Agoda

Friday, June 1, 2018

Mobil Bekas Layak Mudik, Mobil 88

Masih segar dalam ingatan, sekitar 30 tahunan lalu, 2-3 hari sebelum lebaran, saya dan 3 adik, diboyong papa - mama menggunakan mobil. Biasanya kami akan jalan malam-malam supaya tak terlalu panas. Pekanbaru-Padang via jalan darat itu luar biasa medannya pada jaman dulu kala. 

Kami melewati hutan, jalanan terjal, tebing, hingga kelokan yang terkenal, kelok 44, eh, apa kelok 99 ya? Duh, lupa. Yah pokoknya melewati kelokan yang banyak lah, membelah gunung. Menempuh jalan yang di salah satu sisinya adalah jurang.

Setiap kali akan mudik, papa selalu membawa mobilnya ke bengkel, semua harus dicek. Jika ada masalah, harus segera diservice. Papa mau kendaraannya laik jalan. 


Bahaya kan jalan malam dengan kondisi jalanan curam, terjal dan berjurang. Papa ga mau kendaraannya bermasalah selama dibawa mudik ke Padang. Sepanjang jalan Padang-Pekanbaru itu mana ada bengkel? Ketemu bengkel juga kalau masuk kawasan kota. Kalau di hutan ya ga akan ada. Entah kalau sekarang ya. Sudah puluhan tahun saya tak melalui jalur itu lagi.


Trend Mudik Menggunakan Mobil

Belakangan, trend pemudik meningkat hingga 13%, dari tahun 2016 ke 2017. Yang lucunya, trend pemudik yang menggunakan kendaraan umum justru menurun. Sebaliknya, trend pemudik yang menggunakan mobil pribadi, makin meningkat. Apalagi sejak tol antar kota semakin banyak, Jakarta-Semarang pun bisa melenggang via tol.

Menurut mas Aris Harvenda, editor rubrik Otomotif Kompas.com, mudik dengan menggunakan mobil, tidak terikat waktu, bisa berangkat kapan saja, tengah malam atau dini hari sekali pun. Plus bisa mengangkut banyak muatan, baik penumpang, maupun barang bawaan. Kelebihan lainnya, saat perjalanan mudik, bisa berhenti kapan saja di mana saja, ga tergantung jadwal. Pun, saat di kota tujuan, ada banyak destinasi yang bisa dikunjungi.

Aris Harvenda, editor rubrik Otomotif Kompas.com
Aris Harvenda, editor rubrik Otomotif Kompas.com

Tak heran jika menjelang lebaran, banyak juga pemudik yang memilih menggunakan mobil pribadi. Bahkan, ada kecenderungan pembelian mobil sejenis SUV atau MPV (jenis-jenis family car yang memuat hingga 7 penumpang) akan meningkat drastis menjelang lebaran.

Bagi yang dananya terbatas, pengen irit, atau perhitungan, akan melirik mobil bekas. Secara harga sudah jauh berkurang dibanding mobil baru, tapi kondisi mobilnya masih layak dipakai jalan. Lumayan kan kalau bisa dibawa mudik.


Triknya, periksa lah secara teliti mobil bekas yang akan dibeli, bodinya, remnya, kondisi mesin, surat-surat. Jangan tergiur bodi yang kece. Perhatikan mesin dan surat-surat lebih penting. 


Hati-hati Membeli Mobil Bekas

Hanya saja, fenomena banyaknya pemburu mobil bekas menjelang lebaran ini kadang suka dimanfaatkan pedagang "nakal". Ibarat aji mumpung. Mumpung dibutuhkan. Mobil kurang layak jalan, dijual pada pembeli yang kurang jeli. Alih-alih si pembeli bisa irit, malah jadi tekor. Entah remnya yang ternyata kurang pakem, over heat, atau pernah kena banjir.


Sejak itu mba Rally kapok membeli mobil bekas pada tempat yang kurang bisa dipercaya. Ia baru berani beli mobil bekas, jika tempat penjualannya itu memang terpercaya, kalau bisa memberikan jaminan keamanan.


Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Mobil Bekas



Mba Rally dan mas Aris memberikan tip nih, bagaimana trik membeli mobil bekas yang aman.

1. Cek, apakah mesinnya bagus? 
Mesinnya kering ga? 
Adakah bocor oli, dsb. 
Kalau suami saya biasanya cek dari asap knalpotnya, apakah asapnya banyak? Ada air? 
Kadang, mesin halus dan tanpa asap atau air di knalpot bisa jadi pertanda bahwa mesin mobil baik-baik saja. Tapi, mas Aris mengingatkan, kadang ada penjual nakal yang mengakali agar mesin terdengar halus, misal diganjal pisang *cmiiw. So, better hati-hati ya teman. Jangan ragu untuk cek keseluruhan mesin.

2. Cek, apakah mobil tersebut pernah tabrakan/crash? 
Biasanya dari bodi mobil bisa ketahuan apakah mobil pernah "cacat" karena tabrakan.

3. Cek, apakah mobil yang akan dibeli pernah terendam banjir? 
Mas Aris ngasih tip nih cara mengecek apakah mobil pernah terendam banjir. Buka karpet mobil bagian bawah, cek, apakah ada bekas lumpur? Mobil yang pernah terendam banjir biasanya akan meninggalkan sisa lumpur di bagian bawah karpet.

4. Cek nomor rangka mesinnya, apakah sesuai dengan STNK dan BPKB? Pastikan keaslian surat-surat mobil. Sekarang ini banyak beredar mobil curian yang surat-suratnya seolah asli. So, lebih baik agak repot sendiri mengecek hal ini.



Beli Mobil Bekas Yang Aman


Prosedur standar yang digunakan Mobil 88 saat membeli mobil bekas, melalui 4x pengecekan. Pertama, cek kondisi oleh appraisal, seseorang yang telah terlatih untuk melihat kondisi mobil bekas.





Setelah mobil disetujui untuk diadopsi, saat akan memasuki show room, kondisi mobil akan dicek lagi untuk analisis, apa saja yang perlu diperbaiki. Pada tahap ini, mobil akan direkondisi layaknya mobil baru. Bodi-bodi dirapihkan, dicat ulang, rem dibenahi, semua mesin diperbaiki macam mobil baru. Odometer saja yang dibiarkan apa adanya. Tak ada istilah diputar ulang.

Setelah selesai rekondisi, mobil akan dicek kembali, apakah sudah layak tayang di show room. Terakhir, sesaat akan dibeli, kondisi mobil akan dicek bersama antara pembeli dan Mobil 88.

Wah, prosesnya panjang ya. Kalau begini, beli mobil bekas via Mobil 88 udah terima beres. Ga usah repot-repot service lagi. Ibaratnya, mobil bekas sudah langsung bisa dipakai jalan, jauh sekali pun. So, beli mobil bekas di Mobil 88 ini aman, sudah bisa langsung dibawa mudik, ga perlu Service lagi. Malah ada garansi service selama 1 tahun. 

Oh ya, Mobil 88 juga memberi jaminan hukum untuk pembelian mobil. Mobil bekas yang akan dibeli, sudah dicek surat-suratnya, apakah sesuai nomor rangka, BPKBnya asli atau tidak, dsb. Segala urusan surat menyurat, harus dipastikan aman. 

Ada jaminan buy back guarantee jika suatu saat ternyata mobil yang dibeli via Mobil 88 mengalami masalah hukum. Misalnya terkait kasus pencucian uang.

Nah, buat yang sedang cari kendaraan buat mudik, Mobil 88 sedang mengadakan promo nih, dapat cashback hingga 14 jutaan. Asyik kan? Langsung aja kunjungi dealer terdekat ya


4 comments:

  1. Beli mobil memang gak bisa asal beli karena murah aja ya mbak Maya. Banyak hal yang harus kita cek, mulai dari body smpe surat2. Aku pernah punya pengalaman ga enak beli ke tempat ga jelas. Bikin kapok.

    ReplyDelete
  2. Biar silaturahmi lancar di kampung, enaknya sih emg bawa mobil sendiri.

    ReplyDelete
  3. Beli Mobil bekas memang susah2 gampang, biar ga resiko beli di tempat yg pasti pasti saja

    ReplyDelete
  4. dengan harga yang lebih terjangkau, mudik dengan mobil lebih menjadi primadona.. :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa