Agoda

Friday, May 27, 2016

Kari Vegetarian ala Papajack Kopitiam Alam Sutera

Kari Vegetarian ala Papajack Kopitiam Alam Sutera. Beberapa tahun terakhir, beberapa kota di Indonesia dibanjiri berbagai kedai kopi yang tumbuh bak jamur. Baik kedai kopi dari mancanegara, maupun kedai kopi lokal dengan sentuhan lebih "modern".

Modern? Yap, kedai kopi masa kini yang lebih "homey", dengan kursi nyaman, interior menarik, persediaan meja kursi cukup banyak, full Wi-Fi, dan berbagai fasilitas lainnya. Tak jarang, kedai-kedai kopi ini menyediakan ruangan outdoor yang nyaman untuk duduk-duduk santai sambil menikmati senja, seperti yang disediakan Papajack Kopitiam Flavor Bliss yang terletak di Alam Sutera ini. Tersedia balkon di sisi luar yang bisa dijadikan tempat bersantai sambil menikmati udara segar di sore hari.

Sisi Balkon Papajack Kopitiam Flavor Bliss Alam Sutera
Sisi Balkon Papajack Kopitiam Flavor Bliss Alam Sutera

Walau berada di sisi luar, jangan khawatir tak ada colokan listrik. Hampir di tiap sisi meja tersedia. Asyik banget buat kerja seharian nih. Ga bakal takut kehabisan batere :). Penting buat saya yang ga punya power bank dan perlu colokan listrik buat notebook harus selalu terhubung listrik karena baterenya sudah tak berfungsi maksimal.

Wifinya bagaimana? Bagian ini yang paling asyik, WiFinya kencang saudara-saudara. Ga ribet juga proses koneksinya. Pokoknya kalau mau kerja tenang di sini, bisa.

Nah, sekarang kita bicara makanan yaa. Walau namanya Kopitiam, Papajack ga cuma sedia kopi dan makanan ringan peneman kopi aja lhooo. Papajack juga menyediakan makanan berat macam nasi goreng, sop buntut, sampai Kwetiaw. Yaa, Asian Cuisine lah kalau kata Pak Sarmono, Operasional Manager Papajack Kopitiam Flavor Bliss Alam Sutera.

Apa makanan fenomenal di sini?

Nasi Goreng Buntut Papajack!

Nasi Goreng Buntut ala Papajack
Nasi Goreng Buntut ala Papajack (83K)

Apa yang istimewa dari nasi goreng buntut ini?

Bicara porsi, nasi goreng yang satu ini cukup banyak porsinya. Kalau untuk ukuran perempuan umumnya, mungkin ga akan habis dimakan sendiri. Tapi mungkin untuk laki-laki, sepertinya 1 porsi akan cukup memenuhi kapasitas perut. *nyengir*

Bicara rasa, ini yang saya suka. Rasa asin manis kecapnya benar-benar pas, tidak lebih, apalagi kurang. Bumbunya pun terasa pas di lidah, tidak berlebihan. Rasa gurih yang dihasilkan benar-benar terasa dari bumbu yang diracik dengan tepat. Menurut pak Sarmono, bumbu yang digunakan untuk membuat nasi goreng ini memang sudah standar. Bumbu sudah disediakan dan ada sendok takar yang digunakan untuk membuat 1 porsi menu di semua cabang Papajack.

Oh ya, daging buntut yang merupakan pelengkap hidangan ini luar biasa empuk. Tak ada kesulitan ketika menggigit daging yang menempel di sela-sela tulang ekor ini. Sekali dipotong, langsung dengan mudah terlepas. Lembut dan membelai lidah. Arggghh *mau lagiiii*


Char Koay Teao Papajack

Char Koay Teao Papajack
Char Koay Teao Papajack (39K)

Menu yang satu ini cukup membuat saya penasaran, secara si mbak pelayan bolak balik bilang kalau kwetiaw ala Papajack ini enak. Ok, saya pesan lah 1 porsi untuk memuaskan hasrat ingin tahu :).

Apa kelebihan kwetiaw yang satu ini? Rasanya sudah pasti ya, enyaaakk. Sepertinya bumbu yang digunakan hampir sama dengan bumbu nasi goreng sehingga rasanya pun hampir mirip. Kelebihan kwetiaw ini ada pada bahan-bahan pelengkapnya. Hampir semua seafood masuk. Mulai dari udang, scalloops, bakso ikan, sampai potongan kerang. Kalau ada udang sebagai pelengkap, bisa dipastikan rasa gurihnya seafood terasa. Sebagai tambahan, tauge pun menjadi salah satu bahan pelengkap. Biar ada sayur juga kan.


Roti Naan with Curry Mutton


Roti Naan with Curry Mutton
Roti Naan with Curry Mutton (42K)


Nah ini yang unik dari Papajack Kopitiam ini. Salah satu menu ringan yang ditawarkan adalah Roti bakar dengan bumbu kari dan daging kambing buatan. Haaahh?

Yes, ini yang saya sebut di judul, kari vegetarian. Roti Naan ini adalah roti khas Papajack yang dipanggang terlebih dulu. Rasa rotinya khas, beda dari roti biasa. Rasa rotinya enak, sepertinya terbuat dari mentega khusus. Sebagai pelengkap, roti ditemani kari kambing vegetarian bernama Mutton. Daging kambing vegetarian ini adalah daging buatan yang dibuat dari kacang merah dan diolah khusus sehingga rasa dan seratnya mirip daging kambing.



Tuh lihat, seratnya kelihatan kan? Seperti daging beneran. Padahal mah terbuat dari kacang merah. Canggih deh cara mengolahnya. Kalau begini kan yang vegetarian pun tetap bisa menikmati bersantap di kedai kopi ini ;). So, kalau kamu vegetarian dan mau makan enak, bisa datang ke sini dan mencicipi kari vegetariannya yang khas. Kari kambing vegetarian yang yummy.


Jus Durian Alpukat
Jus Durian Alpukat Papajack
Jus Durian Alpukat Papajack

Tadinya sih saya sudah berniat mau mencicipi kopi ala Papajack. Tapi entah kenapa, melihat jus ini di daftar menu bikin saya jadi berubah haluan :). Penasaran, apa rasanya jus durian campur alpukat. Dua buah yang penuh lemak? *ehh. Yahh, namanya juga lemak, ya udah pasti lamak donk ;). Jus ala Papajack ini kental dan rasa manisnya pas untuk ukuran saya. Anehnya, paduan durian dan alpukat ini pas. Tak ada yang lebih menonjol rasanya dibanding yang lain. Alpukatnya ga dominan, tapi duriannya juga ga menonjol. Dua-duanya pas saling melengkapi. Terasa lembut membelai lidah.

Hm, enak-enak kan menunya? Tapi saya ga mau bahas semua menu yang ada di Papajack nih, nanti ga seru :). Mending datang aja sendiri. Yang pasti sih, begitu membuka buku menu, rasanya semua mau dicobain. Ga cukup sehari nyobainnya! Banyak menu enak di sini. So, walau udah sering ke sini, ga bakal bosan. ada banyak menu yang menanti untuk dicoba!

Ssstt, kalau mau pakai private room dan mau kongkow bareng temen-temen atau bikin acara keluarga juga bisa lhoo di sini. Bisa muat 40an orang. Ga perlu sewa kog, cukup order minimal 1,5juta aja. enak kan? Ngumpul-ngumpul seru difasilitasin Papajack :).

Oh ya, Papajack Alam Sutera ini buka mulai pukul 06.00 pagi lho! Pagi banget kan? Kalau lagi buru-buru dan ga sempet sarapan, bisa melipir ke sini dulu nih buat isi perut. Hahahaha. Atau pulang kemalaman? Jangan khawatir, Papajack buka sampai pukul 24.00. Asyik ya?

Soo, buat yang tinggal di Alam Sutera, Serpong, Tangerang dan sekitarnya, kamu punya tempat nongkrong seru nih di Flavor Bliss, Alam Sutera. Lokasinya bersebelahan dengan kedai kopi asal luar itu tuuhh yang huruf depannya S ;).

Thursday, May 12, 2016

Bertualang ke Ancol Menggunakan Kereta

Bertualang ke Ancol Menggunakan Kereta. Sabtu siang itu saya mengajak Falda jalan-jalan ke Ancol. Suami dan Ferdi ga mau, sementara Faldi ga bisa ijin. Ya udah lah, berdua aja justru asyik. Selama ini Falda jarang komplain kalau diajak emaknya "jalan-jalan".

Berangkat dari stasiun Serpong, langsung saya beli tiket harian berjaminan untuk tujuan stasiun Kampung Bandan yang lokasinya cukup dekat dengan Ancol. Harga tiketnya 10.000 plus biaya perjalanannya 3.000. Murah ya, Serpong - Kampung Bandan yang segitu jauh cuma tiga ribu. Berhubung kereta jalur Serpong hanya sampai stasiun Tanah Abang, saya musti nyambung kereta ke arah Jatinegara yang melewati stasiun Kampung Bandan. Dari peron di jalur 5 saya ajak Falda berpindah ke peron di jalur 2, mengikuti arus penumpang turun yang juga mau transit.


Tak sampai 10 menit, kereta arah Jatinegara muncul dan lumayan lengang, jadi saya dan Falda bisa duduk-duduk santai. Sampai di stasiun Kampung Bandan, keluar stasiun yang ke arah WTC Mangga Dua/Ancol, naik ke atas dan menyeberang ke arah peron 1. Setelah keluar, kami memilih sholat dulu karena sudah jam 12, daripada di Ancol repot cari Mushola.

Begitu keluar stasiun, jalan dari pintu keluar stasiun sampai ke jalan raya lumayan sepi. Untungnya sih jalan berdua Falda. Di ujung jalan ada jembatan untuk melintasi kali untuk sampai ke jalan raya.


Berhubung niat jalan-jalan, jadi ya saya ajak Falda jalan sampai ke pintu masuk Ancol. Lumayan deh, jalan sekitar 400-500 meter. Hahahaha. Ternyata, lokasi yang kami tuju, Ocean Dream Samudera, ada di pintu masuk timur. Akhirnya jalan kaki lagi menuju ke sana.

Bayangan saya tuh yang namanya pintu masuk timur Ancol tuh bakalan deket. Jadi, saya ajak lah Falda jalan lagi menyusuri pinggir kali Ancol. Lama berjalan kog ya ga kunjung tiba, sampai ditawari ojek sepeda maupun ojek motor berkali-kali. Ternyata jauh saudara-saudara! Sepertinya "jalan-jalan" kami itu sekitar 1 KM lebih! Ya Allah, ini kalau ayahnya tahu bisa diomelin nih, ngajak anak gadisnya jalan jauh ga naik kendaraan. Hahaha.

Untungnya sih Falda super kooperatif, ga ngeluh. Bolak balik saya tawari,
"mau berhenti ga?", 
"mau naik ojek ga?"
"mau istirahat ga?"
"capek ga?"

Falda cuma jawab
"kayaknya nanggung ya bund"

Hahay, memang nanggung, lah kan belum sampai ke lokasi. Yah, mumpung masih seger, ga papa lah ya, terusin jalan sampai gerbang timur ;).







Begitu akhirnya masuk, saya ajak Falda istirahat dulu. Untung nemu semacam saung dekat parkiran. Bekal pun kami keluarkan dan makan siang seadanya yang penting kenyang dan bisa meluruskan kaki sebentar.



Namanya niat mau jalan-jalan ke Ancol, jadi ya beneran dinikmati pantainya Ancol, termasuk foto-foto *ehh. Hahahaha, itu sih niat foto-foto ;).

Pantai Ancol
Pantai Ancol

Seneng deh liat pantai yang bersih gini. Smoga terus terpelihara ya. Ada fasilitas tempat bermain anak yang bikin betah. Walau cuma duduk-duduk nemenin anak-anak yang asyik bermain, asyik juga ditemani semilir angin pantai.
Pantai Ancol
Pantai Ancol
"asyik ya bund, banyak mainannya"

Falda sih sudah gatal mau mencoba semua mainan di pantai itu, tapi saya ingatkan kalau kami kan mau ke Ocean Dream Samudera, lihat Lumba-lumba dan Kupu-kupu.
"kita masuk Gelanggang Samudera dulu, nanti aja pulangnya kalau sempat, main lagi di sini"

Eh, sebelum masuk, sempet mampir sebentar ke Pasar Seni, pengen lihat-lihat, ada apa aja di sana. Cuma sebentar juga sih, cuma mampir dan foto-foto, hahaha.



Okeh, akhirnya kami masuk ke Ocean Dream Samudera dan langsung bertemu kerumunan ibu-ibu dan anak-anak yang sedang dihibur oleh petugas. Rupanya sejak pagi ada macam-macam acara di area ini. Saya dan Falda sudah kesiangan, jadinya ketinggalan. Untungnya masih punya cukup banyak waktu untuk berkeliling area Ocean Dream yang luas itu.




Falda tertarik mencoba fish therapy gratis dan tak ragu mencelupkan kakinya ke area kolam yang banyak ikannya itu.

"ihhh geli bund, ikannya gigit-gigit"
"ayo bund, cobain"



Puas mendinginkan kaki dan bergeli-geli bersama ikan, kami menuju Rumah Kupu-kupu.





Di area yang tak terlalu luas ini ada banyak kupu-kupu yang sengaja di"kurung" di dalam jaring tinggi dan tertutup sehingga pengunjung bisa mengamatinya. Jangan ditangkap ya kupu-kupunya, supaya mereka tetap bisa nyaman di "rumah"nya ini.

Setelah melihat-lihat kupu-kupu, lanjut ke rumah pintar, ada banyak spesimen satwa laut yang diawetkan plus nama-namanya. Ada games dan puzzle juga di sini. Lumayan kalau mau ngadem sambil nemenin anak-anak. Ada banyak buku dan tempat buat lesehan.





Rupanya, di dalam area ocean dream ini ada juga area bermain macam ayunan, panjat tali, dsb. Falda suka sekali bermain di area ini. Yang paling disukai Falda bergantung-gantung seperti ini, Apa ya istilahnya, bergantung dan pindah dari satu pegangan ke pegangan lainnya.



Bingung mau ke mana lagi, akhirnya Falda minta naik Ubur-ubur.

"bunda ga bisa naik Fal, nanti pusing"
"ga papa, Falda naik sendiri aja"
"ga boleh kayaknya kalau sendiri"
"coba dulu aja bund, siapa tahu boleh"
"Falda berani naik sendiri?"
"berani bund"
"yakin?"
"iya, Falda berani kog"

Ubur-ubur, salah satu permainan di Ocean Dream
Ubur-ubur, salah satu permainan di Ocean Dream

Akhirnya saya coba ke petugas
"mas, anak saya pengen banget naik, tapi saya ga bisa nemenin, saya punya migrain, takutnya kalau naik nanti muntah-muntah"
"ga papa bu, naik aja"
"aman ya mas?"
"aman kog bu"

Ah, akhirnya Falda bisa naik dan dipasangkan seat belt. Karena tak tega membiarkan Falda sendirian, si petugas pun memanggil temannya, seorang petugas perempuan untuk menemani. Alhamdulillah, baik banget ini petugasnya :).

Selesai berayun-ayun, kami langsung menuju ke pertunjukan Singa laut. Kebetulan memang sedang ada pertunjukan Singa Laut. Lumayan terhibur dengan penampilan singa laut dan pelatihnya yang lucu. Pintar sekali pelatihnya merancang adegan. Pengunjung tak hanya terhibur melihat kepintaran sang Singa Laut, tapi juga tertawa geli mendengar dialog-dialog kocaknya.




Buat yang mau nonton pertunjukan Lumba-lumba, Singa Laut, atau Theater 4D, simak jadwal ini yaa. Jangan sampai ketinggalan, hahaha. Saya sempat ga merhatiin jam-jam pertunjukan ini, jadi aja terlewat pertunjukan Lumba-lumba.




Okeh, puas wara-wiri di dalam Ocean Dream, kami pun memutuskan pulang. Hari sudah menjelang sore, khawatir kereta sulit kami dapat jika pulang malam. Eh, kog ya di dekat pantai kami bertemu dengan seniman pantomim ini. Takjub melihat kemampuannya yang hanya duduk bersila di atas ketinggian hanya dengan bertumpu pada satu tongkat ini saja, saya meminta Falda untuk foto bersama si seniman. Ada yang sudah pernah bertemu seniman ini?




Nah udah selesai urusan jalan-jalan, giliran pulang nih bingung. Gimana caranya sampai stasiun lagi. Rasanya membayangkan pulang berjalan kaki menyusuri jalan yang tadi kog ya rasanya ga sanggup. Jauh booo, hampir 2 KM. Mau naik ojek juga ga tahu nyarinya ke mana. Akhirnya saya bertanya ke petugas security untuk bertanya arah Pintu Barat. Rupanya petugas paham banget kami sedang kebingungan mencari jalan keluar sekaligus cara keluar. Hahahaha

"ibu jalan ke arah pintu masuk Gondola, di sana ada Bus Wara Wiri gratis yang bisa mengantar ibu sampai ke Pintu Barat"

Ahhhh, surga banget. Terbantu sekali sama si bapak petugas security yang baik banget ini. Seandainya si bapak itu cuma menunjukkan arah Pintu Barat tanpa menyebutkan cara mudah kami bisa naik kendaraan, bisa 1 jam saya sampai di sana :).

Dengan penuh semangat merasa menemukan oase, saya langsung menuju arah yang ditunjuk dan langsung girang begitu menemukan pemberhentian bus ini.

Bus Wara Wiri Gratis
Bus Wara Wiri Gratis
Ada 2 jurusan bus Wara Wiri. Satu bis menuju pintu Timur, satu bis lagi menuju Pintu Barat dan berakhir di halte Busway. So, kalau naik busway/ Trans Jakarta menuju Ancol, begitu keluar halte Trans Jakarta menuju pantai, bisa coba naik bus Wara Wiri ini. Asyik yaa.

Penggemar bus ini ternyata banyak juga. Saat bus ini datang, langsung diserbu pengunjung yang juga mau pulang. Mungkin karena sudah sore jadi peminatnya banyak. Kami tak kebagian tempat duduk. Bus sudah penuh dengan penumpang yang juga menuju pintu barat. Sebagian lain menuju halte busway.

Nah, ini adalah rute bus Wara Wiri Gratis dari pintu Barat maupun pintu Timur.




Keluar pintu Barat saya pun lanjut lagi jalan kaki menuju stasiun. Hahaha. Walau sudah cukup capek, Falda masih mau diajak jalan menuju stasiun. Sebagai kompensasi, saya ajak Falda "jajan" siomay dekat jembatan. Siomay itu kami minta bungkus, supaya bisa makan sambil jalan. Buat pengganjal lapar maksudnya. Maklum, saat itu sudah menjelang maghrib. Perjalanan pulang masih cukup panjang, takut nantinya kami tak bisa makan di kereta.

Ini adalah jembatan penghubung antara jalan raya menuju stasiun Kampung Bandan.



Sore menjelang maghrib, kami kembali berada di stasiun Kampung Bandan, menuju arah pulang ke stasiun Serpong. Kami tinggal membayar harga perjalanan pulang saja, Kampung Bandan - Serpong, 3000. Tiket yang tadi kami beli saat berangkat, kami serahkan pada petugas loket untuk diisi ulang.

Lumayan lama menunggu kereta dari arah Jatinegara, hampir 30 menit kami menunggu. Eh, saat kereta datang, masih menunggu lebih dari 15 menit menunggu kereta berangkat. Mana berdiri pula. Duuhh, sudah capek di jalan, masih berdiri pula di kereta :).


Halte Kampung Bandan
Halte Kampung Bandan


Untungnya sih di kereta berikutnya, Tanah Abang - Serpong, kami mendapat tempat duduk. Mungkin karena hari libur dan sudah maghrib, kereta tak terlalu ramai.

Sore itu kami pulang dengan membawa berjuta kenangan. Falda pun bisa tertidur pulas.

Sampai di stasiun Serpong, tiket harian berjaminan yang tadi digunakan, kami kembalikan untuk mendapatkan kembali uang jaminan 10.000/tiket. Lumayan kan uangnya bisa buat jajan minum :).

Wednesday, May 11, 2016

Kerja Lancar, Kuliah Lancar? Bisa!

Kerja Lancar, Kuliah Lancar? Bisa! Dulu tuh ya, yang namanya kuliah ya harus hadir secara fisik di Kampus. Ga ada ceritanya deh bakal bisa punya nilai bagus kalau tingkat kehadirannya rendah. Bener apa bener? Padahal yaa, ada banyak orang yang begitu pengennya kuliah, tapi ga bisa hadir secara fisik ke kampus. Boro-boro lah hadir, bisa selesai tugas aja udah bagus.

Ada yang pengen kuliah, tapi terkendala waktu. Ada yang pengen kuliah, tapi terkendala jarak. Ada pula yang pengen kuliah, tapi terganjal kerja. Padahal yaa, kata siapa kuliah harus datang ke kampus? Di jaman yang sudah hampir serba digital ini, bisa kog kuliah online.

Hah? Kuliah online? Apaan tuh?

Kuliah Online tuh sama aja seperti kuliah biasa, belajar, dapat materi, diskusi. Bedanya, semuanya dilakukan melalui internet. Macam kuliah-kuliah online di luar negeri sana.

Agak susah mengelak kalau sering kali seseorang memiliki keterbatasan waktu untuk kuliah karena kesibukan sehari-hari, misalnya kerja full time. Bisa aja sih ikut kuliah kelas karyawan atau kuliah malam hari. Tapi, konsekwensinya ya kudu tetap datang ke kampus dan mengikuti pembelajaran setiap waktu. Padahal sudah capek kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Belum lagi menghadapi macetnya jalanan, sampai di tempat kuliah (kalau ikut kelas malam), lelah tak bisa ditolak.

Salah satu cara supaya tetep bisa kuliah tapi gak perlu repot-repot datang ke kampus ya dengan kuliah online. Pilih Universitas yang dapat dipercaya dan berkualitas. Kualitas ini mencangkup kegiatan belajar serta interaksi mahasiswa tersebut.

Salah satu Universitas penyelenggara adalah Binus Online Learning dari Binus University. Sistem yang diterapkan sangat mudah dan Fleksibel, Dalam kegiatan belajar, mahasiswa bisa melakukan interaksi dengan dosen kapan pun, di mana pun, tak terbatas waktu dan tempat.



Tatap muka di ruang kelas tetap dilakukan, terbatas pada kegiatan yang membahas kasus, diskusi pemantapan pemahaman materi kuliah, dan saat ujian. Interaksi dengan dosen dan praktisi sangat diutamakan untuk mendapatkan dan meningkatkan kemampuan dan wawasan mahasiswa dalam kegiatan praktis dan pengambilan keputusan yang nyata. Metode ini cocok untuk pekerja professional dan entrepreneur bahkan ibu rumah tangga yang ingin melanjutkan studi S1 tapi terkendala waktu dan tempat.

Binus Online Learning sudah menyiapkan dan memperhitungkan agar mahasiswa mendapatkan hasil yang berkualitas. Mahasiswa fokus belajar dengan jumlah mata kuliah yang terbatas di tiap periode/semester, sehingga hasil yang didapat lebih maksimal. Mahasiswa juga akan mendapat Pembelajaran Global. Tidak hanya diajar oleh dosen dari kota seperti Jakarta, tapi juga dosen-dosen dari luar negeri.

Binus Online Learning menggunakan LMS (learning management system) yang terintegrasi untuk membangun jaringan interaksi antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen dan mahasiswa dengan pembimbing akademis. Berikut ini pilihan bidang studi yang bisa dipilih

Pilihan program studi di Binus Online Learning
Pilihan program studi di Binus Online Learning

Setiap mata kuliah akan diterima dalam beberapa bentuk: diskusi di forum, tugas individu / kelompok, video conference, video pembelajaran. Semua dilakukan secara online. Namun pada awal masuk perkuliahan dan ujian, mahasiswa tetap harus datang ke BULC atau kampus BINUS.

Binus University Learning Community atau yang dikenal sebagai BULC sudah hadir di beberapa kota, diantaranya Palembang, Semarang, Malang dan Bekasi. Dengan adanya BULC, jika mahasiswa sedang ada tugas ke luar kota dan bertepatan dengan waktu ujian ataupun perkuliahan Face to Face, maka dapat datang ke BULC terdekat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan progam EES (Employability and Entrepreneurial Skill) yang dimasukkan ke dalam mata kuliah, Gak cuma menyiapkan lulusannya untuk siap bekerja, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini Binus Online Learning juga sudah menghasilkan lebih dari 300 lulusan terbaik yang tersebar di berbagai instansi dan perusahaan baik nasional maupun multinasional.

Dengan metode pembelajaran secara Online, bisa #MajuTanpaBatas karena bisa kuliah kapan saja, dimana saja. Tak ada lagi batasan, sekarang bisa dilakukan sambil bekerja, mengejar passion, mengurus bisnis, bahkan travelling ke luar negeri.

Sudah siap untuk #MajuTanpaBatas?

Monday, May 9, 2016

Josephine, Pear Australia yang Manis Nan Legit

Josephine, Australian Pear Nan Manis dan Legit. Josephine? Kog seperti nama orang? Hahaha. Iya, seperti nama orang, padahal ini hanyalah nama varian Pear asal Victoria, salah satu negara bagian di Australia sana.

Dari namanya, Josephine Pear, yang terdengar sangat manis, rasanya pun semanis madu *ahay lebay*. Beneran manis, sueer, kayak saya *siapin kresek*. Manis dan legit. Itu sensasi awal yang saya dapatkan pada gigitan pertama. Sempat underestimate sih awalnya. Saya ga terlalu suka pear karena biasanya berserat kasar. Lebih suka mangga atau pepaya yang lembut. Hahaha. Tapi Pear yang satu ini ternyata lembuuut sekaliiii. Daging buah pear ini berbeda dengan pear kebanyakan yang umumnya berserat agak kasar. Daging buahnya lebih halus dan lembut. Masih terasa ada seratnya sih, tapi lebih haluuuuuus. Mirip daging buah jambu biji merah. Lembut, legit plus manis.


Josephine Pear
Josephine Pear
Kalau lihat penampakannya sekilas sih memang mirip dengan varian pear lainnya, tapi Josephine Pear ini ciri khasnya ada di warna hijau cerahnya. Bentuk umumnya membesar di bagian bawah dengan warna yang umumnya hijau.

Ada banyak varian Pear asal Australia, salah satu yang baru dikenalkan ya Josephine Pear. Kebetulan di Australia sedang berlangsung musim buah Josephine. Tak heran pear ini muncul di Indonesia.

Saya baru tahu di Australia pun mengenal musim buah. Ada musim-musim buah pada waktu-waktu tertentu. Musim Josephine Pear berlangsung mulai April sampai September. Selain Josephine, ada Anggur dan buah lainnya yang juga sedang berlangsung selama musim ini. Selain waktu tersebut, buah-buahan ini sulit didapatkan.

Itu sebabnya, PT. Laris Manis Utama selaku distributor buah-buah import asal Australia, sengaja mendatangkan buah ini saat musimnya. Sementara Transretail Indonesia menangkap peluang ini dan khusus membuka counter Now! In Season di berbagai gerai Carefour di seluruh Indonesia.



Counter Now! In Season di Transmart retail (Carefour)
Counter Now! In Season di Transmart retail (Carefour)

Menurut Brett Stevens, Commisioner for Goverment of Victoria Australia untuk Indonesia, kualitas tanah yang baik, ketersediaan air yang bersih, regulasi pangan yang ketat, serta praktek pertanian yang inovatif menjadikan buah-buahan produksi Australia begitu segar dan baik kualitasnya. Ketatnya pemerintah Australia dalam menjaga mutu proses pertanian mulai dari penanaman, panen, hingga pengemasan, menjadikan buah-buahan lokal Australia diakui sebagai produsen buah dunia. Panen benar-benar dilakukan ketika buah sudah masak di pohon dan segera didistribusikan dengan cepat ke berbagai negara. Itu sebabnya rasanya segar dan legit.

Pada acara peluncuran Josephine Pear di Transmart Carefour Cempaka Putih pada 30 April 2016 lalu, dihadirkan pula Andre Hehanusa yang menyanyikan lagu-lagu andalannya seperti Bidadari, KKEB, dan Kuta Bali yang disajikan dengan gaya semi jazz.


Penampilan Andre Hehanusa
Penampilan Andre Hehanusa


Tak hanya menghadirkan penyanyi, peluncuran buah ini pun menghadirkan chef muda berbakat, Yuda Bustara. Chef Yuda membagikan trik membuat Anggur Australia rasa soda. Hah? Yaaaa, Anggur bisa lho dibuat berasa soda.


Demo masak bersama Chef Yuda
Demo masak bersama Chef Yuda



Awalnya sih ga percaya, gimana bisa itu anggur kog rasa soda. eh pas nyobain sendiri, beneran euyy, anggurnya terasa ada sodanya. Seperti dicelupin soda. Padahal bukan.

Resepnya mudah aja ternyata,
1. Pilih anggur Australia mana saja yang segar kira-kira 500gr, bersihkan
2. Siapkan dry ice 1 kg dan ice box
3. Masukkan buah Anggur dan dry ice ke dalam ice box, tutup rapat dan diamkan semalaman
4. Buah Anggur sudah berubah menjadi bersoda, langsung konsumsi. Jika tak langsung dikonsumsi, efek soda akan menghilang dalam 15 menit

Keren kan?

Mau coba?