Agoda

Saturday, February 17, 2018

Ongkos Jakarta - Lampung Cuma 50 ribuan?

Ongkos Jakarta - Lampung Cuma 50 ribuan? Bisa!

Wohoo, apa iya, dari Jakarta menuju Lampung hanya butuh ongkos 50 ribuan saja? Let's see.

Di atas geladak Kapal Feri Kirana II (Merak-Bakauheni)
Di atas geladak Kapal Feri Kirana II (Merak-Bakauheni)

Ceritanya, saya sudah lama sedikit "merengek" ke suami untuk jalan-jalan ke Lampung. Tapi suami selalu berdalih ini itu ina inu. Bahkan saat libur semester kemarin, anak-anak pun pada mager saat diajak ke Lampung. Hadeuh.

Padahal mah saya pengen banget membuktikan, ke Lampung itu ga mahal-mahal amat kog. Setelah berbulan-bulan "merayu", akhirnya suami berhasil saya yakinkan untuk ikut "menjelajah" ke Lampung. Kenapa saya ga berangkat sendiri? Wohoo, kebetulan saya belum tahu "medan"nya. Saya khawatir di daerah Lampungnya, maklum, saya belum terlalu familiar. Sementara suami sudah akrab dengan Lampung. Lagi pula, di kota Bandar Lampung, ada tempat singgah yang bisa kami datangi.

Setelah misi meyakinkan suami sukses, saya pun mengatur jadwal, kapan kami akan berangkat, plus menyiapkan beberapa perlengkapan yang akan di bawa.

Rencana awal kami akan berangkat dari stasiun Rawabuntu (BSD) menggunakan motor dari rumah. Motor akan kami titipkan di dekat stasiun. Kebetulan di samping stasiun Rawabuntu ada tempat penitipan motor profesional yang cukup besar, sampai bertingkat parkirnya. Tarif motor menginap adalah Rp 11.000/hari.

Naik Commuterline Tanahabang (via Rawabuntu) - Rangkasbitung


Sejak April 2017 lalu, kereta commuterline jalur Serpong sudah beroperasi hingga stasiun Rangkasbitung. Jadi, tidak ada lagi kereta ekonomi Rangkas yang dulu biasa disebut "odong-odong".

Kereta commuterline Rangkasbitung - Tanahabang dan sebaliknya Tanahabang - Rangkasbitung ini hanya mengenakan tarif Rp 8000 saja. Berhenti di setiap stasiun, mulai Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawabuntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Parung Panjang, dst sampai Rangkasbitung, layaknya kereta commuterline. Nyaman, bersih, dan menggunakan AC. Waktu tempuh normal Tanahabang- Rangkasbitung, 2 jam.

Hanya saja, kereta commuterline tidak menyediakan fasilitas toilet di dalam kereta. Jika merencanakan naik kereta jurusan ini, sebaiknya sudah diantisipasi. Bisa ke toilet dulu, sebelum atau sesudah menaiki kereta. Untungnya sih kereta sekarang hampir selalu tepat waktu, jadi lebih mudah mengukurnya.

Seperti yang saya sebutkan di atas, berhubung rumah saya lebih dekat dari stasiun Rawabuntu atau stasiun Serpong, maka saya memilih untuk menaiki kereta commuterline ini dari stasiun Rawabuntu. Harga tiket dari stasiun Rawabuntu (BSD) - Rangkasbitung, Rp 6000.

Berhubung saya membeli tiket kereta harian berjaminan, maka harus menambah Rp 10.000 sebagai jaminan. Uang jaminan bisa kembali saat sampai di stasiun tujuan, Rangkasbitung (atau sebaliknya, stasiun Rawabuntu, atau stasiun lain) dengan mengembalikan kartu ke petugas loket.

Naik kereta dari stasiun Rawabuntu - Rangkasbitung memakan waktu sekitar 1,5 jam. Lumayan memang kalau berdiri. Betis besar juga *ehh. Tapi karena keretanya bergerak cepat dan nyaman, ya tak terasa sih. Kalau naik di waktu siang atau pagi hari seperti kami, ya dapat tempat duduk kog.

Jum'at, 9 Februari 2018 lalu, saya sengaja memilih memburu commuterline yang jadwalnya jam 06.35 dari Tanahabang. Perkiraan kereta ini akan sampai di Rawabuntu sekitar jam 7an. So, supaya tidak terlambat dan membuat jadwal berantakan, kami berangkat pagi-pagi dari rumah, jam 06. 15 kami sudah berangkat menggunakan motor. Barang bawaaan ga banyak, cukup 1 ransel untuk 2 hari.

Untunglah kereta commuterline datang tepat waktu, sampai di stasiun Rawabuntu sekitar pukul 07.05. Karena masih pagi, kereta arah Rangkasbitung masih sepi, kami bisa bebas memilih tempat duduk. Sekitar pukul 08.35 kereta sampai di stasiun Rangkasbitung.

Kami segera turun dari kereta dan tap kartu di pintu keluar. Niatnya sih hendak menukarkannya di loket, lumayan kan dapat kembalian Rp 10.000/orang. Tapi, melihat antrian loket commuterline yang mengular, kami memutuskan menunda penukaran tiket "ntar aja lah bund nukernya, pas udah pulang aja". Ok, beklah kalau begitu, toh waktu pengembalian kartu adalah seminggu, masih ada waktu.

Kami harus mengejar kereta ekonomi Rangkasbitung - Merak jam 09.05. So, saya segera bergegas ke loket khusus kereta ekonomi lokal. Antrian di jalur ini masih lumayan, tidak terlalu mengular.

Naik Kereta Ekonomi Lokal AC Rangkasbitung - Merak


Antri Tiket Kereta Ekonomi Lokal Rangkasbitung - Merak
Antri Tiket Kereta Ekonomi Lokal Rangkasbitung - Merak

Tahu gak harga tiket ekonomi lokal AC Rangkasbitung - Merak ini?

Cukup Rp 3000 saja saudara-saudara! Murah kan?

So, total ongkos kereta yang kami butuhkan dari stasiun Rawabuntu - Merak hanya Rp 9000! Rp 6000 + Rp 3000. Kalau dari stasiun Tanahabang - Merak ya Rp 8000 + Rp 3000 = Rp 11.000. Murah meriah kan?

Sesaat sebelum masuk lagi ke stasiun Rangkasbitung untuk menaiki kereta, kami cari-cari makanan dulu di sekitar stasiun. Ada banyak jajanan dijajakan di pintu keluar stasiun. Ada lontong, gorengan, hingga nasi uduk. Setelah tanya-tanya, nemu lah tukang nasi uduk yang menjual nasinya hanya Rp 3000/bungkus. Lauknya bisa kami pilih-pilih, mulai tahu atau tempe semur, tempe orek, hingga gorengan. Harganya pun hanya Rp 1000/potong. Sambal diberikan gratis. Lumayan, kami beli 3 bungkus nasi uduk dan perkakasnya cuma habis Rp 14.000. Persiapan untuk makan siang di kapal.

Kereta ekonomi lokal AC ini cukup nyaman dan bersih. Walau kursinya standar, tapi lumayan lah untuk perjalanan yang hanya menempuh waktu 2 jam saja. Sepanjang jalan kami bisa menguasai tempat duduk yang saling berhadapan. Mungkin karena kami naik saat masih pagi, kereta tak terlalu penuh. Kami bisa selonjoran dan ga khawatir kehabisan batere. Tersedia 2 colokan di tiap pasang bangku.

Di dalam kereta Rangkasbitung-Merak, nyaman dan berAC
Di dalam kereta Rangkasbitung-Merak, nyaman dan berAC

Kecepatan kereta ekonomi lokal agak berbeda dengan kecepatan commuterline, lebih pelan. Mungkin hanya sekitar 30-40 km/jam. Walau lambat, pemandangan di kiri dan kanan jendela cukup menghibur, hijau menghampar, menyegarkan mata.

Kereta ekonomi lokal ini juga berhenti di setiap stasiun, termasuk Serang, Karangantu, maupun stasiun Cilegon. Sayangnya, tidak semua stasiun mempunyai peron memadai, jadi harus lompat atau menuju gerbong 1-3 agar bisa turun di peron yang sama ketinggiannya dengan lantai kereta.

Sekitar pukul 11 lebih kami akhirnya sampai juga di stasiun Merak, setelah tertahan cukup lama di stasiun Cilegon, menunggu persilangan kereta barang. Untungnya, kapal Fery saat ini sudah beroperasi 24 jam, jadi hampir selalu ada kapal yang siap mengangkut.

Begitu sampai di stasiun Merak, kami disarankan untuk menuju gerbong 1-4 agar turun di peron yang sejajar dengan pintu gerbong. Kami langsung menuju pintu gerbong yang ada di sisi kiri. Ternyata, pintu sisi kiri ini langsung dihubungkan dengan pintu masuk dermaga. Cukup naik tangga, langsung bertemu loket untuk membeli tiket kapal Fery Merak-Bakauheni.

Naik Kapal Fery Merak - Bakauheni


Foto-foto dulu sebelum naik kapal Merak - Bakauheni
Foto-foto dulu sebelum naik kapal Merak - Bakauheni

Yippiiii, kami akan naik kapal Fery. Dengan merogoh kocek Rp 15.000/orang, kami sudah bisa melenggang naik kapal Fery Merak-Bakauheni.

Oh ya, tiket kapal untuk anak di bawah 2 tahun adalah Rp 8000/anak.

Saat akan membeli tiket kapal di loket, penumpang dewasa harus menunjukkan KTP untuk pencatatan data penumpang. Sempat bingung sih kami. Tapi belakangan baru sadar, ini berhubungan dengan identitas penumpang kapal dan asuransi Jasa Raharja.

Setelah tap tiket kapal, jalan sekitar 50 meter, kami langsung bertemu petugas yang memeriksa tiket, mengambil tiket, dan mengarahkan kami untuk menuju dermaga yang kapalnya akan berangkat.

Lumayan deh jalan kaki sekitar 200an meter menuju kapal yang saat itu sudah bersandar. Total waktu menaikturunkan penumpang kapal itu sekitar 1 jam. 30 menit untuk menurunkan semua penumpang dan kendaraan dari Bakauheni - Merak, 30 menit untuk menaikkan penumpang dan kendaraan Merak yang menuju Bakauheni.

Kapal Fery yang kami naiki saat itu bernama Kirana II, kapal yang nyaman dan bersih. Bahkan tersedia ruang VIP dengan kursi empuk dan AC yang dingin dan ruang tidur untuk meluruskan tubuh, semacam dipan berjajar dan bertingkat.

Walau naik kapal, suami tetap bisa sholat Jum'at di atas kapal. Alhamdulillah kapal menyediakan musholla yang bersih dan nyaman, full AC, tersedia mukena bersih.

Karena ingin menikmati pemandangan laut dan sejuknya hembusan angin, kami memilih duduk-duduk di kafetaria yang berada di geladak kapal, dinaungi atap baja ringan yang kokoh. Harga makanan cukup terjangkau, cuma beda sedikit dibanding harga makanan di minimarket.

Perjalanan kapal Fery Merak-Bakauheni totalnya sekitar 2 jam, di luar waktu menaikturunkan penumpang kapal. Ya, kalau ditotal-total, waktu yang dibutuhkan sekitar 3 jam.

Sampai di pelabuhan Bakauheni, Lampung, kami berjalan cukup jauh menyusuri koridor menuju pintu keluar, sekitar 300-500 meter. Untungnya sih koridornya nyaman dan bersih, ada atapnya pula, jadi ga kepanasan dan kehujanan. Aman juga karena banyak petugas keamanan di seputar dermaga.

Sayangnya, sesaat sampai di pintu keluar dermaga menuju parkiran bus dan travel, kami langsung dihadang puluhan calo yang berteriak-teriak dan mendekati setiap penumpang dengan agresif. Mereka mengerubungi kami dan memaksa naik angkutan "jualan"nya.

Pada kondisi seperti ini, penumpang yang belum terbiasa, harap selalu waspada, jangan mudah mendengar bujuk rayu para calo. Harga yang ditawarkan para calo bisa sangat bervariasi, tinggal anda yang memilih mau naik angkutan yang mana. Berikut akan saya jelaskan angkutan yang bisa dipilih untuk menuju kota Bandar Lampung.

Naik Travel Menuju kota Bandar Lampung


Angkutan dari pelabuhan Bakauheni  hingga ke terminal Rajabasa, Bandar Lampung itu ada beberapa pilihan :

1. Naik bis ekonomi biayanya Rp 25.000/orang, bis AC Rp 30.000/orang.

2. Kalau mau langsung ke tempat tujuan di kota Bandar Lampung, bisa memilih travel. Travel resmi biasanya berbiaya Rp 40.000 - Rp 50.000/orang, tergantung negosiasi dengan sang supir.

3. Kalau beruntung, sepanjang pagi-sore ada travel "gelap" berupa mobil pribadi (biasanya sekelas SUV) yang ikut menawarkan jasa mengangkut penumpang. Travel pribadi ini biayanya Rp 30.000 - Rp 35.000/orang.

Pertama-tama, kami ditawari travel yang berharga Rp 50.000 hingga ke tempat tujuan kami di kota Bandar Lampung. Berhubung menganggarkan dana hanya untuk naik bis, kami memutuskan untuk naik bis saja. Tapi, menjelang naik bis, mendadak ada yang menawarkan travel Rp 35.000/orang hingga ke tempat tujuan di kota Bandar Lampung.

Kata suami, daripada nanti naik angkot nyambung-nyambung lagi, biayanya kurang lebih sama, mending naik travel aja yang langsung diantar ke tempat. Aha, ya wes lah, kalau dipikir-pikir lebih murah dan nyaman.

Eh, pas sudah naik, masih nunggu penumpang lagi supaya pas 7-8 penumpang. Tak lama, naik lah 3 remaja perempuan yang langsung mengambil duduk di kursi belakang Avanza itu.

Naik travel Bakauheni - Bandar Lampung
Naik travel Bakauheni - Bandar Lampung

"pak, tadi ditawari berapa?", tanya para remaja itu
"35.000, emang kalian berapa?"
"kami tadi juga diminta 35.000, tapi nawar lagi sampai deal 30.000"
"wah, jadi kalian cuma bayar 30.000/orang? sampai tempat?"
"iya"
"wuidiih, lebih murah lagi"

Walah, kami pikir tarif yang ditawarkan itu udah termasuk murah, ternyata masih bisa ditawar lagi. Ya, wes lah, suami ga mau meributkan hal itu, tetap membayar sesuai deal awal, Rp 35.000/orang. Pembayaran dilakukan setelah sampai di tempat tujuan.

"kalian tadi dari Jakarta naik apa?"
"kami naik bis dari terminal Kalideres"
"berapa tarifnya?"
"23.000"
"wah, kami tadi naik kereta dari BSD, total sampai merak cuma habis 9.000"
"wah, lebih murah lagi ya, kami belum tahu sih kalau naik kereta"
"berapa lama kalau naik bis dari kalideres?"
"3 jam pak"
"hm, ga beda jauh ya, tadi kami naik kereta total waktunya 3,5 jam"


Perjalanan travel dari Bakauheni - Bandar Lampung menempuh waktu 1,5 jam hingga di tempat tujuan. Kalau naik bis mungkin sedikit lebih lama, sekitar 2 jam.

Kalau bepergian sendiri dan khawatir naik travel dengan penumpang campuran, mungkin ada baiknya memilih naik bis umum saja, tinggal pilih mau yang kelas ekonomi, atau executive. Nanti dari terminal Rajabasa bisa menyambung naik angkutan Trans Rajabasa yang mengelilingi kota Bandar Lampung dengan tarif Rp 3000.

Total Ongkos dan Waktu Tempuh


So, berapa kah total ongkos yang kami habiskan mulai dari BSD (stasiun Rawabuntu), hingga kota Bandar Lampung?

Mari kita berhitung :

CL Rawabuntu - Rangkasbitung Rp 6000 + kereta ekonomi Rangkasbitung - Merak Rp 3000 + Kapal Fery Merak - Bakauheni Rp 15.000 + Travel Bakauheni - Bandar Lampung Rp 35.000 = Rp 59.000!

Andai kami menawar travel hingga harga Rp 30.000/orang, total ongkos kami hanya Rp 54.000!

Andai kami naik bis ekonomi yang hanya Rp 25.000/orang, total ongkos kami hanya Rp 49.000!

Jika berangkat dari stasiun Tanahabang, maka total ongkos sampai Bandar Lampung: Rp 61.000 atau Rp 56.000 (Travel), atau Rp 51.000 (Bis umum).

So, dengan uang 50ribuan, sudah bisa sampai Bandar Lampung, dari Jakarta!

Sekarang, mari kita berhitung total waktu yang dibutuhkan dengan "ngeteng" begini :
CL Rawabuntu - Rangkasbitung 1,5 jam + kereta ekonomi Rangkasbitung - Merak 2 jam + Kapal Fery Merak - Bakauheni 3 jam + Travel Bakauheni - Bandar Lampung 1,5 jam = 8 jam!

Ini normal waktu yang dibutuhkan ya. Tapi perlu diperhitungkan waktu-waktu menunggu kereta, waktu membeli tiket, waktu transit dari kereta ke kapal dan transit dari kapal ke Travel. So, kalau mau fair, total waktu yang dibutuhkan sekitar 9 - 10 jam.

Perjalanan Malam


Jika melakukan perjalanan malam dan perkiraan waktu sampai di Bakauheni lebih dari jam 10 malam, maka pilihan kendaraan untuk sampai ke Bandar Lampung semakin sedikit. Tavel pribadi biasanya hanya beroperasi hingga jam 10 malam, kalau pun ada yang masih bertahan hingga dini hari, jumlahnya tak banyak. So, para calo semakin tinggi menawarkan tarif.

Pengalaman suami saat kemarin berangkat lagi ke Lampung, ditawari travel seharga Rp 75.000! Kebetulan sampai di Bakauheni sekitar pukul 2 pagi. Wuidih. Mentang-mentang ga ada pilihan. Untunglah masih bisa dapat travel Bakauheni - Bandar Lampung bertarif Rp 40.000, walau tanpa AC dan kondisi mobil kurang layak.

Perjalanan Bandar Lampung - Jakarta


Pada prinsipnya, total biaya dan waktu tempuh hampir sama. Cara mencapai masing-masing angkutan pun hampir sama. Hanya saja, untuk mencari angkutan dari kota Bandar Lampung menuju Bakauheni, ada beberapa cara :

1. Mencari travel resmi yang banyak bertebaran di kota Bandar Lampung, mereka biasanya punya waktu-waktu tertentu. Travel resmi punya no telfon yang dapat dihubungi untuk permintaan pick up. Penumpang bisa memilih datang ke posko travel, atau minta dijemput. Plus minusnya, kalau minta dijemput kadang agak lama, karena akan menjemput beberapa penumpang lain. Sementara, kalau datang ke posko, jika kapasitas penumpang sudah terpenuhi, kendaraan akan langsung berangkat. Biaya travel resmi sedikit lebih mahal, sekitar Rp 50.000.

2. Berangkat dari terminal Rajabasa dan membayar sesuai tarif normal (lihat keterangan di atas)

3. Mencegat travel dari daerah bernama Panjang. Daerah Panjang ini merupakan jalur umum yang biasa dilewati travel maupun bis umum ketika akan memasuki atau keluar dari kota Bandar Lampung. Hampir semua travel melalui daerah ini. Beberapa travel yang belum penuh akan dengan senang hati menaikkan penumpang dari daerah ini, tinggal pintar-pintar bernego harga saja sama si babang supir. Jika beruntung, bisa dapat travel berharga Rp 30.000 - Rp 35.000/penumpang.

Selebihnya, caranya sama dengan dari Jakarta - Bandar Lampung.

--------------------------------

Berikut saya tambahkan jadwal commuterline yang sesuai jadwal keberangkatan kereta Rangkasbitung - Merak.

Jadwal commuterline Tanahabang - Rangkasbitung lainnya, cek sendiri di webnya KAI

Jadwal Commuterline Tanahabang - Rangkasbitung 

(Rp 8000)

Tanahabang - Rangkasbitung

06.35                 -     08.35
09.35                 -     11.31
12.05                 -     14.07
17.25                 -     19.24

Total jadwal commuterline Tanahabang - Rangkasbitung sebenarnya ada 16 kali perjalanan. Paling pagi jam 05.50, dan paling malam jam 21.45 dari stasiun Tanahabang. Tapi jadwal commuterline Tanahabang - Rangkasbitung yang sesuai dengan jadwal kereta Rangkasbitung - Merak, hanya 4 jadwal itu saja. Jika ingin naik dari stasiun Rawabuntu atau stasiun lain, bisa cek jadwal tepatnya di web KAI ya.

Sementara jadwal perjalanan kereta ekonomi AC lokal Rangkasbitung - Merak, ada 6 kali perjalanan.

Jadwal Kereta Ekonomi Lokal AC Rangkasbitung - Merak 

(Rp 3000)

Rangkasbitung - Merak

03.50                      -     05.49
07.45                      -     09.54
09.05                      -     11.09
12.45                      -     14.44
14.35                      -     16.31
20.00                      -     21.57


Jadwal Commuterline Rangkasbitung - Tanahabang

(Rp 8000)

Rangkasbitung - Tanahabang

07.20                      -        09.20
09.00                      -        11.00
13.15                      -        15.15
14.25                      -        16.25
18.50                      -        20.50
19.45                      -        21.45


Total jadwal commuterline Rangkasbitung - Tanahabang  sebenarnya ada 19 kali perjalanan. Paling pagi jam 04.00, dan paling malam jam 20.40 dari stasiun Rangkasbitung. Tapi jadwal commuterline Rangkasbitung - Tanahabang yang sesuai dengan jadwal kereta Merak - Rangkasbitung, hanya 6 jadwal itu saja. Jadwal tepat tiap stasiun, sila cek di situs KAI ya.


Jadwal Kereta Ekonomi Lokal AC Merak - Rangkasbitung

(Rp 3000)

Merak -  Rangkasbitung

05.00      -     06.50
06.30      -     08.27
10.20      -     12.16
11.45      -     13.44
15.35      -     17.36
17.20      -     19.16

----------------

So, bagaimana?
Siap menjelajah Lampung?
Yuuk Cuuuss!

Best Regards
Maya Siswadi (16/02/2018)

42 comments:

  1. Petualangan yang cukup mendebarkan ya, saya rasanya belum sanggup dan memiliki pesawat saja karena belum tahu keadaan masyarakat di sana seperti apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ajak-ajak temen ko kalau ke sana, pasti seru kalau rame-rame

      Delete
  2. Wah, makasih banget infonya berharga sekali ini mbak. Jadi pengen ke Bandar Lampung dengan cara ini. Murah banget hehehe,,,

    Btw ada koreksi dikit mungkin maksudnya bukan km kali ya untuk tulisan ini "sekitar 300-500 km" hehehe udah sampai Surabaya klo jalan sejauh itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iyaaa, keselip jari, maksudnya 500 meter, haish. Makasih sudah diingatkan oom dzulfikar

      Delete
    2. hahhaha tadi juga mikir, jauh amat

      Delete
    3. hahaha, padahal cuma ketambahan huruf k doank ya, langsung berubah maknanya

      Delete
  3. Murah banget ya mbak, pantas saja teman yang tinggal di Lampung belanjanya pakaian di tanah abang. Katanya biar kekinian ikut trend kota Jakarta.

    Tapi ngeri juga ya kalau belum pernah kesana,terus di geret2 sama calo

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iyaa, pantesan yang dari Lampung gampang banget ya kalau mau ke Tanahabang. lha wong tinggal naik kereta sampai. Kalau belum pernah ke sana dan pengen coba-coba, mungkin ajak-ajak temen biar seru. Tapi kalau berani, ya gapapa, yang penting siapin mental aja ngadepin para calo

      Delete
  4. Apalagi kalau keretanya aman dan nyaman, perjalanan semakin menyenangkan.

    Eh, di Lampung, ke mana saja, mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, Insya Allah keretanya aman kog, yang penting dimana pun memang harus selalu waspada. Di Lampung cuma main ke rumah temen suami sama beberapa tempat kog mba, nanti aku tulis terpisah

      Delete
  5. Aku belum pernah nih naik transportasi kereta dan bus ke lampung nih mba. Tapi bisa juga nih ngiseng trus mencoba pertualangan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pun baru kali ini mencoba, itu pun pakai acara ngerayu suami dulu. Seru lah jalan-jalan sekalian, ada unsur petualangannya

      Delete
  6. Mbak aku belum pernah nih naik kapal laut hahaha. Malu banget deh ah. Kayaknya enak, dan harganya jauh lebih murah ya mba. Sepertinya, aku perlu coba nih naik kapal laut, minimal yang deket dulu seperti ke Lampung ya mba. Apalagi disana banyak makanan yang terbuat dari pisang

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum pernah naik kapal laut? beneran? ayooo cobain, kalau dari tempatmu mustinya jadi lebih dekat lho ke arah Lampung, ya kaan?

      Delete
  7. Replies
    1. iya oom, ayo cobain jalan-jalan murah ke Lampung

      Delete
  8. Lengkap juga ya, Mbak, jalan-jalan ke Lampungnya. Bisa dijadikan panduan ini buat liburan singkat ke lampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tujuannya memang buat dijadikan panduan kalau mau liburan ke Lampung

      Delete
  9. Mayaaa..
    suka banget tulisannya lengkap! kiss kiss.. aku juga ingin ke Bandar Lampung tapi belum tau mau nginep di mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiih mak neng. Pergi rame-rame seru kayaknya mak neng

      Delete
  10. Aku seneng banget pas naik ferry dr lampung ke merak,apalagi pas mau sampe merak. Pemandangannya bagus banget ya mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, Falda seneng banget lihat pemandangan lautnya, ga bosan-bosan dia

      Delete
  11. pernah ke lampung sekali tapi sudah lamaaaa sekali

    ReplyDelete
  12. Wah keren reportasenya. Waktu masih reporter koran cetak, saya beberapa kali ke Lampung, kunjungan jurnalistik ke Pelabuhan Panjang. Pergi-pulang naik pesawat. Cepat, gak repot di perjalanan tapi gak seru hehehe...

    Akhir 2017 lalu, saya ke Lampung lagi tapi bukan sebagai jurnalis, melainkan sebagai pengacara untuk mendampingi klien sidang di Pengadilan Agama Gunung Sugih. Berangkat naik pesawat paling pagi dari Cengkareng, lalu dari bandara Lampung nyambung bus AC arah kota Bandarlampung, turun di Pengadilan Agama Gunung Sugih.

    Habis sidang yg cuma 2 jam, langsung balik lagi ke Jakarta. Nah, karena masih siang, saya coba pulang lewat darat. Dari pengadilan naik bus arah Panjang, lalu turun dan lanjut dgn travel di persimpangan arah pelabuhan menuju Bakauheni. Selanjutnya naik kapal Fery nyeberang ke Merak. Dari Merak lanjut naik bus arah Cikampek via Slipi dan turun di Bekasi Timur. Tiba di rumah sdh dini hari. Perjalanan yang melelahkan tapi asyik dan berkesan. Satu kekurangannya karena berangkat dan pulang sendiri, jadi gak ada teman ngobrol selama perjalanan hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, seruan estafet ya oom, banyak pengalamannya. Kalau sendiri emang jadi ga punya temen ngobrol, hahaha

      Delete
  13. jadi pengin nyobain travelling kayak gini mbak hihi seru yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. seruuu mba, cobain deh. Rada capek sih, tapi terbayar lah karena jadi ada jeda waktu untuk ganti suasana

      Delete
  14. Aku udah lama bgt ga ngeteng gitu klo pulang ke Lampung. Salah satunya klo ngeteng suka kemaleman sampe rumah. Dan rumahku jauh dr kota hehe. Jd cari aman aja naik Damri dr Bogor-Lampung. Harganya lumayan mahal sih hah

    ReplyDelete
    Replies
    1. repot juga kalau kemaleman gitu ya, kendaraannya susah

      Delete
  15. Kalau naik kereta itu suka gak tenang, selalu ada ketakutan akan ketinggalan apalagi kalau harus ganti kereta hmmmm hati selalu dag dig dug

    ReplyDelete
  16. Lampung itu pengen banget aku datanhin sbnrnya. Krn denger2 kulinernya enak2 :). Tp kalo naik kereta gini jujurnya blm sanggub mba heheheh :D. Kyknya lbh milih pesawat aja . Tp kalo suami sih seneng banget kalo diajak bertualang gini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuihihihi, kalau ngajak suami dan anak-anak, justru seru kalau bertualang gini keknya ya, banyak yang bisa mereka pelajari *cmiiw

      Delete
  17. belum pernah kesana dan pengen kesana. someday, I hope soon!! :)

    ReplyDelete
  18. wahhh jadi pengen nyobain mbak. murah banget yaa

    ReplyDelete
  19. Seru ih baca pengalamannya, memang ya kalau mau sedikit perjuangan ongkosnya jadi lumayan beda. Kadang pengen berpetualang keyak begini tapi entah kenapa aku sama suami suka nggak kuat menghadapi calo-calo yang suka nakal di pelabuhan atau terminal.

    ReplyDelete
  20. Bener bgt baru keluar Dr pelabuhan langsung berhadapan dengan calo calo nakal,saya pernah alami hal itu,lalu saya keluarkan jurus...... kabuuuurrrrrr

    ReplyDelete
  21. nah naik krl ini ya bikin jd murah ya, cb naik mobil akan jatunya lebih mahal

    ReplyDelete
  22. ayoooo rame-rameee ke Lampung mbaaa...kalau waktunya lapang dan tidak buru-buru bisa murah meriaaah ke Lampung ya, kampungku tercinta :)

    ReplyDelete
  23. Murah polll ini...
    Kalo dari Lampung ke Aceh ter murah brp ya ?
    Thanks

    ReplyDelete
  24. Ya ampuuun.. oke punya nih tipsnya, murah bingiiitsss.. wajib coba.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa