Agoda

Wednesday, January 31, 2018

Mau Makan Irit? Ke Yumzaa Aja #MakanZamanNow

Pernah ngebayangin ga, makan di mall, cuma keluar duit sepuluh ribu?

Suatu kali, mba Muthia Turis cantik cerita di grup Blogger Tangsel Plus kalau sering datang ke Yumzaa karena harganya yang murah. Tapi mba Muth ga cerita, murahnya makanan itu seberapa. Bayangan saya, harganya ya kisaran 20-30 ribuan gitu lah. Untuk ukuran makan di mall, harga 20-30 ribuan ya termasuk murah kan?

Monday, January 29, 2018

Mengejar Sehat di Allianz Ecopark Ancol Melalui #AllianzSweatChallenge

Siapa yang doyan olahraga? Atau jangan-jangan, malas olahraga seperti saya? *ehhh. Hahaha. Saya memang agak malas jika sengaja meluangkan waktu khusus untuk berolahraga. Olahraga versi saya adalah lari-lari mengejar masinis kereta, jalan kaki dari stasiun menuju venue acara, atau lari-lari mengejar kang mas driver bus Trans Jakarta *halah.

Saturday, January 27, 2018

Chicken Nugget Rasa Pizza SO GOOD

Siapa suka Nugget? Cung! Rata-rata sih banyak orang yang suka nugget ya. Tak hanya anak-anak, bahkan yang dewasa pun biasanya suka jenis makanan yang satu ini.

Nugget adalah olahan yang berasal dari daging ayam yang dihaluskan, diberi bumbu, dan dibalurkan pada tepung panir, atau tepung roti. Nugget biasanya disajikan dengan cara digoreng terlebih dahulu. Paduan daging ayam dan bumbu yang pas, akan menentukan kelezatan sebuah nugget. Nugget yang enak dan lembut biasanya berasal dari jumlah komposisi daging ayamnya. Semakin banyaak kandungan daging ayamnya, biasanya akan menjadikan nugget semakin lezat dan lembut.

Karena berasal dari olahan daging ayam. Nugget bisa dikatakan sebagai salah satu alternatif protein di dalam sumber paduan gizi harian. Dalam sekali makan, hendaknya 15% dari isi piring makan adalah sumber protein hewani, agar kebutuhan protein terpenuhi.

Apa Gunanya Protein Hewani?


1. Protein Merupakan Komponen Utama Tubuh

Setiap sel dalam tubuh kita terdiri dari protein (webmddotcom). Kuku dan rambut merupakan bagian tubuh yang paling banyak mengandung protein.

2. Protein Berguna Membangun dan Memperbaiki Lapisan Kulit

Tubuh kita menggunakan protein untuk membangun dan memperbaiki lapisan-lapisan kulit

3. Protein Berguna Menghasilkan Enzim, Hormon, dan berbagai zat kimia tubuh

4. Protein Juga Berguna Dalam Membangun Tulang. Otot, Kulit, dan Darah

Beberapa hari lalu saya menuliskan twit tentang beberapa fungsi dan kegunaan protein hewani.



Nah, nah, ternyata banyak banget ya fungsi protein ini. Protein juga masuk ke dalam kategori makro nutrien, artinya dibutuhkan sebagian besar tubuh. So, tubuh butuh protein dalam jumlah yang cukup banyak guys.

Sayangnya, sebegitu penting fungsinya, protein ini ga disimpan dalam tubuh lho. Beda dengan Lemak dan Karbohidrat yang tersimpan dalam tubuh. Protein justru harus terus dikonsumsi karena tidak ada gudang penyimpanannya dalam tubuh.

So, asupan protein dalam pola konsumsi sehari-hari tentu sangat diperlukan. Ga bisa  diabaikan begitu saja. Protein perlu dikonsumsi tiap hari!

Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Protein?

Menurut webmddotcom, salah satu sumber protein yang baik adalah daging unggas putih, alias ayam. Daging merah juga bagus sebagai sumber protein. Sayangnya, daging merah mengandung lebih banyak lemak. 

So, sebagai emak-emak yang ingin memenuhi kebutuhan gizi anaknya, saya berusaha memenuhi kebutuhan protein anak-anak dan keluarga dengan selalu menyediakan asupan protein yang cukup. Memang challenging sih menyiapkan makanan buat keluarga ini. Bukan karena tidak bisa. Tapi, bagaimana menyiapkan asupan protein yang memadai, tapi ga membosankan. Maklum lah, saya ini orangnya agak moody. Kalau lagi ga punya ide dan malas masak, buntut-buntutnya saya akan masak yang ga pakai mikir, masak yang itu lagi, itu lagi *istilah anak-anak. Kalo ga ayam goreng, ayam semur, ayam panggang, ayam bakar. Ya, gitu-gitu deh.

Lama-lama disuguhi ayam yang begitu lagi begitu lagi kan ya bosen tho? 

So, sebagai alternatif, saya sesekali akan menggunakan cara gampang dan praktis. Sedia nugget. Makanan olahan protein yang gampang dan praktis. Apalagi sekarang nugget banyak banget model dan rasanya.

Salah satu nugget favorit yang disukai keluarga kami adalah Nugget Ayam dari SO GOOD

Chicken Nugget Rasa Pizza SO GOOD


Chicken Nugget Rasa Pizza SO GOOD
Chicken Nugget Rasa Pizza SO GOOD


Ssst, baru-baru ini saya nyobain nugget ayam rasa pizza berbentuk animal dari SO GOOD lho, alias berbentuk hewan. So. kalau untuk anak-anak, nugget berbentuk hewan ini bisa jadi sarana juga lho untuk menguji pengetahuan anak-anak tentang berbagai jenis hewan.

Ternyata, SO GOOD sekarang menggunakan logo baru lho. Logo yang menggambarkan semangat kebersamaan dalam keluarga, teman, sahabat, kerabat sebagai kekayaan budaya sosial di Indonesia. Melalui makanan, biasanya semangat kebersamaan semakin terasa. Sudah jadi budaya di Indonesia kan, makanan bisa jadi perekat dan penggerak interaksi. 

Salah satu bukti kepedulian, semua produk SO GOOD sudah bersertifikat halal. Jadi aman dikonsumsi bagi keluarga muslim seperti saya :).






Bagaimana Rasanya?

Chicken Nugget Rasa Pizza SO GOOD Setelah digoreng
Chicken Nugget Rasa Pizza SO GOOD Setelah digoreng


Saya baru kali ini nyobain nugget ayam rasa pizza ini, dan ternyata anak-anak suka. Falda bilang rasanya enak. 

"ayamnya terasa bund, rasa pizzanya juga enak" seru Falda penuh semangat

Sementara atuk (kakeknya Falda, papa saya) yang juga ikut mencicipi nugget ayam rasa pizza ini memberi komentar

"Wah, nuggetnya enak. Baru ini papa nyobain nugget rasa pizza ini. Mungkin karena ada taste pizza jadi rasanya beda. Biasanya papa ga begitu suka nugget. Tapi yang ini rasanya enak!"

Okeh fix, Chicken Nugget Rasa Pizza dari SO GOOD ini memang enak. Papa saya yang ga begitu suka nugget aja jadi suka, apalagi anak-anak yang emang doyan nugget. Kalau ga diirit-irit masaknya, pasti habis dalam sekejap *ehhh.

Kelebihan Chicken Nugget SO GOOD adalah kandungan daging ayamnya yang cukup banyak sehingga daging ayamnya lebih terasa. Nugget yang enak biasanya ga perlu bumbu macam-macam, asal daging ayamnya banyak, sudah pasti enak. Rasa gurihnya berasal dari daging ayamnya. Ketika digoreng, bagian luarnya garing, bagian dalamnya padat, tapi tetap lembut. Jadinya garing di luar, tapi tetap lembut di dalam.

Ah, saya senang, menemukan lagi alternatif lain dalam memberikan asupan protein bagi keluarga. Ya, SO GOOD sangat-sangat membantu saya, bahkan mungkin ibu-ibu lainnya, yang kadang suka kebingungan mencari variasi asupan protein bagi keluarga.

Teman-teman ada yang udah nyobain Chicken Nugget rasa Pizza SO GOOD juga? Bagaimana rasanya versi kalian? Share yuuk!

Monday, January 22, 2018

Sampai Kapan Mau Ngeblog?

Ngeblog alias menulis blog punya keasyikan tersendiri, bagi yang suka tentunya. Beda dengan yang ga suka kali ya.

Ngeblog bagi saya semacam saluran komunikasi, saluran unek-unek, maupun saluran buah pikir. Bagi saya yang pendiam dan sulit mengungkapkan kata-kata, lebih mudah berbicara via tulisan.

Lewat tulisan saya bisa berbicara panjang lebar, tapi via kata-kata, kadang ada hal yang sulit saya keluarkan. Terutama jika itu berhubungan dengan perasaan.

Berbeda kondisi ketika saya mengajar ya, yang memang mengharuskan saya harus mampu menyampaikan materi dengan jelas dan detail.


Ngeblog itu Katarsis


Dalam bidang Psikologi ada istilah Katarsis, sebuah istilah untuk menyebutkan penyaluran emosi atau pelepasan ketegangan atau kecemasan.

Nah, bagi saya, begitulah fungsi ngeblog bagi saya. Sejak punya anak 2 dan sering senewen, saya menjadikan sebagai ajang Katarsis. Saya mulai serius membangun blog sekitar tahun 2005, jaman masih blog friendster. Kemudian beralih ke platform multiply.

Menuliskan jurnal anak-anak di blog terasa menyenangkan sekaligus melegakan. Di satu sisi saya menyimpan kenangan tentang perjalanan perkembangan anak-anak, di sisi lain, saya bisa curhat colongan *ehhh..

Saya bahagia bisa menulis dan curhat. Apalagi ketika curhat itu dibaca, ditanggapi dan ada yang menguatkan. Ahh, rasanya bahagia tidak sendiri.

Sejak 2008, saya mulai membangun blog baru di platform blogspot, bunda3f.blogspot.com. Awalnya blog ini hanya jadi "bemper", "backup" buat beberapa postingan saya di bunda3f.multiply.com. Setiap saya posting di multiply, saya cross posting ke blogspot.

Ahh, untung lah saya sempat melakukan cross posting seperti itu, so, masih ada artikel-artikel yang selamat. Haaah? Pada akhir 2011, multiply dibubarkan. Saya yang tak sempat membackup artikel dan foto-foto, cuma bisa menangisi kehilangan itu. Sakiiit rasanya jika mengingat puluhan artikel & foto hilang begitu saja. Artikel yang sudah saya tabung sekian lama.

Ah ya sudah lah, kalau diingat-ingat pertemanan yang terjalin sesama MPers membuat kami susah move on, sampai kini!

Tapi hidup harus terus berjalan toh?

Untunglah saya masih punya blog bunda3f lain. Blog bunda3f.blogspot lah satu-satunya penghibur kehilangan itu. Blog yang berjasa menjadi ajang Katarsis saya di era bubarnya multiply.

Kini, bunda3f.blogspot.com telah bertransformasi menjadi bunda3f.net. Blog yang jadi saluran katarsis seorang bunda dari 3f.

Sampai Kapan Mau Ngeblog?


Kalau ditanya mau ngeblog sampai kapan? Rasanya saya ga bisa jawab. Saya ingin ngeblog selamanya. Selagi masih mampu menulis, selagi tak ada hambatan berarti, saya akan tetap ngeblog. Karena bagi saya, ngeblog itu sebagai terapi jiwa. 

Ngeblog lah selagi masih mampu. Terus lah menulis dan menebarkan manfaat. Semoga tulisanmu bisa menjadi berkah bagi siapa pun.

Lahirnya blog baru saya ini, advencious.com, sebagai bagian dari keinginan saya untuk terus  ngeblog. Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi yang membaca.

Sunday, January 21, 2018

Kantongi Sampahmu Sendiri!

Saya lupa pernah nulis di mana, sepertinya di status Facebook. Saya pernah menyuarakan kegelisahan dan kegeraman saya pada penumpang kereta atau angkot yang seenaknya membuang bekas makanan atau kulit buah di dalam kendaraan. Bahkan saking gregetannya, saya pernah menyuruh seorang ibu memungut sampah kulit lengkeng yang dibuangnya di lantai kereta.

"Bu, sampahnya masukin sini, jangan dibuang di lantai" sahut saya ketus

Kebetulan saya memang selalu membawa plastik kecil kemana-mana. Biasanya buat macam-macam keperluan, entah untuk belanjaan, atau untuk tempat payung basah.

Urusan "nyampah" ini bisa dikatakan udah jadi masalah nasional sih. Entah kenapa banyak yang menganggap bahwa jalanan, lantai angkot, lantai kereta, atau lantai bis, bisa jadi "tempat sampah" raksasa? Dengan entengnya main buang sampah bekas minum, bekas makan begitu saja.





Dalihnya "ga ada tempat sampah!"

Aiihhh, emangnya kalau ga ada tempat sampah trus bisa seenaknya buang sampah begitu aja? Apa karena ga ada tempat sampah jadi boleh buang sampah sembarangan?

Hei, kalau kamu mau bersih, jaga donk kebersihannya! Kebersihan itu mulainya dari diri sendiri, bukan dari tukang sampah!

Ada ga ada tempat sampah, ada ga ada peringatan untuk tidak membuang sampah, mustinya kita yang sadar untuk menjaga kebersihan. Bukankah melihat tempat yang bersih itu menyenangkan?

Nah, kalau merasa bersih dan rapi itu menyenangkan, ya dijaga sendiri donk. Ga enak kan kalau lihat sampah bertebaran? Ya jangan memulainya. Jangan jadi orang pertama yang membuang sampah!

Lihat kereta bersih, enak kan? Lihat rumah sakit bersih, lihat mall bersih, lihat kantor bersih, enak kan? Apakah itu kerjaannya tukang sapu? OB? Cleaning Service? Tukang sampah? Ohooo, bukan, itu kontribusi anda yang mau menjaga kebersihan. 

Malu kan membuang sesuatu di tempat yang tanpa sebutir sampah?

Nah!

Kenapa ga diterapkan itu dalam kehidupan sehari-hari? Malu buang sampah sembarangan!

So, kalau mau sebuah tempat rapi dan bersih, yuk, mulai dari diri sendiri, jaga lah kebersihannya. Buang lah sampah pada tempat dan saatnya.

Kalau ga nemu tempat sampah? Kantongi sendiri sampahmu! Kantongi dulu aja kuy sampahnya, bisa kan? Simpen dulu sampai nemu tempat sampah. Senang kan lihat tempat yang bersih?

Bawa Tas Belanja Sendiri 

Nah ini adalah hobi saya beberapa tahun terakhir. Jauh sebelum muncul peraturan pemerintah yang sempat mengenakan biaya pada plastik belanja.

Ceritanya, saya prihatin banget dengan banyaknya plastik bertebaran di mana-mana. Padahal, plastik adalah benda yang sangat susah diurai dan tidak mudah hancur. Kebayang kan tumpukan sampah akan semakin menggunung jika kita terus saja menambahi sampahnya.

So, walau pun saya belum bisa sepenuhnya lepas dari plastik karena masih doyan jajan minuman kemasan, msih suka belanja makanan yang pakai wadah plastik, masih suka bela beli ini itu yang masih pakai plastik. Tapi, tiap kali jalan, saya selalu membawa tas belanja berbahan kain ke mana-mana. Seringnya sih saya akan selalu mengantongi tas belanja bekas kantong goodie bag.

Kalau belanja ke mini market, pasar, atau super market, saya pasti akan menolak plastik 

"saya bawa kantong sendiri mba, pakai ini aja" seru saya sambil menyodorkan kantong goodie bag

Pernah saya kelupaan bilang ke kasir, alhasil belanjaan yang sudah ddimasukkan ke plastik saya bongkar dan masukkan ke kantong belanja sendiri, plastiknya saya kembalikan.

Kalau belanja bulanan dalam jumlah banyak, saya biasanya minta kardus ke kasir. Mba, masukkan ke dalam kardus aja ya. Beberapa super market malah senang diminta begini, mereka akan menyediakan kardus-kardus untuk memasukkan belanjaan customer.

Mengumpulkan Minyak Jelantah

Bu ibuuu, kalau punya minyak jelantah, minyak bekas menggoreng yang sudah tak terpakai, biasanya diapain? Dibuang, disiram ke tanah, disiram ke selokan, atau dibuang ke tempat cucian piring?

Kalau ibu-ibu sayang lingkungan, baiknya jangan dibuang ke tanah ya. Kenapa? Karena minyak akan mengurangi kesuburan tanah. Kasihan kan tanahnya? Pun, jangan buang ke selokan, karena airnya akan mengalir ke kali, sungai, dan akhirnya ke laut. Kebayang kan kalau laut kita bakal jadi apa? Yup, jangan deh ya. Buang ke bak cucian piring pun jangan. Kenapa? Karena saluran air lama-lama akan mampat. Minyak yang berpadu dengan sabun lama-lama akan membentuk lapisan yang akan bisa memunculkan flek-flek di dinding saluran pembuangan, dan ini bisa menyebabkan saluran pembuangan menjadi mampet. Ribet kan?

So, better sisa-sisa minyak bekas menggoreng ini dikumpulkan aja/ Lha kog dikumpulkan? Iyap, kumpulkan aja. Minyak jelantah ini masih bisa dimanfaatkan dan didaur ulang. Bisa jadi sabun, bisa jadi bahan bakar kendaraan (bus trans bogor pakai ini), dan berbagai bahan lain. Nanti saya akan buat post tersendiri soal ini yaa.

So teman-teman, itu adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam rangka mencintai lingkungan yang ada di sekitar kita. Bumi ini butuh kita untuk peduli. Yuk sayangi lingkungan, mulai dari diri sendiri. 


Bagaimana upaya cinta lingkungan versimu, teman? Share yuuk

Saturday, January 20, 2018

Magang Jadi Petugas Koperasi Sekolah

Dulu, waktu masih kelas 1 SMA, saya pernah magang jadi anak koperasi. Tiap istirahat, saya pasti segera ngabur ke koperasi, buka "warung".

Kog bisa jadi petugas koperasi?

Sebagian ceritaanya sempat saya tuliskan di sini.

Jadi petugas koperasi sekolah emangnya enak?

Hm, bicara enak ga enak sih relatif ya. Tapi yang pasti, saya menikmati masa-masa saya disibukkan mengurus koperasi ini. Mulai dari menjual makanan, perangkat atau atribut sekolah, sampai ATK.

Pagi-pagi sekali, tempat pertama yang saya datangi adalah koperasi. Lho kog? Segitu cintanya loe ama koperasi May? Bukaaan.



Setiap pagi saya punya tanggung jawab bebersih ruangan. Saya juga perlu menyusun beberapa barang yang tak sempat dibereskan saat tutup koperasi di hari sebelumnya. Sengaja ini saya kerjakan pagi-pagi, agar saat istirahat, saya tak perlu terburu-buru harus berlari-lari untuk membuka koperasi. Kalau gurunya pelajaran terlambat mengakhiri pelajaran bagaimana? Ya terpaksa pasrah, terlambat membuka koperasi.

Yaa, untungnya sih kami dulu itu team work. Selain saya, ada beberapa teman yang juga bertugas menjaga koperasi.

Saya bersyukur mendapat kesempatan menjadi petugas koperasi sekolah. Walau ga ada bayaran, saya mendapatkan banyak ilmu yang luar biasa. Life skill.

Saya jadi belajar mengelola "toko", belajar menentukan harga jual, belajar mencatat pembelian dan penjualan, belajar melayani pembeli, belajar menghadapi berbagai masalah, belajar bekerja sama dalam team, hingga belajar memahami karakter rekan-rekan satu team.

Secara tidak langsung, berawal dari menjadi petugas koperasi sekolah ini lah saya jadi berani "berjualan". Yaa, memang ga langsung terasa saat itu, tapi pengalaman menjadi koperasi sekolah ini sangat membekas. Ini lah yang menempa saya.

Tuesday, January 16, 2018

5 Tempat Wisata Belanja Buku Bekas di Jakarta

Ada yang suka beli buku bekas seperti saya? Memang saya ga sering sih beli buku bekas. Tapi kalau udah lihat buku-buku bekas rasanya kalap, ya ga sih? Gimana ga mau kalap, lah buku bekas itu harganya murah banget-banget, tapi manfaatnya sama. Yang paling terasa itu kalau pas lihat-lihat buku-buku resep, duuuh surga banget deh.

Ssstt, biasanya buku-buku resep itu mahal-mahal, karena foto-fotonya kan ciamik-ciamik thoo. Tapi kalau udah sale, wuaahh, harganya jadi murah banget euyyy

Bicara buku bekas, biasanya pada jajan ke mana hayooo?

Ssssttt, ada banyak nih tempat-tempat asyik untuk berburu buku-buku bekas, entah buku-buku kuno, buku langka, majalah, dsb.

1. Terminal Senen


Untuk ukuran Jakarta, inilah salah satu pasar buku bekas yang cukup besar dan lengkap. Mau cari buku apa aja di Terminal Senen ini, ada. Mulai dari berbagai edisi komik, majalah, buku-buku sekolah, sampai buku-buku resep.

2. Perempatan Senen/Kwitang


Lokasinya ga jauh dari terminal Senen. Letaknya persis ada di pojok lampu merah yang ke arah Kwitang. Koleksi buku bekasnya sih ga sebanyak dan selengkap yang di Terminal Senen, tapi bagi para mahasiswa atau pelajar, ini adalah surga buku-buku kuliah. Jaman saya kuliah ya nyari buku bekasnya ke sini. Lumayan banget deh dapat harga miring. Manfaatnya dapat, irit pun dapat.

3. Blok M Square


Destinasi belanja buku bekas yang satu ini baru saya temukan baru-baru ini aja. Ga sengaja juga nemunya, kebetulan lagi jalan-jalan ke Blok M Square dan nemu banyak banget buku-buku bekas di area Basement. Belakangan baru saya tahu, kalangan Blok M sebenarnya udah lama dikenal sebagai tempat untuk mencari buku bekas. Sejak berubah jadi Blok M Square, bursa buku bekas jadi pindah ke sini.

Baca : 7 hal ini bisa kamu dapat di Blok M Square

4. Taman Puring


Taman puring terkenal sebagai salah satu tempat belanja barang-barang bekas di Jakarta, di lokasi ini juga bisa didapatkan beberapa buku-buku bekas. Ga banyak sih, tapi beberapa majalah-majalah bekas atau buku-buku kuno bisa ditemukan di sini.

5. Stasiun Kebayoran Lama


Lah, kog di stasiun? Eittsss jangan salah, jika kamu pernah ke Stasiun Kebayoran, coba deh jalan keluar stasiun dan ambil arah kanan, susuri jalan atau trotoarnya hingga ke bawah fly over, di sepanjang jalan ini akan bisa ditemukan banyak pedagang barang bekas. Ga jarang, ada nyelip juga penjual buku-buku dan majalah-majalah langka.

Nah, itu deh kira-kira tempat wisata belanja buku bekas di Jakarta yang saya tahu.

Kamu suka juga belanja buku bekas? Tahu tempat belanja buku bekas lain selain yang sudah saya sebutkan? Share doonk lokasi belanja buku bekas kamu

Saturday, January 13, 2018

Mau Travelling ke mana di 2018?

Hayoooo, ada yang sudah punya rencana jalan-jalan, aka travelling di 2018 ini? Mau ke luar negeri? Mau di dalam negeri? Mau ke luar kota? Atau cukup di dalam kota aja? Hm terus terang saya bingung lah kalau ditanya beginian. Sejujurnya, saya ini aslinya doyan banget jalan. Tapi kalau urusan travelling ke luar kota, sungguh ga mudah memutuskannya, apalagi ke luar negeri? Masih mimpi aja deh. Banyak hal lah yang jadi alasan. Salah satunya ya tentu saja budget. Kalau ada yang bilang, harus diniatkan dan dianggarkan. Naini, bagi kami ga mudah menganggarkannya. Gimana mau menganggarkan untuk jalan-jalan, lha bayar uang sekolah anak aja ngos-ngosan?*ehhhh.
Kampung Budaya Betawi Setu Babakan
Kampung Budaya Betawi Setu Babakan

Ah ya sudah, lupakan aja lah masalah itu ya, anggap aja kami punya rejeki buat jalan-jalan, right? Kali-kali aja menang lomba jalan-jalan ke Bruney sekeluarga? atau ke Canberra mungkin? Atau mungkin ke Alaska? Halah...Yaaa.. ga ada salahnya ngimpi thooo, kali-kali ada orang dermawan bin baik hati yang tiba-tiba khilaf ngasih tiket buat kami sekeluarga melepas stress, pergi ke Canada atau Swedia? *nglindur.

Hihihi, kepanjangan mimpinya, bangun... bangun wooyyy...

Kalau bicara impian jalan-jalan, travelling, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi.

Sumatera Barat





Sebagai urang awak, saya merasa bersalah juga udah berpuluh tahun ga "pulang" ke kampung halaman. Hahaha. Ya memang bukan asli kampung halaman saya sih, kampung halaman papa saya. Tapi, ingatan saya tentang wisata di Sumatera Barat, sampai hari ini masih terbayang-bayang. Dulu, saat masih tinggal di Pekanbaru, Riau, saya kenyang tiap libur jalan-jalan ke Padang dan sekitarnya.

Kalau dulu saya jalan-jalannya ke Istana Pagaruyuang, Ngarai Sianok, Bukittinggi, Danau Singkarak, Danau di atas, Danau di bawah, Danau Maninjau, Lembah Harau, Pantai Padang, Pantai Air Manis, Batu Malin Kundang, Jam Gadang, dsb. Banyak aja lah kalau mau disebut satu-satu. Itu belum termasuk tempat wisata yang belum pernah saya kunjungi.




Belakangan, destinasi wisata di wilayah Sumatera Barat terus bertambah seiring makin membaiknya infrastruktur di wilayah Sumatera Barat ini. Apalagi sejak dunia pariwisata semakin booming dalam 3 tahun terakhir, berbagai potensi wisata terus bermunculan di Sumatera Barat, bikin saya mupeng untuk "pulang kampung", ajak anak-anak dan suami yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Suami yang juga punya darah Minang dari ibunya ini emang agak ajaib, seumur-umur dia belum pernah berkunjung ke tanah kelahiran sang ibu. Aneh kan?



So, saya bertekad mau mengajak mereka melihat keindahan Sumatera Barat yang selalu saya kenang dan terpatri dalam ingatan saya, sejak kecil.





Sulawesi & Papua

Dua pulau besar ini belum pernah saya datangi sama sekali. So, masih jadi impian saya untuk bisa mengunjungi kedua pulau ini suatu saat nanti, entah kapan. Someday semoga kami punya dana cukup untuk jalan-jalan sekeluarga ke sana. Ada rekomendasi kota atau daerah yang wajib dikunjung?

Yah, kira-kira itulah beberapa daerah tujuan wisata yang ingin Saya kunjungi. Sebut saja Makassar, Gorontalo, dsb. Mana yang paling menarik?

Nah, daerah mana yang jadi tujuan wisata kalian di 2018? Share yuuuk

Friday, January 12, 2018

Semakin Belajar, Semakin Merasa Kurang

Pernah merasa ga sih, kog belajar rasanya ga jago-jago. Malah yang ada, makin dipelajari, makin terasa banyak kurangnya. Itu lah yang saya rasakan tiap kali belajar sebuah ilmu. Baru belajar satu hal, rasanya masih kurang, kayaknya perlu belajar yang lainnya juga sebagai penunjang. Itu yang membuat saya selalu merasa ga expert.

Ada banyak hal yang ingin saya pelajari dan masih akan selalu ingin saya tambahkan dalam list.


Food Photography

Blog Advencious yang saya tujukan untuk tulisan-tulisan berniche Kuliner, Travel, & Leisure karena suka dengan makanan ini membuat saya berusaha untuk terus meningkatkan skill. Satu hal mutlak yang penting untuk menunjang hal itu adalah dengan belajar Food Photography. 

Belajar Food Photography ini perlu saya pelajari, supaya bisa mengambil foto kuliner yang bagus, menarik, sekaligus menggugah selera. Bagaimana mengambil gambar dengan angle pas, pencahayaan yang tepat, sudut pengambilan yang menarik, hingga menyusun komposisi, dsb. 

Masih jauh perjalanan saya untuk bisa mencapai ini. Karena ya itu tadi seperti saya sebut di atas, kog ya semakin belaajar, rasanya semakin kurang. Pengen belajar food photography, kog ya saya jadi merasa perlu juga belajar tentang Photography secara umum. Kenapa perlu belajar photography secara umum? Ya, ini jalan utama untuk belajar food photography. Gimana bisa paham food photography kalau istilah apperture aja saya ga paham? Gimana mau paham foto kuliner yang baik kalau menentukan ISO aja masih gagap?

Food Styling

Ini salah satu bagian ilmu Food Photography yang ingin saya pelajari. Sebuah foto yang menarik, tak bisa lepas dari penataan lay out yang cantik. Setelah belajar sedikit-sedikit tentang food photography, saya menyadari, saya perlu juga mempelajari ilmu yang satu ini, Food Styling. 

Bagaimana mengatur tata letak makanan, memadukan warna background dengan warna makanan, menentukan properti apa saja yang perlu digunakan, bagaimana menyusun dan menata berbagai properti, hingga menentukan tema yang tepat secara keseluruhan. Hal seperti ini perlu dipelajari secara detail supaya hasil foto kuliner juga jadi maksimal. Tampak menarik sekaligus menggoda.

Ilmu tentang Food Styling ini belum terlalu banyak beredar di Indonesia, karena umumnya orang hanya belajar ilmu Food Photography saja. Tak heran, tak terlalu banyak ahli Food styling di Indonesia, hanya ada beberapa saja. Padahal profesi yang satu ini banyak dibutuhkan di bidang kuliner. Salah satu yang cukup terkenal adalah mas Puji Purnama yang sudah malang melintang selama 15 tahun menggeluti profesi sebagai Food stylist. Ada juga mba Vania Samperuru, beberapa kali juga mendapatkan kesempatan sebagai food stylist.

Haaaa, siapa tahu kan bisa jadi next food stylist? *ehhh. Ngimpi loe may, foto makanan aja masih acak adul, kamera aja masih gagap. Huhuhuhu.

Begitulah, semakin banyak belajar, saya justru merasa semakin banyak yang mustinya saya pelajari. Sebenarnya masih banyak wishlist ilmu yang mau saya pelajari terkait blog, tapi kog rasanya ga abis-abis ya?