Agoda

Saturday, June 9, 2018

Sukses Berbisnis Kuliner Dengan MOKA

"Salah satu kunci sukses dalam berbisnis adalah pembukuan yang rapih"

Begitulah suami menasihati saya suatu hari. Hal ini diungkapkannya karena dia melihat saya kurang telaten dalam pembukuan. Hahaha. Memang salah sih ini, saya sadar betul kalau pembukuan saya buruk banget. Saya ga rajin membuat catatan penjualan dan pembelian, apalagi mencatat stok. Ini juga sepertinya yang membuat bisnis saya jadi jalan di tempat, beberapa tahun lalu. Hingga kini, saya masih agak takut memulai bisnis baru.


"Coba deh kamu perhatikan A, dia selalu rajin bikin catatan, makanya bisnisnya berkembang. Catatannya itu bisa dipercaya pihak Bank saat pinjam modal"
Yayaya, saya sadar betul, catatan penjualan itu penting banget buat seseorang yang mau sukses berwirausaha. Sayangnya, saya kadang merasa kesulitan dalam melakukan pencatatan. Jadinya ya gitu, ada aja yang missing. Apa iya musti belajar pembukuan ya?

Ngomong-ngomong soal catatan atau pembukuan ini, tanggal 5 Juni 2018 lalu, saya mendapat undangan dari Moka, sebuah aplikasi kasir online. Sebenarnya agak ga mudeng dengan acara ini. Apa sih Moka? Aplikasi kasir online? Apa sih ini? Baru denger. Berhubung penasaran, saya memutuskan datang.

Acara STalks yang rupanya rutin diadakan ini diadakan di Connext, semacam coworking space yang ada di gedung Cyber Tower 2. Tema acara kali ini adalah "Rahasia sukses bisnis kuliner kekinian #BisnisDiBulanBaik"

Narasumber yang hadir:

Natanael Winata - Business Owner Banananugget
Anthony Lukmawijaya – Business Owner Nutrify Catering
Hilman Desfakhrian - Head of Content Moka
Kevin Ventura – Head of Business Development Sleekr



Acara dibuka oleh Kevin Ventura, Head of Business Development Sleekr yang menjelaskan tentang Sleekr, sebuah aplikasi akuntansi. Sleekr ini ternyata tak hanya membantu dalam urusan administrasi keuangan, juga membantu menghitung pajak. Wah, penting banget nih buat pemilik bisnis. Terus terang, itung-itungan pajak itu rada njelimet kan ya. Nah, buat yang bingung kayak saya, keknya mending serahkan ke ahlinya aja ya. Haahaha.

Tak lama, hadir 2 pembicara utama yang sudah terhitung sukses dengan bisnis kuliner kekiniannya. Natanael Winata dan Anthony Lukmanwijaya. 


Hal yang paling menarik adalah ketika Natanael yang baru berusia 21 tahun dan masih duduk di semester 5 sebuah perguruan tinggi swasta ternama ini menyebutkan kalau ia memulai bisnisnya saat ia masih duduk di semester 3. Ya allah, kagum banget. Anak kuliahan yang penuh semangat. 

Natanael yang mengawali karir bisnisnya dengan menjadi pegawai bisnis martabak milik kakak tingkatnya yang duduk di semester 5. Waktu itu Natanael terinspirasi melihat si kakak tingkat, baru semester 5 sudah punya bisnis dan punya karyawan sesama mahasiswa juga. 

Natanael pun tergerak untuk memulai bisnisnya sendiri. Awalnya ia mencoba berbisnis martabak juga. Sayangnya bisnis itu kurang berkembang. Akhirnya ia pun banting stir. Ganti haluan mencoba bisnis banananuget. Berawal dari melihat kekurangan yang dimiliki bisnis serupa, Natanael melihat peluang untuk menjadi lebih sukses dengan melakukan perbaikan dan inovasi pada topping. Berbekal resep andalan keluarga, dalam kurun kurang dari setahun, Natanael berhasil membuka 36 cabang di seputar Jabodetabek dan kota-kota besar di Pulau Jawa. 

Pengguna Moka ini menyebutkan, aplikasi kasir ini memudahkannya dalam melakukan evaluasi. Kapan saat-saat penjualan ramai, kapan saat penjualan turun. Hal ini membuat ia dan team mudah mengambil tindakan, kapan harus stok pisang banyak, kapan harus stok sedikit. Kapan perlu melakukan promo, dsb.

Berbeda dengan Anthony Lukmanwijaya, pemilik catering sehat Nutrify yang kini omzetnya mencapai 150-250 box per hari. Anthony bercerita, awal membuat usaha, ia sempat menghabiskan uang cukup banyak untuk aplikasi dan software usaha yang ga berguna. Kini, dengan menggunakan Moka, ia bisa lebih efisien dalam melakukan promosi dan memberikan perhatian kepada customer. Ia jadi bisa tahu kesukaan customer dan kebiasaan pembeliannya. Ini memudahkannya dalam memetakan kebutuhan customer.

Saya jadi makin penasaran donk. Jadi sebenarnya Moka ini apa sih?

Coba lihat video berikut ini, mungkin teman-teman jadi bisa punya gambaran tentang Moka.





Moka


Pada sesi terakhir, hadir Hilman Desfakhrian - Head of Content Moka yang menjelaskan tentang apa sih Moka. Yang pasti sih bukan nama makanan atau minuman ya. 

Jadi, si Moka ini adalah sebuah sistem point of sale (pos) berbasis cloud. Semua data-data penjualan akan tersimpan secara sistem di dalam cloud. Ini jadi memudahkan dalam pengambilan datanya secara online. Dengan cara seperti ini, akan mudah melakukan pemantauan penjualan secara online dari berbagai cabang yang ada, ga harus terjun langsung ke lapangan.

Moka memudahkan dalam hal reporting dan inventory, penyimpanan database yang bisa digunakan dalam hal loyalty customer rewards, dsb, plus memudahkan dalam employee management.

Dengan adanya inventory yang jelas ini, akan memudahkan pemilik bisnis untuk melihat trend penjualan. Kapan saat bisnis ramai, dan kapan bisnis sepi. Kapan harus stok banyak, atau kapan saat stok dibuat secukupnya seperti yang sudah dilakukan Natanael. Ia jadi mudah memperkirakan stok, ga ada lagi cerita buang-buang bahan.  

Dulu sering banget Natanael sampai kelebihan pisang dan terpaksa harus membuang bahan, karena pisang ga bisa disimpan lama. Ia kekeuh ga mau pakai pengawet. Kini, dengan sistem yang efisien dengan menggunakan Moka, ia jadi lebih bisa memperkirakan dan menghitung kebutuhan bahan baku.

Begitu pun dengan Anthony, dengan aplikasi Moka ini, membuat ia lebih dalam memberikan loyalty reward kepada pelanggan. Ia jadi tahu kebutuhan dan kesukaan pelanggan. Mereka biasa order apa, kapan saja mereka biasa order, dsb. Hal ini memudahkan Anthony saat merancang sebuah promosi. Promosi yang ia lakukan menjadi lebih tepat sasaran dan ga asal tembak lagi. Sesuai kebutuhan customer yang bisa terbaca melalui input data yang dilakukan pada aplikasi Moka.

Hm, jadi penasaran banget dengan aplikasi Moka ini. Next kalau mau berbisnis, kayaknya musti coba pakai aplikasi ini deh. Jadi ga perlu pencatatan manual lagi. Pas input data kasir, jadinya udah sekalian terdata. Asyik juga ya. Teman-teman ada yang sedang mencoba berbisnis kuliner?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa