Agoda

Wednesday, October 17, 2018

Perubahan Kebiasaan Saat Travelling

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan travelling pada sebagian besar orang sudah jadi semacam kebutuhan. Sampai muncul anekdot "mainnya kurang jauh sih loe", atau "kurang piknik sih jadi begitu".

Kegiatan travelling, piknik, bukan lagi sekedar kegiatan sederhana yang ga perlu direncanakan. Pergi berlibur, jalan-jalan, jadi semacam kebutuhan untuk menyeimbangkan kehidupan. Saat sudah terlalu overload, liburan bisa jadi penyeimbang agar tak terlalu stress. 

Dari sudut kesehatan mental pun perlu lho pergi berlibur itu. Entah sekedar di dalam kota, atau kabur ke luar kota. Liburan akan membuat kadar ketegangan aliass stress menjadi lebih rendah. Balik-balik dari liburan pun jadi lebih fresh, bisa berpikir lebih jernih dan ketemu banyak ide.

So, siapa mau liburan?

Saya sebenarnya pengen lebih sering liburan ke luar kota. Tapi apa daya. Sejak anak-anak mulai sekolah, liburan ke luar kota baru bisa dilakukan saat libur sekolah tiba. Kalau mau maksa libur juga, nyari kalender dan lingkarin tanggal-tanggal long weekend atau hari kejepit *ehh.



Saat saya liburan ke Lampung beberapa waktu lalu, itu manfaatin libur maksa, hahaha. Kejepit bukan, libur sekolah apalagi. Tapi, berhubung udah overload, libur akhir tahun ga kemana-mana, pecah juga bisul. Musti jalan ke luar kota deh biar agak warasan. 

Masalahnya, suka ada aja perubahan kebiasaan saat travelling. terutama saat ke luar kota, Mulai perubahan pola tidur, perubahan pola makan, sampai perubahan pola buang air.

Seringnya sih saya atau suami jadi suka ngalamin sembelit kalau lagi travelling gitu. Kadang-kadang kami suka ga merasakan gangguan ini sih. Maklum lah, kalau lagi libur kan asyik-asyik aja nikmatin suasananya. Cuma, kalau sudah 2-3 hari gitu rutinitasnya terganggu, ya ga nyaman juga euyy. Perut jadi terasa ga nyaman. Mau makan banyak juga rasanya kog terasa penuh terus.

Walau udah minum air putih yang lumayan, sepertinya faktor stres ringan berada di tempat yang ga biasa, berhadapan dengan orang-orang baru, suasana baru, bisa jadi penyebabnya.

Inget-inget ada lidah buaya herbadrink di rumah biasanya bisa mengatasi gangguan pencernaan. Udah lah akhirnya cuss cari di salah satu midi market. Lihat-lihat di rak herbadrink ini ada varian lainnya, macam sari jahe dan temulawak. Tergoda mau beli juga, tapi akhirnya fokus sama lidah buaya aja dulu ahh.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa