Agoda

Friday, November 20, 2015

Membidik makanan dengan kamera smartphone, Mungkinkah?

Membidik makanan dengan kamera smartphone, Mungkinkah? 

Hm, maksudnya mau foto makanan dengan kamera smartphone tapi hasilnya mendekati kualitas DSLR?

Haaahhh ga mungkiiinnnn

Pertanyaan yang susah-susah gampang. Bagi fotografer profesional yang biasa pegang kamera DSLR, secanggih apapun kamera smartphone, tetap saja tidak ada yang bisa menyamai kualitas kamera DSLR yang biasa mereka gunakan.

Masalahnya, di jaman serba instan dan serba ringkas ini, banyak orang biasa yang ingin juga menghasilkan foto dengan kualitas bagus, setara kamera DSLR, tapi ga mau direpotkan dengan segala pernak pernik yang biasa digunakan fotografer profesional. Mereka tetap mau foto bagus, tapi jalan-jalannya ga pake ribet. Males nenteng begitu banyak perlengkapan.

Hal inilah yang ditangkap dengan jeli oleh begitu banyak pengembang smartphone dunia. Mereka berlomba-lomba mengembangkan smartphone yang mempunyai fitur yang bisa mendekati fitur-fitur yang dimiliki kamera DSLR. Berusaha mengembangkan kamera hampir setara kamera yang mumpuni Yaaa, memang ga bisa sama persis sih. Tapi, minimal menyamai deh :).

Nah, salah satu pengembang smartphone yang membidik hal ini adalah ASUS. Produsen berbagai jenis gadget dengan penjualan terbesar kedua di Indonesia. ASUS paham betul profile konsumennya sehingga mengembangkan berbagai produk inovatif sesuai kebutuhan masing-masing konsumen.

Bagi konsumen yang hobi selfie, Asus meluncurkan produk terbaru berupa Zenfone 2 Selfie yang menonjolkan kamera depan dan kamera belakang yang sama-sama memiliki resolusi 13 MP dan dual flash.

Bagi pengguna aktif smartphone yang hobi menggunakan social media atau pemburu live twit yang membutuhkan baterai berkapasitas besar, maka ASUS meluncurkan Zenfone Max dengan baterai 5000mAh.

Macam varian ASUS Zenfone 2 Laser (Foto : ASUS)

Bagi pengguna smartphone yang sering bepergian ke daerah-daerah yang susah mendapatkan sinyal, mungkin bisa memilih Zenfone 2 Laser yang mempunyai 5 laser direct structuring antena, 5 titik penembakan sinyal.

Hampir semua smartphone yang dikeluarkan ASUS pada ASUS ZenFestival di Ballroom Ritz Carlton,19 November 2015 lalu, mempunyai kapasitas memori minimal 2GB atau 3GB dengan kapasitas storage 16GB, kamera belakang 13MP dan kamera depan 5 MP, plusss udah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 4 yang tahan gores. Desainnya pun dibuat tipiiiss cuma 3,6mm. Tipis kaaann?

Corning Gorilla glass yang tahan gores (foto: ASUS)

Mantab?

Bangeeett.

Cuma kisaran 2-3 jutaan lho.

Peluncuran yang membuat banyak penggemar ASUS mulai dari dealer, media, blogger, hingga Zenfans datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan dari negara lain, mulai Bangladesh sampai Myanmar! Semua penasaran, produk-produk hits apa yang dikeluarkan ASUS kali ini?

Kemeriahan Launching ASUS Zenfone 2

Ternyata ASUS mengeluarkan banyak varian, mulai Zenfone Go yang ada di kisaran harga 1,5 juta, hingga Zenfone 2 Laser!

Apa sih kelebihan si laser ini?

Naahh, mari kita kupas.

Ada 3 varian zenfone 2 Laser

1.  Zenfone 2 Laser 5.0
Ini varian terendah di kelas Zenfone Laser dengan layar 5", processor 1,2 GHz, RAM 2 GB, storage 8GB, dan baterai 2400mAh. Kamera dan beberapa spesifikasi lain sudah disebutkan di atas.

Harga yang dibanderol IDR 2,099.000

2. Zenfone 2 Laser 5.5
Ini varian menengah dari kelas Zenfone Laser dengan layar 5,5",  processor 1,2 GHz, RAM 2 GB, storage 16GB, dan baterai 3000 mAh.
Mantab yaa

Harga yang dibanderol IDR 2.399.000

3. Zenfone 2 Laser 6.0
Nah ini varian tertinggi dari seri Zenfone Laser ini. Dengan ukuran layar hingga 6", RAM 3 GB, storage 32 GB, dan baterai 3000mAh.

Ketiganya sama-sama memiliki kelebihan di kamera dengan fitur Laser Auto Focus yang bisa membuat kamera dengan cepat fokus pada objek dengan waktu hanya 0,03 detik! Weeeww.

Dengan kecepatan seperti itu, yakin banget ga akan terlewat deh momen-momen penting. Sering kan mau ambil foto dengan smartphone, tapi kehilangan momen karena kameranya lambat menemukan fokus. Misalnya mau foto es krim, belum dapat foto yang bagus ehh es krimnya keburu meleleh, huhuhu. Sediiihhh.

Ssttt, aplikasi PixelMaster pada ASUS Zenfone 2 ini mendukung fitur Backlight (Super HD) Mode, Low Light Mode, Night Mode, hingga Depth of Field. Menambah keasyikan bermain-main fotografi di smartphone. Dengan Backlight Mode akan membuat objek jadi lebih terang ketika mengambil gambar yang melawan sumber cahaya (backlight).

Dengan Low Light Mode, mau foto makanan dalam kondisi restaurant yang temaram pun tetap akan oke hasilnya, ga akan gelap objeknya. Dengan PixelMaster Camera, sensitifitas cahaya yang meningkat hingga 4x lipat.

Hasil foto dengan Low Light Mode (sumber foto ASUS)

Kalau mau foto sate atau barbeque di taman nih dengan efek bokeh, tinggal pilih fitur Depth of Field deh, jadi blur tuh background fotonya. Asyik yaa.

Buat gadget mania dan end user yang butuh smartphone kelas premium dengan spesifikasi maksi, ini dia jawabannya. Mau main game, kerja multitasking pun bakalan lancar bangeeet.

Mau edit foto sekaligus nulis, kirim email, chatting, download video, upload foto? Lancaarr. Hayooo aja semua bisa kalau processornya sekelas Qualcomm 64 bit Octa Core! Sudah Octa core nih Zenfone 2 Laser 6.0 ini, keren kan? Apalagi didukung operating system Android Lollipop 5.0 dengan ASUS ZenUI 2.0, tambah lancar jaya deh kerjanya.

Harga yang dibanderol pun tak mahal.
Untuk ukuran smartphone kelas premium seperti ini, harganya hanya 3,499.000,-!

Murah?
Bangeeettt!

Mana tahaaannn!
*Ngencess*

Ahhh tak sabaarr, pengen punyaaa.

Pengen segera utak atik pakai smartphone ini kalau lagi hunting foto. Rasanya foto-foto makanan di blog dan akun instagram saya akan makin ciamik dengan ASUS Zenfone 2 Laser ini.

Mariii, berdo'a yang kencang *ehhh :). Aamiin.

Saturday, November 14, 2015

Narsis-narsisan di Food Truck Narsis

Narsis-narsisan di Food Truck Narsis. Haaaahh? Ada gitu food truck narsis?

Adaaaa, saudara-saudara.

Ga percaya?

Kalau ga percaya, dateng langsung aja deh ke Grand ITC Permata Hijau. Saksikan sendiri deretan food truck di bilangan parkir Timur. Daaann siap-siap ngiler yaaa.

Peserta Food Truck Narsis di ITC Permata Hijau 

Eh iyaaa, lupaa, hari ini hari terakhir niihhh. Food Truck yang sudah berlangsung sejak 6 November ini, akan berakhir sore ini, 15 November 2015 dalam rangka memeriahkan Grand ITC Permata Hijau Shopping Festival.

Buruan ke sana gih. Mumpung masih ada. Narsis-narsisan deh di sana. Upload foto selfiemu di twitter atau instagram @granditc_permatahijau dengan hestek #foodtrucknarsis. Yang beruntung bakal dapat hadiah looohhh.

Jangan sampai nyesel yaaa ga bisa nyobain Black Burger yang yummy ini.

Black Burger from Chee Gen

Siapa yang ga ngileeerrr cobaa disuguhi makanan-makanan menggiurkan ini.

Rasanya sih pengen beli semuaaa. Apalagi es krim creepesnya, bikin ngileeerrr.

Oh iya, di Grand ITC Permata ini ada Carrefour juga loh. Jadi kalau mau sekalian belanja bulanan juga bisa. Capek belanja, cuuss lanjut makan-makan di Food Truck ini, banyak pilihannya. Mulai Nasi Bebek, Aneka olahan Ayam, Burger, Es Krim, Es Duren, macem-macem Juice, aneka Cincau, Nasi Hainan, Siomay, Dim Sum, dsb.

Truck Dragon King

Puas makan-makan, mau lanjut hunting barang bekas buat property foto kayaknya seru nih. Lanjut ke lantai 2 ada banyak penjual barang-barang vintage.

Macem-macem barang vintage yang menggoda iman buat jadi food property

Hayooo, siapa yang hobi berburu barang-barang vintage? Jangan sampai kalap yaaa :).

Thursday, November 5, 2015

AWesome American Nacho Cheese, Menu terbaru A&W Indonesia

AWesome American Nacho Cheese, Menu terbaru A&W Indonesia
Buat saya yang pecinta mati keju, melihat lelehan keju Cheesy Fries yang dipresentasikan A&W Indonesia saat peluncuran menu baru pada 30 Oktober 2015 lalu di gerai Kedoya, Jakarta Barat, membuat saya tersiksa menahan liur.

Keju meleleh-leleh itu berhasil membuat saya terus menerus menelan ludah.

Apa sih kekuatan utama yang mau ditonjolkan oleh A&W kali ini?

Menurut Suryo Wiratno, Product Development and Quality Assurance (PDQA) Manager of A&W Restaurant Indonesia, “Sebelumnya, kami pernah meluncurkhan Cheese Fries hanya dalam periode tertentu. Ternyata banyak pelanggan meminta kami untuk memunculkan kembali menu tersebut.

Kini, dalam rangka ulang tahun A&W yang ke-30, kami menemukan momentum yang tepat untuk menghadirkan kembali Cheesy Fries dalam rangkaian menu AWesome American Nacho Cheese yang memberi penekanan kuat pada rasa keju yang kaya dan berlimpah”.

Lelehan saos keju nan mewah dan berlimpah menjadi kekuatan utama yang “dijual” oleh A&W kali ini. Selain itu, rasa khas Nacho juga akan membuat  rangkaian menu baru ini berbeda dari menu lainnya. Rasa khas Nacho yang bisa kita dirasakan ketika mencicipi menu-menu Nacho ala America Latin yang sekarang sedang banyak dijual pengusaha makanan ini, bisa dirasakan saat memesan menu AWesome American Nacho Cheese ini.


Ada 3 paket combo Cheesy yang dijual kali ini, dipatok dengan harga minimal 60.500. Setiap paket terdiri dari Spicy Aroma Chicken, Potato Chowder Soup, dan 1 gelas Root Beer Regular.
Yang membedakan masing-masing paket adalah, menu utamanya. Ada yang menyajikan Cheezy Butter Rice with Egg dengan tambahan 1 potong Spicy Aroma Chicken, ada yang dipadu Cheezy Chicken Sandwich with Egg, ada juga yang dipaketkan dengan Cheezy Double Beef Burger with Egg.


Selain menu paket, dijual juga menu tunggal yang bisa dibeli terpisah dari paket : Potato Chowder Soup, Cheezy Butter Rice, dan American Cheezy Fries.


Menu terbaru ini ditawarkan dengan waktu terbatas lhooo, cuma sampai Januari 2016!! Soo, jangan sampai kehabisan yaaa. Buruan ke A&W terdekat.

Oh yaa, A&W Indonesia sudah mendapat sertifikat halal. Jadi aman deh kalau mau makan di sini yaa, ga khawatir lagi halal haramnya.

Monday, November 2, 2015

Special 100% Australian Beef, Menu Terbaru Wendy’s Indonesia

Special 100% Australian Beef, Menu Terbaru Wendy’s Indonesia

Ahaaa, hampir semua orang kenal nama restoran cepat saji yang satu ini, Wendy's. Bener gaaa? Ayoooo..

Menu favorit apa dari restoran ini yang paling terkenal dan kamu sukai?

Saya suka Double Stacker!!

Eh, saya juga suka Baked Potato dan Potato Pie-nya sih :)

Wendy's, didirikan oleh Dave Thomas pada tahun 1969 di Columbus, Ohio, Amerika Serikat. Udah lama banget yaaa. Lebih tua dari saya nih umurnya :). Tapiiii, Wendy's baru masuk ke Indonesia pada tahun 1991. Outletnya sudah ada di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Malang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Bali, Medan, Makassar, dan Manado.

Wendy's cukup rajin melakukan inovasi menu agar pengunjung tak bosan dan selalu menemukan sensasi baru ketika datang berkunjung. Baru-baru ini mereka meluncurkan Frosty Podeng.

Frosty Podeng (foto pribadi)

Paduan antara es podeng tradisional yang mengandung ketan hitam, es tung tung, plus dikucuri toping roti kering, dengan es krim Frosty coklat yang menjadi ciri khas Wendy's.

Paduan unsur penganan tradisional dengan unsur kekinian ini membuat menu jajanan yang satu ini menjadi unik. Harga yang dipatok pun tak mahal, kurang dari 15 ribu saja!!

Tak puas berkreasi dengan menu Frosty, Wendy's kembali mengutak atik varian menu baru. Hingga lahirlah Special 100% Australian Beef. Rangkaian menu ini mengeluarkan 2 menu kombo andalan, Beef Blackpepper Rice dan Hot N Juicy Single Beef Burger.

Hot N Juicy Single Beef Burger yang dipaket bersama kentang goreng dan minuman ini dibanderol dengan harga 36ribuan.

Hot N Juicy Single Beef Burger (foto pribadi)

Jika ingin menu nasi, bisa pilih Beef Blackpepper Rice yang disajikan lengkap dengan nasi, salad, irisan-irisan daging, saus mayonnaise, dan minuman. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau lhooo, cuma 31ribuan.
Beef Black pepper Rice (foto pribadi)

Rangkaian menu baru Wendy’s ini diolah dari 100% daging sapi murni yang diimpor langsung dari Australia lengkap bersama bumbunya. Daging ini kemudian dipanggang pada suhu 350 derajat Fahrenheit, menjadikan rasanya juicy dan yumyyyyy. Hmmmm kebayang yaa rasanya yang juicy *lap iler*

Jangan khawatirkan tentang kehalalannya yaa, Wendy’s sudah resmi mendapatkan sertifikat halal, demikian yang diungkapkan mb Ingrid Gani, Marketing Manager Wendy's Indonesia.

Saat diundang secara eksklusif ke gerai Wendy’s di Senayan City pada 27 Oktober 2015 lalu, para food blogger yang hadir disuguhkan macam-macam menu. Selain untuk dicicipi, juga untuk kami foto bersama. Ga boleh lihat ada menu yang baru dikeluarkan, langsung kami berebut foto.

Puas foto-foto, saatnya kami santap bersama sampai kenyang!! Berhubung tak kuat makan semuanya, kami membawa pulang beberapa menu yang tak habis kami cicipi hahaha. Itu pun masih disuruh pesan lagi dan lagi. Padahal perut rasanya sudah penuh. Kalau ga inget perut sih memang rasanya pingin pesan terus melihat menunya yang bikin meleleh itu. Entah nyobain Baked Potato, Frosty, atau Double Stacker yang beef burger dan kejunya dobel-dobel ituuu.
Cheese Potato Pie yang menggoda (foto pribadi)

Pulangnya kami masih dioleh-olehi seporsi menu baru plus sejumlah voucher. Aduhai. Terima kasih ya mb Amy dan mb Inggrid, jangan bosan-bosan undang kami yang doyan makan ini *lirik Dita.

Dita dan menu pilihannya :) (foto pribadi)

Ssstt, menu baru ini terbatas nih penawarannya. Cuma sampai 22 November 2015 ajah!! 

Saya udah beberapa kali ga kebagian Frosty Podeng. Persediaan di tiap gerai ternyata terbatas. Hiks hiks. Moga-moga yang Australian beef ga terbatas :).

Friday, October 23, 2015

MyRice, Nasi Liwet Instan Kreasi Hipoci

MyRice, Nasi Liwet Instan Kreasi Hipoci. Hipoci? Makhluk jenis apakah itu? Hahaha.

Maaf ya teman-teman. Hipoci itu bukan sejenis makluk, binatang apalagi robot. Bukaaann!!! Tapiii singkatan dari Himpunan Petani Organik Cianjur.

Keren yaa, singkatannya jadi Hipoci. Begitu enak didengar dan sangat mudah diingat.

Entah siapa yang mengusulkan nama Hipoci ini, yang jelas orangnya pasti kreatif dan produktif. Hahaha.

Nyatanya, Hipoci memang kreatif dan produktif. Binaan PT. Tirta Investama Plant Cianjur ini, berhasil menelurkan Beras Organik sendiri dengan merk MyRice. Bisa dilihat di www.Hipoci.com.


 Tak puas hanya menghasilkan beras organik, Hipoci pun melahirkan kreasi lain, Nasi Liwet Instan!!


Keren?

Yap, keren banget!!

Saya bangga sekali saat melihat para petani yang tergabung dalam Hipoci ini berbondong-bondong menyambut kami saat kunjungan ke pabrik Aqua, di Cianjur, pada 17 Oktober 2015 lalu. Bangga dengan semangat mereka untuk maju. Bangga dengan semangat mereka untuk mandiri dan mengangkat potensi daerahnya.

Hebatnya lagi, mereka mengelola ini semua dari sampah!!

Yes, sampah!

Pernah dengar Bank Sampah yang sekarang sedang banyak digalakkan di beberapa daerah? Nah, Hipoci pun menerapkan hal serupa. Mereka menyebutnya, pengolahan sampah.

Pak Agan, salah seorang yang ditunjuk sebagai pembicara mengatakan "kami dibina oleh Aqua untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat".

Lebih lanjut pak Agan bercerita bagaimana ia, teman-teman di Hipoci dan CSR Aqua bersama-sama menggugah kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah.

Para ibu-ibu yang tergabung dalam Himpunan Wanita Tani (HWT)  diajak bergabung dalam kelompok Bina Lestari. Mereka dibimbing untuk memisahkan sampah organik, anorganik, dan sampah tak terdefinisi.

Sampah organik yang berupa sisa bahan makanan, kertas dan benda mudah terurai lain, diolah menggunakan ramuan khusus hingga menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan oleh suami-suami mereka untuk memupuk padi. Hasil panen padi inilah yang kemudian menjadi beras organik karena menggunakan pupuk cair hasil pengomposan sampah organik, bukan pupuk kimia.


Sampah anorganik mereka pisah-pisah dan kumpulkan. Beberapa sampah yang mempunyai nilai jual seperti gelas-gelas atau botol Aqua, mereka jual ke penampung. Beberapa sampah lain yang tak punya nilai jual, mereka olah menjadi kerajinan tangan.

Kreatif kan?

Masyarakat sekitar pun akhirnyaaa menjadi terbiasa melihat sampah dari sisi ekonomis. Mereka jadi bisa membeli bibit dan mendapat uang tambahan.

"Pihak Aqua tidak memberi kami uang,  menurut mereka itu kurang mendidik. Tapi mereka selalu membimbing kami. Selalu mendukung saya dan teman-teman. Pak A (saya lupa namanya) dari CSR Aqua ga pernah bosan mengingatkan dan menyemangati. Ayo pak, kalian pasti bisa!" Tambah pak Agan.

Duh, jadi terharuuuu.

Untuk penyaluran dan pemasaran hasil kreasi Hipoci pun dibantu oleh pihak Aqua. Ada yang disalurkan ke grup Pizza, ada yang melalui AHS, Aqua Home Service. Hipoci juga berusaha memasarkan sendiri dengan mengikuti pameran atau bazaar.

Sayangnya, pak Agan dan teman-teman belum menemukan cara mengolah Beras Organik agar menjadi lebih tahan lama.

"Kami tidak menggunakan pengawet. Jadi tidak bisa tahan lama, dalam waktu tertentu akan muncul kutu. Karena itu kami simpan dalam bentuk gabah agar lebih awet. Baru kami olah saat ada pesanan. Sampai saat ini kami masih mencari cara mengolah yang tepat agar lebih tahan lama tanpa menggunakan pengawet"

Mungkin ada teman-teman yang mau membantu pak Agan dan teman-teman di Hipoci?
Silahkan hubungi beliau di nomor 085861852848

Hingga saat ini, pemasaran Beras MyRice masih dilakukan dalam taraf kecil dan manual karena keterbatasan daya produksi dan distribusi.

Kalau ada yang tertarik membeli atau membantu memasarkan produk petani lokal Cianjur ini, silahkan hubungi pak Agan ya.

Saturday, October 10, 2015

Demi Pengakuan sebagai Food Blogger


Demi pengakuan sebagai Food Blogger. Kalau ditanya, saya ini sebenarnya blogger apa? Hadeuuhh, bingung. Mau ngaku food blogger, sok hebat amat. Postingan kuliner di blog ini belum lah seberapa. Pengalaman mereview food atau resto pun belum lah banyak. Postingan food di Instagram pun ga konsisten, ga dominan macam Hans. Mau sok-sok ngaku Food Blogger? Hadeuuhh ngaca atuuhh.

Pasti kenal Food Blogger yang satu ini :)
Memang, saya punya blog khusus yang didedikasikan untuk segala tulisan berbau kuliner. Mulai dari sharing resep karena hobi utak atik resep, review snack karena hobi ngemil, review resto karena hobi makan *uppss  jika ada undangan ;), review food event karena hobi jalan, atau sekedar berbagi tips seputar dapur atau makanan. Tapi itu belum cukup membuat saya berani menyatakan diri sebagai food blogger, hahaha. Gabung di komunitas Food Blogger udah sejak 2012, tapi tetep ga mau ngaku-ngaku. Hahaha.

Mau eksis sebagai food blogger, masih senin kamis ngisi blog #dapurbunda3f, ga punya kamera canggih pula untuk menghasilkan food fotografi yang ciamik. Mau jadi emak blogger atau blogger lifestyle, ga konsisten di blog #bunda3f. Hahaha. Jadinya blogger apalah apalah :). Walaupun ngeblog dan sharing resep sudah lebih lama ketimbang usia blog ini.

Tapiii, ga ada yang ga mungkin kan? Asal ciptakan peluangmu.

Peluang untuk menjadi food blogger yang dibayar jutaan oleh vendor atau brand memang masih jadi impian. Tapii, ketika ada yang memperkenalkan saya sebagai food blogger, langsung geer ga karuan. Hahaha. Norak yaa?

Ahhh, siapa tahu bisa jadi peluang dan pembuka jalan untuk beneran menjadi professional food blogger? Siapa yang tahu, ya ga sih?

Itulah yang terjadi ketika saya ikut acara Dilmah Challenge. Sempat 3x mengekor tim ke beberapa cafe & resto peserta. Setiap kali dikenalkan, "ini para food blogger yang nanti akan menuliskan review di blognya".

Salah satu suasana penjurian Dilmah Challenge
Walaupun senang dan merasa tersanjung, tapi itu jadi beban juga ketika saya memilih mendatangi tiap peserta demi merasakan sensasinya.

Perjuangan demi mendatangi tiap cafe dan restaurant itu membuat saya hampir tiap hari keluar rumah. Padahal biasanya jadwal keluar cuma 2-3 kali aja seminggu.

Biasa ke mana-mana naik kereta disambung angkot / bus, demi janji pada pemilik resto/ cafe yang akan didatangi, saya bela-belain naik taksi untuk mengejar waktu. Padahal paling takut naik taksi sendiri, takut disasarin karena belum tahu jalan, takut ga bisa pulang kalau kehabisan ongkos. Takut diculik hahaha *lebay.

Tapi itulah, demi sebuah postingan kuliner di blog, saya rela merogoh kocek sendiri datang ke lokasi yang cukup jauh seperti di Pantai Indah Kapuk yang hitungannya hampir 50 KM dari rumah saya. Kalau murni naik taksi dari rumah, bisa habis lebih dari 200rb sekali jalan. Sekali jalan! Hitung sendiri kalau PP yaaa :).

Tak sia-sia jauh-jauh ke Pantai Indah kapuk jika disuguhi ini kan?
Hasilnya, saya tuangkan dalam tulisan Sensasi Smokey Salmon Steak Ala Uncle Thjin

Ada juga kejadian saya harus menunggu hampir dua jam demi disuguhkan menu Challenge. Ada missed konfirmasi dengan penanggung jawab acara. Berkali-kali konfirmasi dan menunggu. Menu pun akhirnya disuguhkan satu per satu. Tapi entah kenapa, sampai kini, cafe ini belum saya tuliskan reviewnya, hahaha. Masih nunggu mood :(. Padahal presentasi minuman dan sajian makanannya unik-unik.

Beberapa menu yang diikutkan challenge di sebuah cafe
Tak jauh dari cafe tersebut, saya dijamu dengan istimewa. Disuguhkan menu satu per satu bagai puteri raja, ditemani oleh F & B Managernya sambil dijelaskan tentang detail menu challenge yang disuguhkan langsung oleh sang bartender!!

dituangin teh loh
Dan entah kenapa, perlakuan istimewa dari staf cafe itu membuat saya akhirnya menghasilkan foto-foto yang lumayan (ga brani klaim bagus, belom jago :) ).


Dengan senang hati saya menuangkannya dalam tulisan Menikmati Coklat Bertabur Emas di Huize Van Wely. Cafe ini menjadi yang pertama saya tulis reviewnya di antara para peserta.

Ada juga cafe dan resto yang sampai dua kali saya datangi. Pertama saya datang bersama team, berikutnya, saya sengaja meluangkan waktu khusus untuk datang sendiri.

Sang chef mendengarkan review dari juri
Resto yang satu menjamu saya bagaikan ratu. Ditemani oleh GM, chef, dan culture liaison dalam satu meja. Ditunggui komentar saya tiap selesai menyuapkan sesendok makanan. Serasa food reviewer professional. Sukses membuat saya grogi setengah mati. Pengalaman ini membuat saya tak ragu menuliskan Rendang Berbungkus Nasi Merah ala Oasis Restauran

Saya juga diperlakukan sangat istimewa di sebuah bistro di bilangan Kebon Jeruk. Berhubung saya awam daerah ini, suami menyuruh saya untuk naik Gojek saja biar cepat dan ga nyasar. Itu pun saya naik gojeknya dari stasiun Palmerah. Kalau langsung dari rumah sih jauuuhhh. Untungnya si abang gojek paham wilayah itu.

Di Bistro nan cantik ini saya disuguhi macam-macam menu di luar yang mereka ikutkan lomba. Sang pemilik bistro langsung yang menemani saya selama sesi icip-icip dan foto-foto. Saking baiknya, membuat saya tak sungkan meminjam macam-macam properti untuk keperluan foto, meminta makanan dipindah, atau seenaknya menggeser meja kursi. Tak segan pula saya naik naik kursi demi mendapatkan flat lay foto. :)


Kesan mendalam dan rasa terima kasih untuk sang pemilik Bistro yang sampai rela meluangkan waktunya, membuat saya tak sungkan menuangkannya ke dalam tulisan es tung-tung jadul versi de Mingle.

Peserta lain? Lagi-lagi ada yang membuat saya menunggu 3 jam dan hampir memutuskan pulang karena sudah malam. Bicara presentasi makanan sih okee, tapi saya butuh mengumpulkan mood menulis, karena hasil fotonya tak sebagus yang saya harapkan. Makanan baru disajikan malam hari, saat sudah tak ada cahaya alami, tinggal mengandalkan lampu resto yang temaram.

Apakah itu membuat saya kapok?


Pengalaman mendatangi hampir semua resto dan cafe di Jakarta selama Challenge itu saya anggap sebuah bentuk tanggung jawab sekaligus perjuangan. Hahaha. Segala suka duka dan halang rintangnya saya jalani dan anggap sebagai tantangan :). Demi eksistensi sebagai Food blogger? Hahaha.

Saya mendapat banyaaak tambahan pengalaman, wawasan sekaligus networking. Bukankah itu sebuah hadiah tak ternilai?

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Cerita Di Balik Blog.

Wednesday, September 30, 2015

Menjajal Makanan Nusantara ala Hotel Indonesia Kempinsky

Menjajal Makanan Nusantara ala Hotel Indonesia Kempinsky. Siapa tak senang jika diundang untuk menjajal aneka makanan nusantara, apalagi yang mengundang adalah hotel bintang lima sekelas Hotel Indonesia Kempinsky.


Selama 5 minggu, mulai 2 Agustus sampai 8 September 2015. Hotel Indonesia Kempinsky mengadakan Indonesian Food Promotion di Signature Restauran, salah satu restoran yang ada di hotel ini. Mulai dari masakan Sumatera di minggu pertama, masakan Jawa di minggu kedua, masakan Bali & Lombok di minggu ketiga, masakan Kalimantan di minggu keempat hingga masakan Sulawesi & Maluku di minggu terakhir.


Saya berkesempatan menjajal masakan Sumatera di minggu pertama. Saat itu hari Minggu dan saya langsung disambut dua orang wanita cantik berpakaian ala wanita Sumatera ini. Daaaann, saya salah pilih  hari! Rupanya Signature Restaurant yang bergaya buffet ini kalau di akhir pekan selalu ramai.

Banyak sekali pengunjung yang datang bersama keluarga. Tak jarang saya lihat mereka hadir bersama kerabatnya juga. Bahkan ada beberapa meja yang bisa berisi 8 hingga belasan orang.


Rata-rata mereka sedang merayakan ulang tahun. Terlihat dari adanya kue dan terdengar nyanyian lagu Selamat ulang tahun. Sepertinya nyaman sekali merayakan ulang tahun di sini. Nyatanya bukan cuma 1-2 keluarga, ada beberapa keluarga lain yang juga sedang merayakan hari jadi, seru sekali.

Aneka macam Macaroon

Saya memilih masakan Sumatera karena penasaran, seperti apa sih masakan Sumatera populer yang saya kenal seperti pempek Palembang, gulai nangka Padang, atau mie khas Aceh dalam presentasi ala Hotel Indonesia Kempinsky?

Rujak Tahu khas Palembang

Saya menjajal cukup banyak makanan, maklumlah, menu buffet memang beragam kan yaa. Sampai bingung mau mulai dari mana, hahaha. Banyaknya menu Indonesia yang dipresentasikan membuat saya takjub. Waaahhh, ada banyak sekali yaaa, variasi masakan Sumatera.

Ayam Lado Ijo yang menggoda iman
Ada beberapa menu asing yang belum pernah saya kenal sebelumnya, dan itu menjadikan pengetahuan kuliner baru bagi saya. Seperti kue Timpan Aceh ini. Saya baru tahu bahwa Aceh ternyata punya kue seperti ini. Rasanya enak seperti ketimus atau lepet kalau di Jawa, bedanya kue Timpan ini juga mengandung pisang yang dihaluskan bersama singkong dan gula merah *cmiiw.

Kue Timpan Aceh
Saya juga mencoba Balado Itik cabe Ijo, gulai nangka dan beberapa menu lain. Rasanya yummy. Rasa pedasnya cukup dapat ditolerir buat saya yang tidak terlalu suka pedas. Yang saya suka, semua bumbunya pas. Beberapa menu bergulai pun saya suka karena tidak terlalu kental, tapi juga tidak terlalu encer. Kekentalannya pas buat saya, ga membuat saya jadi eneg karena kebanyakan lemak *ehhh.

Ini menu Sumatera yang ada di piring saya, gulai Tunjang,  Itik Lado Ijo, dan gulai nangka
Puas dengan masakan Sumatera yang dipresentasikan dalam gerabah unik yang membuatnya menarik, saya pun ingin lagi menjajal masakan dari daerah lain.


Saya pun memilih masakan Sulawesi & Maluku karena penasaran ingin mengetahui, masakan Sulawesi akan dipresentasikan seperti apa yaaa?

Pandangan saya langsung tertumbuk pada menu yang satu ini, Coto Makasar!

Coto Makasar

Beberapa masakan Sulawesi terkenal dengan beberapa sambal khasnya, mulai dabu-dabu, rica-rica, hingga Roa. Rupanya ini ditangkap dengan jeli sekali! Hampir di tiap sudut tersedia sambal Roa. Wawww.

Apa jadinya kalau daging ini dipadukan aneka macam sambal khas Sulawesi?

Tak heran juga sih, yang mengolah dan mengarahkan masakan Sulawesi ini secara langsung adalah celebrity cheff sekelas Cheff Petty Elliot yang memang berdarah Manado *cmiiw.

Teman saya yang merupakan penggemar masakan-masakan cheff Petty Elliot sampai mau bela-belain datang begitu tahu beliau yang mengolah. Menurutnya masakan yang lahir dari hasil olahan cheff Petty itu unik. Cheff Petty mampu menangkap dengan jeli bumbu khas masakan asli Indonesia yang kemudian diolah dan dipresentasikan kembali dengan mengikuti selera pengunjung yang lebih umum.

Bakwan Jagung ala Manado plus saladnya

Secara keseluruhan saya puas sekali menjajal aneka menu Indonesia dan menu pendamping lainnya. Rasanya saya tak akan sayang jika di lain waktu datang khusus ke sini untuk mencicipi berbagai menu. Bahkan tetap disediakan juga Sushi hingga beberapa menu Western yang umum dipresentasikan. Value by Money deh. 
Aneka macam Sushi yang saya pilih

Nyobain salad dan kawan-kawannya, saladnya enaaakk bangett

Sunday, September 20, 2015

Rendang Berbungkus Nasi Merah ala Oasis Restaurant

Rendang Berbungkus Nasi Merah ala Oasis Restaurant. Rendang, makanan khas Sumatera Barat yang sangat terkenal baik di Indonesia maupun negara lain, sudah mulai sering disajikan dengan cara yang tak biasa. Mulai disajikan sebagai varian burger, varian pasta, varian mie instan, dsb.

Nah, ternyata, salah satu peserta Dilmah Real High Tea Challenge (RHTC) Cafe & Restaurant 2015, Oasis Restaurant, juga mengangkat rendang sebagai salah satu menu yang disajikan dengan presentasi yang berbeda, inovatif.

Sebelum saya cerita soal rendang ini, saya mau bahas dulu soal restaurant-nya yaaa. Oasis Restaurant yang terletak di bilangan Raden Saleh, Cikini, Jakarta ini, sudah dua kali saya datangi. Pertama saya datang mengekor tim Dilmah Indonesia yang sedang melakukan proses penjurian peserta challenge. 

Pada kedatangan pertama ini saya justru keasyikan melihat proses penjurian dan keliling melihat interior yang ada di sini. Oasis ini restaurant yang penuh dengan pernak pernik khas Indonesia, mulai kain tenun, wayang kulit, patung asmat, topeng, lukisan kuno dari Hendra, hingga sambutan gending khas Indonesia.



Soo, dalam tulisan kali ini saya tidak lagi akan banyak membahas tentang interior Oasis, walau gatal sih mau upload :) hahaha, ternyata beberapa file saya hilang, huhuhu. Udah capek-capek foto kehapus, huhuhu. Jadi, saya bahas dari sisi menu challenge yang dipresentasikan aja yaa.


Siang itu saya disambut dengan ramah oleh pak James de Rava, Cultural Liaison, pak O'om sang GM, dan bu Landa chef Indonesian food. Kebetulan head cheff, pak Firdaus Rhapsody sedang tidak ada di lokasi.


Langsung saja saya ke menu yaa. Oasis menyiapkan beberapa menu Sweet dan beberapa menu Savoury, yang semuanya disajikan dalam bentuk canape, sajian makanan kecil yang cukup untuk 1-2 kali gigit saja :).


Sweet Canape Dish

Menu sweet ini terdiri beberapa menu camilan tradisional asli Indonesia dari berbagai daerah.

Ongol-ongol enhanced with Elegant Earl Grey Tea (dok. pribadi)
Udah tahu dong yaa penganan yang satu ini, Ongol-ongol. Menurut bu Landa, yang istimewa dari ongol-ongol ini adalah terbuat dari sagu aren asli plus seduhan teh Dilmah Earl Grey. Rasanya? Enyaaakk. Buat saya yang emang penyuka manis, ongol-ongol ini enak banget, tidak terlalu manis, pas gula merahnya. Apalagi jika dipadukan dengan teh.

Klappertart infused with Italian Almond Tea (dok. pribadi)
Kalau klappertart tentu sudah tidak asing lagi donk yaaa. Makanan khas Manado yang lembut ini menggunakan adonan yang diolah dari tepung custard plus seduhan teh Dilmah Italian Almond menjadikan rasanya berbeda dari klappertart umumnya. 

 Poffertjes Baby Pancakes (dok pribadi)
Nah, kalau yang satu ini namanya memang nama Belanda, Poffertjes, dengan tambahan saus strawberry homemade Oasis plus cream cheese saus plus taburan gula icing. Rasanya? Hmmm, manis berpadu asam strawberry. Menjadi makin mantab dipadu seduhan teh Dilmah Earl Grey yang saya pilih.

Savoury Canape Dish

Untuk sajian savoury alias camilan gurih ini, Oasis menyiapkan 4 menu berikut.

Rendang Roll (dokumen pribadi)
Menu yang satu ini nih yang tadi saya sebut-sebut di atas, Rendang Roll with Red Rice & Tea Caviar. Rendangnya sih biasa yaa. Tapi jadi ga biasa karena rendang ini dijadikan roll seperti sushi. Nah yang istimewanya lagi, nasinya bukan nasi pulen seperti umumnya nasi khusus sushi, tapi justru nasi merah. Nah, apa rasanya nasi merah berpadu rendang? Hmmm, enyaaaakk. 

Nasi merah yang digulung dan didalamnya ada telur dadar, rendang, dan daun singkong. Wooww daun singkong? Iyap, daun singkong yang divakum sehingga bisa menjadi kecil dan pas untuk isian nasi gulung. Rasanya? Hmmm, sulit digambarkan sih, soalnya bukan cuma enak, tapi, enyak bangeeetttt. 

Sayang aja cuma 1porsi kecil, kalau ada banyak mungkin saya sendiri yang akan ngabisin, ga mau bagi-bagi yang lain ahhhhh *pelit. Hahahaha. 

Oh yaa, di bagian atas si Rendang roll ini ada caviar jadi-jadian yang terbuat dari jelly khusus yang diinfus dengan Dilmah Green Tea. Keren yaaa idenya, saya pikir caviar beneran. Saya sampai lihat dan cobain bolak balik. Masih ga percaya kalau itu adalah caviar tea. Lah kog amis-amisnya ikan bisa terasa. Menurut bu Landa, ini namanya teknik Gastronomy. Hahahha, ga ngerti deh kalau udah gini. Bahasan beraaat :).

Bebek Betutu & Peanut Peppermint Tea Cracker
Savoury dish yang satu ini merupakan Betutu style Bali Duck Breast smoked. Bebek Betutu khas Bali yang dimasak dengan tambahan bumbu dari varian teh Dilmah Lapsang Souchong. Rasanya? Tentu saja ada aroma smokey yang menjadi ciri khas si Lapsang ini. Selain bebek betutu, sebagai tambahan disertakan pula ketan uli yang menjadi paduan si bebek betutu ini. Rasanya gurih dan nikmat. Bumbunya pas. Sebagai tambahan diberikan deh rempeyek kacang, hahaha. Iya, peyek kacang yang ditambahi seduhan peppermint tea dalam adonan. Itu sebabnya dinamai Peanut Peppermint Tea Cracker.

Bitterbalen with Cheese Melt (dok. pribadi)
Penganan yang satu ini ini juga merupakan salah satu tea inspired dish yang disiapkan Oasis dengan infused Dilmah Breakfast Tea pada saus cheesenya. Rasanya tentu saja nikmat. Saya suka sekali sausnya. Hahahaha. Emang saya penyuka keju, jadi yaa saus ini terasa enak, lumer di mulut.

Oke, bicara dish udah, sekarang saya akan bahas teh yang disajikan oleh Oasis yaaa

Hot Tea

Oasis dalam hal ini menyediakan beberapa teh Dilmah dengan beberapa varian yang bisa dipilih. Saya sudah pernah mencoba beberapa varian teh Dilmah, seperti Brillian breakfast, green tea, lapsang souchong, dsb, tapi belum pernah mencoba varian earl grey yang kabarnya paling enak (ini kata temen yang pecinta teh). 




Ssstt, untuk melengkapi, disiapkan juga jeruk, gula batu dan susu cair untuk yang suka dengan tambahan ini dalam tehnya. Tapii, karena saya ingin merasakan rasa aslinya teh Dilmah Earl Grey, saya memilih tidak menambahkan apa-apa. Dan benar, teh earl grey ini memang nikmat sekali rasanya, apalagi sambil menyantap beberapa menu canape, baik yang sweet atau savoury.

Mocktail

Mocktail sajian Oasis terdiri dari vanila bean, fresh mint dan green tea plus es. Disiapin gula cair juga kalau suka manis. Hehehe, berhubung saya suka manis, jadi gulanya saya masukkan deh. Rasanya segaarr. Jadi penawar deh untuk menikmati cemilan manis atau gurih.


Ngeteh cantik di Oasis ini memang asyik sekali. Mereka malah sudah punya tradisi ngeteh ini sejak lama. Mulai jam 3-6 adalah jam khusus untuk sajian teh dan pelengkapnya. Datang aja kalau pengen ngeteh cantik disini sambil menikmati matahari sore di kebun belakang.


OASIS Restaurant
Jl. Raden Saleh Raya no. 47, Jakarta 10330 Indonesia
Telp.(62-21) 315 0646
Fax (62-21) 3193 7131, 3190 1308
email : reservation@oasisjakarta.com
website : www.oasisjakarta.com

Noted
Semua foto adalah dokumen pribadi, diambil menggunakan kamera ponsel, harap ijin jika ingin menggunakan kembali.