Agoda

Wednesday, September 30, 2015

Menjajal Makanan Nusantara ala Hotel Indonesia Kempinsky

Menjajal Makanan Nusantara ala Hotel Indonesia Kempinsky. Siapa tak senang jika diundang untuk menjajal aneka makanan nusantara, apalagi yang mengundang adalah hotel bintang lima sekelas Hotel Indonesia Kempinsky.


Selama 5 minggu, mulai 2 Agustus sampai 8 September 2015. Hotel Indonesia Kempinsky mengadakan Indonesian Food Promotion di Signature Restauran, salah satu restoran yang ada di hotel ini. Mulai dari masakan Sumatera di minggu pertama, masakan Jawa di minggu kedua, masakan Bali & Lombok di minggu ketiga, masakan Kalimantan di minggu keempat hingga masakan Sulawesi & Maluku di minggu terakhir.


Saya berkesempatan menjajal masakan Sumatera di minggu pertama. Saat itu hari Minggu dan saya langsung disambut dua orang wanita cantik berpakaian ala wanita Sumatera ini. Daaaann, saya salah pilih  hari! Rupanya Signature Restaurant yang bergaya buffet ini kalau di akhir pekan selalu ramai.

Banyak sekali pengunjung yang datang bersama keluarga. Tak jarang saya lihat mereka hadir bersama kerabatnya juga. Bahkan ada beberapa meja yang bisa berisi 8 hingga belasan orang.


Rata-rata mereka sedang merayakan ulang tahun. Terlihat dari adanya kue dan terdengar nyanyian lagu Selamat ulang tahun. Sepertinya nyaman sekali merayakan ulang tahun di sini. Nyatanya bukan cuma 1-2 keluarga, ada beberapa keluarga lain yang juga sedang merayakan hari jadi, seru sekali.

Aneka macam Macaroon

Saya memilih masakan Sumatera karena penasaran, seperti apa sih masakan Sumatera populer yang saya kenal seperti pempek Palembang, gulai nangka Padang, atau mie khas Aceh dalam presentasi ala Hotel Indonesia Kempinsky?

Rujak Tahu khas Palembang

Saya menjajal cukup banyak makanan, maklumlah, menu buffet memang beragam kan yaa. Sampai bingung mau mulai dari mana, hahaha. Banyaknya menu Indonesia yang dipresentasikan membuat saya takjub. Waaahhh, ada banyak sekali yaaa, variasi masakan Sumatera.

Ayam Lado Ijo yang menggoda iman
Ada beberapa menu asing yang belum pernah saya kenal sebelumnya, dan itu menjadikan pengetahuan kuliner baru bagi saya. Seperti kue Timpan Aceh ini. Saya baru tahu bahwa Aceh ternyata punya kue seperti ini. Rasanya enak seperti ketimus atau lepet kalau di Jawa, bedanya kue Timpan ini juga mengandung pisang yang dihaluskan bersama singkong dan gula merah *cmiiw.

Kue Timpan Aceh
Saya juga mencoba Balado Itik cabe Ijo, gulai nangka dan beberapa menu lain. Rasanya yummy. Rasa pedasnya cukup dapat ditolerir buat saya yang tidak terlalu suka pedas. Yang saya suka, semua bumbunya pas. Beberapa menu bergulai pun saya suka karena tidak terlalu kental, tapi juga tidak terlalu encer. Kekentalannya pas buat saya, ga membuat saya jadi eneg karena kebanyakan lemak *ehhh.

Ini menu Sumatera yang ada di piring saya, gulai Tunjang,  Itik Lado Ijo, dan gulai nangka
Puas dengan masakan Sumatera yang dipresentasikan dalam gerabah unik yang membuatnya menarik, saya pun ingin lagi menjajal masakan dari daerah lain.


Saya pun memilih masakan Sulawesi & Maluku karena penasaran ingin mengetahui, masakan Sulawesi akan dipresentasikan seperti apa yaaa?

Pandangan saya langsung tertumbuk pada menu yang satu ini, Coto Makasar!

Coto Makasar

Beberapa masakan Sulawesi terkenal dengan beberapa sambal khasnya, mulai dabu-dabu, rica-rica, hingga Roa. Rupanya ini ditangkap dengan jeli sekali! Hampir di tiap sudut tersedia sambal Roa. Wawww.

Apa jadinya kalau daging ini dipadukan aneka macam sambal khas Sulawesi?

Tak heran juga sih, yang mengolah dan mengarahkan masakan Sulawesi ini secara langsung adalah celebrity cheff sekelas Cheff Petty Elliot yang memang berdarah Manado *cmiiw.

Teman saya yang merupakan penggemar masakan-masakan cheff Petty Elliot sampai mau bela-belain datang begitu tahu beliau yang mengolah. Menurutnya masakan yang lahir dari hasil olahan cheff Petty itu unik. Cheff Petty mampu menangkap dengan jeli bumbu khas masakan asli Indonesia yang kemudian diolah dan dipresentasikan kembali dengan mengikuti selera pengunjung yang lebih umum.

Bakwan Jagung ala Manado plus saladnya

Secara keseluruhan saya puas sekali menjajal aneka menu Indonesia dan menu pendamping lainnya. Rasanya saya tak akan sayang jika di lain waktu datang khusus ke sini untuk mencicipi berbagai menu. Bahkan tetap disediakan juga Sushi hingga beberapa menu Western yang umum dipresentasikan. Value by Money deh. 
Aneka macam Sushi yang saya pilih

Nyobain salad dan kawan-kawannya, saladnya enaaakk bangett

Sunday, September 20, 2015

Rendang Berbungkus Nasi Merah ala Oasis Restaurant

Rendang Berbungkus Nasi Merah ala Oasis Restaurant. Rendang, makanan khas Sumatera Barat yang sangat terkenal baik di Indonesia maupun negara lain, sudah mulai sering disajikan dengan cara yang tak biasa. Mulai disajikan sebagai varian burger, varian pasta, varian mie instan, dsb.

Nah, ternyata, salah satu peserta Dilmah Real High Tea Challenge (RHTC) Cafe & Restaurant 2015, Oasis Restaurant, juga mengangkat rendang sebagai salah satu menu yang disajikan dengan presentasi yang berbeda, inovatif.

Sebelum saya cerita soal rendang ini, saya mau bahas dulu soal restaurant-nya yaaa. Oasis Restaurant yang terletak di bilangan Raden Saleh, Cikini, Jakarta ini, sudah dua kali saya datangi. Pertama saya datang mengekor tim Dilmah Indonesia yang sedang melakukan proses penjurian peserta challenge. 

Pada kedatangan pertama ini saya justru keasyikan melihat proses penjurian dan keliling melihat interior yang ada di sini. Oasis ini restaurant yang penuh dengan pernak pernik khas Indonesia, mulai kain tenun, wayang kulit, patung asmat, topeng, lukisan kuno dari Hendra, hingga sambutan gending khas Indonesia.



Soo, dalam tulisan kali ini saya tidak lagi akan banyak membahas tentang interior Oasis, walau gatal sih mau upload :) hahaha, ternyata beberapa file saya hilang, huhuhu. Udah capek-capek foto kehapus, huhuhu. Jadi, saya bahas dari sisi menu challenge yang dipresentasikan aja yaa.


Siang itu saya disambut dengan ramah oleh pak James de Rava, Cultural Liaison, pak O'om sang GM, dan bu Landa chef Indonesian food. Kebetulan head cheff, pak Firdaus Rhapsody sedang tidak ada di lokasi.


Langsung saja saya ke menu yaa. Oasis menyiapkan beberapa menu Sweet dan beberapa menu Savoury, yang semuanya disajikan dalam bentuk canape, sajian makanan kecil yang cukup untuk 1-2 kali gigit saja :).


Sweet Canape Dish

Menu sweet ini terdiri beberapa menu camilan tradisional asli Indonesia dari berbagai daerah.

Ongol-ongol enhanced with Elegant Earl Grey Tea (dok. pribadi)
Udah tahu dong yaa penganan yang satu ini, Ongol-ongol. Menurut bu Landa, yang istimewa dari ongol-ongol ini adalah terbuat dari sagu aren asli plus seduhan teh Dilmah Earl Grey. Rasanya? Enyaaakk. Buat saya yang emang penyuka manis, ongol-ongol ini enak banget, tidak terlalu manis, pas gula merahnya. Apalagi jika dipadukan dengan teh.

Klappertart infused with Italian Almond Tea (dok. pribadi)
Kalau klappertart tentu sudah tidak asing lagi donk yaaa. Makanan khas Manado yang lembut ini menggunakan adonan yang diolah dari tepung custard plus seduhan teh Dilmah Italian Almond menjadikan rasanya berbeda dari klappertart umumnya. 

 Poffertjes Baby Pancakes (dok pribadi)
Nah, kalau yang satu ini namanya memang nama Belanda, Poffertjes, dengan tambahan saus strawberry homemade Oasis plus cream cheese saus plus taburan gula icing. Rasanya? Hmmm, manis berpadu asam strawberry. Menjadi makin mantab dipadu seduhan teh Dilmah Earl Grey yang saya pilih.

Savoury Canape Dish

Untuk sajian savoury alias camilan gurih ini, Oasis menyiapkan 4 menu berikut.

Rendang Roll (dokumen pribadi)
Menu yang satu ini nih yang tadi saya sebut-sebut di atas, Rendang Roll with Red Rice & Tea Caviar. Rendangnya sih biasa yaa. Tapi jadi ga biasa karena rendang ini dijadikan roll seperti sushi. Nah yang istimewanya lagi, nasinya bukan nasi pulen seperti umumnya nasi khusus sushi, tapi justru nasi merah. Nah, apa rasanya nasi merah berpadu rendang? Hmmm, enyaaaakk. 

Nasi merah yang digulung dan didalamnya ada telur dadar, rendang, dan daun singkong. Wooww daun singkong? Iyap, daun singkong yang divakum sehingga bisa menjadi kecil dan pas untuk isian nasi gulung. Rasanya? Hmmm, sulit digambarkan sih, soalnya bukan cuma enak, tapi, enyak bangeeetttt. 

Sayang aja cuma 1porsi kecil, kalau ada banyak mungkin saya sendiri yang akan ngabisin, ga mau bagi-bagi yang lain ahhhhh *pelit. Hahahaha. 

Oh yaa, di bagian atas si Rendang roll ini ada caviar jadi-jadian yang terbuat dari jelly khusus yang diinfus dengan Dilmah Green Tea. Keren yaaa idenya, saya pikir caviar beneran. Saya sampai lihat dan cobain bolak balik. Masih ga percaya kalau itu adalah caviar tea. Lah kog amis-amisnya ikan bisa terasa. Menurut bu Landa, ini namanya teknik Gastronomy. Hahahha, ga ngerti deh kalau udah gini. Bahasan beraaat :).

Bebek Betutu & Peanut Peppermint Tea Cracker
Savoury dish yang satu ini merupakan Betutu style Bali Duck Breast smoked. Bebek Betutu khas Bali yang dimasak dengan tambahan bumbu dari varian teh Dilmah Lapsang Souchong. Rasanya? Tentu saja ada aroma smokey yang menjadi ciri khas si Lapsang ini. Selain bebek betutu, sebagai tambahan disertakan pula ketan uli yang menjadi paduan si bebek betutu ini. Rasanya gurih dan nikmat. Bumbunya pas. Sebagai tambahan diberikan deh rempeyek kacang, hahaha. Iya, peyek kacang yang ditambahi seduhan peppermint tea dalam adonan. Itu sebabnya dinamai Peanut Peppermint Tea Cracker.

Bitterbalen with Cheese Melt (dok. pribadi)
Penganan yang satu ini ini juga merupakan salah satu tea inspired dish yang disiapkan Oasis dengan infused Dilmah Breakfast Tea pada saus cheesenya. Rasanya tentu saja nikmat. Saya suka sekali sausnya. Hahahaha. Emang saya penyuka keju, jadi yaa saus ini terasa enak, lumer di mulut.

Oke, bicara dish udah, sekarang saya akan bahas teh yang disajikan oleh Oasis yaaa

Hot Tea

Oasis dalam hal ini menyediakan beberapa teh Dilmah dengan beberapa varian yang bisa dipilih. Saya sudah pernah mencoba beberapa varian teh Dilmah, seperti Brillian breakfast, green tea, lapsang souchong, dsb, tapi belum pernah mencoba varian earl grey yang kabarnya paling enak (ini kata temen yang pecinta teh). 




Ssstt, untuk melengkapi, disiapkan juga jeruk, gula batu dan susu cair untuk yang suka dengan tambahan ini dalam tehnya. Tapii, karena saya ingin merasakan rasa aslinya teh Dilmah Earl Grey, saya memilih tidak menambahkan apa-apa. Dan benar, teh earl grey ini memang nikmat sekali rasanya, apalagi sambil menyantap beberapa menu canape, baik yang sweet atau savoury.

Mocktail

Mocktail sajian Oasis terdiri dari vanila bean, fresh mint dan green tea plus es. Disiapin gula cair juga kalau suka manis. Hehehe, berhubung saya suka manis, jadi gulanya saya masukkan deh. Rasanya segaarr. Jadi penawar deh untuk menikmati cemilan manis atau gurih.


Ngeteh cantik di Oasis ini memang asyik sekali. Mereka malah sudah punya tradisi ngeteh ini sejak lama. Mulai jam 3-6 adalah jam khusus untuk sajian teh dan pelengkapnya. Datang aja kalau pengen ngeteh cantik disini sambil menikmati matahari sore di kebun belakang.


OASIS Restaurant
Jl. Raden Saleh Raya no. 47, Jakarta 10330 Indonesia
Telp.(62-21) 315 0646
Fax (62-21) 3193 7131, 3190 1308
email : reservation@oasisjakarta.com
website : www.oasisjakarta.com

Noted
Semua foto adalah dokumen pribadi, diambil menggunakan kamera ponsel, harap ijin jika ingin menggunakan kembali.

Sensasi Smokey Salmon Steak ala Uncle Tjhin Bistro

Sensasi Smokey Salmon Steak ala Uncle Tjhin Bistro. Siang itu saya dan Yulia akan mengunjungi salah satu resto peserta Dilmah RHTC 2015, Uncle Tjhin Bistro. Kami berdua sama-sama ga tahu jalan, hanya janjian akan bertemu di lokasi.

Saat sampai di lokasi, saya langsung tertumbuk pada tulisan besar dan logo mencolok yang terpampang di depan atas bangunan Uncle Tjhin.

Saat saya datang ke sana, suasana sedang cukup ramai. Tampaknya banyak yang sedang makan siang. Walaupun baru dibuka 2 bulan, tapi pengunjungnya cukup ramai. Mungkin karena menunya enak dan harganya terjangkau. Untuk menu sekelas pasta aja harganya ada yang kurang dari 50rb. Bahkan masih ada menu yang di bawah 20rb!! Sayangnya, jauuuhhh dari rumah saya.


Suasana resto yang hangat dan nyaman, memang mengundang pelanggan untuk duduk berlama-lama di sini.
Saya sih betah, apalagi disuguhi macam-macam menu :).


Salah satu management Uncle Tjhin yang turut menemani kami siang itu, Pak Dani, bersiap menjelaskan apa saja yan ingin kami tanyakan untuk menu challenge yang diadakan oleh Dilmah Indonesia ini. Bahkan tanpa diminta pun Pak Dani sudah menjelaskan ini itu tentang menu yang disajikan.


Traditional Brewing Dilmah Green Tea With Jasmine & Beef Hamburg With Cheese& Egg


Ini adalah penyuguhan teh varian Green Tea yan dipadu melati. Rasanya? Hm, aroma melati dan green tea-nya terasa sekali. Saya coba padukan dengan Beef Burger ala Uncle Thjin. Beef burger yang terdiri dari keju, keju mozarella, daging hamburg plus telor ceplok ini asli bikin perut saya langsung kenyang.



Smoke on The World with Lapsang Souchong Tea Cocktail + Uncle Tjhin Smoked Salmon Steak with Lapsang Souchong

Uncle Tjhin Smoked Salmon Steak with Lapsang Souchong
Menu berikutnya yang disajikan adalah Uncle Tjhin Smoked Salmon steak with Lapsang Souchong. Ciri khas smokey terasa sekali pada Salmon Steak ini. Menurut pak Dani, Salmon ini sebelum dipanggang, dimarinade dulu dengan teh Dilmah Lapsang Souchong. Kemudian saus steaknya pun menggunakan taburan teh lapsang sehingga aroma smokey dari teh Lapsang pun tambah keluar.

Sayangnya saya ga bisa nyobain cocktail ala uncle thjin yang juga terbuat dari campuran teh Dilmah Lapsang

Fish Soup with Dilmah Peppermint & Cinnamon

Fish Soup with Dilmah Peppermint & Cinnamon
Uncle Tjhin memang mengeluarkan beberapa menu tea inspired, termasuk sup yang satu ini. Fish Soup with Dilmah Peppermint & Cinnamon. Sup berbahan dasar ikan Dori ini sangat terasa segarnya. Campuran antara rasa segar, gurih, asem. Menu yang satu ini juga bisa dipadukan dengan tehnya.

Memang kebetulan menu yang disajikan pada kami berdua terasa seperti menu kelas berat. Padahal menurut pak Dani, nyatanya ketika disajikan tidaklah sebesar itu. Hahahaha. Kayaknya saya gak akan sanggup menghabiskannya sendirian :). Mungkin porsi yang disiapkan untuk saya dan Yuli ini untuk jatah makan siang kali yaaa, makanya dibuatkan yang jumbo, hahahaha. Kami berdua memang jadi kekenyangan dibuatnya.

Overall, Uncle Tjin resto ini sangat homey untuk dijadikan tempat hang out, baik sendiri atau bersama teman, keluarga, atau rekan kerja.

Uncle Tjhin Bistro
Pantai Indah Selatan
Komplek Elang Laut no. 33
Pantai Indah Kapuk

IG @uncletjhin

Note : semua foto adalah dokumentasi pribadi, harap ijin jika ingin menggunakannya

Saturday, September 19, 2015

Es Tung-tung jadul versi De Mingle

Es Tung-tung jadul versi De Mingle. Ohooo, siapa tak kenal jajanan jadul bernama es tung tung. Rasanya semua orang yang melalui era 80-90an pernah jajan es yang satu ini. Bahkan, es yang satu ini pun masih bisa ditemui di daerah-daerah tertentu.

Nah, sore itu, saya bersama Yulia, membuat janji untuk menikmati sajian teh yang akan disuguhkan De Mingle Indo Dutch Bistro dalam rangkaian Dilmah Real High Tea Challenge (RHTC) Cafe & Restaurant 2015.


Resto yang berada di bilangan Kebon Jeruk, persis samping tol, jl Raya Perjuangan ini membuat saya memutuskan untuk menggunakan Gojek saja dari stasiun Palmerah. Saya tahu persis, untuk sampai ke wilayah itu, ga bisa cuma naik 1 kali angkot, sepertinya harus sambung beberapa kali. Murahan naik gojek lah daripada bolak balik ngangkot, cepet juga. Untung si abang gojek tahu daerah situ, kalau nggak, mampus lah saya ga paham kalau sampai salah jalan, hahaha.

Suasana begini enak banget buat ngopi n ngeteh sore-sore. Romantis!!

Sampai di lokasi, cik Sherly sang pemilik resto dan Yulia sudah menunggu dengan beberapa menu challenge plus beberapa menu tambahan untuk kami berdua "untuk makan siang, kasian kalau lapar". Weeewww, baik sekaliiii.

"Sekalian kenalan dengan beberapa menu andalan kami"

Beef Galantine with Mashed Potato, De Mingle
Aslinya saya lupa nama menu ini, hahaha lupa nyatet. Berhubung ga enak mau nanya-nanya lagi, saya cobalah buka aplikasi opensnap untuk melihat daftar tempat makan di Jakarta. Saya inget teman-teman di Indonesian Foodblogger sering menyebut-nyebut aplikasi ini.

Eh, ternyata bener. Saya buka opensnap De Mingle, dan ketemuuu nama makanannya, Beef Galantine with Mashed Potato. Hahaha. Epic banget.

Tapinya saya jadi tahu info promo yang sedang berlangsung *emak2 yaaaa* 

Takut ketinggalan info, saya masukkan my bookmark dan follow ahhh. Kalau lupa jalan atau mau melipir ke resto atau cafe lain di sekitar situ kan tinggal lihat map view aja. Jadi tahu juga, menunya halal atau ngga. Hahahaha. Kalau ada yang mudah, kenapa dibuat susah?

Rijjstaffel Menu from De Mingle
Tak cukup memberikan komplimen 1 hidangan, cik Sherly juga memberikan Rijjstaffel menu.

Haduuhh, lihat menu sebanyak itu, sudah langsung kenyang duluan. Untung saja berdua Yuli, kalau sendiri, ga tahu juga gimana cara ngabisinnya selain dibungkus *ehhhh. Hahahaha. Saya paling ga bisa lihat makanan bersisa. Merasa bersalah aja sampai nyisain makanan sementara masih banyak orang kelaparan di luaran sana *sok bijak.

Okeh, kembali bicara soal menu challenge, ada 3 menu pasangan yang disiapkan De Mingle dalam Dilmah RHTC 2015 ini

Exotic Tea Spa

Menu pertama ini merupakan pasangan antara Lemongrass Cinnamon hot tea plus Apple Crumble. Teh hangat yang merupakan perpaduan Dilmah Peppermint Leaves with Cinnamon tea pluusss sereh ini menjadikan rasa teh yang khas. Buat lidah awam saya, brasa minum jamu. Hahahaha. Tapi enak kog ketika dipasangkan dengan apple crumble yang crunchy dengan rasa yang manis segar asem.

Lemongrass Cinnamon Hot Tea Paired with Apple Crumble

Heritage Tea Spa

Menu berikutnya adalah Summer in green ice tea plusss fish finger. Mocktail yang satu ini merupakan perpaduan antara Dilmah Green tea, jus sawi, plus nanas dengan sedikit gula. Jus yang segar sekaligus sehat. Hahahaha, ada sawinya booo.
Summer in green ice tea with Fish Finger
Pasangannya adalah Fish chips, camilan berbahan dasar ikan Dori yang dibaluri bread crumb alias tepung panir :). Hmmmm, segarnya green ice tea berpadu gurihnya fish chips. Sedaaapp.

Classic Tea Spa

Naahhhh ini dia menu hitsnyaaaa, Peppermint Tung Tung plus Black Klepon!!

Peppermint Tung Tung With Black Klepon
Sayaa penyukaaahh klepon, klasik klepon. Agak penasaran sebenarnya dengan istilah black klepon, berharap tidak merubah bayangan saya tentang klepon klasik. Hahahaha.

Black klepon kreasi cheff di De Mingle ini merupakan paduan black tea yang kalau dimakan begitu saja rasanya agak sedikit pahit. Tapi rasanya menjadi pas ketika dipadukan dengan es tung tung yang merupakan infusi Dilmah pepermint Tea. Manis pahitnya si black tea klepon berpadu manis segarnya es  pepermint tung tung. Klop!!

Kreatif lah yang membuat menu ini. Sampai terpikir aja bikin tea inspired menu es tung tung dan black klepon. Jempol buat sang cheff (lupa namanya) *toyor*



Suasana De Mingle yang homey membuat saya merasa nyaman sekali berlama-lama di sini. Sayang sekali lokasinya jauh dari rumah saya. Andai dekat, mungkin akan sering mampir ke sini sambil kerja.


Harga makanannya pun cukup terjangkau, jadi, kalaupun saya sering-sering ke sini gak akan bikin kantong bolong. Hahahaha, apalagi disuguhi tambahan komplimen macam Poffertjes with ice cream & chocolate ini.

Poffertjess with ice cream & chocolate

De Mingle
Graha Handoyo Blok C
Jl. Raya Perjuangan

IG @demingle
twitter @demingle

Note
Semua foto adalah dokumentasi pribadi diambil menggunakan kamera ponsel, harap ijin jika ingin menggunakan kembali

Kolak Pisang Karamel ala Baileys & Chloe

Kolak Pisang Karamel ala Baileys & Chloe. Kolak pisang? Aiihhh kolak pisang aja apa istimewanya? Eitttsss tenaaang. Saya ga akan angkat si kolak pisang ini sebagai judul kalau ga ada yang istimewa dengan si kolak pisang ntuuuhhhh.

Siang itu saya kembali mendatangi salah satu cafe peserta Dilmah Real High Tea Challenge (RHTC) Cafe & Restaurant 2015, Bailey's & Chloe di bilangan Tanjung Duren Utara.

Berhubung saya kurang paham wilayah Jakarta Barat, saya ubek-ubek dulu lah mbah gugel, nanya-nanya supaya saya ga bingung. Setelah intip-intip peta, ternyata lokasinya ada di belakang Mall Ciputra Grogol. Well, saya pun meluncur deh naik kereta, turun di stasiun Palmerah dan nyambung naik kopaja 86 yang ke arah Kota dan memilih turun sebelum Mall Ciputra. Di sampingnya ada jalan Tanjung Duren Utara I yang kalau diikuti bisa sampai ke lokasi cafe Bailey's ini di Tanjung Duren Utara IV. Saya sih memilih berjalan kaki. Tapi, jika tak terbiasa jalan, ya mungkin naik ojek yaa, lumayan, jaraknya 500 meter, hehehe.


Sampai di sana, saya foto-foto deh sambil menunggu cheff Ivan Anggriawan, pemilik cafe, menyiapkan makanan untuk saya, Fiona dan Ruth yang juga akan mencicipi menu challenge. Cafe yang terletak di ruko berlantai 3 ini pintar sekali menata interiornya. Terlihat banyak hiasan kecil dan lucu-lucu semacam radio kuno, telpon kuno, hingga berbagai pernah pernik lain.

Salah satu ruang di lantai 2 yang ditata cantik dan sangat cozy  (dok. pribadi)
Bailey's & Chloe menyiapkan 3 menu untuk challenge ini, berikut menu yang mereka persiapkan



Dilmah Hot Tea + The Bailey's & Chloe Kolak Pisang

Jreng jreeeeng, ini dia menu kolak pisang yang tadi saya ceritakan di awal. Seperti apa kolak pisang ala Bailey's & Chloe ini?

Taraaaaa

The Bailey's & Chloe Kolak Pisang

Dimanakah pisangnya? 

Ada dalam balutan adonan tepung beras yang telah direbus, mirip seperti adonan es pisang ijo. Kuah santan pada kolak pisang biasa yang umumnya encer, menjadi adonan yang mirip seperti bubur sumsum. Di lapisan paling bawah, diletakkan sirup gula merah yang kental. Sebuah penyajian makanan tradisional yang out of the box!! Jaman sekarang memang dituntut kreatifitas yaa, dan ternyata kreatifitas di bidang kuliner itu bisa tanpa batas. Keren sekali kreasi Bailey's & Chloe ini. Makanan tradisional asli Indonesia dipresentasikan kembali dengan gaya dan style yang sama sekali baru *jempol*

Cara makannya gimanaaa? 

Aduk aja kuah santannya dengan sirup gula merah tersebut agar menyatu, lalu santap deh dengan memotong bungkusan pisang, baurkan dengan kuah dan akhiri dengan menggigit toping caramel cracker (ini istilah saya yaa). Hmmmm, nikmaaattt.

Garnish berbentuk lingkaran berwarna coklat itu rasanya seperti caramel, jadilah saya menyimpulkannya kalau toping itu caramel yang dibentuk.

Kolak pisang, chicken sandwich, & Dilmah Hot Tea
Si kolak pisang ini dipadankannya dengan apa seehhh?

Ternyata dengan hot Dilmah Brilian Breakfast. Okeh, rasa manisnya kolak pisang ini nyambung dengan pahitnya Brillian Breakfast. Seruput tehnya, trus suapkan sepotong kolak pisang, minum lagi, dan taraaa, mereka saling melengkapi. Rasa pahit dari teh berjenis black tea ini akan mendapatkan penawar dari rasa manisnya kolak pisang. Kalau dimakan terpisah, memang kurang pas. Kolak pisangnya terlalu manis, tehnya terlalu pahit, entah karena diseduh terlalu lama, atau memang sengaja dibuat lebih pekat agar pas dipadankan dengan si kolak pisang itu? Entahlah :)

Almond Milk Mocktail + Chicken Sandwich

Menu kedua adalah Chicken Sandwich. Chicken sandwich sendiri sih biasa aja yaaa, ga ada yang istimewa, makluuum, namanya sandwich ya paling begitu-begitu aja. Tapi yang keren dan membuat saya, Fiona, dan Ruth terkagum-kagum adalah, saus yang digunakan, bukan saus sambal apalagi saus tomat. Tapiii, saus kacang!! Yap, saus kacang yang biasa digunakan untuk pelengkap sate. Rasa chicken sandwich pun menjadi istimewa. Yummyyyy. Chicken sandwich rasa sate. Hahahaha. 2 potong pun kurang!!


Pasangan menu ini adalah Almond Milk Mocktail yang menggunakan Dilmah Italiand Almond. Cukup pas. Chicken sandwich yang gurih dipadankan dengan Almond Milk Mocktail yang manis segar membuat keduanya berpadu.

Braised Brisket With Potato Soup

Menu berikutnya adalah Tea inspired Dish. Menu yang dikeluarkan adalah sup kentang dengan seduhan teh Dilmah Lapsang Souchong dan potongan brisket. Rasa smokey yang menjadi ciri khas dari varian Lapsang Souchong ini memang terasa banget ketika saya mencicipi kuah sup, sedikit terasa juga di dagingnya. Mungkin daging ini dimarinade juga menggunakan teh Lapsang ini.

Braised Brisket with Potato Soup

Secara keseluruhan menu yang dikeluarkan Bailey's ini cukup menarik dan pas. Sayangnya menu-menu ini adalah menu special edition, jadi kemungkinan besar tidak akan bisa didaptkan dengan mudah. Kalaupun ada hanya pada waktu tertentu saja. Hampir saya mengusulkan untuk membuatkan menu ini menjadi menu regular :)


The Bailey's & Chloe
Tanjung Duren Utara IV no. 55A
Jakarta Barat