Agoda

Friday, April 15, 2016

Gurihnya Bisnis Pariwisata

Gurihnya Bisnis Pariwisata. Sektor pariwisata sekarang ini benar-benar sedang menggeliat. Pemerintah terus berbenah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor ini. Wajar saja, Indonesia punya potensi luar biasa di bidang sumber daya alam dan budaya. Hampir tiap daerah, baik kabupaten maupun kota menyimpan potensi wisata yang dapat "dijual". Entah wisata belanja, wisata kuliner, wisata alam, hingga wisata bahari. Bahkan wisata budaya pun menarik untuk dikemas.

Baca : Penyediaan Informasi Pariwisata

Pengelolaan pariwisata pun kian berkembang dengan pesat. Mulai dari penginapan, kapal wisata, agrowisata, wisata kuliner, wisata alam, dan sebagainya. Sayangnya, "kue" ini baru bisa dinikmati oleh segelintir orang saja, terutama para pemodal kuat yang mampu mendirikan hotel berbintang dan restauran mahal. Masyarakat yang berada di sekitar destinasi pariwisata justru tak banyak menikmati hasilnya.

Hal ini yang menyebabkan Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi untuk masuk mengelola dan mengembangkan bisnis pariwisata. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, model desa wisata pun dikembangkan untuk menggenjot 10 destinasi prioritas yang sedang diproyeksikan untuk menjadi Bali kedua.

 

Pengembangan desa wisata oleh koperasi diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Baik melalui pengembangan usaha souvenir, penataan homestay, usaha kapal wisata, pengembangan wisata kuliner, penguatan wisata budaya, dsb. 

Bapak I Wayan Dipta, Deputi Kementerian Koperasi dan UKM menjelaskan bahwa Kemenkop akan memberikan fasilitas dan bantuan berupa modal kepada koperasi. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi koperasi agar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa.


  



Salah satu contoh koperasi yang berhasil mengelola desa wisata adalah Koperasi Catra Gemilang di Magelang. Menurut Pak Suherman, pendiri dan pengurus Koperasi Catra Gemilang, omzetnya kini sudah mencapai 3 Milyar/tahun. Sejak berdiri di tahun 1996, koperasi ini terus berupaya mengembangkan berbagai unit usaha yang dikelola masyarakat di sekitar kawasan Candi Borobudur. Koperasi berperan memberikan bantuan dana kepada masyarakat yang hendak mendirikan usaha. Koperasi pun bersama masyarakat mengelola beberapa unit usaha seperti homestay, pemanduan wisata, rumah makan, toko souvenir, pembuatan souvenir, laundry, fotografi, paket wisata budaya, dsb. 

Hal menarik yang dilakukan Koperasi Catra Gemilang adalah kejeliannya dalam menjual paket wisata. Mereka membuat beberapa paket wisata seperti tur keliling desa, melihat atraksi budaya atau membuat pertunjukan tari. Kejelian dalam menangkap peluang sekaligus memberdayakan masyarakat, berhasil meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar. 

Koperasi tak hanya berperan dalam pemberian modal usaha wisata, tapi juga dalam melakukan pembinaan. Agar masyarakat mampu mengembangkan bisnis wisatanya dengan baik.

Ssstt, jangan heran jika dalam beberapa bulan atau tahun yang akan datang, bisnis pariwisata akan terus bergeliat. Masyarakat bersama koperasi sudah semakin pintar melihat peluang untuk mengelola bisnis pariwisata. Kita mungkin akan dengan mudah menemukan penginapan-penginapan murah yang membaur bersama masyarakat. Salah satu peluang yang saat ini sedang dilirik dan dikembangkan. Banyak wisatawan mancanegara yang justru ingin berinteraksi langsung dan menyaksikan sendiri kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Wednesday, April 13, 2016

Jalan-jalan ke Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas"

Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas"Siang itu saya bersemangat sekali hendak menuju Lippo Mall Puri Indah. Hal pertama yang saya pikirkan, mau naik apa? Biasanya sih saya naik kereta ke mana-mana. Mendadak hari itu berubah pikiran. Kebetulan suami sedang ada keperluan ke arah Bintaro Sektor 9. Ahaa. Saya langsung nebeng.

"Ga naik kereta aja?"
"Ga ah, kayaknya naik angkot ga terlalu jauh dari situ"

Yes, secara hitungan jarak, dari Bintaro sektor 9 ke Lippo Mall Puri Indah sih sudah tidak terlalu jauh, dibanding dari rumah saya *senyum*. Okeh, saya melanjutkan perjalanan menggunakan angkot Jombang-Ciledug, C01. Sampai di Ciledug, saya menyeberangi lampu merah menuju pangkalan Kopaja P16. Tadinya berpikir akan naik sampai kantor Walikota Jakarta Barat dan meneruskan jalan kaki atau naik ojek menuju Mall. Mendadak saya bertanya pada seorang bapak di sekitar lokasi.

"Pak, kalau mau ke Mall Puri, naik angkutan apa yang paling gampang ya"
"oh, naik ongkot kuning itu aja mb, C03"

Ah, saya sudah lihat angkot itu, tapi ragu karena tak satu pun penumpang ada di dalamnya. Mana sopirnya anak muda berkulit keling dengan rambut awut-awutan dan telinga beranting lebar. Apa iya angkot ini bisa mengantar saya ke sana? Jangan-jangan di tengah jalan dioper-oper atau diapa-apain. Bayangan buruk menari-nari di kepala. Argghhh.

Takut-takut saya tanya pada supir muda itu,
"ini lewat Mall Puri ga?"
"iya bu, lewat"

Saya pun naik dan sempat menunggu 5 menit. Tapi perasaan was-was kembali hadir. Saya asing di tempat ini. Saya turun angkot dan mencoba mencari orang untuk bertanya. Untungnya ada seorang petugas DLLAJR yang sedang bertugas.

"Pak, kalau mau ke Mall Puri naik apa ya yang langsung lewat di depannya". "Oh, naik angkot ini aja bu" tunjuk si bapak ke arah angkot kuning yang tadi sempat saya naiki "tuh udah langsung jalan". Perasaan saya ga enak, kog naik lagi angkot yang sama. Tapi saya berusaha menenangkan diri. Sudah 3 kali bertanya pada orang yang berbeda, masa masih belum yakin, xixixi.

Dan, tara, ternyata perjalanan ga mulus, macet hampir 30 menit di Karang Mulya. Lepas macet saya melalui jalan-jalan yang ga saya pahami. Ya sudah nikmatin perjalanan aja bersama 1 orang penumpang laki-laki berlogat Tegal dan seorang ibu yang memakai Blazer. Hingga tinggal saya penumpang seorang diri sampai juga di Lippo Mall Puri.

Saya segera menuju Atrium 2, lokasi Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas". Tak sabar ingin segera menyaksikan beragam karya seni yang disuguhkan.

Coba lihat karya berikut, siapa sangka, dress yang terlihat anggun dan cantik ini terbuat dari ribuan pensil. Gaun pensil ini terbuat dari sekitar 5000 pensil Castell 9000. Merupakan karya terbaik yang dibuat oleh seniman asal Jerman, Kerstin Schulz.

Tanz der Kreativitat, Dance of Creativity
Tanz der Kreativitat, Dance of Creativity

Tak hanya menghasilkan gaun cantik, Schulz yang biasa berkreasi dengan berbagai benda ini, juga menghasilkan kreasi lain yang turut dipajang di pameran ini. Ada Twisted (Verdreht), The Look (Der Blick), Mona Lisa, dan Charly


Twisted
Twisted

The Look
The Look


"Di negara maju, proses kreatif sudah bergeser dari Creative Thinking ke Creative Making. Kreativitas tak lagi hanya diukur dari ide yang ada, tetapi dalam bentuk produk nyata", ujar Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandraman Halim pada press conference pembukaan pameran yang akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 17 April 2016.

Di akhir acara, Bapak Gusmayadi Muharmansyah dari Kasubdit Peserta Didik Kemendikbud, mendapat kesempatan untuk melakukan Doodling bersama Kak Rizal. Doodling adalah seni membuat kreasi dari sebuah coretan. Pak Gusmayadi dipersilahkan membuat coretan pada board yang disediakan. Coretan asal-asalan.Tak sampai 10 menit, Kak Rizal berhasil meneruskan menjadi gambar seekor bebek yang cantik.

Doodling
Coretan Pertama yang asal-asalan

Doodling bersama Kak Rizal
Kak Rizal berhasil meneruskan coretan menjadi sebuah gambar bebek.

Ssstt menurut Pak Yandra, orang tua juga bisa berkreasi bersama anak-anak dengan gaya Doodling ini. Misalnya anak yang mencoret, orang tua yang meneruskan. Atau sebaliknya, orang tua yang mencoret, anak yang meneruskan menjadi sebuah gambar. Kalau masih belum pede, coba aja datang ke Pameran ini untuk mencari inspirasi atau belajar membuat Doodling bersama Kak Rizal.

Berikut jadwal kegiatan khusus selama pameran :

* Craft Class, Colouring book, atau bermain seru di Connector Pen Pool pada 12-15 April 2016, dan 17 April 2016.

Pojok untuk berkreasi dengan conector pen
Pojok untuk berkreasi dengan conector pen

Pojok Colouring Book
Pojok Colouring Book


* Demo melukis Art & Graphic bersama Kak Rizal pada 12 dan 14 April 2016

* Workshop Creative Marker bersama Martha Puri pada 15 April 2016

* Workshop Membuat Komik Strip bersama Beng Rahadian dan Demo Kreatif Opti Art Magnets pada 16 April 2016

*  Demo Melukis Art & Graphic bersama Sarwendah, Doodling bersama Kak Rizal, Lomba Gambar Anak "Kreativitas Tanpa Batas", dan berfoto bersama Ksatria Connpen pada 17 April 2016

Pameran Seni "Kreativitas Tanpa Batas" juga menghadirkan hasil karya seni peserta lomba gambar kategori nasional yang diadakan Faber Castell bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tak hanya melibatkan siswa usia dini, Faber Castell juga mengadakan lomba bertema Kepedulian Lingkungan yang melibatkan pemuda pemudi hingga para profesional. Karya para finalis dan pemenang akan ditampilkan selama pameran berlangsung.


Hasil karya siswa TK & PAUD
Hasil karya siswa TK & PAUD
Hasil Karya peserta lomba Kepedulian Lingkungan
Hasil Karya peserta lomba Kepedulian Lingkungan

Selama pameran berlangsung, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai kreasi yang dibuat oleh tim kreatif Faber Castell. Salah satunya Pinisi, kapal layar tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan khususnya, dan Indonesia umumnya. Kapal yang sudah sejak abad ke-14 berlayar dan menjelajah ke seluruh dunia. Kapal Pinisi ini terbuat dari 12.153 tutup connector pen, 897 batang connector pen, dan 1080 connector-connector.

Kapal Pinisi dari Faber Castell Connector Pen
Kapal Pinisi dari Faber Castell Connector Pen


Keren ya?

Kreativitas, sejatinya memang tanpa batas. Jika berbatas, membuat seseorang tumpul dan sulit berkarya. Mau berkreasi pun akhirnya serba takut dan ragu. Jika tak dibatasi, akan lahir beragam karya sejauh sang pemilik ide mau mengembangkannya.

Thursday, April 7, 2016

Pemenang Advencious First Giveaway

Pemenang Advencious First Giveaway

Setelah molor seminggu dari jadwal pengumuman yang dijanjikan, akhirnya saya bisa juga mengumumkan pemenang Giveaway ini. Pesertanya ga terlalu banyak sih, tak sampai 20 orang. Memang cuma 2 minggu dan ga diumumkan pula menjelang deadline :), jadi ga banyak yang tahu.

Menulis tentang jajanan kaki lima tampaknya simpel, ada di keseharian kita. Walaupun simpel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang mungkin bisa saja terlupakan. Tujuan menulis tentang kuliner adalah memberikan info yang menarik sehingga pembaca tergugah untuk mencicipi. Jika yang diinfokan adalah kuliner daerah, akan lebih menarik jika diulas lengkap mulai dari rasa, detail makanan, hingga harga. Itu info utama yang akan membuat pembaca mempunyai gambaran kuliner yang dimaksud.

Hal lain yang bisa jadi penunjang dan tak kalah penting adalah foto. Misalnya nih, jika mengulas tentang sate, tentu akan lebih menarik jika foto yang disajikan adalah sate yang dimaksud kan? Lebih bagus lagi kalau foto yang disajikan, digarap dengan serius.

Ssstt, food blogger biasanya bisa foto berkali-kali, berganti gaya maupun angle, kadang sampai makanannya dingin :). Niat emang. Sampai dikomplain kadang-kadang :). Padahal yang digunakan hanya 1-2 foto saja. Hahaha. Tak heran fotonya cantik-cantik. Karena untuk mendapat foto yang menarik memang butuh effort. Saya? Food blogger wanna be, hahaha. Masih belajar menghasilkan foto yang cantik dan ulasan kuliner yang menarik.






Beberapa foto di atas adalah foto semangkuk bubur ayam. Makanan yang udah umum dan biasa aja sebenarnya. Tapi bagaimana makanan yang udah biasa itu bisa tampil menarik dalam tampilan foto? Itu yang sedang saya pelajari. Berkali-kali saya melakukan pengambilan gambar dan mencoba berbagai angle, sampai buburnya dinginHahaha.

Hayo tebak, berapa kali bubur ini saya foto?

Mana foto yang paling menarik?

Detail lain yang tak kalah penting adalah lokasi. Buat lah pembaca bisa sampai ke lokasi dengan mudah saat ia berkunjung ke kota tersebut. Namanya mau memberikan info jajanan khas daerah yang kita banggakan, tentu harus bisa membuat pembaca jadi tergugah mau mencoba dan datang juga ke lokasi tersebut. Ya, kan? Bisa juga tambahkan foto tampak luar maupun banner warung atau gerobak jajanannya. Siapa tahu dengan melihat tampak luar, bisa dengan mudah menemukan pedagangnya.

Nah, dari beberapa kriteria tersebut, cukup banyak yang jauh dari gambaran yang saya sebutkan. Tapi, saya tetap perlu menentukan pemenang toh? Nah, nama-nama berikut adalah yang terbaik

Siapakah dia?

Taraaaa, langsung aja yaa

Pemenang utama
Rifki
Jajanan Kaki Lima dari Mie Ayam hingga Hotang

Mendapatkan uang tunai senilai Rp 300.000 plus pulsa 50ribu dari Jengsri.com

Apa yang menjadi kelebihan tulisan si abang Jampang ini? Ulasannya cukup lengkap mulai dari lokasi, harga, hingga jam buka tutup.

Pemenang kedua
Lathifah Edib
Lima Jajanan Favorit di Kota Banjarmasin

Mendapatkan Shopping Bag dari IG @strawberrypatch_id dan apron (celemek)

Tulisan Lathifah ini mengulas kuliner khas Banjarmasin. Mampu membuat saya mempunyai tambahan wawasan dan tertarik mencicipi jika sewaktu-waktu datang ke sana. Sayang ulasannya kurang mendalam. Kelebihannya sih info harga dan lokasi, lengkap.

Pemenang ketiga
Diah
5 Jajanan Kaki Lima Favorit di Kota Medan

Mendapatkan Lock & Lock Gift Set

Diah mengupas tentang kuliner enak-enak yang ada di Kota Medan. Sudah tahu kan terkenalnya kuliner Medan. Tapi selain yang sudah beken, masih ada beberapa yang belum disebut. Ini lah yang diulas Diah.

Pemenang postingan pertamax
Tarry KittyHolic

7 pemenang favorit
Oom NH
Gilang Maulani
Julia
Naqiyah Syam
Irawati Hamid
Siti Mudrikah
Diah Dwi Arti

Oh ya, saya janji kalau salah dua hadiah bagi pemenang favorit adalah voucher Binggo, tapi saya lupa ngecek, vouchernya ternyata sudah expired, jadi nanti akan saya ganti pulsa aja yaa.

Bagi para pemenang, silahkan inbox alamat + no telp di facebook Maya Siswadi untuk pengiriman hadiah. Bagi pemenang utama, silahkan inbox nomor rekening dan no telp.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah berpartisipasi. Sampai ketemu di next GA.

Sunday, April 3, 2016

Membuat Fudge Brownies dengan Rice Cooker

Membuat Fudge Brownies dengan Rice Cooker




Postingan ini sudah lama mengendap di draft, belom sempat diutak atik, hahaha. Maksudnya mau edit foto dulu, tapi apalah daya, ga jago ngedit. Maaf ya kalau fotonya "kurang cantik".

Ceritanya Falda ulang tahun hampir 2 minggu yang lalu. Sudah lama saya ga pernah membuatkan anak-anak kue ulang tahun. Sudah beberapa tahun ini kami memang tak pernah lagi terlalu serius mempersiapkan ultah anak-anak. Berhubung sudah lama ga membuat kue, saya kepikiran bikin kue yang mudah aja yang bikinnya ga pake ribet. Kue pertama yang langsung muncul adalah brownies.

Kog brownies?

Ya, karena brownies inilah kue paling gampang yang pernah saya buat. Gampang karena bahan ga terlalu banyak, ga perlu pakai bahan pengembang, dan ga perlu mengeluarkan mixer. Yeaayy. part ini yang paling saya suka. Hahaha. Paling malas mengeluarkan mixer. Bukan apa-apa, nyucinya itu looh.

Resepnya nyontek dari mana? Hm, buku pertama yang jadi acuan saya adalah 100 receipe cookbook popular receipt from brand (duh saya lupa persisnya, bukunya nyelip). Buku tebal ini banyak memberi inspirasi saya, terutama untuk varian brownies. Sisanya, saya banyak berkelana di dunia maya mencari resep-resep brownies dan mencobanya. Mencari-cari yang cocok dan paling mudah saya aplikasikan. Sampai akhirnya ketemu dengan resep yang akhirnya saya sajikan ini.

Jadi kalau teman-teman mau membandingkan dengan resep brownies lain, jangan bingung ya, kog beda? Ya memang beda, ini kan resep brownies ala Advencious. Yang mau nyoba boleh, ga juga ga apa-apa :).

Oke, langsung aja yaa

Fudge Brownies ala Advencious

Bahan
250gr dark cooking chocolate (dcc)
200gr margarin/mentega/minyak sayur (pilih saja salah satu bahan yang ada)
150gr gula pasir (biasanya saya cuma pakai 100gr, anak-anak ga suka manis)
100gr terigu
2-3 butir telur (tergantung besar kecilnya)
1 sdt vanila bubuk (jika suka)


Siapkan bahan-bahan untuk membuat Fudge Brownies
Siapkan bahan-bahan untuk membuat Fudge Brownies


Cara Membuat :
1. Potong-potong dark cooking chocolate (dcc) hingga menjadi kecil-kecil, masukkan ke dalam wadah stainless steel bersama margarine/mentega/minyak sayur, panaskan dengan api kecil.


Cairkan coklat dan margarine
Cairkan coklat dan margarine


2. Setelah margarine/mentega/minyak sayur hampir meleleh atau mencair, masukkan gula pasir, aduk sebentar, matikan api. Aduk-aduk kembali hingga gula larut lalu sisihkan hingga sampai adonan memiliki suhu ruang.


aduk dcc hingga mencair dan masukkan gula
aduk dcc hingga mencair dan masukkan gula

3. Masukkan telur satu persatu, aduk hingga rata. Tak perlu dikocok atau diaduk kencang-kencang, cukup hingga membaur dan tercampur rata.


masukkan telur, aduk hingga rata
masukkan telur, aduk hingga rata

4. Masukkan terigu dan bubuk vanilla, aduk perlahan-lahan hingga tercampur rata


Masukkan terigu dan vanilla bubuk, aduk perlahan hingga rata
Masukkan terigu dan vanilla bubuk, aduk perlahan hingga rata

5. Tuang adonan yang telah tercampur rata ke dalam wadah rice cooker yang telah diolesi mentega tipis-tipis, tekan tombol cook dan biarkan hingga matang. Jika tombol telah berpindah ke warm, cek, apakah bagian atas adonan masih basah atau sudah cukup kering. Jika masih basah, tekan tombol cook sekali lagi dan biarkan adonan matang.



6. Ketika bagian atas adonan sudah cukup kering, dan tombol sudah berpindah ke warm, adonan siap dipindahkan ke dalam wadah saji. Taraaa, fudge brownies pun siap dihidangkan.


Fudge Brownies cooked with Rice Cooker
Fudge Brownies cooked with Rice Cooker
Maaf yaa, jika tampilan browniesnya agak kurang menarik, maklum, piring sajinya ga rata, melengkung ke bawah, hahaha, jadinya pecah-pecah begitu. Halah. Next musti punya piring saji yang cantik *ehhh. Ada yang mau nyumbang?

Berhubung namanya fudge, jadi ya dalamnya memang ga kering, lembut dan hmm, gimana ya menggambarkannya? 

Selamat mencoba, semoga sukses yaa.