsung menuju stasiun kereta. So, ga perlu kedabrukan. Tapi tetap aja ketinggalan kereta dan terpaksa menunggu 15 menit jadwal berikutnya.

Setelah sampai di Stasiun Tanah Abang, babang ojek online langsung mengantar saya menuju Gedung Sinarmas land. Saat menunggu proses top up saldo, eh bus pertama yang menuju Cikarang berangkat. Hua, ketinggalan kloter pertama.

Untung lah masih ada bis kedua. Bis ini berisi para blogger dan rekan media. Alhamdulillah disuguhi sepotong roti dan sebotol Pristine 8+ keluaran Sinarmas. Kebetulan memang belum sarapan. 

Setelah dirasa lengkap, bis pun berjalan menuju Marketing Gallery Savasa Deltamas, di Cikarang. Sepanjang jalan, dijelaskan tentang konsep Savasa Deltamas yang akan dikunjungi.

Marketing Gallery Savasa Deltamas
Marketing Gallery Savasa Deltamas

Opening Ceremony Marketing Gallery Savasa Deltamas


Tepat pukul 10.30, bis akhirnya sampai di lokasi acara pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas. Acara Opening Ceremony yang diadakan dalam sebuah tenda besar ini penuh sesak dengan pengunjung, saya pun menyaksikan sambil berdiri. Angklung dari SMK Mitra Industri mengawali acara opening ceremony pagi itu. Lanjut atraksi tabuhan beduk khas Jepang oleh Benteng Taiko. 

Setelah atraksi pembuka, sambutan pertama diserahkan kepada President Director PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI) yang juga merupakan President Director PT Panasonic Homes Gobel Indonesia, Kazuhiko Tanaka. Menurut Mr. Tanaka, Panasonic Homes sudah berpengalaman lebih dari 54 tahun dalam membangun rumah dengan konsep teknologi canggih, mulai dari Taiwan, Malaysia, dan kini Indonesia.

Setelah berbagai sambutan, acara ceremonial berupa penanaman pohon dan pengguntingan pita tanda dibukanya Marketing Galery Savasa Deltamas pun dilakukan tepat di depan show unit Savasa.

Pengguntingan Pita Menandai Pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas
Pengguntingan Pita Menandai Pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas

Keliling Show Unit Savasa Deltamas


Awalnya, para blogger akan dibagi per 5 orang untuk diajak menjelajah show unit Savasa. Namun, mengingat siang yang terik dan waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya kami bersama-sama mengunjungi 2 type show unit yang ada. 


Desain Ruang Tamu rumah di Savasa Deltamas
Desain Ruang Tamu rumah di Savasa Deltamas

Type A dengan 2 kamar tidur, luas bangunan  64m2 (6x11 atau 6x12) dan luas lahan 66m2. 

Type B dengan 3 kamar tidur, luas bangunan 80m2 (7x12 atau 7x13) dan luas lahan 84m2. 

Kedua unit ini sama-sama bertingkat, dilengkapi carport, taman, dapur, ruang tamu, dan 2 kamar mandi, atas dan bawah.






Savasa akan dibangun dengan 4 konsep dasar
1. Smart Township
2. Smart Security
3. Smart Home
4. Smart Community 





Sematan Teknologi Dalam Rumah Savasa


Savasa yang mengadopsi tagline Smart Lifestyle ini merupakan hasil kerjasama antara Sinarmasland dan Panasonic Homes & Living. Konsep hunian yang ditawarkan pun dilengkapi piranti canggih dari Panasonic. 

Semua rumah di Savasa akan dilengkapi Panasonic Home Network System yang terdiri dari 2 indoor & outdoor CCTV kamera. 1 hub, 1 motion sensor, 1 window/door sensor, 1 smart plug dan 1 Digital Cordless Phone. 

Salah satu bagian dari Panasonic Home Network System
Bagian dari Panasonic Home Network System, speaker untuk berbicara dengan orang luar

Semua piranti canggih ini akan memberikan perasaan aman kepada penghuni Savasa. Mereka bisa melakukan kontrol rumah dari mana pun. Memantau anak-anak melalui CCTV yang terkoneksi dengan smartphone saat tidak sedang berada di rumah. Jika ada orang asing pun bisa dipantau dari dalam, tak harus mengintip keluar. Penghuni bisa bertanya dengan calon tamu melalui CCTV yang bisa berbicara *cmiiw.

Melengkapi konsep Smart Security, Savasa hanya memberikan akses 1 pintu dengan pos penjagaan. Khusus pengiriman barang bagi penghuni, akan disediakan area khusus delivery dropbox.

Konsep Smart Home juga tercermin pada Panasonic PURETECH Air Filtration & Ventilation System, udara di dalam ruangan akan jauh lebih bersih, tanpa perlu air purifier. Teknologi ini menyaring 97% debu dan partikel berbahaya yang memasuki rumah. Sangat nyaman dan sehat bagi penghuni Savasa, yang mempunyai alergi debu atau menderita asma sekali pun.

Penerapan desain cross ventilation akan membuat sirkulasi udara di dalam rumah jauh lebih lancar dan sejuk, walau tanpa AC. So, tak perlu menghidupkan AC selama 24 jam.

Agar makin hemat energi, seluruh penerangan di Savasa akan menggunakan Panasonic Low Energy LED Lighting. Lampu-lampunya pun didesain bisa terkoneksi dengan smartphone. So, bisa dinyalakan dari mana saja.

Berhubung Indonesia merupakan negara yang rawan gempa, teknologi rumah tahan gempa yang biasa digunakan di Jepang pun diadopsi. Panasonic POWERTECH yang tahan gempa pun diterapkan pada rumah-rumah di Savasa Deltamas.

Akses Menuju Savasa Deltamas


Savasa ini terletak di jantung kota Deltamas dengan total luas lahan yang akan dibangun sekitar 37 hektar. Tahap pertama akan menggarap lahan seluas 13 hektar yang dibagi menjadi 4 cluster : Asa, Niwa, Hana, dan Yuta. Nantinya akan dibangun 811 hunian dan 33 area rumah toko. Konsep green environment akan menjadi hal yang diutamakan, selain modern live. So, walau berada di area industri yang terkenal panas, tapi area Savasa Deltamas akan ditanami banyak pohon. Berjalan-jalan di sekelilingnya akan menjadi sangat menyenangkan. Udaranya segar dan sejuk. 

Bisa ditempuh dengan menggunakan mobil melalui tol cikampek exit 37. Akan dibangun exit 41,6 yang akan lebih dekat ke Savasa. Bagi penggemar commuter line seperti saya, bisa turun di stasiun Cikarang, lanjut ojek online sekitar 15 km. 

Nantinya, Savasa juga akan dilewati kereta jalur cepat Jakarta Bandung. Stasiun terdekat, Karawang, hanya berjarak sekitar 1 Km saja, tak sampai 5 menit. Bandara Halim berjarak sekitar 37 Km dari Savasa. Sementara Bandara Kertajati yang baru saja diresmikan, berjarak 130 km.

Acara Hiburan


Setelah puas menjelajah Show unit Savasa, kami disuguhi makan siang, lalu bersiap melaksanakan sholat Dzuhur. Acara dilanjutkan dengan rangkaian hiburan, mulai dari permainan angklung kembali oleh SMK Mitra Industri. 

Berikutnya, hadir Ica Zahra, perempuan muslim berhijab dengan style Kimono modern, membawakan beberapa lagu Jepang populer. Ica merupakan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S2 di Jepang. Saat itu, Ica mengikuti lomba karaoke nasional yang sedang diadakan di Jepang, dan menang. Sejak itu, Ica sering mengadakan konser yang hampir selalu dipenuhi pengunjung.

Sebagai pamungkas, tampil lah Hiroaki Kato, penyanyi cover lagu Indonesia versi Jepang yang sudah 4 tahun ini menetap di Indonesia. Hiroaki sangat fasih berbahasa Indonesia hingga didaulat menjadi salah satu MC sepanjang acara opening ceremony. Hebatnya, cara Hiroaki berbicara sudah sangat Indonesia *ehhh. Hampir sulit mengenali logat Jepangnya.

Penampilan Hiroaki Kato Saat membawakan Lagu Meraih Bintang versi Jepang
Penampilan Hiroaki Kato Saat membawakan Lagu Meraih Bintang versi Jepang


Tour Kota Deltamas


Setelah hiburan, para blogger pun diajak berjalan-jalan, mengelilingi kota Deltamas Cikarang. Whuaaa, beneran hari itu kami puas ikut tour.

Melalui bis, kami ditunjukkan area-area industri di kota Deltamas. Ada pabrik Mitsubishi, Wuling, Honda, Suzuki, hingga pabrik Mayonaise asal Jepang, Kewpie. Saya sampai terbengong-bengong menyaksikan ratusan mobil yang ada di areal pabrik Mitsubishi. Pabrik Wuling bahkan jadi base ekspor untuk wilayah Asia.


Memandang area pabrik mobil dari dalam bis
Memandang area pabrik mobil dari dalam bis

Beberapa tahun ke depan akan dibangun sekolah Jepang yang sebelumnya cuma ada di Bintaro. Memang, beberapa Industri yang ada di kota Deltamas berasal dari Jepang. Tentu banyak ekpatriat asal Jepang. Ini membuat kebutuhan akan sekolah khusus dari pemerintah Jepang pun meningkat.

Prospek bagus? 

Banyak ekspatriat Jepang atau ekspatriat asing lain yang akan tinggal atau menyewa rumah di seputar Savasa Deltamas. Hmm, peluang investasi nih. Beli unit rumah di SAVASA, lalu jual kembali? Atau disewakan? *hm, usap-usap dagu.

Melengkapi konsep Smart Township dan Smart Community, di area Deltamas juga akan dibangun Aeon Mall yang konon jadi mall terbesar seAsia Tenggara, luasnya hampir 20 hektar. Wow, Aeon Mall BSD aja 10 hektar, udah terasa besar banget, apalagi 20 hektar. Rumah sakit pun akan hadir, salah satunya RS Mitra Keluarga.

Fasilitas pendidikan pun sudah ada di Deltamas, ITSB, Institut Teknologi Sains Bandung, Sekolah Korea (TK-SMA), SMK Ananda Mitra Industri, Pangudi Luhur Bernardus (TK-SMA). 

Oh ya, yang unik dari ITSB adalah dosen-dosennya langsung didatangkan dari ITB Bandung. Mereka diantar jemput saat perkuliahan. Mata kuliah dan jurusan yang ada, disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Cikarang. Jadi beda dengan perguruan tinggi lainnya. Keren ya?

Selain itu, ada juga Deltamas Sport Centre dan Le Premiere Hotel.

Puas berkeliling kota Deltamas yang luas dan modern, saatnya pulang kembali ke Jakarta dan menuju rumah masing-masing. Walau lalu lintas menuju Jakarta sore itu padat sekali, tapi kami puas sudah seharian bertualang ke kota Savasa Deltamas, Cikarang. Jadi tak sabar menunggu kota ini jadi sepenuhnya. Pasti bakal keren dan modern. Sejuk, dan segar. Aman, dan nyaman. Ah, hunian impian.

Thursday, August 30, 2018

Asian Games 2018 & Sport Tourism Indonesia

Perhelatan akbar kelas dunia, Asian Games 2018 sedang berlangsung di Jakarta dan Palembang selama 18 Agustus 2018 - 2 September 2018. Selama 2 pekan ini kita akan disuguhkan pertandingan olahraga kelas dunia. 45 negara peserta euy. Mulai dari Malaysia, sampai Tajikistan.



Saat upacara pembukaannya, alias Opening Ceremony Asian Games 2018, dunia netizen begitu ramai. Mulai dari yang super kagum, sampai yang super julid *ehgg. Ada yang menganggap penyelenggaraan Asian Games 2018 ini sebagai pemborosan dan cuma buang-buang duit. Hmm. Apa iya pemborosan?

Nih ya, coba dipikir-pikir lagi, emangnya segitu banyak atlet yang datang bertanding itu cuma akan ongkang-ongkang kaki aja di Indonesia? Cuma ngarep dibayarin dan jalan-jalan gratis? Oh tidak!

Namanya atlet bertanding itu pasti lah butuh refreshing, butuh istirahat, butuh hiburan. Ga mungkin selama mempersiapkan pertandingan atau sesudah bertanding mereka cuma ngendon aja di kamarnya. Apa ga bosen? Apa ga stres?

Seminimalnya mereka akan curi-curi waktu untuk jalan-jalan atau sekedar jajan oleh-oleh. Mumpung nih, mumpung lagi dibayarin negaranya buat berkunjung ke negara orang. Masa' sih mau melewatkan waktu untuk menikmati keindahan negara tetangga? Kapan lagi? Belum tentu besok-besok akan dibayari lagi ke negara yang sama.

Itu baru dari sudut pandang atlet lho ya. Belum lagi kru offisialnya, keluarganya, supporternya, atau kru-kru lainnya. Pasti mereka juga akan menyempatkan buat jalan-jalan dan jajan.

Ini lah yang dikenal dengan istilah sport tourism. Bahwa penyelenggaraan sebuah tournament atau event olahraga pun berpotensi mendulang turis. Turis yang datang ini tentu lah akan menghabiskan uangnya di negara tujuan. Entah untuk akomodasi, transportasi, hingga jajan. Sedikit atau banyak pasti akan menyumbang devisa bagi negara.

Kalau ga mendulang dollar, ga mungkin lah Singapore mau menyelenggarakan pertandingan dunia Moto GP *cmiiw.  Penyelenggaraan eventnya kan pasti menelan banyak dana, belum lagi biaya untuk pembuatan venue. Duuh itu pasti biayanya gedhe. Tapi, mereka mau lho bikin tiap tahun. Karena ya itu tadi, penyelenggaraan event sport seperti ini selalu menarik kunjungan wisata. Turis yang sengaja datang untuk nonton dan pada akhirnya menghabiskan banyak uang di sana. Mulai jajan di hotel sampai jajan di kaki lima. Mulai jajan suvenir, sampai jajan berbagai produk.



Salah satu contoh kecil bagaimana event Asian Games 2018 ini sudah menjadi salah satu bentuk sport tourism Indonesia, ada 4 turis asal Amerika yang sengaja jauh-jauh datang untuk menonton Opening Ceremony Asian Games 2018 seperti liputan dari liputan6.com ini https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3622438/tak-dapat-tiket-pembukaan-asian-games-lima-turis-as-jadi-pelukis-wajah-dadakan-di-gbk. Para turis asal Amerika ini sengaja datang untuk menghadiri pembukaan Asian Games 2018. Sayangnya, mereka kehabisan tiket. Karena tak ingin sia-sia, mereka tetap bertahan di GBK dan menggelar "lapak" lukis wajah.

Contoh lainnya, CNBC menuliskan "ulah atlet raja minyak" yang enggan menggunakan fasilitas hotel yang disediakan panitia dan malah memilih menginap di hotel pilihannya sendiri yang rate per malamnya di kisaran 1-1,5juta. Mereka membooking setidaknya 25 kamar dengan biaya sendiri! https://www.cnbcindonesia.com/news/20180825181425-4-30222/atlet-asian-games-sewa-hotel-sendiri-sampai-kalap-belanja/2

Nah...nah, kalau sudah begini, pemerintah daerah setempat kan yang mendulang rejeki? Negara penyelenggara, kan? So, sport tourism Indonesia ini juga bisa mendulang devisa. 

Contoh sukses lain sport tourism Indonesia yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir adalah Event tahunan Balap Sepeda Tour de Singkarak, Jakarta Marathon, Bali Marathon, Indonesia Open, dst. Event-event olahraga skala nasional dan internasional ini berhasil menarik peserta dan turis asing untuk datang dan memberikan support sekaligus menikmati keindahan alam daerah tujuan plus membelanjakan uangnya di Indonesia ;). Ahay

So, jangan remehkan kekuatan sport tourism Indonesia. Jika digarap lebih serius dan rutin, tentu akan semakin menjanjikan. Bukan ga mungkin efek jangka panjangnya mereka akan kembali lagi someday, khusus berkunjung ke Indonesia, menikmati keindahan alam dan keramahan penduduknya, dengan biaya sendiri!

Saturday, August 18, 2018

Nongkrong Seru di Bands Cafe & Resto

Nongkrong, makan-makan, ngobrol-ngobrol, atau sekedar kumpul komunitas, rasanya sudah ga asing lagi dilakukan, ya ga sih? 

Beberapa tahun terakhir ini memang trend nongkrong di coffee shop, cafe, semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan bersosialisasi, menjalin networking, atau meeting kecil-kecilan.

Peluang ini lah yang ditangkap oleh Bands Cafe & Resto yang baru saja Grand Opening tanggal 6 Agustus 2018 lalu. Cafe yang terletak di kawasan Super Blok Kemayoran ini dihadirkan untuk mengakomodir kebutuhan cafe yang masih sedikit di seputar Kemayoran.

Pada 11 Agustus 2018 lalu, beberapa blogger diundang khusus untuk diperkenalkan dengan menu-menu andalan mereka.


Bands Cafe & Resto


Menurut pak Teddy, salah satu owner, Bands Cafe & Resto ini didirikan dengan dasar community cafe. Cafe ditujukan sebagai tempat yang nyaman bagi berkumpulnya suatu komunitas. Entah komunitas bermotor, komunitas Harley, komunitas otomotif, komunitas musik, komunitas olahraga, komunitas seni, dan sebagainya.



Tak heran, cafe ini mempunyai ruangan indoor yang luas dan nyaman. Pun punya ruang outdoor yang juga cukup banyak. Ada private room juga jika ingin mengadakan acara dengan ruang tertutup. Yang keren, mereka punya panggung yang bisa digunakan untuk acara-acara tertentu, misalnya acara musik, atau sekedar nyanyi-nyanyi.






Di cafe ini juga ada toko kecil-kecilan nih. Menjual beberapa asesoris seperti casing atau ring handphone. Ada juga dijual asesoris motor seperti helm atau jaket kulit.




Kalau pengen tatoo, mereka juga punya ruang khusus untuk tatoo, mau yang permanent atau temporary.

Pengen dibikinin lukisan langsung dari pelukis? Ada juga. Harganya ga mahal kog, lukisan sketsa di talenan cuma 200ribuan aja. Bisa sambil ditungguin atau diambil beberapa hari kemudian. Pokoknya, lukisan disini bisa minta on the spot lah. Sembari menunggu lukisan jadi, bisa lah ngopi-ngopi dulu sambil ngemil. Asyik kan?



Menu Andalan

Bicara menu andalan di cafe ini cukup banyak. Pastinya beberapa makanan adalah makanan khas Indonesia, seperti sop buntut, nasi goreng, dan sebagainya. 
  
Sop Buntut

Sop buntut ala bands cafe & resto ini rasanya kaya rempah dengan daging buntut yang empuk dan mudah dikelupas. Terasa juicy karena proses pemasakannya yang pas.

Beberapa makanan lain adalah makanan western, seperti burger, steak, dan sebagainya. Ciri khas burger dari Bands Cafe & Resto ini adalah cream cheese yang melimpah dan daging burgernya yang tebal dan benar-benar terbuat dari daging giling pilihan. 

Garlic Butter Cheese Burger

Makan satu burger ini sendiri rasanya kenyang banget lho, lha dagingnya padat banget. Ada cheese burger biasa, ada juga Garlic Butter Cheese Burger. Ciri khasnya ada pada garlic butternya, bawang putih yang diiris tipis-tipis dan ditumis dengan butter.

Pengen pasta? Ada kog. Ada Spaghetti Bolognaise yang melimpah banget saus bolognaise daging giling dan keju parutnya.




Beberapa menu merupakan perpaduan makanan tradisional dengan western. Semacam east meet west gitu lah. Macam nasi goreng tropical seperti yang sedang dipegang buncha ini.




 Lagi malas makan berat dan cuma pengen ngopi atau cuma mau minum-minum santai aja? Ada banyak nih pilihan kopi, latte, juice, teh, sampai milkshake. 



Salah satu minuman yang agak unik dan belum saya temukan di cafe lain adalah milkshake red velvet ini. So, begitu ditawari mau pesen minum apa, pilihan saya langsung jatuh ke minuman satu ini.



Gimana? Udah mulai ngiler? Cuss aja ke Superblok Mega Kemayoran Kav B-6 ya

Saturday, August 4, 2018

No Bake Strawberry Cheese Cake, Cooking Class

Pada dasarnya, saya bukan lah orang yang hobi memasak. Tapi bukan juga orang yang malas turun ke dapur. Gak gila dapur, tapi suka coba-coba resep baru. Saya suka membuat kreasi resep, atau mengolah makanan tertentu jadi makanan baru atau makanan yang berbeda. Intinya sih, saya suka sesuatu yang baru.

Itu juga kalau lagi ga malas. Kalau malasnya kumat, ujung-ujungnya ya masak yang mudah-mudah aja. Hahaha.

So, ketika dapat kesempatan ikutan Cooking Class, siapa yang bisa nolak? Apalagi cooking class yang hand on gitu. Langsung praktek, langsung coba, dan hasilnya boleh dibawa pulang. Huaaa. Jadi inget jaman masih rajin ikut-ikut latihan bareng (latbar) bareng temen-temen komunitas masak, NCC Pamulang.

Sore itu, 30 Juli 2018, saya bersama beberapa teman, mendapat kesempatan untuk mengikuti #ILotteHangOut. Kali ini kami belajar memasak bareng Putri Habibie, pemilik private cooking clas @ladybakecookingclass. Putri yang merupakan salah satu cucu B.J. Habibie ini memang biasa mengadakan cooking class. 

Biasanya, peserta cooking classnya Putri adalah para artis, selebriti, ibu rumah tangga maupun remaja yang ingin belajar masak secara pribadi. Putri pintar sekali mengolah resep dan mengajarkan cara memasak yang mudah. Dengan mengikuti kelasnya, orang yang baru belajar masak sekali pun, akan langsung merasa bahwa memasak itu sama sekali ga rumit.

Pada cooking class yang diadakan di sore hari jam 3an itu, kami belajar sebuah resep cake yang sederhana dan tanpa oven. No Bake Strawberry Cheese Cake. Berikut resep dan cara memasaknya ya


No Bake Strawberry Cheese Cake



Bahan 
10 Fresh Strawberries
150gr Cream Cheese
50 gr Greek Yoghurt
1 sdm Gula Halus untuk Cream Cheese
1 sdm Gula Pasir
1 sdt Vanilla 
½ cup Whipped Cream 
Extra Whipped Cream untuk hiasan
Biskuit Marie Regal

Cara membuat

1. Iris-iris kasar buah strawberi, masukkan ke dalam mangkuk kecil, tuangkan gula pasir. Aduk rata dan sisihkan.
2. Hancurkan biskuit marie regal, bisa halus atau semi kasar, sesuai selera aja. Sisihkan. 
3. Campur cream cheese, vanilla, greek yoghurt, dan gula halus dalam mangkuk besar, aduk rata. Kemudian, masukkan ½ cup whipped cream, aduk pelan-pelas sampai rata. Jangan terlalu keras mengaduk, supaya whipeped cream ga pecah. Sisihkan.
4. Siapkan wadah alumunium, atau bisa juga jar atau gelas kaca. Pada lapisan pertama, masukkan remahan biskuit. 
5. Berikutnya masukkan adonan cream cheese untuk lapisan kedua. 6. Tutup permukaan lapisan kedua dengan cacahan strawberi. 
7. Terakhir, hias dengan whipped cream dan sisa potongan strawberi.

A post shared by advencious.com (@advencious) on

Taraaa, no bake cheese cake sudah bisa disajikan. Kalau mau lebih mantap, masukkan deh ke dalam kulkas. Rasanya akan lebih creamy. Kalau mau makan, gunakan scoop atau sendok.

Bagaimana? Gampang kan ya?

Oh ya, greek yoghurt yang kami gunakan saat itu menggunakan Heavenly Blush yang creamy. Rupanya, salah satu kelebihan Yoghurt adalah tinggi kalsium dan rendah lemak. Kombinasi ini bagus banget untuk program diet. Kalsium bisa menurunkan hormon kortisol, sehingga ga mudah stres. Asam amino yang dikandung yoghurt bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak. 

Greek Yoghurt ini bagus lho buat membuat kenyang lebih lama. Saya pernah nyoba buat sarapan, dan benar, sekotak greek yoghurt cukup banget bikin kenyang.

Beli Heavenly Blush dimana? di ilotte.com dong. Kan bisa beli via lottemart, barang akan bisa diantar dalam hitungan 3 jam. Asyik kan?

Ada yang sudah pernah nyoba belanja di ilotte.com? 

Jalan-jalan ke GIIAS 2018 booth Wuling

Sabtu siang yang menyenangkan. Saya jalan-jalan ke pameran mobil terbesar seAsia, GIIAS 2018. Pameran mobil, beberapa mobil low MPV, yang tiap tahun diselenggarakan di ICE BSD ini selalu menyedot perhatian.

Walau lokasinya nun jauh di daerah BSD, nyaris ke Cisauk, kabupaten Tangerang, tetap saja antusiasme pengunjungnya luar biasa. Padahal daerah ICE BSD ini tak ada angkutan umum, kecuali shuttle gratis yang disediakan penyelenggara.

Sabtu siang itu sengaja saya ke stasiun Rawabuntu, stasiun terdekat yang mudah dijangkau, sekedar ingin menjajal shuttle gratis yang disediakan penyelenggara GIIAS 2018. Ternyata bukan cuma saya yang sedang menunggu. Ada puluhan orang yang juga sedang menanti dengan wajah gelisah. Mereka rata-rata datang berombongan. Ada yang sama teman-teman, ada yang sama anak-anak, ibu bapak, atau bersama pasangan.

Jika melihat pengumuman di papan, harusnya sih shuttle datang tiap jam, mulai jam 10 pagi. Tapi rupanya, tanpa jadwal khusus. Shuttle bisa datang kapan saja. Setelah melewati 3 shuttle yang penuh, saya perhatikan, dalam 10-15 menit sekali, ada 1-2 shuttle yang datang menjemput hingga ke dalam parkir utara stasiun Rawabuntu itu.

Sampai di GIIAS 2018, saya mengamati antusiasme pengunjung yang datang beramai-ramai. Saya takjub. Tiket weekend 100.000 per pengunjung kog kayaknya terasa murah. Kalau 1 keluarga mengajak 5 orang, berarti mereka kan merogoh kocek 500ribu. Ckckck, demi menonton pameran mobil? Hm, entah lah. Saya lupa juga menanyakan mereka satu per satu. 

Besok kalau dapat kesempatan ke GIIAS 2018 lagi, saya mau tanya pengunjungnya ahh. Apa yang menyebabkan mereka rela merogoh kocek 100.000 demi menyaksikan pameran mobil. Jiaaah, iseng banget ga sih. Tapi asli ini bikin penasaran, secara saya perhitungan banget sama uang 100.000. Buat dapetinnya pontang panting boo, hahaha.

Oke, singkat cerita, saya pun "parkir" dulu di booth Mobil 123, niatnya sih mau ikut kuisnya. Tapi berakhir takjub lihat salah satu pengunjung berhasil dapat hadiah handphone Samsung J7 Prime! Duh ya Allah, saya mupeng. Handphone saya sudah sering hang. Padahal segala aplikasi juga udah dihapus. Ya, maklum lah ya, handphone jadul ram 1Gb. Masih bagus sanggup diajak "kerja". Bisa tetap digunakan saat deadline kerjaan datang *curhat detect. Ya, mudah-mudahan dapat rejeki handphone lagi ya *aamiinkan saudara-saudara.


Penasaran dengan Mobil Low MPV

Puas berkeliling area GIIAS 2018 yang super luas, dari hall 1 sampai hall 10, saya akhirnya ke boothnya Wuling yang saat itu sedang memamerkan Wuling E100.     






Wuling E100 ini kabarnya laris manis di negara asalnya sana, Tiongkok. Mobil kecil mungil bermuatan 2 orang ini merupakan mobil listrik berdaya tahan 9 jam, atau jarak tempuh 200 km. Sayangnya, mobil ini belum bisa masuk ke Indonesia karena adanya beberapa regulasi yang harus dipenuhi. Ya, sabar-sabar aja menunggu kabar ya. Mobil lucu ini kan cucok buat jalan-jalan ke mall atau pasar berdua Falda. Buat yang ngantornya biasa pakai mobil sendirian, keknya lebih cucok naik ini. Atau emak-emak yang antar jemput anak sekolah, bisa pilih ini juga buat alternatif.

Selain mobil kecil itu, Wuling rupanya juga memajang SUV yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, entah di akhir tahun 2018, atau awal tahun 2019. Sport Utility Vehicle ini rupanya dinanti banyak orang. Itu ga sengaja saya temukan saat lagi buka-buka instagramnya Wuling. Banyak komen-komen penggemar Wuling yang menanyakan kapan Wuling akan meluncurkan seri SUV tersebut. Rupanya penggemar Wuling di Indonesia menantikan mobil berukuran sedang berkapasitas 4-5 orang. 


Wuling & Mobil Low MPV


Walau pemain baru di Indonesia, Wuling motor cukup serius menggarap pasar Indonesia. Buktinya, mereka langsung membuat pabrik di Cikarang dan mendirikan hingga 80 dealer di seluruh Indonesia, hanya dalam jangka waktu 1 tahun. Ini bukti keseriusan Wuling berinvestasi di Indonesia. Wuling ingin memerikan pelayanan after sales yang baik, garansi yang membuat pelanggan tenang.

Pantas saja lah jika penjualannya berhasil mencapai 14.000 unit dalam 1 tahun. Prestasi ini pun sampai diganjar penghargaan Rookie of the year (2018) oleh majalah mobil motor.

Padahal, hasil penjualan segitu banyak, cuma dengan 2 jenis mobil MPV aja lho ya. Confero dan Cortez. Jenis mobil segala aya, alias multi pusposed Vehicle ini dibanderol di kisaran harga 130 jutaan, sampai yang paling mahal di kisaran 200 jutaan saja. Mobil MPV murah.

Wuling tampaknya tahu betul, masyarakat Indonesia ini rata-rata keluarga besar, senengnya pakai mobil keluarga berjenis Low MPV yang murah, tapi bisa mengangkut banyak orang dan mengangkut apa aja. Mulai angkut keluarga, sampai angkut barang.

Saya pun senengnya jenis-jenis MPV murah sih, mobil keluarga. Pan bisa angkut mama papa, dan 3f jalan-jalan ke luar kota. Aamiin.

Kalau sobat advencious, senengnya jenis mobil yang mana nih? MPV atau SUV?

Friday, August 3, 2018

Serunya Konser The Professor Band UI

The Professor Band? Bandnya professor? Professor main band? Atau musisinya udah sekelas professor ilmu musiknya? Halah ribet ya. Tapi itu lah yang ada dalam pikiran saya saat mendengar akan diadakannya konser The Professor Band (TPB).

Dalam bayangan saya, ini professor pada ngapain sih. Main band? Sekedar unjuk kebolehan, atau konser beneran? Udah professor kog ya masih main musik. Kurang sibuk? *ehhh

Ternyata di akhir sesi saya baru paham, kenapa sih para professor-professor ini main band.


Sejarah The Professor Band


Namanya manusia tuh ya, ada otak kanan dan ada otak kiri. Bisa serius, tapi boleh juga dong, santai. Nah, demi menyeimbangkan kehidupan, ga melulu berkutat dengan diktat, buku, dan tugas-tugas mahasiswa, para professor-professor UI pun berkumpul untuk sekedar menyalurkan hobi bermusik. 
Awalnya sih cuma iseng-iseng aja para professor dari fakultas FISIP UI ngumpul di tahun 2003. Ga ada wacana serius mau bikin konser segala macam. 

Seiring waktu, para professor yang hobi bermusik ini lantas memantapkan diri untuk mendirikan The Professor Band. Anggota awal yang hanya para professor UI dari fakultas FISIP pun berkembang menjadi professor UI dari berbagai fakultas dan program studi. Bahkan beberapa mahasiswa berbakat musik juga turut dilibatkan.


Konser The Professor Band



Langkah The Professor Band makin lama makin luas. Bukan lagi sekedar di lingkungan UI, tapi merambah juga ke luar lingkungan kampus. Bahkan melanglang hingga ke mancanegara. Beberapa kali TPB diundang konser di US dan negara-negara lainnya. 

Pada 27 Juli 2018 lalu, TPB kembali mengadakan konser. Kali ini di gedung Makara Art Centre. Gedung kesenian yang sengaja dibangun UI Depok untuk berbagai pertunjukan dan acara kesenian.

Yang lucunya, waktu saya dan Falda mencari gedung Makara ini, ada yang ngga tahu. Saat saya tanya gedung Makara Art Centre, pak satpamnya ga ngerti, malah bilang "oh, gedung kesenian kali ya? Ada di sebelah sana bu". Karena ragu-ragu, saya bertanya pada mahasiswa yang lewat tentang lokasi gedung kesenian. Ajaibnya mereka semua bertanya-tanya, dimana letak "gedung kesenian". Tak ada satu pun yang bisa menunjukkan letak "gedung kesenian itu". Begitu saya tanya "Makara Art Centre", baru pada ngeuh. "oh, kalau Makara Art Centre sih di situ bu."

Duh, beda generasi ya. Pak satpam tahunya gedung kesenian. Tapi generasi muda kenalnya Makara Art Centre :)

Akhirnya saya berhasil menemukan gedung Makara Art Centre yang lokasinya ga jauh dari stasiun Pondok China. Posisi gedungnya persis berhadapan dengan Danau UI, ga jauh dari masjid UI.

Konser Feat Koes Plus & The Panbers


Lagu-lagu yang dibawakan TPB pun beragam, mulai lagu jazz, pop, dsb. Umumnya lagu-lagu oldies, tahun 1980 -  1990an.

Khusus konser TPB kali ini, mereka sengaja membawakan lagu-lagu Koes Plus dan The Panbers. Tak heran jika konsernya bertajuk "Tribute To Koes Plus & The Panbers"

Lagu Koes Plus dan The Panbers dibawakan secara bergantian mulai pukul 16.00 - 18.00. Para penyanyi yang membawakan lagu berganti-ganti, mulai mahasiswa UI, anak-anak professor, hingga ibu-ibu rektorat UI.

Lagu-lagu lawas pun berkibar di seantero gedung. Kami para penonton pun ikut larut membawakan lagu semacam Kisah sedih di hari minggu, Ayah. Untungnya sih pada bagian background panggung terpampang layar besar yang menampilkan lirik lagu. Kami seakan-akan diajak bernostalgia sambil berkaraoke diiringi The Professor Band!

Pada akhir acara, saya kaget melihat layar itu menampilkan sosok Oom Yok Koeswoyo. Ya ampun, ternyata sejak tadi oom Yok ada di antara para penonton. Huaaa, segala haru melanda, bahagia, bangga, takjub menyaksikan legenda musik Indonesia yang masih hidup.

Oom Yok Koeswoyo pun diminta maju ke atas panggung untuk turut bersama menyanyikan lagu pamungkas, Boedjangan.



Lagu Pamungkas, Boedjangan, karya Koes Plus, menjadi penutup yang manis dari konser The Professor Band di Makara Art Centre UI Depok. Seluruh penonton ikut larut bersama alunan musik dan lagu yang ternyata juga dihadiri salah satu personil Koes Plus yang masih tersisa, oom Yok Koeswoyo. Sukses selalu The Professor Band, menjadi inspirasi bagi bidang akademisi dan pendidikan. Bahwa hidup hendak lah seimbang, tak melulu sibuk dengan otak kiri, tapi juga harus mengaktifkan otak kanan. Tak melulu sibuk dengan kognitif, tapi harus mengaktifkan afektif. Thanks prof, telah menunjukkan pada kami, bahwa profesor itu tak harus kaku, tapi bisa juga diajak santai begini. Yuuk para mahasiswa-i, manfaatin gedung kesenian yang udah dibangun dengan megah ini dengan karya-karya seni lainnya. Pesan profesor loh ini. #laguindonesiajayadinegrisendiri #TPBbelajarbermainbermusik
A post shared by Maya Siswadi (@mayasiswadi) on


Ahhh, hati saya rasanya penuh banget hari itu. Senang bisa ikut menyanyi bersama, joget bersama, nostalgia bersama. Mengenang masa-masa muda. Hiahahaha.

Saking senangnya, saya sampai lupa memanfaatkan moment, foto bersama dengan oom Yok. Huaaaa...


Meet & Greet with TPB


Setelah selesai konser, kami dapat kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan para professor TPB ini.


Melalui tanya jawab, terungkap jika persiapan mereka untuk sampai bisa konser ini cukup singkat, cuma sempat 5x latihan.

Untuk mengarahkan dan menggarap permainan para professor ini, dilibatkan lah R. Septa Suryoto Ssn. sebagai music director.

Oh ya, The Professor Band juga udah punya album loh. Walau bukan lagu sendiri, tapi musiknya digarap dengan serius.

TPB memang belum punya lagu sendiri. Tapi, itu ga menyurutkan mereka untuk tetap berkarya kan?