Agoda

Wednesday, October 31, 2018

Bersiap-siap Menuju Road To Dubai 2020

Wohoo, mau ke Dubai buuuk? Aamiin. Aamiinkan aja ya teman-teman. Kali-kali saya dapat kesempatan jalan-jalan ke Dubai, ya ga?



Ngomong-ngomong soal Road To Dubai 2020, ini adalah salah satu agendanya Astra di 2020 nih. Astra merupakan salah satu sponsor utamanya.

2020 kan masih lama banget ya, kog udah diprogram aja sih?

Oho, jangan salah guys, 2020 itu ga lama untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk ditampilkan di Exhibition skala International.

Pak Wiwie Yudiantyo, direktur PT. Astra Digital International menyatakan kalau Astra sedang bersiap-siap untuk menuju Road to Dubai 2020. Ini disampaikan Pak Wiwie pada Jum'at, 26 Oktober 2018 lalu di ICE BSD.

Sampai saat ini Astra digital sudah banyak melakukan inovasi dibidang digital. Mulai aplikasi untuk pemesanan perbaikan kendaraan, asuransi, dan berbagai aplikasi otomotif lainnya. Misalnya aplikasi Sejalan yang diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan.


Wiwie Yudiantyo, direktur Astra Digital Indonesia


Aplikasi sejalan memungkinkan calon penumpang untuk bisa ikut mobil yang sejalan dengan tujuannya. Misalnya ada mobil yang ke arah Blok M nih, kita bisa ikut mobil tersebut dengan apply melalui aplikasi. Asyik ya. Bisa share ongkos bensin biar sama-sama enak. Kalau mau ke luar kota atau mudik juga asyik nih kalo gini.

Pak Eko Suhartanto,Ph.D, Managing Director of Business Venture and Development Institute Prasetya Mulya University menyebutkan, generasi muda kini, generasi digital yang harusnya sih bisa lebih berkembang lagi inovasinya.


Pak  Eko memberi beberapa contoh-contoh inovasi yang fenomenal. Contohnya memanfaatkan limbah karung goni menjadi sepatu fantovel. Inovatif kan?

Ada banyak hal yang bisa diolah menjadi produk inovatif. Semua ini bisa berpotensi meningkatkan pendapatan negara. Bisa meningkatkan devisa juga jika produknya bisa diekspor. Bahkan, Pak Eko juga memberi contoh adanya sebuah perusahaan yang "kerjanya" memproduksi dan mengeksekusi sebuah ide. Mereka yang melakukan riset, merancang blue print, memproduksi produk, hingga melakukan uji coba.

Pak Eko menghimbau para mahasiswa Multimedia Nusantara dan Universitas Prasetia Mulya yang menjadi peserta talkshow untuk menjadi anak muda yang kreatif dan inovatif. Siapa tahu karya mereka yang nantinya akan Road to Dubai 2020, right?

Ayo-ayo yang ngaku muda...punya karya inovatif apa nih untuk ditampilkan di Dubai 2020 nanti? Persiapkan yuuuk

Wednesday, October 17, 2018

Perubahan Kebiasaan Saat Travelling

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan travelling pada sebagian besar orang sudah jadi semacam kebutuhan. Sampai muncul anekdot "mainnya kurang jauh sih loe", atau "kurang piknik sih jadi begitu".

Kegiatan travelling, piknik, bukan lagi sekedar kegiatan sederhana yang ga perlu direncanakan. Pergi berlibur, jalan-jalan, jadi semacam kebutuhan untuk menyeimbangkan kehidupan. Saat sudah terlalu overload, liburan bisa jadi penyeimbang agar tak terlalu stress. 

Dari sudut kesehatan mental pun perlu lho pergi berlibur itu. Entah sekedar di dalam kota, atau kabur ke luar kota. Liburan akan membuat kadar ketegangan aliass stress menjadi lebih rendah. Balik-balik dari liburan pun jadi lebih fresh, bisa berpikir lebih jernih dan ketemu banyak ide.

So, siapa mau liburan?

Saya sebenarnya pengen lebih sering liburan ke luar kota. Tapi apa daya. Sejak anak-anak mulai sekolah, liburan ke luar kota baru bisa dilakukan saat libur sekolah tiba. Kalau mau maksa libur juga, nyari kalender dan lingkarin tanggal-tanggal long weekend atau hari kejepit *ehh.



Saat saya liburan ke Lampung beberapa waktu lalu, itu manfaatin libur maksa, hahaha. Kejepit bukan, libur sekolah apalagi. Tapi, berhubung udah overload, libur akhir tahun ga kemana-mana, pecah juga bisul. Musti jalan ke luar kota deh biar agak warasan. 

Masalahnya, suka ada aja perubahan kebiasaan saat travelling. terutama saat ke luar kota, Mulai perubahan pola tidur, perubahan pola makan, sampai perubahan pola buang air.

Seringnya sih saya atau suami jadi suka ngalamin sembelit kalau lagi travelling gitu. Kadang-kadang kami suka ga merasakan gangguan ini sih. Maklum lah, kalau lagi libur kan asyik-asyik aja nikmatin suasananya. Cuma, kalau sudah 2-3 hari gitu rutinitasnya terganggu, ya ga nyaman juga euyy. Perut jadi terasa ga nyaman. Mau makan banyak juga rasanya kog terasa penuh terus.

Walau udah minum air putih yang lumayan, sepertinya faktor stres ringan berada di tempat yang ga biasa, berhadapan dengan orang-orang baru, suasana baru, bisa jadi penyebabnya.

Inget-inget ada lidah buaya herbadrink di rumah biasanya bisa mengatasi gangguan pencernaan. Udah lah akhirnya cuss cari di salah satu midi market. Lihat-lihat di rak herbadrink ini ada varian lainnya, macam sari jahe dan temulawak. Tergoda mau beli juga, tapi akhirnya fokus sama lidah buaya aja dulu ahh.


Thursday, October 4, 2018

Umrohnesia, Solusi Aman Wisata Religi Umroh

Tak bisa dipungkiri, dengan jumlah penduduk muslim terbesar, kebutuhan untuk beribadah di Indonesia pun besar. Tak heran jika kita akan dengan mudah menemukan musholla dan masjid di mana-mana.

Haji dan umroh pun menjadi bagian ibadah umat muslim. Bedanya dengan ibadah lain, haji dan umroh menjadi ibadah eksklusif yang hanya bisa dilaksanakan oleh orang-orang tertentu. Hal ini karena menyangkut biaya pelaksanaanya yang tidak sedikit.

Agar bisa melaksanakan ibadah haji atau umroh, seorang muslim biasanya akan menabung dulu selama bertahun-tahun, agar bisa berangkat ke tanah suci, masjidil Haram. Kecuali, dapat rejeki nomplok, ada yang memberikan hadiah umroh, seperti yang dialami suami saya 3 tahun lalu.

Maklum lah, biaya berangkat ibadahnya ga murah. Biaya untuk berangkat beribadah umroh ada di kisaran 20 jutaan. Sementara biaya untuk berangkat ibadah haji lebih besar lagi, bisa mencapai ratusan juta rupiah, jika mengambil ONH plus.

So, bisa dibayangkan ya, bagaimana sedih dan kecewanya para calon jamaah ini, jika tidak berhasil berangkat haji atau umroh, akibat ulah biro travel yang tak bertanggungjawab. Seperti kasus beberapa biro travel beberapa tahun lalu.

Kasus biro travel nakal ini sedikit banyak memang mencoreng umat muslim, melukai hati banyak calon jamaah yang sudah susah payah mengumpulkan uang, menyisihkan rejeki, memeras keringat, demi umroh.

Tak ingin terjadi hal yang sama, sekaligus ingin memberikan rasa aman pada calon jamaah, Kunto Purbono menggagas platform digital yang memudahkan para nasabah untuk mencari biro travel haji dan umroh yang aman dan sesuai kebutuhannya.

Kunto Purbono, CEO Umrohnesia

Umrohnesia dihadirkan sebagai solusi aman bagi penggemar wisata religi.

Wisata religi? 


Yap. Ga bisa dielakkan, kini umroh sudah jadi bagian dari wisata religi. Wisata ruhaniah.

Jika berhaji hanya bisa dilakukan 1 tahun 1 kali. Pun dibatasi kuotanya, untuk memberi kesempatan pada calon jamaah yang belum pernah berhaji sama sekali. Sementara untuk bisa melakukan ibadah umroh, bisa dilakukan kapan saja di luar musim haji, sepanjang punya waktu dan dana.

Dulu, orang yang berangkat umroh itu jumlahnya masih hitungan jari. Kini, ghirah, hasrat untuk berangkat beribadah umroh makin meningkat, kalau tidak bisa dikatakan jadi trend. Berangkat umroh udah kayak mau pergi jalan-jalan. Wisata.

Malah tak jarang, ada beberapa travel biro yang memang menawarkan paket umroh plus wisata ke beberapa negara muslim terdekat dengan Mekah.

Adik ipar suami pernah umroh sekeluarga, suami istri dengan dua anak. Mereka ambil paket umroh + wisata ke Turki di akhir tahun yang bertepatan dengan datangnya musim dingin, sekalian merasakan salju.

Dapat ibadahnya, dapat juga jalan-jalannya.

Paket-paket Umroh semacam ini sudah semakin banyak ditawarkan oleh biro-biro travel haji dan umroh. Tapi, apakah paket-paket iti benar adanya? Bener berangkat ga? Nantinya diurusin ga sama biro travelnya?

Umrohnesia


CEO Umrohnesia, Kunto Purbono berkali-kali menyebutkan "Umrohnesia ini marketplace, ga beda jauh dengan toko-toko online yang ada. Ga beda jauh dengan platform travel yang terkenal itu"

Umrohnesia.co.id sebagai marketplace merupakan tempat berkumpulnya berbagai biro travel umroh & haji terdaftar dari seluruh Indonesia.

Hadirnya Umrohnesia.co.id ini memang berdasar besarnya potensi jamaah umroh di Indonesia. Pak Kunto menyebutkan, jamaah umroh di Indonesia ini mencapai 897ribu orang per tahun. Luar biasa kan? Tentunya orang sebanyak itu membutuhkan biro travel terpercaya yang pasti mengatur keberangkatan dan aktifitas ibadahnya.


Jaminan keamanan, kemudahan proses transaksi, hingga ragam pilihan waktu dan paket umroh menjadi kelebihan transaksi di Umrohnesia. 

Ada banyak biro travel legal yang sudah bergabung bersama Umrohnesia. Biro-biro travel ini lah yang akan menawarkan beragam paket kepada calon jamaah.


Pemberian plakat pada beberapa biro travel yang hadir


Jadinya enak kan? Kita bisa bebas memilih paket umroh dari beragam biro travel. Tinggal pilih deh mana yang paling cocok dan sesuai yang kita mau. Asyik kan?

Pada acara Launchingnya, Kamis 27 September 2018 lalu di hotel Alia Cikini, hadir juga Taufik Ismail yang membawakan puisi tentang kerinduannya pada ka'bah. 




Ahhh, bicara kerinduan pada tanah suci ini lah yang biasanya selalu memanggil-manggil para jamaah untuk kembali lagi, dan lagi. 

Saya yang belum pernah ke tanah suci pun selalu ingin datang. Semoga ada kesempatan dan rejekinya. Sekarang hunting-hunting aja dulu di Umrohnesia. Siapa tahu nemu paket murah, kece, tanggalnya pas. Kan tinggal klik, bayar, berangkat.