Agoda

Sunday, November 11, 2018

Piknik Keluarga ke Go Wet Grand Wisata Bekasi

Piknik itu kalo cuma sendiri rasanya kog kurang seru ya? Kurang ada gregetnya. Masih mending piknik bareng temen. Lebih asyik lagi sih kalau pikniknya bareng keluarga. Akan lebih terasa bondingnya.

Kegiatan liburan yang dilakukan bersama-sama itu akan terasa menyenangkan dan membahagiakan. Lepas stres dan beban.

Walau lepas stressnya cuma sebentar, tapi lumayan lah, tiap orang butuh menyeimbangkan hidup. Biar ga stress ngejar-ngejar duit atau stress belajar.

Minggu lalu, 4 November 2018, saya, mas Suami, dan Falda melanglang jauh ke daerah Tambun, Bekasi.


Arena Go!Splash, cocok untuk anak-anak, Go Wet Grand Wisata Bekasi
Arena Go!Splash, cocok untuk anak-anak, Go Wet Grand Wisata Bekasi 


Bukan tanpa alasan kami jauh-jauh (nyaris 70km) menyasarkan diri naik turun kereta dari Tangerang Selatan. Kebetulan hari itu kami menghadiri Blogger Gathering yang diadakan Sinar Mas Land di wahana wisata Go Wet yang berada di dalam kawasan perumahan Grand Wisata Bekasi.

Wuaah, siapa yang tak senang ikut blogger gathering nun jauh di luar kota sana dan dibolehkan mengajak serta keluarga sambil menikmati wahana wisata permainan air (waterpark) terbesar di Indonesia. Duuh, ini judulnya piknik yang asyik.



Naik Commuterline dari daerah Serpong


Kami berangkat dari stasiun Rawabuntu, transit di stasiun Tanahabang menuju Manggarai. Saat tiba di stasiun Manggarai, seharusnya naik kereta tujuan Cikarang di jalur 4. Cuma sayangnya, kami ketinggalan setengah jam. Kereta yang melewati stasiun Tambun ini baru akan tiba di Manggarai dalam waktu 30 menit berikutnya.

Takut terlambat, kami putuskan naik kereta yang hanya sampai stasiun Bekasi saja, lanjut kendaraan online atau taksi.

Singkat cerita, kami sampai stasiun Bekasi dan langsung order mobil online menuju Go Wet Grand Wisata Bekasi.

Setelah sampai Go Wet, tukar gelang, kami langsung masuk ke area Go Wet.



Gelang Biru untuk membeli makanan minuman di arena Go Wet
Gelang Biru untuk membeli makanan minuman di arena Go Wet


Kami langsung bagi tugas. Saya masuk area gathering, suami langsung menemani Falda yang udah ga sabar mau nyemplung dan puas-puasan main air.

Kebetulan Falda dan suami ini cucok banget kalau udah urusan main air. Mereka betah berjam-jam berada di kolam. Sementara saya orang yang males basah-basah kedinginan. Jadi ayah anak ini langsung menuju kolam.



Blogger Gathering


Acara Gathering pagi menjelang siang itu dihadiri oleh hampir 50an blogger beseta keluarganya. Para blogger dijelaskan tentang Go Wet plus Grand Wisata, perumahan yang jadi lokasi Go Wet.



Blogger Gathering Go Wet Grand Wisata Bekasi
Blogger Gathering Go Wet Grand Wisata Bekasi


Selesai pemaparan, kami diajak keliling komplek Grand Wisata yang luas. Diajak lihat-lihat beberapa area bisnis, area food court, sampai Marketing Galerinya Grand Wisata. Di marketing gallery ini ada maket super besar yang memperlihatkan gambaran kawasan Grand Wisata ini. 




Blogger sibuk memperhatikan maket yang luas dan penjelasannya
Blogger sibuk memperhatikan maket yang luas dan penjelasannya


Ada juga maket kecil yang menunjukkan beberapa type rumah. Area grand wisata yang luas ini ternyata terdiri dari beberapa cluster. Area perumahan, dipisahkan dengan area pertokoan. Area pertokoan sengaja dibangun khusus dengan penyediaan tempat parkir yang memadai agar tidak mengganggu mobilitas warga. Masih ada beberapa area yang belum dibangun sepenuhnya.

Konsep green living diterapkan penuh di Grand Wisata ini. Banyak pepohonan di sepanjang trotoar dan pembatas jalan. Ada spot-spot hijau juga yang sengaja dikosongkan khusus untuk ditanami berbagai pohon. Grand Wisata ingin membangun konsep bahwa tinggal di Bekasi tak harus panas! Dan memang saya ga merasakan hawa panas selama berjalan-jalan di kawasan ini.

Setelah keliling Grand Wisata Bekasi, kami balik kembali ke Go Wet. Saya udah deg-degan khawatir suami dan Falda kelaparan, secara gelang makanannya sama saya.



Food Court


Selesai blogger gathering, kami langsung makan siang. Khusus Falda dan suami, saya belikan nasi Padang Sederhana yang ada di area foodcourt. Harganya cukup affordable kog. 1 box nasi lengkap isi nasi, rendang, sambal, sayur cuma 30ribuan. Sekotak Pizza pun hanya dihargai Rp 30.000 saja. Aneka jajanan dan makanan berat cukup tersedia di arena ini.

Pengunjung memang tidak dibolehkan membawa bekal makanan yang dikhawatirkan mengotori arena kolam. Sebagai pengganti, pihak Go Wet menyediakan arena khusus makanan, foodcourt dengan harga yang relatif terjangkau untuk kawasan wisata. Harga secangkir coffee late aja cuma Rp 12.000.




Foodcourt Go Wet Grand Wisata Bekasi
Foodcourt Go Wet Grand Wisata Bekasi

Oh ya, semua transaksi jual beli makanan minuman di area Go Wet ini menggunakan gelang khusus yang berisi saldo tertentu. Ada gelang kuning yang bisa diisi saldo dan sisanya bisa kembali cash. Ada gelang biru yang bisa diisi saldo tapi sisanya ga bisa kembali.

Kenyang makan siang, kami istirahat sebentar sebelum mulai nyebur lagi.



Menikmati Aneka Wahana Air di Go Wet


Falda yang paling antusias mengajak saya untuk nyebur ke kolam ombak. Cuma saya ga bawa baju renang, jadi saya cuma nemenin aja di pinggiran kolam. Untungnya sih di arena Go!Wet ini ada banyak sekali Lifeguard yang selalu siaga mengawasi di pinggiran kolam, jadi tenang juga main airnya.


Begitu suami selesai istirahat, mereka langsung merancang naik seluncuran lagi, mulai Go!Fast, Go!Flash, Go!Speed, Go!Sprint, Go!Spin, sampai Go!Twist. Saya mah bagian shooting aja.



Arena Go!Fast, Go!Flash, Go Speed Go!Sprint
Arena Go!Fast, Go!Flash, Go Speed Go!Sprint


Ga puas cuma sekali, Falda sampai naik berkali-kali. Bahkan naik sendiri saat ayahnya udah capek naik turun. Hahaha. Dasar anak-anak ya. Energinya ga abis-abis. 




Main kolam ombak Go!Wave, seluncuran semacam Go!Flash, malas-malasan di Go!Lazy, dsb, puas dimainkan Falda dan suami hari itu.

Go Lazy sebenarnya cocok buat saya yang malas main air, cukup berbaring di pelampung yang disediakan gratis oleh Go Wet di sepanjang area, bisa puas deh keliling-keliling mengikuti arus tipis-tipis sambil menikmati pemandangan Go Wet.




Arena Go!Lazy, Kolam arus yang tenang
Arena Go!Lazy, Kolam arus yang tenang

Hanya 1 seluncuran aja yang masih membuat Falda penasaran. Area seluncuran dengan ban pelampung untuk 3 orang, Go Twist!




Arena Go!Spin dan Go!Twist
Arena Go!Spin dan Go!Twist

Falda sampai memaksa-maksa saya untuk nyemplung supaya kami bisa naik wahana Go!Twist.

"Ayo lah bund, kita naik yang bertiga. Ntar bunda pakai celana Falda aja"


Saya memang tidak berniat berenang karena sedang tidak fit jadi gak bawa baju ganti. Ga berani turun ke air, apalagi ikut main seluncuran yang muter-muter gitu, takut mual. Sehari sebelumnya saya muntah-muntah karena masuk angin. Berhubung sudah janji mau piknik keluarga, Falda pun selalu ga sabar mau jalan-jalan dan main air, saya pun memaksakan diri berangkat, walau ga ikut main air. Untung ayahnya doyan main air juga, jadi Falda ada temennya.

Sebenarnya sih saya tergoda untuk ikut main bersama Falda dan ayahnya, tapi kepikiran ga bawa baju ganti dan takut basah-basahan malah tambah masuk angin.

"Ayo lah bund, enak kog, ntar pakai celana Falda aja buat basah-basahan, kan ada satu lagi tuh"


Kalau bukan karena udah keburu sore dan hari Seninnya Falda harus berangkat sekolah pagi sekali, Falda ga akan mau diajak pulang. Bayangkan Falda bermain air nyaris sejak jam buka wahana, jam 10.



Jam Buka Tutup dan Paket Promo


Pada hari Sabtu-Minggu (weekend) Go Wet memang buka lebih pagi dan tutup lebih malam jam 09.00 - 20.00. Sedangkan di hari kerja (weekday), Senin-Jum'at buka dari 10.30-18.30.

Menjelang jam 4, setelah bersih-bersih, sholat, kami pun pulang dengan perasaan puas dan kesan yang mendalam. Musholanya yang luas dan berada di dalam wahana membuat kami ga harus jauh-jauh keluar masuk. Semua tersedia di dalam.



Lorong menuju Go Wet Grand Wisata Bekasi
Lorong menuju Go Wet Grand Wisata Bekasi

Jadi pengen ke sini lagi. Intip-intip di webnya Grand wisata, banyak promo murah meriah. Promo Senin hemat, cuma Rp 50.000 aja. Ini asli bikin mupeng banget. Jadi kepikiran pengen ke sini kalo lagi iseng, secara jauh banget harganya dibanding harga Weekend yang dibanderol Rp 225.000/orang.

Promo pelajar di weekday juga cuma Rp 50.000. Padahal tiket normal di Weekday itu Rp 150.000.

Ada juga promo weekday, buy 1 get 2 (bayar 1 untuk 2 orang) jika bayar menggunakan kartu bank, BCA, Mandiri, BNI, Permata.

Ada juga paket Super 4, 4 orang cuma bayar tiket Rp 300.000 yang hanya berlaku saat weekday. Selengkapnya baca di http://gowet-grandwisata.com/info-terbaru/


Gimana? Asyik kan? Cobain deh teman-teman, pasti seru juga

Regards - Maya Siswadi

Friday, November 2, 2018

Bertualang menjelajah Mandiri Karnival 2018

Sabtu sore itu, 21 Oktober 2018, saya dan beberapa teman blogger, mba Utie, Elly, Shinta, Anastasye, Said, Tommy, Rudi, Sally, Anne, jalan-jalan ke kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Kami antusias banget ingin menyaksikan sebuah puncak acara keren yang diadakan dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Mandiri yang ke 20, Mandiri Karnival 2018.

Mandiri Karnival 2018 ini diadakan setiap tahun. Bisa dikatakan kalau acara ini jadi acaranya "anak-anak Mandiri". Hampir semua peserta yang hadir adalah karyawan bank Mandiri dari seluruh wilayah Jabodetabek. Para Mandirian yang hadir berjumlah hampir 10.000 orang. Kebayang ya rame dan hecticnya. Khusus malam itu, mereka semua menggunakan kaos seragam berwarna hitam dengan tulisan berwarna perak di bagian dada, Mandirian.



Sebagian Mandirian yang hadir ada yang menggunakan topeng, ada yang menggunakan atribut atau bendera.

Panggung megah di sisi Timur venue sudah disiapkan untuk acara puncak dan tampilnya beberapa artis.

Saat masuk ke arena acara, saya dibuat takjub dengan begitu banyaknya Mandirian berkaos hitam seliweran di depan mata. Ribuan orang bhooo tumpek blek. 

Mau makan aja ngantrinya ga habis-habis. Padahal banyak jajanan enak yang pengen dicicipi dan ngumpul jadi satu di area jajanan sisi Selatan dan Utara. Ada Breadtalk, Kopi Tuku, Bebek Dhower, Durian, J-CO, dsb. Ada sekitar 20 food truck yang disediakan Bank Mandiri dalam Mandiri Karnival 2018 ini. Sejak sore aja antri makanannya udah ampun-ampunan. Apalagi menjelang malam, tambah ga terkejar.


Saya pengen banget icip-icip makanan dan jajanan yang ada di sana. Melihat food truck yang parkir itu asli bikin ngiler, pengennya dicobain semua. Tapi apa daya, ngantrinya ga nahan. Mungkin karena Mandirian yang hadir dibekali voucher, jadi aja rela antri, sementara para pengunjung umum tampaknya harus bersabar atau cari makanan lain aja diluar, hahaha.



Selain dipenuhi berbagai jajanan kekinian, area Mandiri K

arnival 2018 juga dimeriahkan dengan aneka booth permainan. Mulai booth Carousel yang cocok buat anak-anak, Red Rotation dan Bull Challenge buat yang mau uji nyali, sampai booth Face Painting dan temporary Tatoo.

Hebatnya, di lokasi Mandiri Karnival 2018 ini juga disediakan Mushola yang memadai. Ada dua tenda besar yang terpisah untuk menampung jamaah laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah saya bisa sholat Ashar maupun Maghrib dengan tenang. Mukena untuk jamaah perempuan tersedia cukup banyak, jadi ga perlu ngantri lama untuk pinjam mukena. Sendal untuk wudhu pun tersedia cukup banyak. Keren lah ini untuk urusan Sholat, bisa tenang beribadah.

Setelah puas berkeliling, saya pun konsentrasi nongkrong di depan panggung, menyaksikan artis-artis menampilkan aksinya. Mulai dari Gigi, Tipe-X, sampai Saykhoji. Yang paling seru ketika saya menyaksikan penampilan Saykhoji di dekat area panggung utama. Saat lagu andalannya Pager ditampilkan, itu para mandirian yang ada di dekat saya spontan pada joget-joget. Ga yang tua, yang muda pun ikut joget-joget, menggoyangkan tubuh dan menggoyang-goyangkan tangannya ke atas. 


Sepertinya malam itu jadi sarana mereka melepas stres. Ga ada lagi istilah jaim-jaiman. Semua turut larut dalam acara. Termasuk para pejabat Bank Mandiri yang hadir pun ikut menikmati acara, berjoget mengikuti irama lagu Saykhoji.

Sampai pada puncak acara, Pak Tito, dirut Bank Mandiri menyampaikan, Bank Mandiri kini akan mulai dengan babak baru, bekerja dengan slogan 101, 1 cinta, satu hati. Bekerja dengan sepenuh hati.

Ah, selamat ulang tahun Bank Mandiri yang ke 20. Semoga Bank Mandiri makin eksis dan sukses. Terus bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Wednesday, October 17, 2018

Perubahan Kebiasaan Saat Travelling

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan travelling pada sebagian besar orang sudah jadi semacam kebutuhan. Sampai muncul anekdot "mainnya kurang jauh sih loe", atau "kurang piknik sih jadi begitu".

Kegiatan travelling, piknik, bukan lagi sekedar kegiatan sederhana yang ga perlu direncanakan. Pergi berlibur, jalan-jalan, jadi semacam kebutuhan untuk menyeimbangkan kehidupan. Saat sudah terlalu overload, liburan bisa jadi penyeimbang agar tak terlalu stress. 

Dari sudut kesehatan mental pun perlu lho pergi berlibur itu. Entah sekedar di dalam kota, atau kabur ke luar kota. Liburan akan membuat kadar ketegangan aliass stress menjadi lebih rendah. Balik-balik dari liburan pun jadi lebih fresh, bisa berpikir lebih jernih dan ketemu banyak ide.

So, siapa mau liburan?

Saya sebenarnya pengen lebih sering liburan ke luar kota. Tapi apa daya. Sejak anak-anak mulai sekolah, liburan ke luar kota baru bisa dilakukan saat libur sekolah tiba. Kalau mau maksa libur juga, nyari kalender dan lingkarin tanggal-tanggal long weekend atau hari kejepit *ehh.



Saat saya liburan ke Lampung beberapa waktu lalu, itu manfaatin libur maksa, hahaha. Kejepit bukan, libur sekolah apalagi. Tapi, berhubung udah overload, libur akhir tahun ga kemana-mana, pecah juga bisul. Musti jalan ke luar kota deh biar agak warasan. 

Masalahnya, suka ada aja perubahan kebiasaan saat travelling. terutama saat ke luar kota, Mulai perubahan pola tidur, perubahan pola makan, sampai perubahan pola buang air.

Seringnya sih saya atau suami jadi suka ngalamin sembelit kalau lagi travelling gitu. Kadang-kadang kami suka ga merasakan gangguan ini sih. Maklum lah, kalau lagi libur kan asyik-asyik aja nikmatin suasananya. Cuma, kalau sudah 2-3 hari gitu rutinitasnya terganggu, ya ga nyaman juga euyy. Perut jadi terasa ga nyaman. Mau makan banyak juga rasanya kog terasa penuh terus.

Walau udah minum air putih yang lumayan, sepertinya faktor stres ringan berada di tempat yang ga biasa, berhadapan dengan orang-orang baru, suasana baru, bisa jadi penyebabnya.

Inget-inget ada lidah buaya herbadrink di rumah biasanya bisa mengatasi gangguan pencernaan. Udah lah akhirnya cuss cari di salah satu midi market. Lihat-lihat di rak herbadrink ini ada varian lainnya, macam sari jahe dan temulawak. Tergoda mau beli juga, tapi akhirnya fokus sama lidah buaya aja dulu ahh.


Thursday, October 4, 2018

Umrohnesia, Solusi Aman Wisata Religi Umroh

Tak bisa dipungkiri, dengan jumlah penduduk muslim terbesar, kebutuhan untuk beribadah di Indonesia pun besar. Tak heran jika kita akan dengan mudah menemukan musholla dan masjid di mana-mana.

Haji dan umroh pun menjadi bagian ibadah umat muslim. Bedanya dengan ibadah lain, haji dan umroh menjadi ibadah eksklusif yang hanya bisa dilaksanakan oleh orang-orang tertentu. Hal ini karena menyangkut biaya pelaksanaanya yang tidak sedikit.

Agar bisa melaksanakan ibadah haji atau umroh, seorang muslim biasanya akan menabung dulu selama bertahun-tahun, agar bisa berangkat ke tanah suci, masjidil Haram. Kecuali, dapat rejeki nomplok, ada yang memberikan hadiah umroh, seperti yang dialami suami saya 3 tahun lalu.

Maklum lah, biaya berangkat ibadahnya ga murah. Biaya untuk berangkat beribadah umroh ada di kisaran 20 jutaan. Sementara biaya untuk berangkat ibadah haji lebih besar lagi, bisa mencapai ratusan juta rupiah, jika mengambil ONH plus.

So, bisa dibayangkan ya, bagaimana sedih dan kecewanya para calon jamaah ini, jika tidak berhasil berangkat haji atau umroh, akibat ulah biro travel yang tak bertanggungjawab. Seperti kasus beberapa biro travel beberapa tahun lalu.

Kasus biro travel nakal ini sedikit banyak memang mencoreng umat muslim, melukai hati banyak calon jamaah yang sudah susah payah mengumpulkan uang, menyisihkan rejeki, memeras keringat, demi umroh.

Tak ingin terjadi hal yang sama, sekaligus ingin memberikan rasa aman pada calon jamaah, Kunto Purbono menggagas platform digital yang memudahkan para nasabah untuk mencari biro travel haji dan umroh yang aman dan sesuai kebutuhannya.

Kunto Purbono, CEO Umrohnesia

Umrohnesia dihadirkan sebagai solusi aman bagi penggemar wisata religi.

Wisata religi? 


Yap. Ga bisa dielakkan, kini umroh sudah jadi bagian dari wisata religi. Wisata ruhaniah.

Jika berhaji hanya bisa dilakukan 1 tahun 1 kali. Pun dibatasi kuotanya, untuk memberi kesempatan pada calon jamaah yang belum pernah berhaji sama sekali. Sementara untuk bisa melakukan ibadah umroh, bisa dilakukan kapan saja di luar musim haji, sepanjang punya waktu dan dana.

Dulu, orang yang berangkat umroh itu jumlahnya masih hitungan jari. Kini, ghirah, hasrat untuk berangkat beribadah umroh makin meningkat, kalau tidak bisa dikatakan jadi trend. Berangkat umroh udah kayak mau pergi jalan-jalan. Wisata.

Malah tak jarang, ada beberapa travel biro yang memang menawarkan paket umroh plus wisata ke beberapa negara muslim terdekat dengan Mekah.

Adik ipar suami pernah umroh sekeluarga, suami istri dengan dua anak. Mereka ambil paket umroh + wisata ke Turki di akhir tahun yang bertepatan dengan datangnya musim dingin, sekalian merasakan salju.

Dapat ibadahnya, dapat juga jalan-jalannya.

Paket-paket Umroh semacam ini sudah semakin banyak ditawarkan oleh biro-biro travel haji dan umroh. Tapi, apakah paket-paket iti benar adanya? Bener berangkat ga? Nantinya diurusin ga sama biro travelnya?

Umrohnesia


CEO Umrohnesia, Kunto Purbono berkali-kali menyebutkan "Umrohnesia ini marketplace, ga beda jauh dengan toko-toko online yang ada. Ga beda jauh dengan platform travel yang terkenal itu"

Umrohnesia.co.id sebagai marketplace merupakan tempat berkumpulnya berbagai biro travel umroh & haji terdaftar dari seluruh Indonesia.

Hadirnya Umrohnesia.co.id ini memang berdasar besarnya potensi jamaah umroh di Indonesia. Pak Kunto menyebutkan, jamaah umroh di Indonesia ini mencapai 897ribu orang per tahun. Luar biasa kan? Tentunya orang sebanyak itu membutuhkan biro travel terpercaya yang pasti mengatur keberangkatan dan aktifitas ibadahnya.


Jaminan keamanan, kemudahan proses transaksi, hingga ragam pilihan waktu dan paket umroh menjadi kelebihan transaksi di Umrohnesia. 

Ada banyak biro travel legal yang sudah bergabung bersama Umrohnesia. Biro-biro travel ini lah yang akan menawarkan beragam paket kepada calon jamaah.


Pemberian plakat pada beberapa biro travel yang hadir


Jadinya enak kan? Kita bisa bebas memilih paket umroh dari beragam biro travel. Tinggal pilih deh mana yang paling cocok dan sesuai yang kita mau. Asyik kan?

Pada acara Launchingnya, Kamis 27 September 2018 lalu di hotel Alia Cikini, hadir juga Taufik Ismail yang membawakan puisi tentang kerinduannya pada ka'bah. 




Ahhh, bicara kerinduan pada tanah suci ini lah yang biasanya selalu memanggil-manggil para jamaah untuk kembali lagi, dan lagi. 

Saya yang belum pernah ke tanah suci pun selalu ingin datang. Semoga ada kesempatan dan rejekinya. Sekarang hunting-hunting aja dulu di Umrohnesia. Siapa tahu nemu paket murah, kece, tanggalnya pas. Kan tinggal klik, bayar, berangkat.

Sunday, September 30, 2018

Terapi Pemulihan Diare dengan Pristine 8+

Seminggu lalu, suami tiba-tiba terserang diare akut. Sekitar jam 2 pagi, perutnya mendadak sakit. Saat ke toilet, ternyata yang keluar malah cairan dalam jumlah banyak. Tak sampai setengah jam, hal yang sama kembali terjadi. Begitu terus hingga pagi. 

Berkali-kali saya sodorkan minum, tapi sulit sekali ia telan. Yang ada malah mual

"Ga mau, mual bund"
"Harus minum mas, biar ga kurang cairan"
"Mual bund"

Duh, terus terang saya mulai panik. Saya musti gimana, ditawari minum apa pun pasti ditolak. Air putih, oralit, cuma bisa masuk sedikit. Masa minum air putih aja bikin mual?

Saya coba suapkan pelan-pelan sambil saya tunggui pun tetap ga mempan.

"Mual bund"

Duh, saya makin khawatir. Gimana ini. Sudah lebih dari 10x buang-buang air dalam jumlah banyak.

Lantas saya ingat, punya stok 3 botol Pristine 8+. Biasanya stok ini baru saya keluarkan kalau mau pergi jalan-jalan, buat bekal minum. 

Berhubung suami susah sekali diajak minum air putih biasa, akhirnya saya keluarkan stok Pristine 8+ kesayangan.

"Mas, minum ini coba. Dikit-dikit aja. Botolnya aku taruh disamping bantal ya, biar ga repot mondar mandir ambil minum"
"Iya"

Suami mau mencoba minum. Alhamdulillah ga ada keluhan mual. Jumlah yang diminum pun lumayan banyak. Ah...senangnya.

Memang sih, dari keterangan yang saya baca, Pristine 8+ yang diolah menggunakan teknologi ionisasi Nihon Trim asal Jepang ini mempunyai molekul air yang jauh lebih kecil. Ini membuatnya lebih cepat diserap tubuh. So, ga heran juga kalau suami jadi lebih mudah menelan Pristine 8+ ketimbang air putih biasa yang saya masak.

Kadar pH 8+ yang dikandungnya pun membuat Pristine beda dibanding air putih biasa. Kadar pH 8+ ini menunjukkan kadar pH basa atau alkaline, pH baik untuk tubuh.

Bisa jadi, kadar pH yang basa ini lah yang membuat suami lebih mudah meminumnya. Kondisi air basa membuat netral kadar asam yang ada di lambung. Itu sebabnya tak ada keluhan mual ketika meminumnya.

Alhamdulillah, seharian itu suami berhasil juga meminum 3 botol Pristine 8+ ukuran 400ml.



Sayangnya, saya belum sempat membelikan stok Pristine 8+ di hari kedua. Akibatnya, suami kembali meminum air putih biasa. Walau keluhan mual tidak lagi seperti sehari sebelumnya, tapi kesanggupannya minum tidak sebanyak saat menenggak Pristine 8+. 

"Bund, masih cair nih"
"Ya udah sabar aja, kan masih proses"

Saya membesarkan hati suami yang masih ketar ketir akibat masih buang-buang air dalam bentuk cairan.

Ga mau kecolongan lagi, di hari ketiga, saya memaksakan diri untuk jalan ke mini market dekat rumah. Stok Pristine 8+ lebih banyak!

Suami sudah jauh lebih segar, walau masih ada sisa-sisa lemas. Tidak saya kasih kendor, tiap sebentar saya ingatkan untuk minum. Alhamdulillah, berhasil minum lebih banyak. Lebih dari 4 botol.



Pada hari ketiga ini, konsistensi cairan yang dibuang sudah mulai lebih padat. Jalannya pun sudah mulai seimbang. Tak lagi limbung seperti sebelumnya.

Saya jadi makin yakin, terapi pemulihan diare dengan Pristine 8+ yang saya terapkan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. 

Suami sudah bisa makan lebih banyak, mulai roti, pisang, bubur dan sup. Padahal sebelumnya susah banget memintanya menelan sepotong roti aja. 

Sengaja saya buatkan sup ayam untuk mengembalikan energi dan mengembalikan mineral yang terbuang. Kuah sup ini bagus untuk mengganti cairan yang hilang, pun bisa mengatasi rasa mual atau bosan harus minum cairan banyak.

Pisang pun saya sediakan agar suami mau makan. Dari beberapa sumber yang saya baca, pisang bagus untuk pemulihan diare karena mengandung kalium, salah satu zat yang biasanya banyak terbuang saat diare. Pisang juga mengandung Pektin *cmiiw yang dapat membantu konsistensi bab menjadi lebih padat *cmiiw.

Hidup memang harus seimbang. Ketika asupan yang dimasukkan ke dalam tubuh lebih banyak mengandung asam, netralkan dengan air yang bersifat basa. Jika kondisi lambung sedang asam, netralkan dengan cairan basa agar tak mual *cmiiw. Live balance is a must. Pelajaran ini yang saya ambil dari kasus sakitnya suami.

So, di hari keempat, demi lancarnya terapi pemulihan diare dengan Pristine 8+, saya kembali membeli Pristine 8+. Kali ini ketemu yang botol 600ml di sebuah supermarket. 

Agar pencernaan suami menjadi lebih sehat, pada hari keempat saya siapkan semangkuk yoghurt yang diberi topping cracker dan potongan pisang. Yoghurt bagus untuk kesehatan pencernaan, mengandung banyak bakteri baik yang bisa mengimbangi bakteri buruk di dalam pencernaan *cmiiw.
(https://m.klikdokter.com/amp/3409196/cara-efektif-atasi-badan-lemas-akibat-diare)

Buahnya saya berikan apel yang juga mengandung pektin dan bagus untuk membuat konsistensi BAB menjadi lebih padat.

Alhamdulillah, terapi pemulihan diare dengan memberikan beberapa asupan termasuk Pristine 8+ membuat suami sudah lebih segar dan lebih cepat pulih. Supaya ga ikutan lemes, saya juga ikutan minum. 

Pristine 8+ ini lebih segar dan mudah diserap. Ga terasa kembung walau minum banyak. Kalau sedang haus pun dahaga lebih mudah hilang.

Teman-teman punya pengalaman serupa? Share yuuuk

Thursday, September 27, 2018

Menyiapkan Bekal Untuk Piknik

"Bund, kapan dong kita berenangnya?"
"Sabar ya, kalau ga minggu ini ya minggu depan deh ya"
"Yaaa, lama banget sih"
"Iya, lihat waktunya ya"

Begitulah Falda kalau udah urusan berenang. Kalau mau diturutin, bisa tiap hari maunya berenang. Cuma sayangnya kami kan ga punya kolam renang pribadi. Kalau mau berenang ya ke kolam renang umum. Kalau ke kolam renang umum, mau ga mau kan musti bayar. Mayan atuh lah biayanya kalau berenangnya sering-sering.

Tapi, namanya demi kebahagiaan anak, tetap aja orang tua akan berusaha memenuhinya.

Minggu ini kami akan berenang gratis...yippyyy.

Kebetulan saya punya voucher.

Saking excitednya, Falda udah sibuk kasak kusuk menyiapkan ini itu. Termasuk menyiapkan bekal untuk piknik kali ini.

Berhubung ga biasa bekal aneh-aneh, kami pilih bekal yang ringan-ringan semacam biscuit gitu.

Julie's biscuit peanut butter jadi pilihan kami, karena Falda dan ayah sama-sama suka kacang. Saya lebih suka yang coklat-coklat, jadinya lebih suka Julie's biscuit Chocomore.


Piknik tanpa bawa bekal itu memang ga asyik. Apalagi pikniknya ke kolam renang. Bawaannya kan lapar aja tuh, jadinya memang kudu ngebekal.

Tiap mau berangkat berenang, kami selalu menyiapkan amunisi untuk dibawa, entah yang ringan, atau yang berat.

Julie's biscuit sandwich jadi favorit kami karena rasanya yang mantab. Selai isiannya banyak dan padat.

Suami yang biasanya suka peanut butter, sekarang jadi suka juga sama sandwich biscuit yang coklat. Isian coklatnya terasa banget coklatnya. Katanya sih coklatnya beda dibanding sandwich coklat lain.  





Rasa coklatnya tidak pahit, tapi juga ga manis. Manisnya pas, ga bikin gigi saya ngilu. Hahaha. Ini indikator saya memilih biscuit coklat akhir-akhir ini. Gigi sudah mulai sensitif banget sama yang serba manis. Kalau kena yang manis banget bakal ngilu. Nah, Julie's Chocomore ini berhasil bikin saya ngemil dengan nyaman, tanpa ngilu.

Suami pun suka karena rasa coklatnya yang ga terlalu manis. Maklum, suami tuh ngopinya aja pahit, so, kalo biskuit pun dia ga akan suka yang terlalu manis.

Halah, malah jadi bahas biscuit, hahahaha.

Yang pasti sih saya pun jadi tak sabar juga nih pingin segera akhir pekan dan berenang ramai-ramai.

"Kita jadi berenang kan minggu ini"
"Iya, kita jadi berenang minggu ini"
"Asyiiik, jangan lupa bawa biscuitnya ya bund"
"Iya pasti lah, biar ga iseng pengen jajan macam-macam"
"Yeaaay, Falda mau siap-siap ahhgg"

Aiiih, menyenangkan anak itu sederhana. Ajak piknik dan bawakan bekal kesukaannya pun udah lebih dari cukup, right?

Saturday, September 22, 2018

Bertualang ke Kota Savasa Deltamas, Cikarang

Siapa yang tak senang kalau  diajak jalan-jalan? Apalagi kalau kota yang akan dijelajah itu, belum pernah dijejak sama sekali. So, saya begitu bersemangat ketika diajak bertualang ke kota Savasa Deltamas, Cikarang. Huaaaa, seperti apa sih wujud kota yang dikelilingi area industri ini?

Rasa penasaran membuat saya begitu bersemangat berangkat pagi-pagi buta, saat yang lain masih bergelung nyaman di kasurnya.

Sabtu, 15 September 2018, sebelum subuh saya sudah bersiap-siap berangkat menuju meeting point di daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Untungnya suami sedang berbaik hati mengantarkan langsung menuju stasiun kereta. So, ga perlu kedabrukan. Tapi tetap aja ketinggalan kereta dan terpaksa menunggu 15 menit jadwal berikutnya.

Setelah sampai di Stasiun Tanah Abang, babang ojek online langsung mengantar saya menuju Gedung Sinarmas land. Saat menunggu proses top up saldo, eh bus pertama yang menuju Cikarang berangkat. Hua, ketinggalan kloter pertama.

Untung lah masih ada bis kedua. Bis ini berisi para blogger dan rekan media. Alhamdulillah disuguhi sepotong roti dan sebotol Pristine 8+ keluaran Sinarmas. Kebetulan memang belum sarapan. 

Setelah dirasa lengkap, bis pun berjalan menuju Marketing Gallery Savasa Deltamas, di Cikarang. Sepanjang jalan, dijelaskan tentang konsep Savasa Deltamas yang akan dikunjungi.

Marketing Gallery Savasa Deltamas
Marketing Gallery Savasa Deltamas

Opening Ceremony Marketing Gallery Savasa Deltamas


Tepat pukul 10.30, bis akhirnya sampai di lokasi acara pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas. Acara Opening Ceremony yang diadakan dalam sebuah tenda besar ini penuh sesak dengan pengunjung, saya pun menyaksikan sambil berdiri. Angklung dari SMK Mitra Industri mengawali acara opening ceremony pagi itu. Lanjut atraksi tabuhan beduk khas Jepang oleh Benteng Taiko. 

Setelah atraksi pembuka, sambutan pertama diserahkan kepada President Director PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI) yang juga merupakan President Director PT Panasonic Homes Gobel Indonesia, Kazuhiko Tanaka. Menurut Mr. Tanaka, Panasonic Homes sudah berpengalaman lebih dari 54 tahun dalam membangun rumah dengan konsep teknologi canggih, mulai dari Taiwan, Malaysia, dan kini Indonesia.

Setelah berbagai sambutan, acara ceremonial berupa penanaman pohon dan pengguntingan pita tanda dibukanya Marketing Galery Savasa Deltamas pun dilakukan tepat di depan show unit Savasa.

Pengguntingan Pita Menandai Pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas
Pengguntingan Pita Menandai Pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas

Keliling Show Unit Savasa Deltamas


Awalnya, para blogger akan dibagi per 5 orang untuk diajak menjelajah show unit Savasa. Namun, mengingat siang yang terik dan waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya kami bersama-sama mengunjungi 2 type show unit yang ada. 


Desain Ruang Tamu rumah di Savasa Deltamas
Desain Ruang Tamu rumah di Savasa Deltamas

Type A dengan 2 kamar tidur, luas bangunan  64m2 (6x11 atau 6x12) dan luas lahan 66m2. 

Type B dengan 3 kamar tidur, luas bangunan 80m2 (7x12 atau 7x13) dan luas lahan 84m2. 

Kedua unit ini sama-sama bertingkat, dilengkapi carport, taman, dapur, ruang tamu, dan 2 kamar mandi, atas dan bawah.






Savasa akan dibangun dengan 4 konsep dasar
1. Smart Township
2. Smart Security
3. Smart Home
4. Smart Community 





Sematan Teknologi Dalam Rumah Savasa


Savasa yang mengadopsi tagline Smart Lifestyle ini merupakan hasil kerjasama antara Sinarmasland dan Panasonic Homes & Living. Konsep hunian yang ditawarkan pun dilengkapi piranti canggih dari Panasonic. 

Semua rumah di Savasa akan dilengkapi Panasonic Home Network System yang terdiri dari 2 indoor & outdoor CCTV kamera. 1 hub, 1 motion sensor, 1 window/door sensor, 1 smart plug dan 1 Digital Cordless Phone. 

Salah satu bagian dari Panasonic Home Network System
Bagian dari Panasonic Home Network System, speaker untuk berbicara dengan orang luar

Semua piranti canggih ini akan memberikan perasaan aman kepada penghuni Savasa. Mereka bisa melakukan kontrol rumah dari mana pun. Memantau anak-anak melalui CCTV yang terkoneksi dengan smartphone saat tidak sedang berada di rumah. Jika ada orang asing pun bisa dipantau dari dalam, tak harus mengintip keluar. Penghuni bisa bertanya dengan calon tamu melalui CCTV yang bisa berbicara *cmiiw.

Melengkapi konsep Smart Security, Savasa hanya memberikan akses 1 pintu dengan pos penjagaan. Khusus pengiriman barang bagi penghuni, akan disediakan area khusus delivery dropbox.

Konsep Smart Home juga tercermin pada Panasonic PURETECH Air Filtration & Ventilation System, udara di dalam ruangan akan jauh lebih bersih, tanpa perlu air purifier. Teknologi ini menyaring 97% debu dan partikel berbahaya yang memasuki rumah. Sangat nyaman dan sehat bagi penghuni Savasa, yang mempunyai alergi debu atau menderita asma sekali pun.

Penerapan desain cross ventilation akan membuat sirkulasi udara di dalam rumah jauh lebih lancar dan sejuk, walau tanpa AC. So, tak perlu menghidupkan AC selama 24 jam.

Agar makin hemat energi, seluruh penerangan di Savasa akan menggunakan Panasonic Low Energy LED Lighting. Lampu-lampunya pun didesain bisa terkoneksi dengan smartphone. So, bisa dinyalakan dari mana saja.

Berhubung Indonesia merupakan negara yang rawan gempa, teknologi rumah tahan gempa yang biasa digunakan di Jepang pun diadopsi. Panasonic POWERTECH yang tahan gempa pun diterapkan pada rumah-rumah di Savasa Deltamas.

Akses Menuju Savasa Deltamas


Savasa ini terletak di jantung kota Deltamas dengan total luas lahan yang akan dibangun sekitar 37 hektar. Tahap pertama akan menggarap lahan seluas 13 hektar yang dibagi menjadi 4 cluster : Asa, Niwa, Hana, dan Yuta. Nantinya akan dibangun 811 hunian dan 33 area rumah toko. Konsep green environment akan menjadi hal yang diutamakan, selain modern live. So, walau berada di area industri yang terkenal panas, tapi area Savasa Deltamas akan ditanami banyak pohon. Berjalan-jalan di sekelilingnya akan menjadi sangat menyenangkan. Udaranya segar dan sejuk. 

Bisa ditempuh dengan menggunakan mobil melalui tol cikampek exit 37. Akan dibangun exit 41,6 yang akan lebih dekat ke Savasa. Bagi penggemar commuter line seperti saya, bisa turun di stasiun Cikarang, lanjut ojek online sekitar 15 km. 

Nantinya, Savasa juga akan dilewati kereta jalur cepat Jakarta Bandung. Stasiun terdekat, Karawang, hanya berjarak sekitar 1 Km saja, tak sampai 5 menit. Bandara Halim berjarak sekitar 37 Km dari Savasa. Sementara Bandara Kertajati yang baru saja diresmikan, berjarak 130 km.

Acara Hiburan


Setelah puas menjelajah Show unit Savasa, kami disuguhi makan siang, lalu bersiap melaksanakan sholat Dzuhur. Acara dilanjutkan dengan rangkaian hiburan, mulai dari permainan angklung kembali oleh SMK Mitra Industri. 

Berikutnya, hadir Ica Zahra, perempuan muslim berhijab dengan style Kimono modern, membawakan beberapa lagu Jepang populer. Ica merupakan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S2 di Jepang. Saat itu, Ica mengikuti lomba karaoke nasional yang sedang diadakan di Jepang, dan menang. Sejak itu, Ica sering mengadakan konser yang hampir selalu dipenuhi pengunjung.

Sebagai pamungkas, tampil lah Hiroaki Kato, penyanyi cover lagu Indonesia versi Jepang yang sudah 4 tahun ini menetap di Indonesia. Hiroaki sangat fasih berbahasa Indonesia hingga didaulat menjadi salah satu MC sepanjang acara opening ceremony. Hebatnya, cara Hiroaki berbicara sudah sangat Indonesia *ehhh. Hampir sulit mengenali logat Jepangnya.

Penampilan Hiroaki Kato Saat membawakan Lagu Meraih Bintang versi Jepang
Penampilan Hiroaki Kato Saat membawakan Lagu Meraih Bintang versi Jepang


Tour Kota Deltamas


Setelah hiburan, para blogger pun diajak berjalan-jalan, mengelilingi kota Deltamas Cikarang. Whuaaa, beneran hari itu kami puas ikut tour.

Melalui bis, kami ditunjukkan area-area industri di kota Deltamas. Ada pabrik Mitsubishi, Wuling, Honda, Suzuki, hingga pabrik Mayonaise asal Jepang, Kewpie. Saya sampai terbengong-bengong menyaksikan ratusan mobil yang ada di areal pabrik Mitsubishi. Pabrik Wuling bahkan jadi base ekspor untuk wilayah Asia.


Memandang area pabrik mobil dari dalam bis
Memandang area pabrik mobil dari dalam bis

Beberapa tahun ke depan akan dibangun sekolah Jepang yang sebelumnya cuma ada di Bintaro. Memang, beberapa Industri yang ada di kota Deltamas berasal dari Jepang. Tentu banyak ekpatriat asal Jepang. Ini membuat kebutuhan akan sekolah khusus dari pemerintah Jepang pun meningkat.

Prospek bagus? 

Banyak ekspatriat Jepang atau ekspatriat asing lain yang akan tinggal atau menyewa rumah di seputar Savasa Deltamas. Hmm, peluang investasi nih. Beli unit rumah di SAVASA, lalu jual kembali? Atau disewakan? *hm, usap-usap dagu.

Melengkapi konsep Smart Township dan Smart Community, di area Deltamas juga akan dibangun Aeon Mall yang konon jadi mall terbesar seAsia Tenggara, luasnya hampir 20 hektar. Wow, Aeon Mall BSD aja 10 hektar, udah terasa besar banget, apalagi 20 hektar. Rumah sakit pun akan hadir, salah satunya RS Mitra Keluarga.

Fasilitas pendidikan pun sudah ada di Deltamas, ITSB, Institut Teknologi Sains Bandung, Sekolah Korea (TK-SMA), SMK Ananda Mitra Industri, Pangudi Luhur Bernardus (TK-SMA). 

Oh ya, yang unik dari ITSB adalah dosen-dosennya langsung didatangkan dari ITB Bandung. Mereka diantar jemput saat perkuliahan. Mata kuliah dan jurusan yang ada, disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Cikarang. Jadi beda dengan perguruan tinggi lainnya. Keren ya?

Selain itu, ada juga Deltamas Sport Centre dan Le Premiere Hotel.

Puas berkeliling kota Deltamas yang luas dan modern, saatnya pulang kembali ke Jakarta dan menuju rumah masing-masing. Walau lalu lintas menuju Jakarta sore itu padat sekali, tapi kami puas sudah seharian bertualang ke kota Savasa Deltamas, Cikarang. Jadi tak sabar menunggu kota ini jadi sepenuhnya. Pasti bakal keren dan modern. Sejuk, dan segar. Aman, dan nyaman. Ah, hunian impian.

Thursday, August 30, 2018

Asian Games 2018 & Sport Tourism Indonesia

Perhelatan akbar kelas dunia, Asian Games 2018 sedang berlangsung di Jakarta dan Palembang selama 18 Agustus 2018 - 2 September 2018. Selama 2 pekan ini kita akan disuguhkan pertandingan olahraga kelas dunia. 45 negara peserta euy. Mulai dari Malaysia, sampai Tajikistan.



Saat upacara pembukaannya, alias Opening Ceremony Asian Games 2018, dunia netizen begitu ramai. Mulai dari yang super kagum, sampai yang super julid *ehgg. Ada yang menganggap penyelenggaraan Asian Games 2018 ini sebagai pemborosan dan cuma buang-buang duit. Hmm. Apa iya pemborosan?

Nih ya, coba dipikir-pikir lagi, emangnya segitu banyak atlet yang datang bertanding itu cuma akan ongkang-ongkang kaki aja di Indonesia? Cuma ngarep dibayarin dan jalan-jalan gratis? Oh tidak!

Namanya atlet bertanding itu pasti lah butuh refreshing, butuh istirahat, butuh hiburan. Ga mungkin selama mempersiapkan pertandingan atau sesudah bertanding mereka cuma ngendon aja di kamarnya. Apa ga bosen? Apa ga stres?

Seminimalnya mereka akan curi-curi waktu untuk jalan-jalan atau sekedar jajan oleh-oleh. Mumpung nih, mumpung lagi dibayarin negaranya buat berkunjung ke negara orang. Masa' sih mau melewatkan waktu untuk menikmati keindahan negara tetangga? Kapan lagi? Belum tentu besok-besok akan dibayari lagi ke negara yang sama.

Itu baru dari sudut pandang atlet lho ya. Belum lagi kru offisialnya, keluarganya, supporternya, atau kru-kru lainnya. Pasti mereka juga akan menyempatkan buat jalan-jalan dan jajan.

Ini lah yang dikenal dengan istilah sport tourism. Bahwa penyelenggaraan sebuah tournament atau event olahraga pun berpotensi mendulang turis. Turis yang datang ini tentu lah akan menghabiskan uangnya di negara tujuan. Entah untuk akomodasi, transportasi, hingga jajan. Sedikit atau banyak pasti akan menyumbang devisa bagi negara.

Kalau ga mendulang dollar, ga mungkin lah Singapore mau menyelenggarakan pertandingan dunia Moto GP *cmiiw.  Penyelenggaraan eventnya kan pasti menelan banyak dana, belum lagi biaya untuk pembuatan venue. Duuh itu pasti biayanya gedhe. Tapi, mereka mau lho bikin tiap tahun. Karena ya itu tadi, penyelenggaraan event sport seperti ini selalu menarik kunjungan wisata. Turis yang sengaja datang untuk nonton dan pada akhirnya menghabiskan banyak uang di sana. Mulai jajan di hotel sampai jajan di kaki lima. Mulai jajan suvenir, sampai jajan berbagai produk.



Salah satu contoh kecil bagaimana event Asian Games 2018 ini sudah menjadi salah satu bentuk sport tourism Indonesia, ada 4 turis asal Amerika yang sengaja jauh-jauh datang untuk menonton Opening Ceremony Asian Games 2018 seperti liputan dari liputan6.com ini https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3622438/tak-dapat-tiket-pembukaan-asian-games-lima-turis-as-jadi-pelukis-wajah-dadakan-di-gbk. Para turis asal Amerika ini sengaja datang untuk menghadiri pembukaan Asian Games 2018. Sayangnya, mereka kehabisan tiket. Karena tak ingin sia-sia, mereka tetap bertahan di GBK dan menggelar "lapak" lukis wajah.

Contoh lainnya, CNBC menuliskan "ulah atlet raja minyak" yang enggan menggunakan fasilitas hotel yang disediakan panitia dan malah memilih menginap di hotel pilihannya sendiri yang rate per malamnya di kisaran 1-1,5juta. Mereka membooking setidaknya 25 kamar dengan biaya sendiri! https://www.cnbcindonesia.com/news/20180825181425-4-30222/atlet-asian-games-sewa-hotel-sendiri-sampai-kalap-belanja/2

Nah...nah, kalau sudah begini, pemerintah daerah setempat kan yang mendulang rejeki? Negara penyelenggara, kan? So, sport tourism Indonesia ini juga bisa mendulang devisa. 

Contoh sukses lain sport tourism Indonesia yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir adalah Event tahunan Balap Sepeda Tour de Singkarak, Jakarta Marathon, Bali Marathon, Indonesia Open, dst. Event-event olahraga skala nasional dan internasional ini berhasil menarik peserta dan turis asing untuk datang dan memberikan support sekaligus menikmati keindahan alam daerah tujuan plus membelanjakan uangnya di Indonesia ;). Ahay

So, jangan remehkan kekuatan sport tourism Indonesia. Jika digarap lebih serius dan rutin, tentu akan semakin menjanjikan. Bukan ga mungkin efek jangka panjangnya mereka akan kembali lagi someday, khusus berkunjung ke Indonesia, menikmati keindahan alam dan keramahan penduduknya, dengan biaya sendiri!

Saturday, August 18, 2018

Nongkrong Seru di Bands Cafe & Resto

Nongkrong, makan-makan, ngobrol-ngobrol, atau sekedar kumpul komunitas, rasanya sudah ga asing lagi dilakukan, ya ga sih? 

Beberapa tahun terakhir ini memang trend nongkrong di coffee shop, cafe, semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan bersosialisasi, menjalin networking, atau meeting kecil-kecilan.

Peluang ini lah yang ditangkap oleh Bands Cafe & Resto yang baru saja Grand Opening tanggal 6 Agustus 2018 lalu. Cafe yang terletak di kawasan Super Blok Kemayoran ini dihadirkan untuk mengakomodir kebutuhan cafe yang masih sedikit di seputar Kemayoran.

Pada 11 Agustus 2018 lalu, beberapa blogger diundang khusus untuk diperkenalkan dengan menu-menu andalan mereka.


Bands Cafe & Resto


Menurut pak Teddy, salah satu owner, Bands Cafe & Resto ini didirikan dengan dasar community cafe. Cafe ditujukan sebagai tempat yang nyaman bagi berkumpulnya suatu komunitas. Entah komunitas bermotor, komunitas Harley, komunitas otomotif, komunitas musik, komunitas olahraga, komunitas seni, dan sebagainya.



Tak heran, cafe ini mempunyai ruangan indoor yang luas dan nyaman. Pun punya ruang outdoor yang juga cukup banyak. Ada private room juga jika ingin mengadakan acara dengan ruang tertutup. Yang keren, mereka punya panggung yang bisa digunakan untuk acara-acara tertentu, misalnya acara musik, atau sekedar nyanyi-nyanyi.






Di cafe ini juga ada toko kecil-kecilan nih. Menjual beberapa asesoris seperti casing atau ring handphone. Ada juga dijual asesoris motor seperti helm atau jaket kulit.




Kalau pengen tatoo, mereka juga punya ruang khusus untuk tatoo, mau yang permanent atau temporary.

Pengen dibikinin lukisan langsung dari pelukis? Ada juga. Harganya ga mahal kog, lukisan sketsa di talenan cuma 200ribuan aja. Bisa sambil ditungguin atau diambil beberapa hari kemudian. Pokoknya, lukisan disini bisa minta on the spot lah. Sembari menunggu lukisan jadi, bisa lah ngopi-ngopi dulu sambil ngemil. Asyik kan?



Menu Andalan

Bicara menu andalan di cafe ini cukup banyak. Pastinya beberapa makanan adalah makanan khas Indonesia, seperti sop buntut, nasi goreng, dan sebagainya. 
  
Sop Buntut

Sop buntut ala bands cafe & resto ini rasanya kaya rempah dengan daging buntut yang empuk dan mudah dikelupas. Terasa juicy karena proses pemasakannya yang pas.

Beberapa makanan lain adalah makanan western, seperti burger, steak, dan sebagainya. Ciri khas burger dari Bands Cafe & Resto ini adalah cream cheese yang melimpah dan daging burgernya yang tebal dan benar-benar terbuat dari daging giling pilihan. 

Garlic Butter Cheese Burger

Makan satu burger ini sendiri rasanya kenyang banget lho, lha dagingnya padat banget. Ada cheese burger biasa, ada juga Garlic Butter Cheese Burger. Ciri khasnya ada pada garlic butternya, bawang putih yang diiris tipis-tipis dan ditumis dengan butter.

Pengen pasta? Ada kog. Ada Spaghetti Bolognaise yang melimpah banget saus bolognaise daging giling dan keju parutnya.




Beberapa menu merupakan perpaduan makanan tradisional dengan western. Semacam east meet west gitu lah. Macam nasi goreng tropical seperti yang sedang dipegang buncha ini.




 Lagi malas makan berat dan cuma pengen ngopi atau cuma mau minum-minum santai aja? Ada banyak nih pilihan kopi, latte, juice, teh, sampai milkshake. 



Salah satu minuman yang agak unik dan belum saya temukan di cafe lain adalah milkshake red velvet ini. So, begitu ditawari mau pesen minum apa, pilihan saya langsung jatuh ke minuman satu ini.



Gimana? Udah mulai ngiler? Cuss aja ke Superblok Mega Kemayoran Kav B-6 ya