Agoda

Saturday, May 27, 2017

Ramadhan Lebih Sehat dan Praktis Bersama Philips


Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan mulia. Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.

Ahh, rasanya baru kemarin Ramadhan, eh sudah datang lagi Ramadhan berikutnya. Saatnya berlomba-lomba mencari keberkahan, mengejar Rahmat Allah.

Thursday, May 25, 2017

Pureit #GivePureLove Untuk Semua

Ramadhan hanya tinggal sehari lagi, lebaran pun sudah di depan mata. Waktu begitu cepatnya berlalu. Rasanya baru kemarin merasakan Ramadhan dan Lebaran, eh sekarang sudah hadir kembali. Huhuhu, rasanya begitu banyak waktu yang berlalu sia-sia.

Thursday, May 18, 2017

First Experience OPPO F3, Vlogger Smartphone

Minggu lalu, 14 Mei 2017, saya dan beberapa teman blogger berkesempatan langsung mencicipi dan mengutak atik OPPO F3, saudara sepupunya F3 plus yang sudah Launching duluan.

Lho kog gitu? Udah ada F3 Plus, kog baru keluar seri F3? Nah ini nanti akan dibahas ya.

Sejak tanggal 11 Mei 2017, OPPO menggelar acara First Experience OPPO F3 di Main atrium Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Ini adalah moment di mana para konsumen bisa icip-icip gratis OPPO F3 tanpa takut-takut.

Acara yang digelar setiap hari selama 4 hari penuh ini menghadirkan berbagai acara kece. Mulai lomba, hiburan, sampai talkshow.

Ada acara live music juga. Bahkan kami sempat disuguhkan dance ala OPPO. Lucu deh lihat maskotnya OPPO, menari mengikuti irama, diiringi beberapa petugas OPPO.


Sambil menikmati musik dan suguhan acara, para pengunjung tetap bisa memanfaatkan moment dengan mencoba fitur-fitur yang dimiliki F3. Disediakan berbagai booth-booth lucu yang cantik dijadikan latar selfie.


Kebetulan saya datang di hari terakhir. Materi talkshow sore itu adalah first review from Tabloid Pulsa.

Saya penasaran donk. Seperti apa sih review OPPO F3 ini dari sisi Tabloid Pulsa yang sudah pengalaman bertahun-tahun mereview berbagai jenis gadget, mulai jaman handphone sampai kini marak berbagai jenis smartphone.



Perbincangan santai sore itu menghadirkan Mas Aryo Meidianto selaku Media Relation OPPO, Mas Anwar Sanusi selaku Redpel Tabloid Pulsa, Mas Galih selaku hand review dari Tabloid Pulsa.

Sebagai pembicara awal, mas Aryo menyebutkan bahwa OPPO F3 ini dihadirkan untuk lebih menjangkau konsumen yang ingin merasakan kamera dengan spek "giant", tapi harga "terjangkau".


Harga Terjangkau?

Dengan smartphone dual selfie kamera, kamera depan 16 MP dan 8MP, kamera belakang 13 MP dengan apperture hingga 1,7, kapasitas baterai 3200mAh, memori internal 64GB, RAM 4Gb, dual sim card 4G+ cuma merogoh kocek 4,399K. Murah kan yaa? Lebih murah dari F3 Plus yang sudah diluncurkan duluan dengan harga 6 jutaan.


Percaya ga kalau F3 ini penjualannya sudah mencapai 30ribu unit per tanggal 11 Mei 2017? Padahal preordernya baru dibuka tanggal 5 Mei 2017. Hampir 2x lipat hasil penjualan F1 yang harganya lebih murah. So, menurut mas Aryo

"Sekarang, harga bukan lagi isue utama. Jika sesuai yang dibutuhkan, tetap dibeli"

Apa kelebihan smartphone yang satu ini?

Menurut mas Anwar dan Galih dari tabloid Pulsa, OPPO F3 ini punya dual selfie kamera yang unik. Kamera depannya ini cakep banget buat selfie baik sendiri maupun groupie. Kalau groupie pun, bisa lebih banyak orang yang bisa masuk frame. Kelebihan ini, bisa juga digunakan untuk berfoto di depan pemandangan indah yang ingin dijadikan latar belakang foto. Misalnya foto dengan latar pantai atau gunung?

Ahaa, iya, sering kan tuh pengen foto pemandangan sambil selfie? Kalau menggunakan kamera selfie OPPO F3 ini, sudut pengambilan background pemandangannya bisa lebih luas. Bisa mengambil sudut panoramik. Asyik kan? Mungkin kalau dibawa foto selfie ke Gunung Bromo dan ambil latar lautan pasir atau kawahnya, cakep kali ya.

Kelebihan lain, kamera belakangnya bisa disetting manual layaknya dslr. Bahkan apperture yang ditawarkan hingga 1.7.  Buat temen-temen food blogger yang hobi utak atik mode manual, bisa deh coba di OPPO F3 ini.


Smartphone for Vlogger?

Menurut mas Aryo, OPPO F3 ini sudah dilengkapi fitur face tracking pada kamera depannya. Fitur ini cocok banget buat para vlogger. Yaa, buat para vlogger yang butuh kamera depan yang bisa menampilkan wajah yang terlihat mulus dan selalu bisa mendeteksi wajah, ke mana saja kamera diarahkan.

Dengan fitur ini, hobi bikin video kegiatan yang selalu melibatkan wajah akan semakin maksimal. Apalagi fitur video selfienya juga dilengkapi beautification. Penting banget tuh buat tampilan video wajah yang kece. Sekedar bopeng-bopeng atau carut-carut dikit di wajah akan kelihatan halus di video.

Baru deh saya nyambung dengan kegunaan selfie kamera yang berkapasitas besar ini. Kenapa pula kog kamera depannya lebih tinggi dibanding kamera belakang. Ternyata ya buat penggemar selfie dan para vlogger.

Kalau lagi selfie di tengah keramaian dan ga mau backgroundnya yang penuh manusia, tinggal diblur aja deh dengan fitur blur bawaanya F3.

Ahh, walau saya bukan vlogger dan ga terlalu suka selfie, tetep lah suka kalau wajah saya bisa terlihat lebih mulus.


Wednesday, May 17, 2017

Mudik Bersama Mirage? Why Not?

Tak terasa ya, tak sampai 2 minggu lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Sudah bersiap-siap menghadapi bulan suci, berpuasa selama sebulan penuh lalu merayakan kemenangan itu di saat Iedul Fitri. Huhuhu, waktu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin lebaran, eh sudah mau lebaran lagi :).

Pada hari kemenangan itu, tak afdol jika merayakannya seorang diri. Banyak orang yang mempunyai keinginan untuk merayakannya bersama keluarga. Tak hanya keluarga inti, tapi juga keluarga besar. Bersama orang tua, adik, kakak, sepupu, oom, tante, eyang, dsb. Tak masalah tidur bergelimpangan karena rumah yang penuh orang, asal ngumpul rame-rame, selalu seru.

Tak heran, tradisi mudik pun tumbuh semakin subur di Indonesia. Adik-adik sepupu saya yang merantau ke Jakarta, mulai punya tradisi mudik ke Padang menemui orang tuanya. Padahal, dulunya kami tak pernah punya tradisi mudik.

Semakin banyak keluarga muda perantau yang "bela-belain" pulang ke rumah orang tuanya yang berbeda kota, demi bisa merayakan kemenangan bersama. Ada yang memilih naik kereta, pesawat, kapal, bis, sampai mobil pribadi. Perjalanan mudik yang ramai dan butuh perjuangan tak lagi jadi hambatan. Keseruan berkumpul bersama keluarga menjadi daya tarik utama yang terus memanggil-manggil pulang.

Menyadari fenomena ini, portal otomotif no 1 di Indonesia, berinisiatif mengadakan bincang-bincang ringan seputar mudik. Agar makin menarik, mereka pun menggandeng pihak Mitsubishi, perusahaan yang banyak bermain di pasar kendaraan niaga.

Bincang-bincang "Seberapa asyik Mirage Diajak Mudik" pun diadakan pada 17 Mei 2017 lalu di Foodism cafe, Kemang, Jakarta Selatan. Hadir sebagai pembicara, Bapak Indra Prabowo mewakili mobil123, dan Ibu Intan Vidiasari selaku head PR dari Mitsubishi.

Sebelum acara dimulai, saya dan beberapa teman blogger yang diundang Komunitas ISB asuhan teh Ani Berta, berfoto-foto dulu di seputar Mitsubishi Mirage Brand New Day yang hari itu akan jadi bahan diskusi.

Kece ya warna Mirage Brand New Day ini

Selesai foto-foto di parkiran, saya dan teman-teman langsung meluncur lagi ke lantai 3, tempat berlangsungnya acara. Pak Indra memulai bincang-bincang dengan memberikan tips mudik yang aman. Menurut pak Indra, sebelum mudik, ada baiknya cek semua kondisi kendaraan dengan baik.

"Pastikan kendaraan aman untuk digunakan mudik. Cek kondisi rem, gigi, oli, ban, dsb. Cek tekanan angin sebelum berangkat. Jangan sampai terlalu kencang, atau terlalu kurang. Bahaya kan kalau pecah di jalan"

Selain memberikan tips tentang kendaraan, pak Indra juga mengingatkan faktor pengemudinya.

"Jika lelah, jangan paksakan diri. istirahatlah. Mampir ke rest area atau tepikan kendaraan dan luruskan punggung. Jika memang mengantuk, tidur sejenak"

Bahaya memang kalau memaksakan diri di saat mengantuk. Daripada membahayakan diri, keluarga, dan orang lain, lebih baik tambahkan waktu istirahat sampai kondisi benar-benar fit.

Jaga kesehatan sebelum mudik. Pastikan semua anggota menjaga kesehatan agar fit saat di jalan. Makan-makanan yang sehat, olahraga teratur, jaga kondisi, cukup tidur, dsb.

Acara bincang-bincang pun berlanjut ke pembahasan tentang si cantik Mirage Brand New Day yang sudah kami intip-intip di bawah. Saya sudah tak sabar pengen tahu, apa sih kelebihan si Mirage ini sampai bisa diajak mudik. City car kog dibawa mudik? Emangnya nyaman?

Bu Intan yang mewakili Mitsubishi bercerita
bahwa Mirage yang tadi kami saksikan itu baru saja berganti wajah. Banyak fitur-fitur baru yang ditambahkan dan dipercantik dari fitur sebelumnya. Itu sebabnya, Mirage edisi baru ini disebut Mirage Brand New Day.

Ibu Intan Vidiasari, Head PR Mitsubishi

Terus terang, kalau bicara teknis mobil, saya pusing. Kadang ga nyambung juga. Tapi satu hal yang selalu menarik buat saya dan membuat kuping saya langsung tegak dan nyambung dengan materi adalah ketika bu Intan mulai memaparkan tentang bahan bakar.

Menurut bu Intan, kendaraan 1200cc ini sudah diuji di laboratorium LEMTEK UI. Hasil uji bahan bakar menunjukkan jika dalam 24,5KM, bensin yang dihabiskan hanya 1 liter! Wooo irit banget ya. 1 : 24!

Wohooo, ini dia yang bikin mupeng. Mudik berpuluh-puluh kilo pun ga jadi masalah. Jarak 500 KM aja baru abis bensin 20an liter kan ya? Cincai lah kalau mau mudik ke Jogja mah *eh siapa yang mudik ke situ?

Kog bisa irit?

Ya, teknologi CVT (continously variable Transmission) yang disematkan ke Mirage terbaru ini yang mengatur efisiensi BBM, plus membuat perpindahan gigi menjadi muluuuuus.

Terjawab pertanyaan saya, "apa yang membuat saya kudu beli mobil ini".

Saya memang nyari mobil yang irit!

Bicara aman, Mirage Brand New Day punya banyak fitur yang menawarkan keamanan. Mulai teknologi alarm, double air bag, rise body, 4 brake system, sampai 3 points rear seat belt.

Oh ya, buat pasangan muda yang masih punya bayi, ada teknologi ISO-fix yang disematkan pada kursi. Teknologi ini memudahkan penginstalan baby car seat, sehingga bayi menjadi aman dan nyaman selama dalam perjalanan.

Apalagi yang ada di Mirage Brand New Day ini? Banyaaak, mulai bagasi yang luas, kursi belakang yang bisa dilipat, kursi yang semakin nyaman, sampai berbagai lampu dan asesoris pendukung.

Kalau penasaran, langsung coba test drive aja ke dealer Mitsubishi terdekat. Daripada penasaran dan bertanya-tanya, ya ga sih?

So, gimana? Mau mudik pakai Mirage? Why not?

Enaknya mudik bawa mobil sendiri itu, giliran jalan-jalan di kota tujuan, ga pusing cari kendaraan umum atau sewa mobil. So, kalau mau wisata di seputar tempat mudik, ada kendaraan yang siap dipakai kapan saja. Ya ga sih?

Ga heran, hingga saat ini, penjualan Mirage ini sudah mencapai 25ribu unit! Keren ya. Banyak juga ya peminatnya.

Apalagi warna yang dipilih kece-kece, ada wine red pearl yang saya jadikan latar foto di atas, ada white pearl, red metallic, black mica, sampai titanium gray metallic. Mau pilih yang mana?

Wednesday, May 3, 2017

[Hospital Tour] RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan

Hayooo, siapa yang sudah pernah berkunjung ke RS Jiwa? Mungkin tak banyak orang yang datang berkunjung ke RS Jiwa secara sengaja untuk bertemu seseorang. Beda dengan RS umum atau RS bersalin yang bisa dibilang ramai dikunjungi, bahkan di hari libur sekali pun. Sementara ke RS Jiwa? Ga mungkin kayaknya ya kalau bukan karena ada sesuatu yang mendesak. Walau terpaksa sekalipun, biasanya masih berpikir beribu kali untuk datang ke sana. Iya apa iya?

Bagi orang awam, datang ke RS Jiwa itu "menyeramkan". Ya, sama menyeramkan dengan ketemu penderita Schizofren di jalan. Takut mereka berbuat onar, mendadak memeluk, atau melempar batu.

Walau kuliah di Psikologi dan biasa mendengar istilah-istilah klinis, saya ga punya cukup ketangguhan hati menghadapi penderita gangguan jiwa berat. Seumur-umur, saya belum pernah berkunjung ke RS Jiwa. Aneh? Iya, kalau bukan mahasiswa yang mengambil profesi Psikolog, memang ga ada kepentingannya datang ke RS Jiwa, kecuali mau studi kasus, studi banding, atau memperdalam materi kuliah.*cmiiw.

RS Jiwa dr. Soeharto Heerjan
RS Jiwa dr. Soeharto Heerjan

Beruntunglah, sore itu, 26 April 2017, saya bersama teman-teman Blogger Cihuy berkesempatan mengunjungi RS Jiwa dr.Soeharto Heerdjan yang terletak di Jl. Prof. Dr. Latumeten, Grogol. Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-150. Tua yaa? Yap, RS ini merupakan RS Jiwa tertua yang didirikan sejak tahun 1876 berdasarkan keputusan Kerajaan Belanda no 100, tanggal 30 Desember 1865, dan keputusan Gubernur Jenderal (Belanda), tanggal 14 April 1867. Umurnya bahkan lebih tua dari umur Indonesia ya.

Dulunya RS ini dikenal dengan nama RS Jiwa Grogol. Tapi, pada tahun 1973, namanya berubah menjadi RS Jiwa Jakarta, untuk menghilangkan stigma masyarakat. Diubah lagi menjadi RS Jiwa Pusat Jakarta pada tahun 1993. Namun, sejak tahun 2002, nama RS ini berubah lagi menjadi RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, hingga kini.

Sempat ada perasaan deg-degan sebelum berangkat. Serem ga yaa datang ke sana? Bagaimana kalau ada penderita Schizofren yang "lepas". Bagaimana kalau diapa-apain? Haiyaaahh, kebanyakan nonton film, hahaha.

Sisi lain diri tetap berpikir, ah gak mungkin lah ada pasien gaduh gelisah yang nyasar keluar ruangan. Pasti dikontrol ketat. Pasien-pasien yang belum tenang pasti dikarantina. Ga mungkin mereka bisa keluar ruangan tanpa pengawasan. Dan benar. Sepanjang memasuki RS, menyusuri lorong demi lorong guna mencapai lokasi acara, saya tidak menemukan hal-hal aneh yang ada dalam bayangan. Ketakutan-ketakutan itu ternyata hanya ada dalam pikiran saya saja.

Salah satu lorong di RS. Jiwa dr. Soeharto Heerjan
Salah satu lorong di RS. Jiwa dr. Soeharto Heerjan

Saat menyusuri selasar RS, saya melewati beberapa kamar besar yang semua jendelanya dipasangi teralis rapat, pintu pun tertutup rapat, dilapis jeruji besi yang tebal. Di dalamnya tampak berjejer ranjang. Jumlahnya sekitar 20 ranjang yang saling berhadapan. Beberapa pasien berseragam biru tua, sedang tidur di ranjang. Beberapa lainnya tidur di lantai atau mondar mandir mengitari ruangan. Ada juga yang berdiri di jendela menatap ke luar dengan tatapan kosong. Ada yang menatap saya dengan pandangan curiga. Ah, saya langsung mengurungkan niat untuk memotret ruangan itu. Pun secara etika, saya tidak bisa mengambil gambar mereka, kecuali bagian wajahnya diblur.

Sambutan oleh dr.Suzy

Acara peringatan ulang tahun bersama blogger ini dimulai dengan Hospital Tour, mengunjungi ruangan Day Care alias ruang rehabilitasi. Ruang yang ditujukan bagi pasien-pasien yang sudah tenang, mampu memahami realitas diri, mampu merawat diri, dan dipersiapkan untuk bisa kembali beraktifitas di masyarakat.

Hospital Tour
Hospital Tour

Ruangan rehabilitasi terdiri dari beberapa ruangan, sesuai peminatan dan kemampuan pasien. Pasien yang bisa memasuki ruang rehabilitasi ini adalah pasien-pasien terpilih. Mereka bisa menjalani perawatan Day Care jika sudah dianggap layak berdasarkan penilaian dan lolos screening yang dilakukan oleh banyak ahli, mulai psikolog, terapis, sampai psikiater. Data mereka akan dicatat dan diberikan jadwal harian aktifitas yang bisa dilakukan setiap harinya.

Jadwal harian bagi pasien rehabilitasi

Aktifitas mereka ini dipantau dan didampingi setiap hari. Beberapa karya pasien yang layak ditampilkan, bisa saja dijual atau dipamerkan. Mereka pun tetap bisa mendapatkan penghasilan dari karyanya tersebut.

Prakarya,hasil karya pasien rehabilitasi

Salah satu ruangan Day care yang saya kunjungi adalah ruangan Tata Boga. Di ruang ini tersedia dapur yang berisi kompor, oven dan meja kerja untuk praktek membuat berbagai macam makanan.

Rak display untuk memajang hasil masakan yang dijual hari itu


Sisi lain dapur yang berisi kompor & tempat bebersih

Bagian dapur yang digunakan untuk memanggang


Meja kerja untuk praktek membuat makanan

Tiap hari mereka mendapatkan ilmu memasak yang berbeda, mulai dari membuat roti, kue-kue, hingga telor asin. Hasil karya mereka ini pun dijual. Saya sempat membeli roti isi selai durian yang saat itu ada di rak display.  Saya sempat tak menyangka jika orang yang melayani penjualan ternyata adalah pasien rehabilitasi. Kalau melihat kondisinya yang terlihat sudah cukup membaik, mungkin ybs sudah siap jika terjun kembali ke masyarakat.

Jadwal harian masakan yang dipelajari tiap harinya.

Beberapa pasien pria ternyata sedang "bekerja" membuat telor asin. Sayangnya, mereka malah keluar begitu saya masuk untuk mengabadikan aktifitas yang dilakukannya.

Praktek membuat telor asin, setelah jadi, bisa dijual

Kami juga sempat berkunjung ke ruang pelatihan ketrampilan salon menyalon. Sayangnya sedang tidak ada aktifitas apa-apa di sini. Kalau ada kan lumayan, saya bisa potong rambut atau creambath di sini.

Lokasi salon tempat praktek



 

Di sisi lain ruangan Day care juga ada ruang khusus yang digunakan siswa untuk praktek karya seni, terutama lukisan.

Hasil karya sebagian pasien rehabilitasi

Ahhh, beruntung sekali saya bisa mengunjungi RS ini. Selama ini saya ga pernah tahu, seperti apa dan bagaimana RS Jiwa itu.

Walaupun sudah berkunjung ke banyak ruangan, saya tetap merasa belom puas. Masih ada ruangan lain yang belum saya kunjungi. Misalnya Instalasi Kesehatan Anak dan Remaja yang memiliki berbagai layanan, mulai rawat jalan, rawat inap, skrining masalah emosi dan perilaku, sampai psikoedukasi untuk orang tua dan guru. Pelayanan rawat jalan meliputi asesmen kebutuhan terapi : terapi integritas sensorik, terapi okupasional, terapi wicara, dsb ; pemberian intervensi, & terapi modalitas, sesuai kebutuhan.

Oh ya, selesai hospital tour, kami diputarkan sebuah video tentang proses penjemputan pasien pasung yang ada di daerah Lebak, Banten. Rupanya, RSJ Dr. Soeharto Heerjan ini melayani penjemputan pasien pasung atau pasien-pasien penderita gangguan jiwa yang sulit ditangani faskes setempat atau sulit dibawa ke RS.

Tak  semua pasien bisa dijemput.  Hanya pasien yang dinyatakan mempunyai masalah kesehatan mental oleh puskesmas atau fasilitas kesehatan setempat. So, kalau punya tetangga, teman, atau saudara yang terlihat terganggu jiwanya, datangi dulu fasilitas kesehatan setempat. Setelah didatangi, pasien akan dirujuk ke RSJ. Pihak RSJ yang akan melakukan penjemputan hingga tuntas. Perawatan pasien bisa menggunakan fasilitas bpjs. So, jangan khawatir yaa.

Salah satu taman di RS Jiwa

Oh ya, RS ini punya banyak taman dan bersih. Taman-taman ini ditujukan untuk memberi kesejukan plus terapi psikologis kepada pasiennya. Mereka mendapatkan area yang teduh dan tenang. Banyak pohon dan tanaman. Dengan taman yang banyak, diharapkan pasien menjadi lebih tenang dan sehat secara psikologis.

Ada yang punya pengalaman berkunjung ke RS Jiwa yang ada di kotamu? Share doonk