Agoda

Wednesday, February 25, 2015

Guava Crystal, Si Lokal yang Mendunia

Guava Crystal, si Lokal yang Mendunia. Siapa menyangka, buah secantik ini merupakan produk lokal?
Add caption

Bagi saya yang awam ini, agak gak masuk akal kalau buah lokal bisa tampil cantik, secantik buah import. 

Yang ada dalam bayangan saya, buah lokal itu identik dengan penampilan apa adanya, tak terjaga kualitasnya, dan cenderung buruk rupa *uppsss*. Bentuk dan ukurannya tidak standar. Ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang mulus, tapi banyak juga yang plenja plenjo.

Kadang masam, kadang manis. Sebagian masih segar, tak jarang pula banyak yang busuk. Paling jauh dijajakan pedagang buah pinggir jalan atau pasar tradisional. Jarang yang lolos masuk mini market, super market, apalagi toko buah premium.

Tapi siapa menduga jika buah lokal juga bisa tampil sejajar, bersanding bersama buah impor.

Pernah dengar Sunpride? Apa yang Anda bayangkan? Pisang jenis Cavendish berkulit mengkilap berwarna kuning mulus? Pisang yang sering mejeng di jajaran rak buah sebuah mini market?

Sejarah Sunpride

Tak banyak yang tahu, produsen pisang bermerk Sunpride ini adalah PT. Sewu Segar Nusantara dari Gunung Sewu Grup!

Yap, perusahaan lokal!

Dengan kebun buah seluas 3500 ha yang berlokasi di lokal Indonesia, Lampung.

Pada tahun 1995, PT. Sewu Segar Nusantara memulai usahanya dengan memperkenalkan pisang berjenis Cavendish berkualitas ekspor, dengan mengusung merk Sunpride.

Bertahun-tahun Sunpride berhasil membangun image bahwa pisang "Sunpride" adalah pisang dengan kualitas premium, standar internasional, setara buah impor.

Sunpride berhasil membranding diri sebagai buah "bergengsi". Membeli buah "sunpride" sama "pride"nya, sama bergengsinya dengan membeli buah impor.

Bertahun-tahun berhasil dengan pisang, Sunpride pun akhirnya melakukan diversifikasi. Pada tahun 2003 mulailah diproduksi buah-buah lokal yang bisa berproduksi sepanjang tahun. Dan pada 2005 mulai memproduksi buah-buah lokal yang tidak tumbuh atau bukan buah asli Indonesia.

Aneka buah Sunpride (dokumen pribadi)

Guava Crystal

Guava Crystal, salah satu produk lokal dengan standar internasional. Juga dipasarkan dengan merk dagang Sunpride.

Guava Crystal, atau jambu kristal, merupakan varietas turunan dari jambu biji, hasil persilangan jambu mutiara dengan salah satu varietas jambu asal Taiwan. Hasil persilangan ini melahirkan sebuah varietas baru jambu yang miniiiim biji. Hanya sekitar 30% dari berat buah.

Bijinya dikit yaaa (dokumen pribadi)
Dengan luas kebun sekitar 200 ha dan 160 ribu pohon, jambu kristal yang diproduksi mencapai 300rb kg sepanjang tahun! Wowww, keren yaa buah lokal kita!

Perlakuan khusus dilakukan untuk menjaga kualitas buah, seperti pemangkasan teratur, pembungkusan dengan jaring buah saat mulai keluar buah, penyortiran sesuai standar ukuran, hingga tingkat kematangan saat pemetikan.

Buah akan dipetik saat tingkat kematangannya mencapai 75-80%, untuk mengantisipasi lamanya waktu buah sampai ke tangan konsumen.

Perlakuan super istimewa ini yang menyebabkan buah-buah Sunpride mempunyai kualitas prima.

Kelebihan jambu kristal adalah mengandung potasium yang berguna membantu mencegah terjadinya kram otot dan mengurangi rasa sakit pada otot.

Jambu kristal juga tinggi serat yang sangat berguna mengendalikan rasa lapar plus menurunkan kadar kolesterol jahat.

Kandungan vitamin C pada jambu Kristal ternyata lebih tinggi 5x dibanding jeruk! Waauuww kalau sedang sakit, wajib konsumsi buah ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh plus melindungi dari pengaruh buruk lingkungan.

Jambu kristal sebenarnya paling baik dikonsumsi saat cukup matangnya, saat daging buahnya cukup lunak. Tapi sebagian orang Indonesia malah suka buah yang saat digigit masih agak keras. Biar bisa "krauk-krauk" makannya :).

Tak apa, begitupun buah ini aman jika langsung dikonsumsi kog. Sucofindo sudah mengeluarkan sertifikat bebas residu pestisida dan formalin. Jadi aman jika langsung disantap bersama kulitnya. Justru kandungan vitamin tertinggi terdapat di sekitar kulit buah. Nah lhoo, siapa yang suka membuang kulitnyaaa?

Mengapa Buah Lokal?

Kenapa tidak? Indonesia negeri yang subur dan kaya dengan potensi lahan yang masih sangat luasss untuk ditanami buah-buah lokal.

Jika kita memang sudah mampu memproduksi sendiri buah lokal berstandar internasional, untuk apalagi buah impor, right?

Keuntungan mengonsumsi buah produksi lokal, tak perlu khawatir tergigit lapisan lilin yang umumnya terdapat pada buah impor yang memang dipakai untuk melindungi buah dari kebusukan akibat lamanya perjalanan distribusi dari negara asal.

Buah lokal jelas tak perlu lapisan lilin atau pengawet kan? Perjalanan distribusinya lebih pendek.

Pendeknya perjalanan distribusi membuat buah lokal jauh lebih aman dari berbagai kontaminasi. Waktu yang singkat untuk sampai ke tangan konsumen dapat mengurangi potensi tercemar berbagai bakteri.

Ga perlu lagi laahh impor-impor buah kalau produksi lokal kita sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bener apa beneeerr?

Lebih baik kita yang ekspor kaaann? Setujuuu?

Menghemat devisa plus menambah pemasukan negara. Wajib didukung kaann?

Sstt buah-buah Sunpride udah melanglang buana ke luar negeri lhooo. Udah go International! Soo, jangan kaget kalau menemukan merk Sunpride di toko buah luar yaa.

Bangga lah punya buah lokal sekelas impor. Ga malu-maluin gitu mempersembahkan buah tangan sekeranjang buah Sunpride.

Bangga doonk Kasih paket buah begini ;) (dokumen pribadi)
Ehhmmm, bergengsi kan yaa kalau ngasih paketnya seperti ini?

Saturday, February 21, 2015

Cara Mudah Membuat Stok Balado

Cara Mudah Membuat Stok Balado. Mungkin semua orang sudah punya ilmu membuat balado. Mudah kan yaaa membuatnya. Tapi, bagaimana membuat balado untuk dijadikan stok?

Balado adalah masakan favorit anak-anak dan suami. Mereka hampir tak bisa makan tanpa balado. Harus ada balado atau minimal sambal.

Menurut suami, balado saya enak dan tiada duanya...hahaha. Ini mah pinter-pinternya suami aja, biar dimasakin balado tiap hari ;). Maklum, saya paling malas bikin sambal.

Buat saya, ga penting makanan harus ada sambal atau balado..wong saya ga doyan pedas...hihihi. Tapii, anak-anak dan suami doyan bangeeettt. Gimana dooonk?

Naahh, untuk saya yang pemalas, memasak balado tiap hari itu sama dengan pemborosan waktu... hahaha.

Demi efisiensi, saya selalu membuat stok balado, agar mudah digunakan kapan saja. Tiap hari sekalipun!

Caranyaaa gimanaaa??

Yuuukkk intip cara sederhana saya ini yaaa

Balado ala Maya
By : Maya Siswadi

Bahan :
250gr cabe merah keriting (sekitar 30-40pcs)
175gr bawang merah (sekitar 20-25pcs)
75 gr bawang putih (sekitar 10-15 pcs)
250 gr tomat matang (sekitar 4-5 pcs)
1 sdt garam
1/4 sdt gula
250 ml minyak goreng

Cara :
1. Bersihkan dan potong-potong tomat segar, letakkan di dasar blender
2. Bersihkan dan potong semua bahan, masukkan dalam blender, di atas tomat
3. Blender semua bahan tanpa tambahan air. Tomat di dasar blender akan mengeluarkan cairan ketika tergerus pisau, membantu memuluskan penggilingan semua bahan
4. Panaskan minyak goreng, tumis bahan tadi hingga matang. Kira-kira 20-30 menit. Ingat, menjelang matang harus sering diaduk, agar tidak gosong
5. Setelah api dimatikan, biarkan hingga dingin, masukkan dalam wadah tertutup, simpan di kulkas atau freezer.

Balado setelah disimpan di kulkas agak beku seperti ini (dokumen pribadi)
Gampang kan yaa?

Stok Balado bisa digunakan sewaktu-waktu, atau sekaligus saat acara pesta (arisan, syukuran, ultah, dsb).

Saat diperlukan, ambil secukupnya dengan sendok bersih, panaskan sekitar 30- 50ml (3-5 sdm) minyak goreng, tumis sebentar saja untuk menghangatkan, balado siap digunakan.

Penyimpanan balado di kulkas, dapat bertahan 1 - 2 minggu, bahkan hingga 3 minggu. Jika disimpan di freezer, dapat bertahan 1-3 bulan.

Jika akan disimpan di Freezer, sebaiknya bagi dahulu ke dalam beberapa wadah kecil, misalnya ice cube bertutup atau plastik zipper kecil. Ini untuk memudahkan pada saat pencairan. Tak perlu bolak balik dikeluarkan dan dicairkan (akan mengundang pertumbuhan bakteri). Cukup 1-2 wadah saja, sesuai keperluan.

Pastikan wadah penyimpanan selalu tertutup rapat, untuk mencegah terkontaminasi oleh bau, kotoran, atau bakteri. Dengan cara ini, balado akan lebih tahan lama.

Jadi, kapanpun akan mengolah masakan berjenis balado, sudah tersedia stok utama. Tinggal atur bahan lain, kan?

Mau buat balado telor? Balado ayam? Balado ikan? Balado terong? Balado udang? Semua bisa. Tinggal digoreng saja kan telur rebus, udang, ayam, atau ikannya.

Praktis. Pluusss hemat waktu!

Selamat mencoba
Maya Siswadi

Thursday, February 19, 2015

Pepper Lunch Express & Master Wok Botani Square Bogor

Dapat email undangan dari Boga group untuk menghadiri pembukaan Pepper Lunch Ekspress & Master Wok di Eatery Level Botani Square Bogor.

Haahhh? Bogor? Yaakk Bogor saudara-saudara. Lumayan jauh yaa? Eiittss jangan salah, ada juga temen saya sesama Food Blogger yang mau bela-belain datang dari Bandung!!

Ya sudah lah, singkat cerita saya datang dan langsung disambut mas Agus dari Boga Group. Langsung dikasih press rilis dan voucher untuk mencicipi menu Pepper Lunch Ekspress & sekaligus Master Wok yang bersebelahan.



Jangan dibayangkan suasananya semacam di resto dengan bangku sofa yang nyaman ya. Tapi bayangkan lah suasana food court dengan bangku-bangku kayu, meja besar. Atau bayangkan makan di kantin.

Kalau yang datang ke sini memang tujuannya makan, cucookk banget. Tapiii, jangan berharap banyak kalau ke sini mau hang out :). Kasian yg antriiii ;)

Berhubung dapat 2 voucher, saya pilih menikmati menu pepper lunch dulu. Saya memilih beef pepper lunch.

Beef pepper lunch
Menu di Pepper Lunch Express beda dengan di Pepper Lunch biasa. Ada beberapa menu yang tidak tersedia di sini. Maklumlaahh, namanya juga Express, jadi yang tersedia hanya yang ekspres, cepat dan mudah disajikan.

Oh ya, mungkin ada yang belum tahu, makanan yang disajikan semua dalam keadaan mentah. Anda lah yang bertindak sebagai cheff. Itu sebabnya tagline resto Pepper Lunch adalah DIY, Do It Your Self!

Makanan disajikan di atas hot plate bersuhu 260 derajat celsius! Bayangkan panasnya. Itu sebabnya ada kertas pelindung yang mengelilingi plate dan bertuliskan Hot! Caution.

Sesaat setelah disuguhkan, segeralah aduk-aduk hingga mendapat tingkat kematangan yang diinginkan. Di bagian atas daging tampak butter khas Pepper Lunch yang menambah aroma khas dan membuat masakan lebih mudah diaduk.

Selesai dengan menu utama, lanjut menikmati dessert, Oreo Cheesecake. Hm rasanyaaa yummy.

Wednesday, February 18, 2015

Ketan Kolak Durian

Ketan Kolak Durian? Apaaa? *drolling*
Rasanya apa-apa yang berbau durian susah ditolak yaaa

Dilematis sih menjadikan buah durian sebagai kolak. Sayang kayaknya yaa. Enaknya sih langsung dicaplok aja bulat-bulat, ga perlu lah yaaa dijadikan kolak :).

Tapiii, kalau kolak durian bisa jadi alternatif cemilan, boleh juga sih :). Atau bisa juga lhoo jadi jalan keluar ketika salah memilih durian yang bagus.

Bermaksud membeli yang ciamik, tapi malah terjebak (atau malah tertipu?) durian mentah yang tak ada rasanya? Cuma ada sedikit bau-bauan :). Sakitt kan yaaa. Udah beli mahal-mahal malah dapet yang jelek. Mau dibuang kog ya ga tega...hiks.

Naahh daripada bete dan sakit hati kepada si abang penjual, mareee manfaatkan yuukkk daging buah dan baunya untuk dijadikan kolak durian.

Sttt......kalau punya durian bagus, boleh kog dicemplungkan semua, supaya rasanya makin mantaaabbb. Plus bisa jadi tambahan penghias dan pewangi kolak.

Ah ya baiklah, kita langsung ke topik aja yaaa, sebelum ada demo-demo menentang kebijakan *ehh

Ketan Kolak Durian
by : Maya Siswadi

Bahan
1 liter ketan, rendam dalam air hangat selama 3-5 jam, beri garam secukupnya untuk rasa gurih
5-10 daging buah durian yang masih lengkap dengan biji (lebih banyak lebih enak :))
500 gr gula merah (gula aren)
2 liter air
200 ml santan kental (bisa dikurangi jika tidak suka kental)
1 sdt garam
2-4 lembar daun pandan, ikat

Cara Memasak
1. Kukus ketan yang sudah direndam sampai matang (kira-kira 15-25 menit). Sisihkan
2. Masak air hingga mendidih
3. Masukkan gula merah, daging buah Durian, daun pandan, biarkan matang sampai air mendidih lagi dan gula larut semua
4. Masukkan santan kental dan garam, aduk sesekali untuk memastikan agar tidak pecah santan
5. Setelah mendidih dan cukup kentalnya, matikan api, siap disajikan

Ketan Kolak Durian (dokumentasi pribadi)

Sssttt...pemilihan gula merah atau gula aren juga berpengaruh lhooo. Jika ingin warna kolak lebih gelap dari kolak durian saya tersebut, pilihlah gula aren yang berwarna coklat pekat (bukan hitam yaa).

Pemilihan santan juga bisa diatur. Jika suka kolak yang kental, tambahkan santan kental lebih banyak atau kurangi jumlah air. Tapi jika suka kolak yang tidak terlalu kental seperti saya, kurangi saja pemakaian santan kental.

Oh yaa, takaran di atas untuk ukuran jumbo yaaa.. hehehe, untuk 10-15 porsi.

Makluumm, anak-anak dan suami sukaa banget, jadi sekali masak langsung sekalian porsi besar. Setengah porsi langsung dimakan, sisanya masuk kulkas. Sisa porsi bisa jadi cadangan cemilan selama 3-4 hari :) *ketahuan emak pemalas*

Kalau merasa porsi ini terlalu banyak, buat setengah resep aja. Gampang kog.

Ok, selamat mencoba yaaa
Semoga sukses

Maya siswadi

Mau pakai resep atau foto untuk keperluan komersial? Boleh ijin di komen atau kirim email ke m4y4mf@yahoo.com, terima kasih 

Monday, February 2, 2015

[Review] Aplikasi Korean Restaurant Guide

Hayooo, siapa yang suka hal-hal berbau Korea? Suka berbagai kuliner Korea?
Sering makan di restaurant Korea?

Kabar gembira nih untuk penggemar kuliner Korea atau pemburu kuliner yang senang mencoba menu baru. Sekarang sudah tersedia aplikasi untuk pecinta kuliner ini. Aplikasi yang memudahkan, memberikan panduan lokasi restaurant Korea terdekat dan berbagai keterangan menu.

Sering kan bingung membaca menu dengan nama Korea? Sudah lah ribet lapar, tak tahu pula apa dan bagaimana menu tersebut bentuk dan isinya. Mau tanya satu-satu ke pelayan kog ya ga enak juga kalau sampai dibilang bawel. Akhirnya berakhir dengan asal pilih, ikut pilihan teman, atau malah memasrahkan pilihan pada pelayan :).

Naah saya dapat bocoran dari mb Andrie Anne, salah satu founder Indonesian Foodblogger (IDFB), bahwa Korean Culture Centre telah membuat aplikasi untuk membantu mengenalkan salah satu kebudayaan Korea dalam bidang kuliner.

Aplikasi ini dapat membantu memudahkan untuk lebih mengenal kuliner khas Korea.

Aplikasinya bisa diunduh disini
Google Play
https://play.google.com/store/apps/details?id=im.food.KoreanRestaurantGuide
                                                 
AppStore : http://itunes.apple.com/WebObjects/MZStore.woa/wa/viewSoftware?id=955302499

Setelah berhasil diunduh dan dibuka, akan muncul tampilan seperti ini

Tampilan Korean Restaurant Guide apps (dok. Pribadi)

Pilih lokasi negara, maka akan keluar tampilan seperti ini

Klik pada pojok kanan bertuliskan style (seperti tanda panah) untuk mendapatkan tampilan daftar restaurant dalam bentuk daftar seperti ini


Pada tampilan ini akan terlihat lebih spesifik kategori restaurant. Masing-masing restaurant sudah dikelompokkan, dipisah berdasarkan 4 kategori : Formal Dining, Family Style, Barbeque, dan Casual Style. Tinggal konsumen yang memutuskan, apakah mau memilih restaurant berkonsep Formal Dining untuk menjamu tamu formal, tamu manca negara, atau relasi bisnis?
Atau mau mengajak keluarga besar beserta anak cucu mantu? Mungkin bisa memilih yang berkonsep Family Style

Mau menu serba panggang atau bakar? Ada pilihan restaurant berkonsep Barbeque. Atau mungkin tidak mau pusing dengan pakem dan mau bergaya santai? Pilih lah deretan daftar restaurant bergaya Casual Style. Sesuai kebutuhan.


Begitu pilihan nama restaurant di klik, akan muncul tampilan informasi tentang restaurant, keistimewaannya, lengkap beserta alamat dan peta menuju lokasi




Keterangan lengkap ini cukup diperlukan bagi kaum muslim untuk memutuskan apakah akan datang ke restaurant tersebut atau memilih restaurant Korea lain yang lebih sesuai. Memang belum ada keterangan mana restaurant halal di aplikasi ini. Tapi jelas disebutkan beberapa menu yang mengandung bahan-bahan tak halal.

Di deretan bawah aplikasi ini, ada daftar pencarian, map (Peta), menu, dan KFF ( Korean Food Foundation). Jika ingin melihat apa saja menu-menu restaurant Korea, bisa di klik tampilan ini dan muncul tampilan


Jika tampilan menu ini diklik, akan muncul daftar menu dengan nama Korea yang disusun secara Alfabet. Keterangan lengkap tentang detail menu, jelas tertulis. Mulai dari keterangan cara memasak, bagaimana pengolahannya, hingga apa saja bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Keterangan ini sangat memudahkan untuk memutuskan dalam memilih menu. Apakah mau memilih makanan yang dimasak dengan cara direbus? Ditumis? Dikukus? Atau Dipanggang?


Keterangan menu ini sangat membantu bagi siapapun yang awam tentang makanan Korea *tunjuk diri sendiri*. Tidak perlu pusing lagi datang ke restaurant Korea dan mengerutkan dahi karena pusing disodori berbagai menu dengan nama yang sangat asing.

Tak perlu capek bertanya satu-satu pada pelayan. Tinggal buka aplikasi, semua keterangan jelas tertulis. Bahasa pengantar tinggal pilih, mau Indonesia, Malaysia, atau Korea.


Keterangan lengkap tentang kandungan bahannya juga akan memudahkan bagi vegetarian. Mana menu yang hanya mengandung sayuran, mana yang campuran.


Informasi ini juga penting bagi kaum Muslim. Penjelasan detail tentang komposisi bahan akan memudahkan kaum Muslim untuk menghindari menu yang mengandung bahan tidak halal.


Sayang tidak disebutkan lebih detail, di restaurant mana saja masing-masing menu tersebut tersedia. Keterangan tentang menu dan informasi restaurant masih belum terintegrasi.

Informasi tentang lokasi restaurant bisa didapatkan dengan melakukan klik pada deretan bawah aplikasi bertuliskan Map. Jika diklik salah satu pin berwarna merah, akan muncul tampilan seperti ini


Gambar balon-balon berwarna merah itu (pin) akan menampilkan nama restaurant beserta alamatnya. Dan jika diklik tanda panah berwarna biru di bagian kanan, akan muncul keterangan lengkap informasinya.

Nah kira-kira seperti itu aplikasi Korean Restaurant Guide ini bekerja. Membantu banget buat yang membutuhkan informasi restaurant Korea dalam waktu cepat, tanpa harus mencari lama di mbah Google. Gampang kan? 

Saya sudah nyobain nih di smartphone saya. 



Instal aplikasi ini di Gadget yuukkkkk!

Februari 2015
Maya Siswadi