Agoda

Saturday, August 18, 2018

Nongkrong Seru di Bands Cafe & Resto

Nongkrong, makan-makan, ngobrol-ngobrol, atau sekedar kumpul komunitas, rasanya sudah ga asing lagi dilakukan, ya ga sih? 

Beberapa tahun terakhir ini memang trend nongkrong di coffee shop, cafe, semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan bersosialisasi, menjalin networking, atau meeting kecil-kecilan.

Peluang ini lah yang ditangkap oleh Bands Cafe & Resto yang baru saja Grand Opening tanggal 6 Agustus 2018 lalu. Cafe yang terletak di kawasan Super Blok Kemayoran ini dihadirkan untuk mengakomodir kebutuhan cafe yang masih sedikit di seputar Kemayoran.

Pada 11 Agustus 2018 lalu, beberapa blogger diundang khusus untuk diperkenalkan dengan menu-menu andalan mereka.


Bands Cafe & Resto


Menurut pak Teddy, salah satu owner, Bands Cafe & Resto ini didirikan dengan dasar community cafe. Cafe ditujukan sebagai tempat yang nyaman bagi berkumpulnya suatu komunitas. Entah komunitas bermotor, komunitas Harley, komunitas otomotif, komunitas musik, komunitas olahraga, komunitas seni, dan sebagainya.



Tak heran, cafe ini mempunyai ruangan indoor yang luas dan nyaman. Pun punya ruang outdoor yang juga cukup banyak. Ada private room juga jika ingin mengadakan acara dengan ruang tertutup. Yang keren, mereka punya panggung yang bisa digunakan untuk acara-acara tertentu, misalnya acara musik, atau sekedar nyanyi-nyanyi.






Di cafe ini juga ada toko kecil-kecilan nih. Menjual beberapa asesoris seperti casing atau ring handphone. Ada juga dijual asesoris motor seperti helm atau jaket kulit.




Kalau pengen tatoo, mereka juga punya ruang khusus untuk tatoo, mau yang permanent atau temporary.

Pengen dibikinin lukisan langsung dari pelukis? Ada juga. Harganya ga mahal kog, lukisan sketsa di talenan cuma 200ribuan aja. Bisa sambil ditungguin atau diambil beberapa hari kemudian. Pokoknya, lukisan disini bisa minta on the spot lah. Sembari menunggu lukisan jadi, bisa lah ngopi-ngopi dulu sambil ngemil. Asyik kan?



Menu Andalan

Bicara menu andalan di cafe ini cukup banyak. Pastinya beberapa makanan adalah makanan khas Indonesia, seperti sop buntut, nasi goreng, dan sebagainya. 
  
Sop Buntut

Sop buntut ala bands cafe & resto ini rasanya kaya rempah dengan daging buntut yang empuk dan mudah dikelupas. Terasa juicy karena proses pemasakannya yang pas.

Beberapa makanan lain adalah makanan western, seperti burger, steak, dan sebagainya. Ciri khas burger dari Bands Cafe & Resto ini adalah cream cheese yang melimpah dan daging burgernya yang tebal dan benar-benar terbuat dari daging giling pilihan. 

Garlic Butter Cheese Burger

Makan satu burger ini sendiri rasanya kenyang banget lho, lha dagingnya padat banget. Ada cheese burger biasa, ada juga Garlic Butter Cheese Burger. Ciri khasnya ada pada garlic butternya, bawang putih yang diiris tipis-tipis dan ditumis dengan butter.

Pengen pasta? Ada kog. Ada Spaghetti Bolognaise yang melimpah banget saus bolognaise daging giling dan keju parutnya.




Beberapa menu merupakan perpaduan makanan tradisional dengan western. Semacam east meet west gitu lah. Macam nasi goreng tropical seperti yang sedang dipegang buncha ini.




 Lagi malas makan berat dan cuma pengen ngopi atau cuma mau minum-minum santai aja? Ada banyak nih pilihan kopi, latte, juice, teh, sampai milkshake. 



Salah satu minuman yang agak unik dan belum saya temukan di cafe lain adalah milkshake red velvet ini. So, begitu ditawari mau pesen minum apa, pilihan saya langsung jatuh ke minuman satu ini.



Gimana? Udah mulai ngiler? Cuss aja ke Superblok Mega Kemayoran Kav B-6 ya

Saturday, August 4, 2018

No Bake Strawberry Cheese Cake, Cooking Class

Pada dasarnya, saya bukan lah orang yang hobi memasak. Tapi bukan juga orang yang malas turun ke dapur. Gak gila dapur, tapi suka coba-coba resep baru. Saya suka membuat kreasi resep, atau mengolah makanan tertentu jadi makanan baru atau makanan yang berbeda. Intinya sih, saya suka sesuatu yang baru.

Itu juga kalau lagi ga malas. Kalau malasnya kumat, ujung-ujungnya ya masak yang mudah-mudah aja. Hahaha.

So, ketika dapat kesempatan ikutan Cooking Class, siapa yang bisa nolak? Apalagi cooking class yang hand on gitu. Langsung praktek, langsung coba, dan hasilnya boleh dibawa pulang. Huaaa. Jadi inget jaman masih rajin ikut-ikut latihan bareng (latbar) bareng temen-temen komunitas masak, NCC Pamulang.

Sore itu, 30 Juli 2018, saya bersama beberapa teman, mendapat kesempatan untuk mengikuti #ILotteHangOut. Kali ini kami belajar memasak bareng Putri Habibie, pemilik private cooking clas @ladybakecookingclass. Putri yang merupakan salah satu cucu B.J. Habibie ini memang biasa mengadakan cooking class. 

Biasanya, peserta cooking classnya Putri adalah para artis, selebriti, ibu rumah tangga maupun remaja yang ingin belajar masak secara pribadi. Putri pintar sekali mengolah resep dan mengajarkan cara memasak yang mudah. Dengan mengikuti kelasnya, orang yang baru belajar masak sekali pun, akan langsung merasa bahwa memasak itu sama sekali ga rumit.

Pada cooking class yang diadakan di sore hari jam 3an itu, kami belajar sebuah resep cake yang sederhana dan tanpa oven. No Bake Strawberry Cheese Cake. Berikut resep dan cara memasaknya ya


No Bake Strawberry Cheese Cake



Bahan 
10 Fresh Strawberries
150gr Cream Cheese
50 gr Greek Yoghurt
1 sdm Gula Halus untuk Cream Cheese
1 sdm Gula Pasir
1 sdt Vanilla 
½ cup Whipped Cream 
Extra Whipped Cream untuk hiasan
Biskuit Marie Regal

Cara membuat

1. Iris-iris kasar buah strawberi, masukkan ke dalam mangkuk kecil, tuangkan gula pasir. Aduk rata dan sisihkan.
2. Hancurkan biskuit marie regal, bisa halus atau semi kasar, sesuai selera aja. Sisihkan. 
3. Campur cream cheese, vanilla, greek yoghurt, dan gula halus dalam mangkuk besar, aduk rata. Kemudian, masukkan ½ cup whipped cream, aduk pelan-pelas sampai rata. Jangan terlalu keras mengaduk, supaya whipeped cream ga pecah. Sisihkan.
4. Siapkan wadah alumunium, atau bisa juga jar atau gelas kaca. Pada lapisan pertama, masukkan remahan biskuit. 
5. Berikutnya masukkan adonan cream cheese untuk lapisan kedua. 6. Tutup permukaan lapisan kedua dengan cacahan strawberi. 
7. Terakhir, hias dengan whipped cream dan sisa potongan strawberi.

A post shared by advencious.com (@advencious) on

Taraaa, no bake cheese cake sudah bisa disajikan. Kalau mau lebih mantap, masukkan deh ke dalam kulkas. Rasanya akan lebih creamy. Kalau mau makan, gunakan scoop atau sendok.

Bagaimana? Gampang kan ya?

Oh ya, greek yoghurt yang kami gunakan saat itu menggunakan Heavenly Blush yang creamy. Rupanya, salah satu kelebihan Yoghurt adalah tinggi kalsium dan rendah lemak. Kombinasi ini bagus banget untuk program diet. Kalsium bisa menurunkan hormon kortisol, sehingga ga mudah stres. Asam amino yang dikandung yoghurt bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak. 

Greek Yoghurt ini bagus lho buat membuat kenyang lebih lama. Saya pernah nyoba buat sarapan, dan benar, sekotak greek yoghurt cukup banget bikin kenyang.

Beli Heavenly Blush dimana? di ilotte.com dong. Kan bisa beli via lottemart, barang akan bisa diantar dalam hitungan 3 jam. Asyik kan?

Ada yang sudah pernah nyoba belanja di ilotte.com? 

Jalan-jalan ke GIIAS 2018 booth Wuling

Sabtu siang yang menyenangkan. Saya jalan-jalan ke pameran mobil terbesar seAsia, GIIAS 2018. Pameran mobil, beberapa mobil low MPV, yang tiap tahun diselenggarakan di ICE BSD ini selalu menyedot perhatian.

Walau lokasinya nun jauh di daerah BSD, nyaris ke Cisauk, kabupaten Tangerang, tetap saja antusiasme pengunjungnya luar biasa. Padahal daerah ICE BSD ini tak ada angkutan umum, kecuali shuttle gratis yang disediakan penyelenggara.

Sabtu siang itu sengaja saya ke stasiun Rawabuntu, stasiun terdekat yang mudah dijangkau, sekedar ingin menjajal shuttle gratis yang disediakan penyelenggara GIIAS 2018. Ternyata bukan cuma saya yang sedang menunggu. Ada puluhan orang yang juga sedang menanti dengan wajah gelisah. Mereka rata-rata datang berombongan. Ada yang sama teman-teman, ada yang sama anak-anak, ibu bapak, atau bersama pasangan.

Jika melihat pengumuman di papan, harusnya sih shuttle datang tiap jam, mulai jam 10 pagi. Tapi rupanya, tanpa jadwal khusus. Shuttle bisa datang kapan saja. Setelah melewati 3 shuttle yang penuh, saya perhatikan, dalam 10-15 menit sekali, ada 1-2 shuttle yang datang menjemput hingga ke dalam parkir utara stasiun Rawabuntu itu.

Sampai di GIIAS 2018, saya mengamati antusiasme pengunjung yang datang beramai-ramai. Saya takjub. Tiket weekend 100.000 per pengunjung kog kayaknya terasa murah. Kalau 1 keluarga mengajak 5 orang, berarti mereka kan merogoh kocek 500ribu. Ckckck, demi menonton pameran mobil? Hm, entah lah. Saya lupa juga menanyakan mereka satu per satu. 

Besok kalau dapat kesempatan ke GIIAS 2018 lagi, saya mau tanya pengunjungnya ahh. Apa yang menyebabkan mereka rela merogoh kocek 100.000 demi menyaksikan pameran mobil. Jiaaah, iseng banget ga sih. Tapi asli ini bikin penasaran, secara saya perhitungan banget sama uang 100.000. Buat dapetinnya pontang panting boo, hahaha.

Oke, singkat cerita, saya pun "parkir" dulu di booth Mobil 123, niatnya sih mau ikut kuisnya. Tapi berakhir takjub lihat salah satu pengunjung berhasil dapat hadiah handphone Samsung J7 Prime! Duh ya Allah, saya mupeng. Handphone saya sudah sering hang. Padahal segala aplikasi juga udah dihapus. Ya, maklum lah ya, handphone jadul ram 1Gb. Masih bagus sanggup diajak "kerja". Bisa tetap digunakan saat deadline kerjaan datang *curhat detect. Ya, mudah-mudahan dapat rejeki handphone lagi ya *aamiinkan saudara-saudara.


Penasaran dengan Mobil Low MPV

Puas berkeliling area GIIAS 2018 yang super luas, dari hall 1 sampai hall 10, saya akhirnya ke boothnya Wuling yang saat itu sedang memamerkan Wuling E100.     






Wuling E100 ini kabarnya laris manis di negara asalnya sana, Tiongkok. Mobil kecil mungil bermuatan 2 orang ini merupakan mobil listrik berdaya tahan 9 jam, atau jarak tempuh 200 km. Sayangnya, mobil ini belum bisa masuk ke Indonesia karena adanya beberapa regulasi yang harus dipenuhi. Ya, sabar-sabar aja menunggu kabar ya. Mobil lucu ini kan cucok buat jalan-jalan ke mall atau pasar berdua Falda. Buat yang ngantornya biasa pakai mobil sendirian, keknya lebih cucok naik ini. Atau emak-emak yang antar jemput anak sekolah, bisa pilih ini juga buat alternatif.

Selain mobil kecil itu, Wuling rupanya juga memajang SUV yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, entah di akhir tahun 2018, atau awal tahun 2019. Sport Utility Vehicle ini rupanya dinanti banyak orang. Itu ga sengaja saya temukan saat lagi buka-buka instagramnya Wuling. Banyak komen-komen penggemar Wuling yang menanyakan kapan Wuling akan meluncurkan seri SUV tersebut. Rupanya penggemar Wuling di Indonesia menantikan mobil berukuran sedang berkapasitas 4-5 orang. 


Wuling & Mobil Low MPV


Walau pemain baru di Indonesia, Wuling motor cukup serius menggarap pasar Indonesia. Buktinya, mereka langsung membuat pabrik di Cikarang dan mendirikan hingga 80 dealer di seluruh Indonesia, hanya dalam jangka waktu 1 tahun. Ini bukti keseriusan Wuling berinvestasi di Indonesia. Wuling ingin memerikan pelayanan after sales yang baik, garansi yang membuat pelanggan tenang.

Pantas saja lah jika penjualannya berhasil mencapai 14.000 unit dalam 1 tahun. Prestasi ini pun sampai diganjar penghargaan Rookie of the year (2018) oleh majalah mobil motor.

Padahal, hasil penjualan segitu banyak, cuma dengan 2 jenis mobil MPV aja lho ya. Confero dan Cortez. Jenis mobil segala aya, alias multi pusposed Vehicle ini dibanderol di kisaran harga 130 jutaan, sampai yang paling mahal di kisaran 200 jutaan saja. Mobil MPV murah.

Wuling tampaknya tahu betul, masyarakat Indonesia ini rata-rata keluarga besar, senengnya pakai mobil keluarga berjenis Low MPV yang murah, tapi bisa mengangkut banyak orang dan mengangkut apa aja. Mulai angkut keluarga, sampai angkut barang.

Saya pun senengnya jenis-jenis MPV murah sih, mobil keluarga. Pan bisa angkut mama papa, dan 3f jalan-jalan ke luar kota. Aamiin.

Kalau sobat advencious, senengnya jenis mobil yang mana nih? MPV atau SUV?

Friday, August 3, 2018

Serunya Konser The Professor Band UI

The Professor Band? Bandnya professor? Professor main band? Atau musisinya udah sekelas professor ilmu musiknya? Halah ribet ya. Tapi itu lah yang ada dalam pikiran saya saat mendengar akan diadakannya konser The Professor Band (TPB).

Dalam bayangan saya, ini professor pada ngapain sih. Main band? Sekedar unjuk kebolehan, atau konser beneran? Udah professor kog ya masih main musik. Kurang sibuk? *ehhh

Ternyata di akhir sesi saya baru paham, kenapa sih para professor-professor ini main band.


Sejarah The Professor Band


Namanya manusia tuh ya, ada otak kanan dan ada otak kiri. Bisa serius, tapi boleh juga dong, santai. Nah, demi menyeimbangkan kehidupan, ga melulu berkutat dengan diktat, buku, dan tugas-tugas mahasiswa, para professor-professor UI pun berkumpul untuk sekedar menyalurkan hobi bermusik. 
Awalnya sih cuma iseng-iseng aja para professor dari fakultas FISIP UI ngumpul di tahun 2003. Ga ada wacana serius mau bikin konser segala macam. 

Seiring waktu, para professor yang hobi bermusik ini lantas memantapkan diri untuk mendirikan The Professor Band. Anggota awal yang hanya para professor UI dari fakultas FISIP pun berkembang menjadi professor UI dari berbagai fakultas dan program studi. Bahkan beberapa mahasiswa berbakat musik juga turut dilibatkan.


Konser The Professor Band



Langkah The Professor Band makin lama makin luas. Bukan lagi sekedar di lingkungan UI, tapi merambah juga ke luar lingkungan kampus. Bahkan melanglang hingga ke mancanegara. Beberapa kali TPB diundang konser di US dan negara-negara lainnya. 

Pada 27 Juli 2018 lalu, TPB kembali mengadakan konser. Kali ini di gedung Makara Art Centre. Gedung kesenian yang sengaja dibangun UI Depok untuk berbagai pertunjukan dan acara kesenian.

Yang lucunya, waktu saya dan Falda mencari gedung Makara ini, ada yang ngga tahu. Saat saya tanya gedung Makara Art Centre, pak satpamnya ga ngerti, malah bilang "oh, gedung kesenian kali ya? Ada di sebelah sana bu". Karena ragu-ragu, saya bertanya pada mahasiswa yang lewat tentang lokasi gedung kesenian. Ajaibnya mereka semua bertanya-tanya, dimana letak "gedung kesenian". Tak ada satu pun yang bisa menunjukkan letak "gedung kesenian itu". Begitu saya tanya "Makara Art Centre", baru pada ngeuh. "oh, kalau Makara Art Centre sih di situ bu."

Duh, beda generasi ya. Pak satpam tahunya gedung kesenian. Tapi generasi muda kenalnya Makara Art Centre :)

Akhirnya saya berhasil menemukan gedung Makara Art Centre yang lokasinya ga jauh dari stasiun Pondok China. Posisi gedungnya persis berhadapan dengan Danau UI, ga jauh dari masjid UI.

Konser Feat Koes Plus & The Panbers


Lagu-lagu yang dibawakan TPB pun beragam, mulai lagu jazz, pop, dsb. Umumnya lagu-lagu oldies, tahun 1980 -  1990an.

Khusus konser TPB kali ini, mereka sengaja membawakan lagu-lagu Koes Plus dan The Panbers. Tak heran jika konsernya bertajuk "Tribute To Koes Plus & The Panbers"

Lagu Koes Plus dan The Panbers dibawakan secara bergantian mulai pukul 16.00 - 18.00. Para penyanyi yang membawakan lagu berganti-ganti, mulai mahasiswa UI, anak-anak professor, hingga ibu-ibu rektorat UI.

Lagu-lagu lawas pun berkibar di seantero gedung. Kami para penonton pun ikut larut membawakan lagu semacam Kisah sedih di hari minggu, Ayah. Untungnya sih pada bagian background panggung terpampang layar besar yang menampilkan lirik lagu. Kami seakan-akan diajak bernostalgia sambil berkaraoke diiringi The Professor Band!

Pada akhir acara, saya kaget melihat layar itu menampilkan sosok Oom Yok Koeswoyo. Ya ampun, ternyata sejak tadi oom Yok ada di antara para penonton. Huaaa, segala haru melanda, bahagia, bangga, takjub menyaksikan legenda musik Indonesia yang masih hidup.

Oom Yok Koeswoyo pun diminta maju ke atas panggung untuk turut bersama menyanyikan lagu pamungkas, Boedjangan.



Lagu Pamungkas, Boedjangan, karya Koes Plus, menjadi penutup yang manis dari konser The Professor Band di Makara Art Centre UI Depok. Seluruh penonton ikut larut bersama alunan musik dan lagu yang ternyata juga dihadiri salah satu personil Koes Plus yang masih tersisa, oom Yok Koeswoyo. Sukses selalu The Professor Band, menjadi inspirasi bagi bidang akademisi dan pendidikan. Bahwa hidup hendak lah seimbang, tak melulu sibuk dengan otak kiri, tapi juga harus mengaktifkan otak kanan. Tak melulu sibuk dengan kognitif, tapi harus mengaktifkan afektif. Thanks prof, telah menunjukkan pada kami, bahwa profesor itu tak harus kaku, tapi bisa juga diajak santai begini. Yuuk para mahasiswa-i, manfaatin gedung kesenian yang udah dibangun dengan megah ini dengan karya-karya seni lainnya. Pesan profesor loh ini. #laguindonesiajayadinegrisendiri #TPBbelajarbermainbermusik
A post shared by Maya Siswadi (@mayasiswadi) on


Ahhh, hati saya rasanya penuh banget hari itu. Senang bisa ikut menyanyi bersama, joget bersama, nostalgia bersama. Mengenang masa-masa muda. Hiahahaha.

Saking senangnya, saya sampai lupa memanfaatkan moment, foto bersama dengan oom Yok. Huaaaa...


Meet & Greet with TPB


Setelah selesai konser, kami dapat kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan para professor TPB ini.


Melalui tanya jawab, terungkap jika persiapan mereka untuk sampai bisa konser ini cukup singkat, cuma sempat 5x latihan.

Untuk mengarahkan dan menggarap permainan para professor ini, dilibatkan lah R. Septa Suryoto Ssn. sebagai music director.

Oh ya, The Professor Band juga udah punya album loh. Walau bukan lagu sendiri, tapi musiknya digarap dengan serius.

TPB memang belum punya lagu sendiri. Tapi, itu ga menyurutkan mereka untuk tetap berkarya kan?

Friday, July 27, 2018

Lurik Coffe Kitchen & Lidah Mercon Ussy

Siapa yang suka nongkrong di Lippo Mall Kemang Village? Suka ngupi-ngupi? Hangout bareng temen sambil nonton Live Music?

Ada banyak banget ya restoran atau caffe ya di Kemang Village ini. Salah satu yang baru aja buka adalah resto barunya pasangan  artis romantis Indonesia, Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama. Lurik Coffe Kitchen.


Kenapa Mendirikan Resto?


Ussy yang ternyata doyan masak ini punya resep-resep andalan yang disukai teman-temannya. Ussy tak ingin resep-resep, terutama resep keluarga yang sudah turun temurun, hilang begitu saja. Ia ingin memperkenalkan resep tersebut ke siapa pun.

Ini bukan kali pertama Ussy mendirikan sebuah restoran. Jauh sebelum menikah dengan Andhika, Ussy pernah punya restoran Jepang di daerah Blok M, Takigawa. Berhubung Ussy cinta banget sama Indonesia, akhirnya restoran tersebut dijual.

Beberapa tahun kemudian, Ussy masih menyimpan cita-cita untuk punya restoran lagi "asyik kali ya kalau punya restoran", seru Ussy pada Andhika. Sayangnya, keinginan tinggal keinginan, rencana itu belum terwujud juga sampai ia membuat bisnis baru, punya anak, mengurus ini itu, dsb.

Bertahun-tahun kemudian, setelah melalui berbagai pertimbangan, Ussy pun akhirnya mewujudkan impiannya. Membangun restoran khas Indonesia, dengan makanan rumahan andalannya.

Pada 23 Juli 2018 lalu, Ussy dan Andhika resmi membuka restonya di Lippo Mall Kemang Village, lantai UG, dekat panggung Live Music. Secara lokasi posisinya cukup strategis. Dapat view luar yang kece, balkon dengan pemandangan bebas ke arah panggung Live music.


Interior


Bicara interior bagian dalam Lurik juga tak kalah kece dan cantik. Ada beberapa spot dengan benda-benda vintage seperti mesin jahit kuno, sepeda kuno, hingga beberapa meja dan kursi yang ditata cantik. Jika diperhatikan, bangku yang ada di Lurik mengikuti motif restonya, Lurik. Ussy memang memakai jasa interior untuk menatanya. Ga heran banyak spot-spot yang cantik jadi latar foto.



Salah Kostum #Throwback Percaya kalau saya salah kostum? But, hey.. kostum bukan segalanya, right? Salah kostum ga perlu bikin minder dan ga pede. Harusnya pagi itu saya pakai baju hitam, sesuai dress code. Cuma, saya lupa kalau acaranya @lurik.coffeekitchen ada dress code, main ngacir aja berangkat ga tengok-tengok grup lagi. Salah kostum saya pagi itu tetap terlihat manis kan diframenya @imawan_ Hahaha. Beruntung kalo ada Awan saat acara-acara gini, ketemu spot kece dan angle-angle cantik. Awan refleks mengarahkan. "Mbaaa, coba tangannya begini...mbaa..coba duduknya agak miring... coba menghadap ke sana..." Ga keberatan motoin plus transfer fotonya. Berkah buat Awan, sukses terus dan berlimpah rejeki. Terima kasih ya selalu mau direpotin :) #Clozetteid #fashion #beauty #blogger #lifestyle #happylife
A post shared by Maya Siswadi (@mayasiswadi) on




Tentang konsep restonya, Ussy mengangkat tema tradisional modern. Pengen mengangkat makanan tradisional, tapi ada sentuhan modern.




Menu Andalan

Lidah Mercon



Salah satu menu andalan Ussy adalah Nasi rames Lidah Mercon


Nasi Rames Lidah Mercon ala Ussy
Nasi Rames Lidah Mercon ala Ussy 

Lidah mercon buatan Ussy ini kabarnya jadi favorit teman-temannya ketika bertamu ke rumahnya. Waktu saya mencoba mencicipi rasanya, memang rasanya enak. Lidahnya dibuat menjadi potongan-potongan yang lembut dengan bumbu yang cukup kuat.

Banyak sekali menu andalan Lurik Coffe Kitchen ini. Tapi ada 2 menu yang akan saya ulas, Nasi Goreng Truffle dan Dori Sambal Matah


Nasi Goreng Truffle


Nasi goreng yang satu ini memang ga tanggung-tanggung, menggunakan minyak truffle. "minyak truffle ini mahal lho, sebotolnya aja sejutaan" sahut Ussy sambil tersenyum saat saya tanya bumbu khas yang digunakan pada nasi goreng ini. Tadinya saya pikir Ussy menggunakan lengkuas, sereh, atau kecombrang. Ternyata minyak truffle. Pantes harganya cukup aduhai. Tapi rasa memang ga bisa dibohongin sih, hahaha


Nasi Goreng Truffle
Nasi Goreng Truffle

Setelah saya baca-baca, truffle oil berasal dari ekstrak jamur truffle yang langka. Minyak truffle ini sering digunakan dalam campuran masakan dan membuat rasa khas yang membuat masakan menjadi sedap. Cobain deh, saya aja jadi ketagihan, pengen lagi dan lagi.


Dori Sambal Matah


Dori sambal matah merupakan hasil kreasi Ussy yang menyajikan ikan dori yang digoreng kering, dipadukan dengan sambal matah khas Bali. Nasi yang disajikan bersama ikan dori ini diaduk bersama butter. Saya suka sekali sensasi nasi butter ini.


Dori Sambal Matah
Dori Sambal Matah

Banyak menu-menu unik di Lurik Coffee & Kitchen. Rasanya semua mau dicoba...hahaha. Ada minuman hasil kreasi Ussy, es Mumuw yang berisi potongan buah naga merah dan nata de choco.

Saya sempat icip-icip dikit sop buntutnya yang lembut banget dagingnya. Saya nyobain juga sandwichnya neng Ussy yang terbuat dari roti bakar Bandung. Roti bakar khas Bandung tapi diisi daging asap, telur, keju plus irisan selada dan tomat. Lucu kan? Sandwich tapi pakai roti bakar Bandung. Unik!


 Sandwich Neng Ussy
Sandwich Neng Ussy

Banyak kreasi makanan khas Ussy lainnya. Intinya sih, menu-menu di Lurik adalah khas Indonesia. Jika ada makanan asing, tetap dikreasikan dengan bumbu dan bahan Indonesia. Mulai Sapo tahu, Mie Champong, Sandwich, dsb.

So, kalau teman-teman penasaran dengan rasanya? Cuss ke Lippo Mall Kemang, UG floor unit D-08 ya. Follow instagram.com/lurik.coffeekitchen untuk info lebih lengkap.

Wednesday, July 25, 2018

La Cucina Resto, Pasta & Pizza Italy

Saya ini termasuk penggemar berat keju dan kawan-kawannya. Pokoknya segala jenis dairy product, macam keju, yoghurt, cream, dan sebagainya. Segala jenis makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut, pasti juga saya sukai. So, ga heran saya juga menyukai segala jenis masakan Italy yang umumnya mengandung bahan-bahan tersebut. Mulai pasta, sampai pizza.

Saking sukanya sama yang berbau-bau pasta dan pizza, saya bela-belain deh datang ke daerah Citra Garden, Kalideres yang nun jauh dari rumah saya. Perjalanan naik kereta aja 2 jam lebih, hahaha.  

Saya penasaran dengan La Cucina Pizza dan Pasta Resto yang punya menu Pizza dan Pasta authentic Italy. Ownernya, Indrawaty Moerti menyebutkan kalau berbagai olahan khas Italy ini ia dapatkan ilmunya melalui sang suami dan mertuanya. Dulunya bu Iin memang sempat tinggal lama di Italy, lalu beberapa tahun ini kembali menetap di Indonesia.


Salad (Insalatone)


Menu pertama yang saya icip-icip adalah salad. Saladnya La Cucina ini juara rasanya. Entah bagaimana bu Iin meracik dressing salad ini, rasanya itu segar. 


Insalata Manzo dan Insalata Caesare
Insalata Manzo dan Insalata Caesare

Insalata Caesare atau caesar salad yang saya coba ini merupakan paduan Roman lettuce dengan bawang putih, keju parmesan, dan caesar dressing. Sebagai topping, bisa minta tambahan potongan daging dada ayam.


Pizza

Pernah makan pizza dengan diameter 40 cm? Nah, itulah ukuran Pizza di La Cucina. Ukuran Pizzanya memang super jumbo dan cuma ada 1 ukuran itu saja, jadinya puas untuk dimakan ramai-ramai. 


Gamberetti Pizza ala La Cucina Resto
Gamberetti Pizza ala La Cucina Resto


Ada banyak varian Pizza di La Cucina, mulai yang topping jamur, keju, sampai yang isinya berbagai jenis daging. Harganya mulai 65ribu. Cukup terjangkau kan?

Oh ya, satu lagi yang khas dari Pizzanya La Cucina, dough Pizza alias dasar rotinya tipis. Menurut bu Iin, pizza yang tipis ini merupakan ciri khas Pizza Italy. 


Carnviora Pizza
Carnviora Pizza


Pizza yang saya coba adalah Carnivora, dengan topping sosis daging, daging asap, ayam, dan keju Mozzarella. Saya juga cobain varian Gamberetti yang bertabur udang, zaitun, bawang putih, dan keju mozarella.


Pasta


Khusus jenis pasta, ada banyak menu pasta yang menggiurkan, unik, dan khas Italy. Salah satunya adalah Fettucine con Pesto e Pollo yang menggunakan pesto sauce. Buat yang suka sayur-sayuran dan pengen banget sehat, cocok deh nyobain jenis pasta satu ini. Pesto sauce ini terbuat dari daun basil yang dihaluskan, dicampur keju, bawang putih dan beberapa bumbu lain. Sehat kan?

Fettucine con Pesto e Pollo
Fettucine con Pesto e Pollo

Sebagai penggemar sesuatu yang creamy, saya juga suka pasta yang menggunakan cream sauce. So, mana bisa nolak nih si Penne con Salmone affumicato ini. Paduan Salmon asap, bawang putih dan cream saucenya bikin rasa creamynya super enak. Duh kan jadi pengen lagi deh ahhh. 

Penne con Salmone affumicato
Penne con Salmone affumicato


Dessert (Dolci)


Makan salad udah, Pizza udah, pasta juga udah, sekarang mari kita cicipin tiramisunya yang khas, Very Berry Tiramisu. Menurut bu Iin, tiramisu yang satu ini merupakan resep tiramisu dari sang mertua. Resep andalan di keluarga besar suaminya. 


Very Berry Tiramisu
Very Berry Tiramisu

Penambahan berry sauce yang merupakan paduan berbagai jenis berry ke dalam lapisan tiramisu, membuat rasanya jadi manis asem segar, jadinya malah ga terlalu eneg. Berbeda dari tiramisu klasik yang kuat rasa kopinya. 

Harga si tiramisu ini memang ga bisa dibilang murah, 65 ribu per porsi. Tapi kalau lihat isinya yang banyak, ya seimbang sih. Mungkin dessert ini cocoknya dimakan ramai-ramai, isinya banyak.

Pengen nyobain pencuci mulut yang ringan dan lembut? Cobain deh Panna Cotta ini. Sauce berry yang asem manis menjadi penyeimbang rasa manis dari cream pudingnya.


Panna Cotta ala La Cucina Resto
Panna Cotta ala La Cucina Resto

Masih banyak menu enak dan asyik lainnya. Tapi mending kalian langsung datang dan cicip sendiri aja lah, biar ga penasaran kan ya.

Jangan khawatir tentang kehalalannya ya guys, semua menu daging yang ada terbuat dari daging sapi. Semua menu aman untuk disantap kaum muslim, termasuk tiramisu.

Kalau pengen intip promo-promo di La Cucina, follow instagram officialnya ya instagram.com/lacucinaresto, biar ga ketinggalan info guys. Kali-kali kan dapat promo buy 1 get 1 pizza.

Yuk, langsung datang aja ke 

Tuesday, July 17, 2018

Selain Malioboro, Coba Wisata Belanja di Jogjakarta Ini

Yogyakarta nggak bisa lepas dari Malioboro. Ruas jalan dengan penataan yang sangat indah ini selalu menjadi tujuan tempat wisata di Jogja yang paling utama. Mulai dari pedagang oleh-oleh pakaian sampai makanan bisa kamu temukan di “pusatnya” Yogyakarta ini.
Tapi untuk berburu oleh-oleh di Kota Gudeg, sebaiknya jangan cuma mengandalkan Malioboro. Ada banyak tempat yang wajib dikunjungi. Selain punya koleksi barang yang menarik, surga-surga belanja tersebut juga menawarkan harga beli yang menggiurkan.

Untuk yang punya rencana liburan musim panas sambil jalan-jalan menyusuri tempat wisata di Jogja, berikut adalah daftar surga belanja yang wajib dikunjungi. 


Pasar Beringharjo



Pasar Beringharjo (sumber: maioloo.com)
Pasar Beringharjo (sumber: maioloo.com)


Melintasi Malioboro mungkin cukup sering. Tapi sempatkah dirimu masuk ke Pasar Beringharjo? Berdiri sejak tahun 1758, Pasar Beringharjo seakan menjadi ‘tulang punggung’ yang menjalankan roda perekonomian masyarakat Jogja. Dari dulu sampai sekarang, para pedagang di dalam pasar ini menawarkan dagangan pakaian, terutama batik, dijual dengan harga yang sangat miring. Buat pecinta batik, Pasar Beringharjo adalah tempat wisata di Jogja yang nggak boleh kamu lewatkan.

Pasar Maling



Pasar Maling (sumber: gudeg.net)
Pasar Maling (sumber: gudeg.net) 



Namanya cukup seram, tapi jangan bayangkan pasar ini banyak maling atau copetnya. Julukan yang melekat pada Pasar Klithikan ini semata karena ada anggapan bahwa barang-barang curian bisa ditemukan di pasar ini. Terlepas dari anggapan tersebut, Pasar Klithikan atau Pasar Maling ini merupakan tempat yang pas untuk berburu barang langka. Bahkan ada onderdil-onderdil yang diperlukan oleh motor-motor antik di pasar ini.

Manding


Manding (sumber: hiddenjogja.wordpress.com)
Manding (sumber: hiddenjogja.wordpress.com)

Manding adalah pusat kerajinan kulit di bagian selatan Yogyakarta, tepatnya di Jalan Parangtritis kilometer 11, Bantul. Berbagai barang, terutama fashion, yang terbuat dari kulit, dari harga yang murah sampai termahal, bisa kamu temukan di sini. Mulai dari dompet, tas, sepathu, hingga jaket keren! Jangan lupa, tawar harga sebelum membeli. Biar bisa mendapatkan barang dengan harga yang bikin dompet nyaman.

Kasongan


Kasongan (sumber: ANTARA FOTO/Andreas Fitri)
Kasongan (sumber: ANTARA FOTO/Andreas Fitri)


Kasongan merupakan tempat wisata di Jogja yang sangat populer. Sebuah desa yang dikenal berkat kerajinan gerabah yang luar biasa. Terdapat sebuah sentra, tempat di mana para pedagang gerabah khas Kasongan berkumpul dan menawarkan produk mereka. Mulai dari guci, patung, dan berbagai souvenir lain dari tanah liat bisa kamu temukan di sini.



Desa Wisata Krebet

Desa Wisata Krebet (sumber: visitingjogja.com)
Desa Wisata Krebet sumber: visitingjogja.com
 
Kalau sudah puas keliling Jogja, apalagi sekarang bisa kemana saja dengan tiket wisata Traveloka, waktunya untuk belanja oleh-oleh yang nggak biasa. Coba datang ke Dusun Krebet, Bantul. Di tempat ini ada banyak warga yang jadi pengrajin batik kayu. Jadi intinya, mereka membuat batik dengan medium kayu. Hasilnya? Luar biasa! Batik yang selalu identik dengan kain bakal kamu lihat dengan cara yang beda.

Barang-barang yang dihasilkan sentra kerajinan beraneka ragam. Ada topeng, wayang dan patung kayu, gantungan kunci, cermin, kotak perhiasan, dan masih banyak lagi. Pas banget buat yang lagi nyari souvenir buat oleh-oleh atau pernikahan. Proses pembuatannya juga bisa dilihat sendiri, gak jauh beda dengan pembuatan batik kain. Oh iya, pernak-pernik hasil kerajinan batik kayu ini juga sudah merambah pasar mancanegara lho.



Desa Banyusumurup


Desa Banyusumurup (sumber: gudeg.net)
Desa Banyusumurup sumber: gudeg.net


Siapa sih yang gak kenal keris? Senjata tradisional dari Jawa ini sudah terkenal di mana-mana, kamu bisa melihatnya menghiasi film-film silat lokal, upacara adat Jawa, bahkan sampai game dari mancanegara. Nah, di Yogyakarta, sentra kerajinan keris terletak di Desa Banyusumurup, Imogiri, Bantul.

Perajin keris di desa Banyusumurup ini memproduksi bilah keris koden atau keris yang berfungsi sebagai hiasan serta aksesorisnya, seperti warangka (sarung) dan gagangnya. Seni kerajinan keris ini diturunkan oleh Empu Djiwo Diharjo, pemilik sanggar penempa keris yang mendapatkan ilmu turun temurun dari ayahnya. Dari tangan Mbah Djiwo inilah tercipta keris pusaka yang terkenal di kalangan bangsawan dan petinggi dari dalam dan luar negeri.

Dengan banyaknya tempat wisata di Jogja khusus untuk belanja, dan mal-mal yang tersebar di seantero kota, gak muluk-muluk kalau Jogja disebut sebagai surganya wisata belanja. Jadi, kamu pengen belanja apa nih?

Friday, July 6, 2018

Pasar Malam ala Kyriad Airport Hotel Jakarta

Hayooo, siapa yang suka ke pasar malam? Cung. Main-main ke pasar malam itu seru ya. Barang-barangnya murah meriah, jajanannya pun begitu. Walau riweuh, tapi asyik kalau nyari printilan. Saya suka cari baju anak-anak yang murah meriah, atau sandal sepatu buat dipakai harian. Jajanan di pasar malam pun bikin kangen, jajanan kaki lima yang ramah di kantong.

Mengacu keseruan pasar malam, Kyriad Airport Hotel Jakarta menggelar jajanan murah ala pasar malam. Acara yang digelar di area pool shide ini rencananya akan rutin digelar setiap Jum'at malam sabtu. Mulai pukul 18.00-22.00.


Jajanan Pasar Malam ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Jajanan Pasar Malam ala Kyriad Airport Hotel Jakarta


Harga makanan yang ditawarkan juga disesuaikan dengan harga jajanan kaki lima. Semua makanan rata-rata dibanderol dengan harga Rp 10.000!

Ya ampun, sekelas hotel bintang 3 jual makanan cuma 10ribu. Murah amat ya, ngalah-ngalahin harga makanan di warteg *ehhh. Bikin mupeng. Hahahaha. Andai dekat, udah aku sambangi deh.

Jajanan apa aja sih yang ada di pasar malam ini?

Yuk kita intip ya 


Mie Ayam Bakso




Jajanan yang satu ini terhitung murah meriah banget dengan harga cuma 10ribu. Apalagi dengan cacahan tumis ayam yang melimpah.

Mie ayam Bakso ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Mie ayam Bakso ala Kyriad Airport Hotel Jakarta

Tumisan ayamnya ini mirip-mirip tumisan ayam Mie Yamin yang agak manis-manis gitu. Ya, mirip jajanan mie ayam di abang-abang, cuma bedanya Mie ayam Bakso Kyriad Hotel ini daging ayamnya beneran daging ayam, bukan daging campur tulang-tulang leher kayak di abang-abang kaki lima *ehhh.

Seblak


Seblak ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Seblak ala Kyriad Airport Hotel Jakarta

Saya baru beberapa kali makan seblak. Itu pun karena tetangga depan rumah jualan seblak. Karena baru beberapa kali nyobain seblak, saya belum tahu persis ciri khas seblak itu seperti apa, jadinya ga berani membandingkan juga. Seblak buatan tetangga saya itu terasa banget bumbu kencurnya dan cukup pedas. Sementara seblak buatan chef Kyriad Hotel ini justru ga ada rasa kencurnya. Pedasnya juga mild.

Saat saya tanyakan ke mba Yola, salah satu staf di Kyriad hotel, Seblak ala chef Kyriad Hotel ini memang sengaja tidak menggunakan kencur, agar bumbunya tidak terlalu medok. Pedasnya juga dikurangi agar bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Tapi ini juga optional kog, menurut mba Yola, tingkat kepedasannya bisa dipesan sesuai selera.


Nasi Uduk Jakarta


Tahu donk sama nasi uduk? Nasi gurih yang diaron dengan santan dan bumbu-bumbu semacam daun salam, lengkuas, dan sebagainya. Nasi uduk ini bisa dibilang makanan khas Jakarta dan sekitarnya. Tiap pagi atau malam, akan dengan mudah menemukan penjual nasi uduk. Restoran cepat saji kelas internasional pun sampai mengadopsinya menjadi salah satu menu.

Nasi Uduk Jakarta ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Nasi Uduk Jakarta ala Kyriad Airport Hotel Jakarta

Pelengkap nasi uduk biasanya adalah semur tahu, semur tempe, or semur telor. Semur khas Jakarta ini biasanya medok banget bumbu kecapnya, sampai hitam warnanya dan kental.

Pelengkap lain biasanya ada tempe orek, telor dadar, kerupuk, dan sambal. Sambal nasi uduk biasanya beda-beda. Ada sambal goreng, ada juga sambal kacang. Sambal kacang ini yang biasanya sambal khas Betawi.

Bagaimana dengan nasi uduk Jakarta ala Kyriad hotel? 




Namanya jajanan pasar yang udah diolah oleh chef hotel, pasti beda donk. Nasi uduk Jakarta ala Kyriad hotel ini jadi enak banget. Semurnya medok banget, terasa rempah-rempahnya. Sambalnya juga enak, terasa gurih bawangnya.

Asinan Jakarta


Asinan Jakarta ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Asinan Jakarta ala Kyriad Airport Hotel Jakarta

Bicara asinan Jakarta, sama dengan asinan Betawi. Asinan yang suka sekali dinikmati suami saat bulan Ramadhan.

Ciri khas asinan Betawi atau asinan Jakarta, ada pada sayur pelengkapnya. Asinan Jakarta terdiri dari beberapa sayur, termasuk sayur bawang. Kuah asinan pun berbeda dibanding asinan bogor yang encer, asam, asin, manis, pedas. Kalau asinan Jakarta itu bumbu kuahnya adalah kuah kacang yang encer dan terasa gurih, asam, asin, manis, pedas, dengan perpaduan yang pas. Segar dan bikin nagih.

Stand Asinan Jakarta, cakep ya pernah perniknya

Sebagai pelengkap, biasanya ada kerupuk kuning dan kacang goreng yang kriuk. Hmmm nyumiiii.

Laksa Tangerang

Ayo dibeli neng dibeli


Laksa ini makanan khas Tangerang yang diangkat Kyriad menjadi jajanan kelas hotel. Rasanya pedas, asem, asin, gurih, berpadu menjadi rasa yang enak. Uniknya, ada taburan kacang gorengnya. 


Laksa ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Laksa ala Kyriad Airport Hotel Jakarta

Rujak Buah


Mau cari yang seger-seger, rujakan deh. Pasar malam Kyriad Airport Hotel Jakarta ini juga menyediakan rujak dengan aneka buah lho. Pastinya buah segar dengan bumbu rujak kacang plus terasi dan gula merah yang kental.

Rujak Buah ala Kyriad Airport Hotel Jakarta
Rujak Buah ala Kyriad Airport Hotel Jakarta


Isi rujaknya ada beraneka ragam buah, mulai bengkuang, pepaya, mangga muda, kedondong, nanas. Wiih seger.

Naah..nah gimana? Udah mulai mupeng?

Ya udah catat ya waktunya, pasar malam ini digelar tiap Jum'at malam sabtu. So, buat kamu yang pengen jajanan pasar malam enak dan murah meriah, wajib banget berkunjung ke Kyriad Airport Hotel Jakarta yang ada di wilayah Neglasari, tepatnya di Jalan Marsekal Surya Darma, kota Tangerang. 





Sekalian staycation nginep di hotelnya kan seru tuh. Trus wiskul deh ke kota Tangerang yang udah cakep itu