Agoda

Thursday, August 30, 2018

Asian Games 2018 & Sport Tourism Indonesia

Perhelatan akbar kelas dunia, Asian Games 2018 sedang berlangsung di Jakarta dan Palembang selama 18 Agustus 2018 - 2 September 2018. Selama 2 pekan ini kita akan disuguhkan pertandingan olahraga kelas dunia. 45 negara peserta euy. Mulai dari Malaysia, sampai Tajikistan.



Saat upacara pembukaannya, alias Opening Ceremony Asian Games 2018, dunia netizen begitu ramai. Mulai dari yang super kagum, sampai yang super julid *ehgg. Ada yang menganggap penyelenggaraan Asian Games 2018 ini sebagai pemborosan dan cuma buang-buang duit. Hmm. Apa iya pemborosan?

Nih ya, coba dipikir-pikir lagi, emangnya segitu banyak atlet yang datang bertanding itu cuma akan ongkang-ongkang kaki aja di Indonesia? Cuma ngarep dibayarin dan jalan-jalan gratis? Oh tidak!

Namanya atlet bertanding itu pasti lah butuh refreshing, butuh istirahat, butuh hiburan. Ga mungkin selama mempersiapkan pertandingan atau sesudah bertanding mereka cuma ngendon aja di kamarnya. Apa ga bosen? Apa ga stres?

Seminimalnya mereka akan curi-curi waktu untuk jalan-jalan atau sekedar jajan oleh-oleh. Mumpung nih, mumpung lagi dibayarin negaranya buat berkunjung ke negara orang. Masa' sih mau melewatkan waktu untuk menikmati keindahan negara tetangga? Kapan lagi? Belum tentu besok-besok akan dibayari lagi ke negara yang sama.

Itu baru dari sudut pandang atlet lho ya. Belum lagi kru offisialnya, keluarganya, supporternya, atau kru-kru lainnya. Pasti mereka juga akan menyempatkan buat jalan-jalan dan jajan.

Ini lah yang dikenal dengan istilah sport tourism. Bahwa penyelenggaraan sebuah tournament atau event olahraga pun berpotensi mendulang turis. Turis yang datang ini tentu lah akan menghabiskan uangnya di negara tujuan. Entah untuk akomodasi, transportasi, hingga jajan. Sedikit atau banyak pasti akan menyumbang devisa bagi negara.

Kalau ga mendulang dollar, ga mungkin lah Singapore mau menyelenggarakan pertandingan dunia Moto GP *cmiiw.  Penyelenggaraan eventnya kan pasti menelan banyak dana, belum lagi biaya untuk pembuatan venue. Duuh itu pasti biayanya gedhe. Tapi, mereka mau lho bikin tiap tahun. Karena ya itu tadi, penyelenggaraan event sport seperti ini selalu menarik kunjungan wisata. Turis yang sengaja datang untuk nonton dan pada akhirnya menghabiskan banyak uang di sana. Mulai jajan di hotel sampai jajan di kaki lima. Mulai jajan suvenir, sampai jajan berbagai produk.



Salah satu contoh kecil bagaimana event Asian Games 2018 ini sudah menjadi salah satu bentuk sport tourism Indonesia, ada 4 turis asal Amerika yang sengaja jauh-jauh datang untuk menonton Opening Ceremony Asian Games 2018 seperti liputan dari liputan6.com ini https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3622438/tak-dapat-tiket-pembukaan-asian-games-lima-turis-as-jadi-pelukis-wajah-dadakan-di-gbk. Para turis asal Amerika ini sengaja datang untuk menghadiri pembukaan Asian Games 2018. Sayangnya, mereka kehabisan tiket. Karena tak ingin sia-sia, mereka tetap bertahan di GBK dan menggelar "lapak" lukis wajah.

Contoh lainnya, CNBC menuliskan "ulah atlet raja minyak" yang enggan menggunakan fasilitas hotel yang disediakan panitia dan malah memilih menginap di hotel pilihannya sendiri yang rate per malamnya di kisaran 1-1,5juta. Mereka membooking setidaknya 25 kamar dengan biaya sendiri! https://www.cnbcindonesia.com/news/20180825181425-4-30222/atlet-asian-games-sewa-hotel-sendiri-sampai-kalap-belanja/2

Nah...nah, kalau sudah begini, pemerintah daerah setempat kan yang mendulang rejeki? Negara penyelenggara, kan? So, sport tourism Indonesia ini juga bisa mendulang devisa. 

Contoh sukses lain sport tourism Indonesia yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir adalah Event tahunan Balap Sepeda Tour de Singkarak, Jakarta Marathon, Bali Marathon, Indonesia Open, dst. Event-event olahraga skala nasional dan internasional ini berhasil menarik peserta dan turis asing untuk datang dan memberikan support sekaligus menikmati keindahan alam daerah tujuan plus membelanjakan uangnya di Indonesia ;). Ahay

So, jangan remehkan kekuatan sport tourism Indonesia. Jika digarap lebih serius dan rutin, tentu akan semakin menjanjikan. Bukan ga mungkin efek jangka panjangnya mereka akan kembali lagi someday, khusus berkunjung ke Indonesia, menikmati keindahan alam dan keramahan penduduknya, dengan biaya sendiri!

1 comment:

  1. Betul! pastinya Indonesia jadi lebih dikenal, ga kenal Bali aja... hihihi..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa