Agoda

Sunday, September 30, 2018

Terapi Pemulihan Diare dengan Pristine 8+

Seminggu lalu, suami tiba-tiba terserang diare akut. Sekitar jam 2 pagi, perutnya mendadak sakit. Saat ke toilet, ternyata yang keluar malah cairan dalam jumlah banyak. Tak sampai setengah jam, hal yang sama kembali terjadi. Begitu terus hingga pagi. 

Berkali-kali saya sodorkan minum, tapi sulit sekali ia telan. Yang ada malah mual

"Ga mau, mual bund"
"Harus minum mas, biar ga kurang cairan"
"Mual bund"

Duh, terus terang saya mulai panik. Saya musti gimana, ditawari minum apa pun pasti ditolak. Air putih, oralit, cuma bisa masuk sedikit. Masa minum air putih aja bikin mual?

Saya coba suapkan pelan-pelan sambil saya tunggui pun tetap ga mempan.

"Mual bund"

Duh, saya makin khawatir. Gimana ini. Sudah lebih dari 10x buang-buang air dalam jumlah banyak.

Lantas saya ingat, punya stok 3 botol Pristine 8+. Biasanya stok ini baru saya keluarkan kalau mau pergi jalan-jalan, buat bekal minum. 

Berhubung suami susah sekali diajak minum air putih biasa, akhirnya saya keluarkan stok Pristine 8+ kesayangan.

"Mas, minum ini coba. Dikit-dikit aja. Botolnya aku taruh disamping bantal ya, biar ga repot mondar mandir ambil minum"
"Iya"

Suami mau mencoba minum. Alhamdulillah ga ada keluhan mual. Jumlah yang diminum pun lumayan banyak. Ah...senangnya.

Memang sih, dari keterangan yang saya baca, Pristine 8+ yang diolah menggunakan teknologi ionisasi Nihon Trim asal Jepang ini mempunyai molekul air yang jauh lebih kecil. Ini membuatnya lebih cepat diserap tubuh. So, ga heran juga kalau suami jadi lebih mudah menelan Pristine 8+ ketimbang air putih biasa yang saya masak.

Kadar pH 8+ yang dikandungnya pun membuat Pristine beda dibanding air putih biasa. Kadar pH 8+ ini menunjukkan kadar pH basa atau alkaline, pH baik untuk tubuh.

Bisa jadi, kadar pH yang basa ini lah yang membuat suami lebih mudah meminumnya. Kondisi air basa membuat netral kadar asam yang ada di lambung. Itu sebabnya tak ada keluhan mual ketika meminumnya.

Alhamdulillah, seharian itu suami berhasil juga meminum 3 botol Pristine 8+ ukuran 400ml.



Sayangnya, saya belum sempat membelikan stok Pristine 8+ di hari kedua. Akibatnya, suami kembali meminum air putih biasa. Walau keluhan mual tidak lagi seperti sehari sebelumnya, tapi kesanggupannya minum tidak sebanyak saat menenggak Pristine 8+. 

"Bund, masih cair nih"
"Ya udah sabar aja, kan masih proses"

Saya membesarkan hati suami yang masih ketar ketir akibat masih buang-buang air dalam bentuk cairan.

Ga mau kecolongan lagi, di hari ketiga, saya memaksakan diri untuk jalan ke mini market dekat rumah. Stok Pristine 8+ lebih banyak!

Suami sudah jauh lebih segar, walau masih ada sisa-sisa lemas. Tidak saya kasih kendor, tiap sebentar saya ingatkan untuk minum. Alhamdulillah, berhasil minum lebih banyak. Lebih dari 4 botol.



Pada hari ketiga ini, konsistensi cairan yang dibuang sudah mulai lebih padat. Jalannya pun sudah mulai seimbang. Tak lagi limbung seperti sebelumnya.

Saya jadi makin yakin, terapi pemulihan diare dengan Pristine 8+ yang saya terapkan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. 

Suami sudah bisa makan lebih banyak, mulai roti, pisang, bubur dan sup. Padahal sebelumnya susah banget memintanya menelan sepotong roti aja. 

Sengaja saya buatkan sup ayam untuk mengembalikan energi dan mengembalikan mineral yang terbuang. Kuah sup ini bagus untuk mengganti cairan yang hilang, pun bisa mengatasi rasa mual atau bosan harus minum cairan banyak.

Pisang pun saya sediakan agar suami mau makan. Dari beberapa sumber yang saya baca, pisang bagus untuk pemulihan diare karena mengandung kalium, salah satu zat yang biasanya banyak terbuang saat diare. Pisang juga mengandung Pektin *cmiiw yang dapat membantu konsistensi bab menjadi lebih padat *cmiiw.

Hidup memang harus seimbang. Ketika asupan yang dimasukkan ke dalam tubuh lebih banyak mengandung asam, netralkan dengan air yang bersifat basa. Jika kondisi lambung sedang asam, netralkan dengan cairan basa agar tak mual *cmiiw. Live balance is a must. Pelajaran ini yang saya ambil dari kasus sakitnya suami.

So, di hari keempat, demi lancarnya terapi pemulihan diare dengan Pristine 8+, saya kembali membeli Pristine 8+. Kali ini ketemu yang botol 600ml di sebuah supermarket. 

Agar pencernaan suami menjadi lebih sehat, pada hari keempat saya siapkan semangkuk yoghurt yang diberi topping cracker dan potongan pisang. Yoghurt bagus untuk kesehatan pencernaan, mengandung banyak bakteri baik yang bisa mengimbangi bakteri buruk di dalam pencernaan *cmiiw.
(https://m.klikdokter.com/amp/3409196/cara-efektif-atasi-badan-lemas-akibat-diare)

Buahnya saya berikan apel yang juga mengandung pektin dan bagus untuk membuat konsistensi BAB menjadi lebih padat.

Alhamdulillah, terapi pemulihan diare dengan memberikan beberapa asupan termasuk Pristine 8+ membuat suami sudah lebih segar dan lebih cepat pulih. Supaya ga ikutan lemes, saya juga ikutan minum. 

Pristine 8+ ini lebih segar dan mudah diserap. Ga terasa kembung walau minum banyak. Kalau sedang haus pun dahaga lebih mudah hilang.

Teman-teman punya pengalaman serupa? Share yuuuk

Thursday, September 27, 2018

Menyiapkan Bekal Untuk Piknik

"Bund, kapan dong kita berenangnya?"
"Sabar ya, kalau ga minggu ini ya minggu depan deh ya"
"Yaaa, lama banget sih"
"Iya, lihat waktunya ya"

Begitulah Falda kalau udah urusan berenang. Kalau mau diturutin, bisa tiap hari maunya berenang. Cuma sayangnya kami kan ga punya kolam renang pribadi. Kalau mau berenang ya ke kolam renang umum. Kalau ke kolam renang umum, mau ga mau kan musti bayar. Mayan atuh lah biayanya kalau berenangnya sering-sering.

Tapi, namanya demi kebahagiaan anak, tetap aja orang tua akan berusaha memenuhinya.

Minggu ini kami akan berenang gratis...yippyyy.

Kebetulan saya punya voucher.

Saking excitednya, Falda udah sibuk kasak kusuk menyiapkan ini itu. Termasuk menyiapkan bekal untuk piknik kali ini.

Berhubung ga biasa bekal aneh-aneh, kami pilih bekal yang ringan-ringan semacam biscuit gitu.

Julie's biscuit peanut butter jadi pilihan kami, karena Falda dan ayah sama-sama suka kacang. Saya lebih suka yang coklat-coklat, jadinya lebih suka Julie's biscuit Chocomore.


Piknik tanpa bawa bekal itu memang ga asyik. Apalagi pikniknya ke kolam renang. Bawaannya kan lapar aja tuh, jadinya memang kudu ngebekal.

Tiap mau berangkat berenang, kami selalu menyiapkan amunisi untuk dibawa, entah yang ringan, atau yang berat.

Julie's biscuit sandwich jadi favorit kami karena rasanya yang mantab. Selai isiannya banyak dan padat.

Suami yang biasanya suka peanut butter, sekarang jadi suka juga sama sandwich biscuit yang coklat. Isian coklatnya terasa banget coklatnya. Katanya sih coklatnya beda dibanding sandwich coklat lain.  





Rasa coklatnya tidak pahit, tapi juga ga manis. Manisnya pas, ga bikin gigi saya ngilu. Hahaha. Ini indikator saya memilih biscuit coklat akhir-akhir ini. Gigi sudah mulai sensitif banget sama yang serba manis. Kalau kena yang manis banget bakal ngilu. Nah, Julie's Chocomore ini berhasil bikin saya ngemil dengan nyaman, tanpa ngilu.

Suami pun suka karena rasa coklatnya yang ga terlalu manis. Maklum, suami tuh ngopinya aja pahit, so, kalo biskuit pun dia ga akan suka yang terlalu manis.

Halah, malah jadi bahas biscuit, hahahaha.

Yang pasti sih saya pun jadi tak sabar juga nih pingin segera akhir pekan dan berenang ramai-ramai.

"Kita jadi berenang kan minggu ini"
"Iya, kita jadi berenang minggu ini"
"Asyiiik, jangan lupa bawa biscuitnya ya bund"
"Iya pasti lah, biar ga iseng pengen jajan macam-macam"
"Yeaaay, Falda mau siap-siap ahhgg"

Aiiih, menyenangkan anak itu sederhana. Ajak piknik dan bawakan bekal kesukaannya pun udah lebih dari cukup, right?

Saturday, September 22, 2018

Bertualang ke Kota Savasa Deltamas, Cikarang

Siapa yang tak senang kalau  diajak jalan-jalan? Apalagi kalau kota yang akan dijelajah itu, belum pernah dijejak sama sekali. So, saya begitu bersemangat ketika diajak bertualang ke kota Savasa Deltamas, Cikarang. Huaaaa, seperti apa sih wujud kota yang dikelilingi area industri ini?

Rasa penasaran membuat saya begitu bersemangat berangkat pagi-pagi buta, saat yang lain masih bergelung nyaman di kasurnya.

Sabtu, 15 September 2018, sebelum subuh saya sudah bersiap-siap berangkat menuju meeting point di daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Untungnya suami sedang berbaik hati mengantarkan langsung menuju stasiun kereta. So, ga perlu kedabrukan. Tapi tetap aja ketinggalan kereta dan terpaksa menunggu 15 menit jadwal berikutnya.

Setelah sampai di Stasiun Tanah Abang, babang ojek online langsung mengantar saya menuju Gedung Sinarmas land. Saat menunggu proses top up saldo, eh bus pertama yang menuju Cikarang berangkat. Hua, ketinggalan kloter pertama.

Untung lah masih ada bis kedua. Bis ini berisi para blogger dan rekan media. Alhamdulillah disuguhi sepotong roti dan sebotol Pristine 8+ keluaran Sinarmas. Kebetulan memang belum sarapan. 

Setelah dirasa lengkap, bis pun berjalan menuju Marketing Gallery Savasa Deltamas, di Cikarang. Sepanjang jalan, dijelaskan tentang konsep Savasa Deltamas yang akan dikunjungi.

Marketing Gallery Savasa Deltamas
Marketing Gallery Savasa Deltamas

Opening Ceremony Marketing Gallery Savasa Deltamas


Tepat pukul 10.30, bis akhirnya sampai di lokasi acara pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas. Acara Opening Ceremony yang diadakan dalam sebuah tenda besar ini penuh sesak dengan pengunjung, saya pun menyaksikan sambil berdiri. Angklung dari SMK Mitra Industri mengawali acara opening ceremony pagi itu. Lanjut atraksi tabuhan beduk khas Jepang oleh Benteng Taiko. 

Setelah atraksi pembuka, sambutan pertama diserahkan kepada President Director PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI) yang juga merupakan President Director PT Panasonic Homes Gobel Indonesia, Kazuhiko Tanaka. Menurut Mr. Tanaka, Panasonic Homes sudah berpengalaman lebih dari 54 tahun dalam membangun rumah dengan konsep teknologi canggih, mulai dari Taiwan, Malaysia, dan kini Indonesia.

Setelah berbagai sambutan, acara ceremonial berupa penanaman pohon dan pengguntingan pita tanda dibukanya Marketing Galery Savasa Deltamas pun dilakukan tepat di depan show unit Savasa.

Pengguntingan Pita Menandai Pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas
Pengguntingan Pita Menandai Pembukaan Marketing Gallery Savasa Deltamas

Keliling Show Unit Savasa Deltamas


Awalnya, para blogger akan dibagi per 5 orang untuk diajak menjelajah show unit Savasa. Namun, mengingat siang yang terik dan waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya kami bersama-sama mengunjungi 2 type show unit yang ada. 


Desain Ruang Tamu rumah di Savasa Deltamas
Desain Ruang Tamu rumah di Savasa Deltamas

Type A dengan 2 kamar tidur, luas bangunan  64m2 (6x11 atau 6x12) dan luas lahan 66m2. 

Type B dengan 3 kamar tidur, luas bangunan 80m2 (7x12 atau 7x13) dan luas lahan 84m2. 

Kedua unit ini sama-sama bertingkat, dilengkapi carport, taman, dapur, ruang tamu, dan 2 kamar mandi, atas dan bawah.






Savasa akan dibangun dengan 4 konsep dasar
1. Smart Township
2. Smart Security
3. Smart Home
4. Smart Community 





Sematan Teknologi Dalam Rumah Savasa


Savasa yang mengadopsi tagline Smart Lifestyle ini merupakan hasil kerjasama antara Sinarmasland dan Panasonic Homes & Living. Konsep hunian yang ditawarkan pun dilengkapi piranti canggih dari Panasonic. 

Semua rumah di Savasa akan dilengkapi Panasonic Home Network System yang terdiri dari 2 indoor & outdoor CCTV kamera. 1 hub, 1 motion sensor, 1 window/door sensor, 1 smart plug dan 1 Digital Cordless Phone. 

Salah satu bagian dari Panasonic Home Network System
Bagian dari Panasonic Home Network System, speaker untuk berbicara dengan orang luar

Semua piranti canggih ini akan memberikan perasaan aman kepada penghuni Savasa. Mereka bisa melakukan kontrol rumah dari mana pun. Memantau anak-anak melalui CCTV yang terkoneksi dengan smartphone saat tidak sedang berada di rumah. Jika ada orang asing pun bisa dipantau dari dalam, tak harus mengintip keluar. Penghuni bisa bertanya dengan calon tamu melalui CCTV yang bisa berbicara *cmiiw.

Melengkapi konsep Smart Security, Savasa hanya memberikan akses 1 pintu dengan pos penjagaan. Khusus pengiriman barang bagi penghuni, akan disediakan area khusus delivery dropbox.

Konsep Smart Home juga tercermin pada Panasonic PURETECH Air Filtration & Ventilation System, udara di dalam ruangan akan jauh lebih bersih, tanpa perlu air purifier. Teknologi ini menyaring 97% debu dan partikel berbahaya yang memasuki rumah. Sangat nyaman dan sehat bagi penghuni Savasa, yang mempunyai alergi debu atau menderita asma sekali pun.

Penerapan desain cross ventilation akan membuat sirkulasi udara di dalam rumah jauh lebih lancar dan sejuk, walau tanpa AC. So, tak perlu menghidupkan AC selama 24 jam.

Agar makin hemat energi, seluruh penerangan di Savasa akan menggunakan Panasonic Low Energy LED Lighting. Lampu-lampunya pun didesain bisa terkoneksi dengan smartphone. So, bisa dinyalakan dari mana saja.

Berhubung Indonesia merupakan negara yang rawan gempa, teknologi rumah tahan gempa yang biasa digunakan di Jepang pun diadopsi. Panasonic POWERTECH yang tahan gempa pun diterapkan pada rumah-rumah di Savasa Deltamas.

Akses Menuju Savasa Deltamas


Savasa ini terletak di jantung kota Deltamas dengan total luas lahan yang akan dibangun sekitar 37 hektar. Tahap pertama akan menggarap lahan seluas 13 hektar yang dibagi menjadi 4 cluster : Asa, Niwa, Hana, dan Yuta. Nantinya akan dibangun 811 hunian dan 33 area rumah toko. Konsep green environment akan menjadi hal yang diutamakan, selain modern live. So, walau berada di area industri yang terkenal panas, tapi area Savasa Deltamas akan ditanami banyak pohon. Berjalan-jalan di sekelilingnya akan menjadi sangat menyenangkan. Udaranya segar dan sejuk. 

Bisa ditempuh dengan menggunakan mobil melalui tol cikampek exit 37. Akan dibangun exit 41,6 yang akan lebih dekat ke Savasa. Bagi penggemar commuter line seperti saya, bisa turun di stasiun Cikarang, lanjut ojek online sekitar 15 km. 

Nantinya, Savasa juga akan dilewati kereta jalur cepat Jakarta Bandung. Stasiun terdekat, Karawang, hanya berjarak sekitar 1 Km saja, tak sampai 5 menit. Bandara Halim berjarak sekitar 37 Km dari Savasa. Sementara Bandara Kertajati yang baru saja diresmikan, berjarak 130 km.

Acara Hiburan


Setelah puas menjelajah Show unit Savasa, kami disuguhi makan siang, lalu bersiap melaksanakan sholat Dzuhur. Acara dilanjutkan dengan rangkaian hiburan, mulai dari permainan angklung kembali oleh SMK Mitra Industri. 

Berikutnya, hadir Ica Zahra, perempuan muslim berhijab dengan style Kimono modern, membawakan beberapa lagu Jepang populer. Ica merupakan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S2 di Jepang. Saat itu, Ica mengikuti lomba karaoke nasional yang sedang diadakan di Jepang, dan menang. Sejak itu, Ica sering mengadakan konser yang hampir selalu dipenuhi pengunjung.

Sebagai pamungkas, tampil lah Hiroaki Kato, penyanyi cover lagu Indonesia versi Jepang yang sudah 4 tahun ini menetap di Indonesia. Hiroaki sangat fasih berbahasa Indonesia hingga didaulat menjadi salah satu MC sepanjang acara opening ceremony. Hebatnya, cara Hiroaki berbicara sudah sangat Indonesia *ehhh. Hampir sulit mengenali logat Jepangnya.

Penampilan Hiroaki Kato Saat membawakan Lagu Meraih Bintang versi Jepang
Penampilan Hiroaki Kato Saat membawakan Lagu Meraih Bintang versi Jepang


Tour Kota Deltamas


Setelah hiburan, para blogger pun diajak berjalan-jalan, mengelilingi kota Deltamas Cikarang. Whuaaa, beneran hari itu kami puas ikut tour.

Melalui bis, kami ditunjukkan area-area industri di kota Deltamas. Ada pabrik Mitsubishi, Wuling, Honda, Suzuki, hingga pabrik Mayonaise asal Jepang, Kewpie. Saya sampai terbengong-bengong menyaksikan ratusan mobil yang ada di areal pabrik Mitsubishi. Pabrik Wuling bahkan jadi base ekspor untuk wilayah Asia.


Memandang area pabrik mobil dari dalam bis
Memandang area pabrik mobil dari dalam bis

Beberapa tahun ke depan akan dibangun sekolah Jepang yang sebelumnya cuma ada di Bintaro. Memang, beberapa Industri yang ada di kota Deltamas berasal dari Jepang. Tentu banyak ekpatriat asal Jepang. Ini membuat kebutuhan akan sekolah khusus dari pemerintah Jepang pun meningkat.

Prospek bagus? 

Banyak ekspatriat Jepang atau ekspatriat asing lain yang akan tinggal atau menyewa rumah di seputar Savasa Deltamas. Hmm, peluang investasi nih. Beli unit rumah di SAVASA, lalu jual kembali? Atau disewakan? *hm, usap-usap dagu.

Melengkapi konsep Smart Township dan Smart Community, di area Deltamas juga akan dibangun Aeon Mall yang konon jadi mall terbesar seAsia Tenggara, luasnya hampir 20 hektar. Wow, Aeon Mall BSD aja 10 hektar, udah terasa besar banget, apalagi 20 hektar. Rumah sakit pun akan hadir, salah satunya RS Mitra Keluarga.

Fasilitas pendidikan pun sudah ada di Deltamas, ITSB, Institut Teknologi Sains Bandung, Sekolah Korea (TK-SMA), SMK Ananda Mitra Industri, Pangudi Luhur Bernardus (TK-SMA). 

Oh ya, yang unik dari ITSB adalah dosen-dosennya langsung didatangkan dari ITB Bandung. Mereka diantar jemput saat perkuliahan. Mata kuliah dan jurusan yang ada, disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Cikarang. Jadi beda dengan perguruan tinggi lainnya. Keren ya?

Selain itu, ada juga Deltamas Sport Centre dan Le Premiere Hotel.

Puas berkeliling kota Deltamas yang luas dan modern, saatnya pulang kembali ke Jakarta dan menuju rumah masing-masing. Walau lalu lintas menuju Jakarta sore itu padat sekali, tapi kami puas sudah seharian bertualang ke kota Savasa Deltamas, Cikarang. Jadi tak sabar menunggu kota ini jadi sepenuhnya. Pasti bakal keren dan modern. Sejuk, dan segar. Aman, dan nyaman. Ah, hunian impian.