Agoda

Wednesday, June 29, 2016

Masak Praktis Saat Tak Ada Asisten

Masak Praktis Saat Tak Ada Asisten - Buat ibu-ibu nih, urusan masak memasak itu kadang menyenangkan, kadang juga menyebalkan *curcol. Ada saatnya sebagai "tukang masak", urusan mau masak apa itu bisa jadi panjang urusannya. Namanya bukan super woman, ga mungkin juga semua resep masakan ada di kepala para ibu kan? Ga semua bahan juga ada tersedia kan? Soo, ketika ada ide, tapi bahannya tak semua tersedia, pusing lah kepala para mamak mamak ini. Mau beli tak cukup waktu. Kalau sudah begini, ganti haluan, coba menu yang lain. Giliran udah nemu ide, anggota keluarga ternyata ada yang ga cucok dengan ide tersebut. Ganti haluan? Menurut loee???

Hahahaha, ga gampang loh gonta ganti menu. Disitulah repotnya. Nemu ide tapi kurang sehat, nemu ide tapi bahan-bahan pelengkapnya kurang, atau nemu ide tapi ada yang ga suka dengan menu tersebut, mau ganti menu lagi dan ternyata bahannya ga ada juga. Trus mau gimana?

Thursday, June 16, 2016

Dibalik Desain Cantik Sebuah Cafe

Dibalik Desain Cantik Sebuah Cafe. Sering ga sih datang ke sebuah resto atau cafe dan terkagum-kagum dengan interiornya yang cantik? Saya? Sering! Hahahaha. Iyap, hal pertama yang selalu menarik perhatian saya ketika berkunjung ke sebuah cafe atau resto ya interiornya. Coba aja lihat postingan-postingan saya tentang review resto, pasti ada aja interior yang saya bahas. Bukan karena alm. adik saya seorang desainer interior ya. Tapi lebih karena memang interior sebuah tempat selalu jadi hal yang menarik untuk saya pelajari. Yaaa, semacam inspirasi gitu lah. Cara menata kursi, memilih hiasan dinding, mendekor meja, hingga memilih warna dan pernak pernik yang pas untuk interior.

Salah satu sudut Beer Garden Jakarta

Ketika salah satu bank nasional merubah interiornya, saya tertarik mengamatinya. Sengaja saya datang ke berbagai kantor cabangnya untuk sekedar menyetor atau mencetak buku tabungan sambil memperhatikan apakah desain yang diterapkan hanya bersifat lokal atau nasional. Ternyata nasional boo, hampir semua cabang sama "nada"nya.

Saat datang berkunjung ke Warung Upnormal beberapa bulan lalu, saya juga mengamati interiornya yang unik dan bertema pop art. Desain unik di Oasis Restaurant yang klasik, atau Baileys and Chloe yang romantis pun tak luput jadi perhatian. Seringkali saya bertanya dalam hati, cafe dan resto ini, memakai jasa desain interior profesional atau desain sendiri? Kalau lihat desain kece-kece gitu jadi bikin saya pengen nanya sekaligus minta didesain. Hahahaha.

Sebuah karya desain yang cantik, baik itu rumah, apartemen, gedung perkantoran, cafe, restoran, atau bahkan barbershop, biasanya lahir dari tangan seorang desainer handal. Mereka tak hanya jago menggambar atau membuat ilustrasi, tapi juga membuat konsep dan mewujudkannya menjadi sebuah karya yang cantik.

Salah satu desain dapur di Gading Greenhill 


Saya sendiri saksi bagaimana sebuah karya seni desain interior lahir dari sebuah konsep gambar. Alm adik saya sering begadang demi membuat sebuah konsep desain. Ketika konsep tersebut disetujui, baru lanjut ke perwujudan gagasan. Mulai pemilihan bahan, pembuatan pernik desain yang sesuai seperti meja kursi atau lemari, hingga penataan interior dengan tambahan detail di sana sini sesuai konsep desain yang sudah dibuat.



Beda kog hasil karya seorang arsitek dan desainer interior profesional dengan orang awam. Mereka yang sudah dibekali ilmu desain ini memang ga bisa dibilang main-main teknik mendesainnya. Maklum lah yaa, sekolahnya juga bukan setahun dua tahun kan. Mereka paham betul detail-detail sebuah lukisan terlihat cantik diletakkan di sudut mana, warna kursi seperti apa yang pas dengan desain tertentu, tanaman apa yang cocok untuk sebuah desain, dsb. Soo, kalau mau coba mencuri ide atau mencontek gambar seorang desainer, tetap aja ga akan bisa sebagus desainer aslinya. Hahahaha. Ini diakui betul oleh perajin lemari yang jadi partner alm. adik saya. "Saya sih bisa aja buat lemarinya, tapi kalau ga pakai gambar dan instruksi dari pak Fajar, hasilnya ga akan bagus".

Rupanya, banyak yang menyadari hal ini. Tak heran, sekarang ini jasa desainer interior dan arsitek makin dibutuhkan. Walau cost menjadi lebih tinggi, tapi karya mereka tetap dibutuhkan. Jika hasil yang didapat sepadan, kenapa tidak, ya kan? Dan ini yang membuat jasa mereka semakin banyak dicari. Sayangnya, banyak pula yang kesulitan menemukan "penjual jasa" yang mereka butuhkan. Para desainer interior dan arsitek profesional ini tersebar di mana-mana. Kerap kali membuat calon pemakai jasa kebingungan mencarinya. Kalau pun ada, belum tentu desainnya cocok dengan style yang mereka inginkan.

Berangkat dari latar belakang itulah, diluncurkanlah bluprin.com, direktori Portofolio Online yang menampilkan karya arsitektur dan interior desain dengan cara yang unik. Melalui Bluprin, pemilik rumah di Indonesia dapat mencari inspirasi, mengekplorasi proyek dengan 360 Virtual Tour, serta menemukan arsitek dan interior desainer melalui internet.




"Kebanyakan orang masih bergantung pada rekomendasi yang belum tentu cocok bagi mereka. Itulah alasan kami memulai Bluprin, agar desain yang berkualitas terakses bagi masyarakat” ujar Ricky Cahyadi, salah satu penggagas bluprin.com.
Lahirnya Bluprin terinspirasi oleh portal Archdaily dan Houzz. Visi Bluprin adalah membantu masyarakat terhubung dengan profesional yang tepat dan mewujudkan proyek impian mereka, baik itu rumah, kantor, retail, restoran, dan proyek lainnya.

Acara peluncuran portal ini diadakan pada 4 Juni 2016 di Conclave Auditorium, dihadiri oleh berbagai biro arsitek dan desainer interior baik dari Jakarta maupun Bandung.




Tim bluprin terdiri dari beragam latar, mulai web developer, arsitek, fotografer, hingga internet marketing. Mereka bekerja sama untuk menghasilkan portofolio berkualitas melalui karya fotografi dan 360° Virtual Tour. Masyarakat bisa ‘merasakan’ ruang secara langsung, sehingga bisa lebih memahami gagasan desain dari karya arsitektur maupun interior desain.

Sayangnya portal web desain ini baru ada sekarang. Andai dulu sudah ada, tentu alm. adik saya tak akan kesulitan menampilkan portofolio karya-karya desainnya di sini dan menemukan orang yang sevisi dengan ide-idenya. Ahhhh, maafkan saya jadi melow.

Yang pasti sih, portal bluprin.com ini bisa jadi solusi banget buat yang membutuhkan jasa desainer interior maupun arsitek yang cocok. Tinggal ceki-ceki desain yang cucok, langsung hubungi deh desainernya.
Salah satu sudut di Fat Straw Cafe yang dimuat di Bluprin


Buat para desainer interior maupun para arsitek profesional, pasang deh portofolio-portofolio kerennya di sini, biar kami-kami ini punya banyak pilihan. Hahahaha. Yaa, maklum lah, selera orang beda-beda kan. Cucok dengan desain yang ini, tapi tak cucok dengan detail yang itu. Sreg dengan detail yang itu, tapi tak suka dengan desain yang inu. Haish, banyak maunya. Hahaha. Ayo donk, biar nambah bahan referensinya *ungkapan hati penyuka desain yang belum kesampaian*

Tuesday, June 14, 2016

Mengunjungi Al Azhar Memorial Garden

Mengunjungi Al Azhar Memorial Garden

Tidak pernah ada dalam bayangan saya sengaja datang berkunjung ke sebuah komplek pemakaman kecuali untuk berziarah mengunjungi makam mertua atau adik saya. Itu pun kadang rasanya berat. Entah kenapa rasanya auranya selalu membuat saya tak nyaman. Ada rasa gimana ya. Agak susah menggambarkannya :). Tapi ketika mendapat ajakan berkunjung ke Al Azhar Memorial Garden yang terletak di Karawang Timur ini, entah kenapa kog ya bersemangat sekali.

Pintu Gerbang Al Azhar Memorial Garden yang ada di Karawang Timur
Pintu Gerbang Al Azhar Memorial Garden yang ada di Karawang Timur


Saya membayangkan komplek pemakaman Al Azhar ini gak beda jauh dengan komplek pemakaman mewah yang pernah saya dengar juga berada di daerah Karawang, San Diego Hills. Pikir saya “asyik nih, berkunjung ke kuburan mewah”, hahahaha.

Ketika akhirnya saya datang dan menyaksikan sendiri komplek pemakaman Islam ini, bayangan tadi langsung buyar. Apa yang saya bayangkan mewah, ada tempat hiburan, ada tempat wisata, dan sebagainya, pupus sudah. Sepanjang mata memandang, saya tak menemukan apa yang saya cari.

Jalan setapak yang memungkinkan untuk jalan dengan nyaman
Jalan setapak yang memungkinkan untuk jalan dengan nyaman

Setelah berbincang dengan Marketing Manager Al Azhar Memorial Garden, Ibu Maya, saya baru paham, kenapa yang ada dalam bayangan saya itu tidak saya temui.

Menurut Ibu Maya, walau Al Azhar Memorial Garden terinspirasi komplek pemakaman San Diego Hills, tapi sebagai komplek pemakaman yang menganut konsep Islam, jauh berbeda. Sebagai pemakaman yang benar-benar ditujukan sebagai pemakaman Islam, AMG harus mengikuti konsep pemakaman yang syariah

Berikut syarat pemakaman Islam yang syariah

1. Makam muslim tidak boleh bercampur dengan non muslim

2. Menghadap kiblat

3 Sederhana, hanya terdiri dari gundukan tanah (tingginya tak boleh lebih dari 10cm) dan tidak boleh ditambahi atau dihiasi apapun

4 Tidak boleh dilangkahi, diduduki, atau diinjak-injak

5 Kedalamannya 1,5m, tujuannya agar terlindung dari binatang buas yang bisa menggali kubur dan agar bau busuknya tidak sampai tercium

6 Boleh meletakkan batu nisan hanya sebagai penanda

7 Menurut Fatwa MUI DKI Jakarta th 2011, haram hukumnya menumpuk jenazah

8 Berdasar fatwa MUI no.9 th 2014, haram hukumnya membeli makam yang mengandung unsure tabzir (mubazir) dan israf (berlebih-lebihan)

Yayasan Al Azhar paham betul tentang prinsip-prinsip dasar pemakaman syariah ini sehingga merasa perlu membangun sendiri komplek pemakaman khusus muslim yang sesuai syariah. Urusan makam yang harus menghadap kiblat pun benar-benar digarap dengan serius. Kepastian arah kiblat ditandai dengan adanya sertifikat kiblat resmi dari Kementerian Agama Kabupaten Karawang.

Saat diajak berkeliling komplek pemakaman, baru saya paham, kenapa Al Azhar sampai merasa perlu membangun komplek pemakaman sendiri khusus muslim. Selain agar sesuai syariah, juga agar benar-benar bisa sesuai untuk muslim dan bisa dimanfaatkan untuk kaum Dhu’afa. Hah?

Yaaa, setiap muslim yang membeli tanah makam di Al Azhar Memorial Garden, bisa mewakafkan 1 kavling tanah kuburan untuk kaum Dhuafa. Dan kaum Dhuafa yang akan mendapat jatah tersebut diutamakan masyarakat setempat yang tinggal di sekitar komplek pemakaman di sekitar Karawang Timur.

Ibu Maya mengatakan, ketika datang ke pemakaman, idealnya akan muncul rasa Kona’ah, takut akan kematian dan ibadahnya menjadi lebih baik. Itulah yang saya rasakan saat memperhatikan makam-makam yang ada di Al Azhar Memorial Garden ini. Terkesan syahdu. Tercermin perwujudan pemakaman Islam yang ideal, sederhana, ada jarak antar makam sehingga tak sampai terinjak-injak ketika peziarah lain yang sedang datang.

Kavling pemakaman khusus type double
Kavling pemakaman khusus type double


Oh ya, konsep pembelian tanah makam dilakukan di awal, sesuai prinsip perdagangan Islam, ada uang, ada barang. Mungkin akan terasa mahal, tapi karena semua biaya perawatan sudah termasuk biaya di awal, ya terasa biasa saja. Tiap bulan sudah tak ada lagi biaya perawatan yang ditagihkan. Seumur hidup keluarga almarhum bisa tenang tak perlu memikirkan biaya perawatan.

Kalau lihat kerapihan komplek pemakaman ini, terasa setimpal sih antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang didapatkan. Makam yang tertata rapi dan selalu terawat. Hampir tiap hari ada petugas yang bekerja merawat dan menjaga kebersihan dan kerapihan makam. Semua rumput menggunakan rumput Jepang jenis Carpet Grass. Hampir tak ada rumput liar, semua tertata rapi, bersih, dan tenang. Rasa takut yang biasa menghampiri ketika mengunjungi pemakaman biasa, sama sekali hilang. Mungkin karena kerapihannya.

Kavling Pemakaman khusus type Single
Kavling Pemakaman khusus type Single

Rasa nyaman yang hadir saat berada di komplek pemakaman ini rupanya menjadi kekuatan yang membuat cukup banyak keluarga yang sudah memesan kavling di sini. Bahkan ada yang sengaja memindahkan makam keluarganya ke kompleks pemakaman ini. Mungkin mereka menginginkan rasa tenang, agar makam keluarganya tetap aman tak diganggu atau ditumpuk jenazah lain. Mungkin juga mereka menginginkan kenyamanan dan ketenangan saat akan datang berziarah. Pemakaman yang rapi, terawat dan jauh dari kesan seram tentu bisa membuat keluarga yang datang saat berziarah akan betah berlama-lama. Entah merenung, berdialog dengan almarhum atau berdo'a dan membaca surat-surat.


Beberapa makam yang dipindahkan dari makam lama
Beberapa makam yang dipindahkan dari makam lama


Komplek pemakaman ini mempunyai beberapa paket kavling. Mulai dari yang single, double, sampai family dengan 4 kavling. Malah jika ingin membeli untuk keluarga besar pun bisa. Ada beberapa keluarga yang membeli tanah makam di sini berisi hingga 20 kavling.

Kavling khusus yang dipesan untuk keluarga besar
Kavling khusus yang dipesan untuk keluarga besar


Total luas tanah di komplek pemakaman ini sekitar 25 hektar. Luas banget yaa, sampai ke pinggiran tol Karawang Timur. Dari area seluas itu bisa dipergunakan untuk sekitar 3000 makam. Hingga saat ini makam yang terisi baru sekitar 100 makam. Tanah sisanya adalah tanah makam yang sudah dibeli atau yang akan dijual.

Al Azhar Memorial Garden
www.alazharmemorialgarden.com
Jl. Raya Peruri, Teluk Jambe, Karawang Timur

Contact Person
Hendi
08176035850
081218696343