Agoda

Monday, April 30, 2018

Gastromaquia, Tempat Asyik Buat Buka Puasa Bersama

Sore itu, saya senang sekali mendapat email dari clozette.id (@clozetteid) yang mengabarkan saya mendapat kesempatan untuk mencicipi hidangan menu Ramadhan di Gastromaquia, Tempat Asyik Buat Buka Puasa Bersama, sebuah restoran hidangan khas Spanyol, yang sudah eksis sejak 2008 di Madrid, Spanyol. Yeay, saya melonjak-lonjak bergembira "asyikkkk...makan-makan" *upppss.

Setelah sebelumnya melakukan reservasi, saya datang ke Gastromaquia pada hari Sabtu, 28 April 2018 bersama Falda. Suami yang rencananya mau ikut, mendadak ada meeting. Ya sudah lah, reservasi sudah dilakukan dan saya pun udah keburu ngiler ngebayangin bakal makan-makan enak di Gastromaquia *ehhh



Gastromaquia,Tempat Asyik Buat Buka Puasa Bersama
Gastromaquia,Tempat Asyik Buat Buka Puasa Bersama

Restoran artistik bergaya romantik futuristik ini menyambut saya dengan gaya yang cantik. Saat membuka pintu, saya langsung di hadapkan pada meja konsol yang di atasnya diletakkan aneka pernah pernik menarik bertema Shabby Chic. Di bagian dinding atas diletakkan kaca oval melintang.

Resto yang terletak di daerah Ciniru Kebayoran baru ini mempunyai 2 lantai. Lantai dasar berisi bar dan beberapa meja kursi yang berwarna pastel dengan hiasan bergaya Shabby chic. Ruang bawah saat itu sedang ramai, beberapa meja sudah diisi beberapa tamu. Hanya tersisa satu meja, saya merasa kurang nyaman. Saya pun memilih naik ke atas yang dekorasi dindingnya dihiasi berbagai pernak pernik dapur.



Salah satu spot unik
Salah satu spot unik

Di lantai atas pun tak kalah ramai. Ada serombongan remaja putri sedang berkumpul mengenakan asesoris Miki Mouse. Di sisi lainnya tampak sepasang suami istri bersama dua anak lelakinya sedang sibuk menyuapkan potongan-potongan Cheese Cake ke dalam mulutnya. Pemandangan yang sukses membuat saya menelan liur.


Menu Ramadhan Gastromaquia 2018


Pelayan datang menemui saya, menjelaskan menu Ramadhan yang bisa saya pesan. Berikut menu-menu Ramadhan yang dikeluarkan Gastromaquia, Tempat Asyik Buat Buka Puasa Bersama, tahun 2018 ini.
                                                        
1. Meat ball sandwich
2. Chicken thigh with salad
3. Fettuccine with mix mushroom and creamy truffle sauce
4. Soto ayam gastro with rice
5. Gulai kikil and rendang with rice
6. Seafood eggy yolk with rice

Selain menu tersebut, ada lagi hidangan khas bernama Yu shang menu. Sebuah menu yang terdiri dari beberapa lauk
                                       
1.   Ikan teri 
2.   Tempe oreg 
3.   Oseng tahu dan kacang panjang
4.   Kentang balado
5.   Telur dadar iris
6.   Serundeng
7.   Tumis bawang 
8.   Tumis cabai 
9.   Tumis tomat
10. Kerupuk
11. Ayam goreng 
12. Ikan goreng


Menu Yu Shang


Menu Ramadhan Yu Shang ini memang lebih unik, bukan menu umum seperti yang ada di Gastromaquia. 

Menu ini lebih mirip menu bancakan atau padhangan *cmiiw


Yu Shang, menu Ramadhan Gastromaquia 2018

Saat pesanan Yu Shang datang, dalam hati saya bergumam, "ya elah, menu begini apa istimewanya? Di warteg juga banyak" *ehhh

Sang waiter mengingatkan saya untuk mengambil foto-foto, sebelum ia mengeksekusi menu ini "ibu foto-foto dulu aja penampilannya saat ini. Setelah itu kabari saya ya bu". Hadeuh, bawel amat sih, saya juga emang mau foto-foto kalik. *galaklagipms

Saya turuti aja lah saran sang pelayan. Foto-fotoin makanan yang baru datang dan belum diacak-acak. 

Setelah selesai foto, saya panggil sang waiter. Ia datang dengan mengenakan sarung tangan putih "saya aduk ya bu. Ini adiknya suka sambel nggak? Saya nggak usah campur aja ya tumis sambalnya".  

Kemudian sang waiter mulai sibuk menuangkan duo tumis, bawang dan tomat ke atas nasi, lalu mengaduk nasi secara perlahan menggunakan dua sendok nasi berukuran besar, hingga merata. Setelah semua tumis teraduk merata bersama nasi, ia pun pelan-pelan mencampur semua lauk yang ada di pinggir, teri goreng, balado kentang, oseng tempe, tumis kacang panjang, serundeng, dan telur dadar iris. 


Penampakan Yu Shang setelah diaduk

Saya terbengong-bengong, untuk apa sih diaduk-aduk segala, toh dimakan begitu aja sama rasanya, bakal teraduk di perut juga kog *ehh. Saya tanya donk "ngapain sih mas pakai diaduk-aduk segala?". Teman si waiter menjawab "supaya keluar rasanya bu. Kalau dua tumisan ini diaduk, nasinya jadi ada rasa, tidak hambar

Ok saya jadi penasaran, enaknya di mana sih. 


Saya mengambil beberapa sendok untuk saya cicipi. Saya suapkan sesendok nasi Yu shang yang telah diaduk merata ke dalam mulut.

"aih, tumisan bawang dan tomat yang diadukkan ke nasi, berpadu garingnya teri, lembutnya balado kentang, dan crunchynya tumisan kacang, membuat nasi yang dimasak dengan semi pera ini menjadi punya rasa yang gurih, asin, manis, berpadu dengan pas. Membuat saya ketagihan menyendokkannya lagi ke mulut, lagi, dan lagi"


Reservasi Ramadhan 2018


Buat teman-teman yang sedang mencari tempat untuk berbuka puasa bersama teman-teman atau keluarga, saya rekomendasikan banget deh Gastromaquia, Tempat Asyik Buat Buka Puasa Bersama, sudah 3 tahun berturut-turut masuk ke dalam rekomendasi Tripadvisor ke dalam 50 restoran terbaik ini.

Harga menu Yu Shang ini affordable banget, per pack hanya Rp 100.980 nett, minimal untuk 4 porsi seharga 403.920 nett. 

Khusus untuk menu Yu Shang, reservasi H-1 ya.

Info lebih lanjut bisa disimak di instagramnya @gastromaquia

Gastromaquia Jakarta

Jl. Ciniru I no 1, 

Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Telp 021 - 2930 5091

email : info@gastromaquia.com

www.gastromaquia.com

Wednesday, April 18, 2018

Ubah Gaya Hidup, Kurangi Bahaya Diabetes

Suatu kali, saya pengen banget makan soto mie langganan yang lokasinya ga jauh dari rumah mama.
"Mas, tukang soto Mie itu ga pernah jualan lagi ya?"
"Memang udah ga jualan lagi, kan sakit, udah lama"
"Oh sakit apa?"
"Diabetes"
"Cuma Diabetes? Kog bisa sampai ga jualan lagi?"
"Ya, diabetesnya udah parah ternyata, luka di kakinya ga sembuh-sembuh. Itu tiap hari rumahnya sampai bau amis karena darah dari lukanya menetes ke mana-mana. Makanya di rumah pun dia ga bisa banyak gerak juga"
"Ya Allah, seerem", saya bergidik.

Beberapa tahun kemudian, tukang soto mie tersebut meninggal.


Diabetes saat ini menjadi penyakit yang berbahaya dan mematikan


Data Riskesdas tahun 2014 menyebutkan bahwa diabetes menjadi perenggut nyawa terbesar ketiga di Indonesia, 6,7%, setelah Stroke (21,1%), dan jantung koroner (12,9%).  Data terkini dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas pada tahun 2017 lalu bahkan menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah diabetesi terbanyak ke-6 di dunia! 10,3 juta jiwa. Luar biasa. Mbok ya prestasi apa gitu ya, bukan jumlah pasien terbanyak.

WHO sampai memperkirakan angka kejadian diabetes di Indonesia bisa melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Duuh, jangan sampai deh ya. Angka yang cukup besar yang bisa membebani keuangan negara. Andai 3 trilyun uang negara yang terbuang untuk membiayai penderita diabetes dialokasikan untuk pembangunan dan pendidikan, tentu lebih baik kan?


dr Asjikin Iman Hidayat Dahlan, MHA
dr Asjikin Iman Hidayat Dahlan, MHA


dr Asjikin Iman Hidayat Dahlan, MHA, PLT Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa penderita diabetes berpotensi mengalami berbagai komplikasi penyakit lainnya seperti gagal ginjal, kardiovaskuler, stroke, dsb.

Perempuan beresiko cukup tinggi menderita diabetes. 1 dari 10 perempuan berpotensi menderita diabetes. Saat hamil, ada beberapa perempuan yang bisa mengalami yang namanya Gestational Diabetes Mellitus (GDM), diabetes yang dipicu kehamilan. Biasanya bayi yang dilahirkannya cukup besar, lebih dari 4kg. Baik ibunya, maupun sang anak, akan berpotensi menderita DM type 2, diabetes yang diderita setelah dewasa. Salah satunya dialami dr. Aslina Yuslam yang pernah melahirkan bayi seberat 4,5 kg. Dokter dengan tinggi sekitar 150cm ini kini menderita Diabetes.

Bayi yang lahir dengan berat rendah juga ternyata bisa berpotensi mengalami diabetes lho. Kenapa? Orangtua biasanya fokus menaikkan berat badannya, tapi kadang lupa melakukan kontrol, akibatnya malah bablas, jadi kelebihan berat badan dan pola makannya tak sehat.

Mereka-mereka yang mempunyai resiko tinggi menderita diabetes, entah karena genetik, kehamilan, atau karena gaya hidup, bisa diturunkan resikonya. Yang penting mau mengubah gaya hidup, hidup lebih sehat dan menerapkan pola hidup CERDIK yang sudah digagas Kementerian Kesehatan sejak tahun lalu.

Kebanyakan penyebab diabetes adalah karena gaya hidup yang kurang sehat. Banyak mengkonsumsi gula, minum atau makan yang manis-manis dan kurang gerak/aktifitas fisik.



Menurut dr. Em Yunir, ahli Endrokinologi dari FKUI, idealnya, total waktu yang dibutuhkan untuk olahraga, sekitar 150 menit dalam seminggu. Itu total ya. Sebaiknya dicicil tiap hari, bukan dituntaskan cuma sehari aja. WHO menyarankan untuk melakukan aktifitas fisik dengan intensitas sedang selama 60 menit dalam sehari.


Peran aktivitas fisik/olahraga


1. Menurunkan resiko penyakit Kardiovaskuler (jantung)

2. Meningkatkan penyerapan kalori sehingga berat tak bertambah

3. Meningkatkan kendali gula darah

4. Menurunkan kebutuhan atau ketergantungan insulin

5. Tubuh lebih bugar dan sehat

Kalau dari beberapa info yang saya baca, olahraga dapat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan supply oksigen ke otak, sehingga tuhuh menjadi lebih segar dan otak pun lebih fresh, mampu berpikir lebih jernih.



Gaya Hidup dan Diabetes


Sebelum mengikuti acara bincang-bincang "Melindungi keluarga dari Diabetes" yang diadakan di gedung P2PTM daerah Percetakan negara pada 13 April 2018 lalu, kami dapat simulasi games tentang berapa kandungan gula jika mengkonsumsi teh manis, donat, dsb.



Sebagai patokan, diberi petunjuk kandungan gula yang terdapat pada makanan atau minuman tertentu. Misalnya 1 pcs martabak itu kadar gulanya 12gr, kopi/teh dengan campuran SKM itu mengandung gula 21gr. Nah, coba dihitung-hitung sendiri konsumsi gula yang kamu asup dalam sehari.

Maksimum intake gula dalam sehari itu cuma 50 gr saja. Setara dengan 4 sendok makan. Itu asupan maksimal dalam sehari lho ya. Ya bisa dibayangkan sendiri kalau masuknya lebih dari itu.


Saya langsung menghitung-hitung jumlah gula deh kalau mau makan. Hahaha. Untungnya sih gula darah saya masih terhitung normal pagi itu dalam kondisi belum sarapan, 94, kurang dari 120mg/dl. Tapi, saya tetap perlu waspada, saya memiliki faktor resiko diabetes genetik dari papa.

Untungnya Papa selama ini menjalankan hidup sehat. Rajin makan sayur dan buah, mengurangi konsumsi gula (papa menggunakan gula rendah kalori), minum jus buah tanpa gula, dan membatasi asupan karbohidrat.

Pak tuo, begitu kami biasa memanggil kakaknya papa yang meninggal karena diabetes, doyan banget minuman kemasan sachet, entah kopi sachet, kopi susu sachet, teh sachet, pokoknya segala minuman kemasan yang kadar gulanya cukup tinggi.

Menurut papa, pak tuo sudah bolak balik dinasehati untuk mengurangi ketergantungannya terhadap minuman manis. Tapi cuma masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. Pak tuo juga susah disuruh mengubah gaya hidupnya untuk banyak mengkonsumsi sayur dan buah, mengurangi konsumsi gula.

Memang sih, seperti yang disebut dr. Em Yunir, yang sulit itu mengubah gaya hidup. Padahal, gaya hidup tak sehat ini lah yang membuat anak-anak masa kini juga banyak yang terjangkit diabetes.

Adik ipar suami, juga penderita diabetes akut, gula darahnya bahkan pernah melonjak sampai 600an, pingsan, dan akhirnya dirawat di rumah sakit. Adiknya suami ini bahkan suntik insulin sendiri karena kadar gula darahnya sulit stabil *cmiiw. Tapi, si adik ini agak susah diajak mengubah gaya hidup. Masih suka makan dengan karbohidrat tinggi, suka minuman dan makanan yang manis.

Ubah Gaya Hidup 


Kembali lagi, keinginan mengubah gaya hidup ini harus muncul dari diri sendiri. Peran sosialisasi tentang diabetes memang harus selalu dilakukan, agar semakin banyak orangtua punya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dan menggulirkan ilmu ini ke anak-anak dan keluarganya.

Salah satu contoh bagus yang saya perhatikan sudah dilakukan di lingkungan Kementerian Kesehatan adalah penerapan pola konsumsi dengan menu gizi seimbang. Misalnya cemilan yang disuguhkan dan disediakan dalam bentuk aneka buah atau aneka jajanan kukus. Kemudian untuk minuman manis seperti teh atau kopi, disediakan pilihan gula rendah kalori. Jika menyediakan menu prasmanan, maka posisi nasi dan karbohidrat di urutan terakhir, sementara posisi sayur di awal.

Menurut dr. Asjikin, dengan cara ini, orang akan mengambil sayur terlehih dahulu. Biasanya pilihan sayur diberikan lebih banyak, baru kemudian lauk. Saat sampai di meja nasi, piringnya sudah penuh dengan aneka sayur dan lauk, akhirnya pengambilan nasi atau karbohidrat menjadi lebih sedikit. Wohoo, iya juga ya, ini bisa jadi contoh nih.

Oleh karena itu pula, Nutrifood salah satu produsen yang banyak memproduksi makanan rendah kalori, cukup concern mengajak para stake holder, corporate, RS, hingga masyarakat untuk melakukan sosialisasi pentingnya mengubah gaya hidup.



Hayuk lah kita ubah gaya hidup. Baidewai busway, saya baru ngeuh kalau sekarang Nutrifood juga punya kopi sachet yang  rendah kalori. Wah, boleh juga nih buat papa saya yang selalu fanatik sama produk gulanya Nutrifood ini.


Buat yang doyan banget kopi manis, ini bisa jadi alternatif ngopi cantik yang aman, right? ;).

Wednesday, April 11, 2018

Jalan-jalan ke Sekretariat Kabinet, Launching Lomba #MenujuIndonesiaMaju

Pagi itu saya sudah sibuk sejak jam 4 pagi. Menyiapkan sarapan dan membuat kopi untuk suami. Setelah urusan dapur beres, kaki melangkah ke dalam kamar mandi. Udara dingin akibat hujan yang menyiram bumi semalaman tak terlalu saya rasakan.