Agoda

Thursday, November 29, 2018

Naik Kereta & Lomba Sekretariat Kabinet

Siapa sangka ya, jalan-jalan naik kereta bisa membawa saya menjadi peserta lomba dan jadi salah satu pemenangnya.

Ceritanya saya dapat info tentang lomba media sosial yang diadakan Sekretariat Kabinet pada awal November 2018 lalu. Ada lomba mengisi teka teki silang yang diadakan di facebook. Ada lomba bikin foto meme di Instagram. Ada juga lomba di twitter. Semuanya dalam rangka menyambut hari Pahlawan.

Temanya sama, tentang #PahlawanMasaKini. Lomba ini memang diadakan dalam rangka menyambut hari Pahlawan. Para peserta diminta menyebutkan kriteria Pahlawan Masa Kini versi masing-masing. 

Berhubung temanya tidak terlalu sulit, saya mencoba ikutan. Soalnya saya nyesel ga ikut periode lomba #MenujuIndonesiaMaju yang pertama diadakan Sekretariat Kabinet di awal tahun 2018, sekitar bulan Februari-Maret-April. Waktu itu malah ada lomba blog dan vlog juga di bulan Juli-Agustus 2018. Hadiahnya tabungan Mandiri senilai total jutaan. Sayangnya, saya melewatkan hadiah-hadiah kece itu..huhuhu.

Sekarang, saya ga mau melewatkan lagi, secara ngebet banget sama hadiahnya. Bayangkan aja, lomba di facebook dan Instagram berhadiah tabungan Bank Mandiri senilai 1 juta/orang. Pemenangnya ada 10 orang. Kesempatan menangnya itu lho, besar, pemenangnya ada banyak, jadinya pengen banget ikutan. 

Yang bikin saya tambah pengen ya tentu saja lomba di twitter. Hadiahnya lebih fantastis. Masing-masing pemenang mendapatkan tabungan Bank Mandiri senilai 2 juta. Untuk 10 pemenang juga. Gimana ga bikin pengen coba. Tiga-tiganya saya ikuti. Hahaha. Kali-kali rejeki kan ya.

Sehari sebelum deadline lomba, saya berpikir keras, nyari strategi supaya bisa ikut dan menang lombanya. 

Eh kog ya saat sedang jalan-jalan naik kereta commuterline, pandangan saya tertumbuk pada sosok petugas PKD. Hmm si mas -mas PKD ini nih, cocok jadi pahlawan masa kini. Sebagai penumpang setia kereta, saya sering banget tertolong oleh mereka. 

Pernah saya nyaris pingsan karena naik kereta di rush hour pagi, baru sarapan sedikit, trus ga kuat melawan arus dorong-dorongan pagi hari saat akan naik eskalator di stasiun Tanah abang. Petugas PKD ini lah yang kemudian menyuruh saya masuk barisan prioritas untuk bisa naik tangga eskalator. Petugas PKD yang menyediakan tubuhnya sebagai tameng, menahan dorongan penumpang yang dengan ganas berebut naik eskalator.

Mereka juga yang dengan ramah akan menjelaskan tentang rute, siap sedia dengan berbagai obat, membangunkan penumpang saat sampai tujuan akhir. Pokoknya, mereka ini pahlawannya penumpang commuterline. Apalagi bagi para ibu hamil, ibu yang membawa balita, maupun lansia. Mereka akan sibuk mencarikan bangku dan mencolek penumpang non prioritas untuk memberikan bangku jika kursi prioritas penuh.

Secara ga sengaja saya mendapat momen pas untuk menunjukkan petugas PKD yang sedang membantu penumpang. Kebetulan saat itu kereta sedang berhenti di stasiun dan si penumpang ini sedang galau mau turun di stasiun mana. 





Saya ga tahu persis dialog mereka, tapi ya kira-kira seperti itu percakapannya. Dialog imaginer itu pun saya buatkan meme dan ikut lomba meme di Instagram. Khusus twitter juga saya ikutkan dengan versi berbeda.


Saking ya semangat banget pengen menang, saya buat lagi twit tentang pahlawan masa kini

Eh ternyata nyangkut juga twit yang saya buat sebagai salah satu pemenang. Alhamdulillah.




Terima kasih Sekretariat Kabinet. Semoga terus #MenujuIndonesiaMaju. Semangat. 

Mudah-mudahan tahun depan ada lagi ya. Siapa tahu bisa ikut lomba dan hadiahnya bisa buat bayar uang masuk sekolah Ferdi dan Falda *ehhh *ngarep. Namanya juga do`a, boleh kan ya? *iyain aja deh, biar seneng , ye kan?

Tuesday, November 20, 2018

Nonton Sirkus The Great British di BSD

Ada yang masa kecilnya dulu pernah nonton sirkus? Cung. Saya dulu waktu kecil-kecil sering nonton sirkus. Ya, rasanya sih dulu orang tua saya sering mengajak keempat anaknya nonton sirkus. Mulai dari sirkus yang ada atraksi hewannya, sampai yang ga ada atraksi hewan. Pengalaman menonton sirkus langsung itu begitu berkesan bagi saya dan adik-adik. Kami jadi bisa melihat langsung aksi akrobat hewan maupun manusia.

Sayangnya, setelah menikah dan punya anak, saya malah belum pernah nonton sirkus lagi. Serius? Iya, serius. Hahaha. Seingat saya, kami memang belum pernah sengaja menonton sirkus. Ya, kalau sekedar pertunjukan akrobat hewan sih sudah pernah beberapa kali. Tapi khusus sirkus besar dengan atraksi lompat melompat gitu belum pernah. Paling banter kami menyaksikannya melalui layar kaca. Kasihan ya?

Saya sendiri baru sadar kalau belum pernah mengajak anak-anak menonton sirkus langsung ke lapangan, bertemu badut-badut, atau pemain sirkus.

The Great British Circus


So, begitu mendengar The Great British Circus sedang show di daerah BSD, saya antusias banget pengen nonton bareng Falda dan ayahnya. Pengennya sih ngajak Faldi dan Ferdi juga, sayangnya ga memungkinkan mengajak mereka nonton langsung.


Pintu gerbang masuk The Great British Circuss
Pintu gerbang masuk The Great British Circuss

Sirkus besar asal Inggris ini tampil di BSD dihadirkan oleh Sinar Mas Land untuk warga BSD dan sekitarnya. Lokasi pertunjukan berada di Greenwich Park, BSD. Lokasi ini ada area cluster yang sedang dikembangkan Sinar Mas Land, Caelus.

Oh ya, beberapa sirkus asal luar negeri sekarang ini sudah jarang melibatkan hewan dalam pertunjukannya. Beberapa aktivis dan yayasan pecinta hewan banyak yang melakukan protes terhadap pertunjukan semacam ini. Mereka dianggap mengeksploitasi dan menyiksa hewan. Menyiksa hewan? 

Yap, untuk menjadikan seekor hewan patuh dan menurut pada perintah pelatihnya, ada yang "disiksa". Entah dilecut, dipukul, atau berbagai penyiksaan lain. Kalau gajah kadang dilecut menggunakan kayu yang ujungnya dipakaikan pengait *cmiiw. Huhuhu, kasihan? Yap, prihatin. Tapi, ga semua seperti itu kog. 

Untung lah The Great British Circus tidak melibatkan hewan sama sekali. Kalau pun ada hewan-hewan dalam pertunjukannya, itu adalah hewan dalam bentuk boneka atau kostum.

Atraksi Circus


Pada pembukaan show ditampilkan atraksi tarian dan nyanyian khas bergaya Inggris. Penyanyi yang sekaligus host acara ini juga menampilkan beberapa atraksi memukau, hula hup dengan beberapa ring besi tipis.

Show selanjutnya menampilkan beberapa atraksi akrobat, mulai akrobat sendiri, berpasangan, menggunakan tali, melompat, dsb. Semuanya bikin saya takjub dan melongo sepanjang pertunjukan. Wis, ga rugi banget lah saya menyisihkan waktu hampir 2 jam untuk menonton sirkus ini

Ada show yang menampilkan seorang penari perempuan yang menari di udara dan menggunakan sanggul cepol di rambutnya sebagai pengait tali penggantung. Rambutnya jadi tumpuan beban! Kebayang rambutnya ditarik-tarik. Ajaibnya, sang penari tampak lihai menari dan berputar-putar dengan luwes dan indah, tak tergambar beban di rambutnya.

Ada show khas sirkus, Trapeze, pemain saling melompat dan menggenggam di udara. Di bawahnya di pasang jaring besar sebagai pengaman sekaligus sarana mereka melompat secara estafet.

Hal yang paling menarik adalah munculnya para badut sebagai intermezo dan hiburan. Keberadaan mereka sukses bikin mules. Ketawa ga habis-habis. Mereka juga ramah banget, turun ke tribun penonton. Falda pun bisa minta foto bareng.




Pada akhir pertunjukan, ditampilkan atraksi 2-5 sepeda motor yang saling berkejaran dan "menari" dengan harmoni di dalam sebuah bola jaring raksasa.


The Great British Circus dan seluruh pemain
The Great British Circus dan seluruh pemain


Jadwal Show dan Harga Tiket


Pada hari kerja, weekday, pertunjukan hanya ada 2x, pukul 16.00 dan pukul 19.00. Pada saat weekend, pertunjukan menjadi 3x, pukul 13.00, 16.00, dan 19.00.

Harga tiketnya mulai dari 150 ribu untuk kelas silver, sampai 350 ribu untuk yang premium dan bisa duduk persis dekat panggung utama dan bisa berinteraksi dengan para pesulap.

Oh ya, kalau nonton, segera aja guys, sirkus ini cuma hadir sampai tanggal 2 Desember 2018. So, buruan gih.

Saran saya nih, kalau kalian hobi foto-foto, gunakan kamera yang bagus untuk low light, jadi hasilnya bisa cakep. Saya kemaren ga kepikiran ini, jadi hasil fotonya ga ada yang cakep, hahaha.




Jangan khawatir kan cemilan atau jajanan ya, di area tersebut banyak jajanan enak, mulai popcorn, hotdog, sampai roti breadt*** 

Selesai acara, kami langsung meluncur ke toilet yang terletak di gedung marketing galery Caelus, jadi bersih dan nyaman. Ada ruang sholat juga disediakan untuk sholat Maghrib. Maklum, jadwal show pas di jam-jam sholat. Ashar, Maghrib, Isya.

Sunday, November 11, 2018

Piknik Keluarga ke Go Wet Grand Wisata Bekasi

Piknik itu kalo cuma sendiri rasanya kog kurang seru ya? Kurang ada gregetnya. Masih mending piknik bareng temen. Lebih asyik lagi sih kalau pikniknya bareng keluarga. Akan lebih terasa bondingnya.

Kegiatan liburan yang dilakukan bersama-sama itu akan terasa menyenangkan dan membahagiakan. Lepas stres dan beban.

Walau lepas stressnya cuma sebentar, tapi lumayan lah, tiap orang butuh menyeimbangkan hidup. Biar ga stress ngejar-ngejar duit atau stress belajar.

Minggu lalu, 4 November 2018, saya, mas Suami, dan Falda melanglang jauh ke daerah Tambun, Bekasi.


Arena Go!Splash, cocok untuk anak-anak, Go Wet Grand Wisata Bekasi
Arena Go!Splash, cocok untuk anak-anak, Go Wet Grand Wisata Bekasi 


Bukan tanpa alasan kami jauh-jauh (nyaris 70km) menyasarkan diri naik turun kereta dari Tangerang Selatan. Kebetulan hari itu kami menghadiri Blogger Gathering yang diadakan Sinar Mas Land di wahana wisata Go Wet yang berada di dalam kawasan perumahan Grand Wisata Bekasi.

Wuaah, siapa yang tak senang ikut blogger gathering nun jauh di luar kota sana dan dibolehkan mengajak serta keluarga sambil menikmati wahana wisata permainan air (waterpark) terbesar di Indonesia. Duuh, ini judulnya piknik yang asyik.



Naik Commuterline dari daerah Serpong


Kami berangkat dari stasiun Rawabuntu, transit di stasiun Tanahabang menuju Manggarai. Saat tiba di stasiun Manggarai, seharusnya naik kereta tujuan Cikarang di jalur 4. Cuma sayangnya, kami ketinggalan setengah jam. Kereta yang melewati stasiun Tambun ini baru akan tiba di Manggarai dalam waktu 30 menit berikutnya.

Takut terlambat, kami putuskan naik kereta yang hanya sampai stasiun Bekasi saja, lanjut kendaraan online atau taksi.

Singkat cerita, kami sampai stasiun Bekasi dan langsung order mobil online menuju Go Wet Grand Wisata Bekasi.

Setelah sampai Go Wet, tukar gelang, kami langsung masuk ke area Go Wet.



Gelang Biru untuk membeli makanan minuman di arena Go Wet
Gelang Biru untuk membeli makanan minuman di arena Go Wet


Kami langsung bagi tugas. Saya masuk area gathering, suami langsung menemani Falda yang udah ga sabar mau nyemplung dan puas-puasan main air.

Kebetulan Falda dan suami ini cucok banget kalau udah urusan main air. Mereka betah berjam-jam berada di kolam. Sementara saya orang yang males basah-basah kedinginan. Jadi ayah anak ini langsung menuju kolam.



Blogger Gathering


Acara Gathering pagi menjelang siang itu dihadiri oleh hampir 50an blogger beseta keluarganya. Para blogger dijelaskan tentang Go Wet plus Grand Wisata, perumahan yang jadi lokasi Go Wet.



Blogger Gathering Go Wet Grand Wisata Bekasi
Blogger Gathering Go Wet Grand Wisata Bekasi


Selesai pemaparan, kami diajak keliling komplek Grand Wisata yang luas. Diajak lihat-lihat beberapa area bisnis, area food court, sampai Marketing Galerinya Grand Wisata. Di marketing gallery ini ada maket super besar yang memperlihatkan gambaran kawasan Grand Wisata ini. 




Blogger sibuk memperhatikan maket yang luas dan penjelasannya
Blogger sibuk memperhatikan maket yang luas dan penjelasannya


Ada juga maket kecil yang menunjukkan beberapa type rumah. Area grand wisata yang luas ini ternyata terdiri dari beberapa cluster. Area perumahan, dipisahkan dengan area pertokoan. Area pertokoan sengaja dibangun khusus dengan penyediaan tempat parkir yang memadai agar tidak mengganggu mobilitas warga. Masih ada beberapa area yang belum dibangun sepenuhnya.

Konsep green living diterapkan penuh di Grand Wisata ini. Banyak pepohonan di sepanjang trotoar dan pembatas jalan. Ada spot-spot hijau juga yang sengaja dikosongkan khusus untuk ditanami berbagai pohon. Grand Wisata ingin membangun konsep bahwa tinggal di Bekasi tak harus panas! Dan memang saya ga merasakan hawa panas selama berjalan-jalan di kawasan ini.

Setelah keliling Grand Wisata Bekasi, kami balik kembali ke Go Wet. Saya udah deg-degan khawatir suami dan Falda kelaparan, secara gelang makanannya sama saya.



Food Court


Selesai blogger gathering, kami langsung makan siang. Khusus Falda dan suami, saya belikan nasi Padang Sederhana yang ada di area foodcourt. Harganya cukup affordable kog. 1 box nasi lengkap isi nasi, rendang, sambal, sayur cuma 30ribuan. Sekotak Pizza pun hanya dihargai Rp 30.000 saja. Aneka jajanan dan makanan berat cukup tersedia di arena ini.

Pengunjung memang tidak dibolehkan membawa bekal makanan yang dikhawatirkan mengotori arena kolam. Sebagai pengganti, pihak Go Wet menyediakan arena khusus makanan, foodcourt dengan harga yang relatif terjangkau untuk kawasan wisata. Harga secangkir coffee late aja cuma Rp 12.000.




Foodcourt Go Wet Grand Wisata Bekasi
Foodcourt Go Wet Grand Wisata Bekasi

Oh ya, semua transaksi jual beli makanan minuman di area Go Wet ini menggunakan gelang khusus yang berisi saldo tertentu. Ada gelang kuning yang bisa diisi saldo dan sisanya bisa kembali cash. Ada gelang biru yang bisa diisi saldo tapi sisanya ga bisa kembali.

Kenyang makan siang, kami istirahat sebentar sebelum mulai nyebur lagi.



Menikmati Aneka Wahana Air di Go Wet


Falda yang paling antusias mengajak saya untuk nyebur ke kolam ombak. Cuma saya ga bawa baju renang, jadi saya cuma nemenin aja di pinggiran kolam. Untungnya sih di arena Go!Wet ini ada banyak sekali Lifeguard yang selalu siaga mengawasi di pinggiran kolam, jadi tenang juga main airnya.


Begitu suami selesai istirahat, mereka langsung merancang naik seluncuran lagi, mulai Go!Fast, Go!Flash, Go!Speed, Go!Sprint, Go!Spin, sampai Go!Twist. Saya mah bagian shooting aja.



Arena Go!Fast, Go!Flash, Go Speed Go!Sprint
Arena Go!Fast, Go!Flash, Go Speed Go!Sprint


Ga puas cuma sekali, Falda sampai naik berkali-kali. Bahkan naik sendiri saat ayahnya udah capek naik turun. Hahaha. Dasar anak-anak ya. Energinya ga abis-abis. 




Main kolam ombak Go!Wave, seluncuran semacam Go!Flash, malas-malasan di Go!Lazy, dsb, puas dimainkan Falda dan suami hari itu.

Go Lazy sebenarnya cocok buat saya yang malas main air, cukup berbaring di pelampung yang disediakan gratis oleh Go Wet di sepanjang area, bisa puas deh keliling-keliling mengikuti arus tipis-tipis sambil menikmati pemandangan Go Wet.




Arena Go!Lazy, Kolam arus yang tenang
Arena Go!Lazy, Kolam arus yang tenang

Hanya 1 seluncuran aja yang masih membuat Falda penasaran. Area seluncuran dengan ban pelampung untuk 3 orang, Go Twist!




Arena Go!Spin dan Go!Twist
Arena Go!Spin dan Go!Twist

Falda sampai memaksa-maksa saya untuk nyemplung supaya kami bisa naik wahana Go!Twist.

"Ayo lah bund, kita naik yang bertiga. Ntar bunda pakai celana Falda aja"


Saya memang tidak berniat berenang karena sedang tidak fit jadi gak bawa baju ganti. Ga berani turun ke air, apalagi ikut main seluncuran yang muter-muter gitu, takut mual. Sehari sebelumnya saya muntah-muntah karena masuk angin. Berhubung sudah janji mau piknik keluarga, Falda pun selalu ga sabar mau jalan-jalan dan main air, saya pun memaksakan diri berangkat, walau ga ikut main air. Untung ayahnya doyan main air juga, jadi Falda ada temennya.

Sebenarnya sih saya tergoda untuk ikut main bersama Falda dan ayahnya, tapi kepikiran ga bawa baju ganti dan takut basah-basahan malah tambah masuk angin.

"Ayo lah bund, enak kog, ntar pakai celana Falda aja buat basah-basahan, kan ada satu lagi tuh"


Kalau bukan karena udah keburu sore dan hari Seninnya Falda harus berangkat sekolah pagi sekali, Falda ga akan mau diajak pulang. Bayangkan Falda bermain air nyaris sejak jam buka wahana, jam 10.



Jam Buka Tutup dan Paket Promo


Pada hari Sabtu-Minggu (weekend) Go Wet memang buka lebih pagi dan tutup lebih malam jam 09.00 - 20.00. Sedangkan di hari kerja (weekday), Senin-Jum'at buka dari 10.30-18.30.

Menjelang jam 4, setelah bersih-bersih, sholat, kami pun pulang dengan perasaan puas dan kesan yang mendalam. Musholanya yang luas dan berada di dalam wahana membuat kami ga harus jauh-jauh keluar masuk. Semua tersedia di dalam.



Lorong menuju Go Wet Grand Wisata Bekasi
Lorong menuju Go Wet Grand Wisata Bekasi

Jadi pengen ke sini lagi. Intip-intip di webnya Grand wisata, banyak promo murah meriah. Promo Senin hemat, cuma Rp 50.000 aja. Ini asli bikin mupeng banget. Jadi kepikiran pengen ke sini kalo lagi iseng, secara jauh banget harganya dibanding harga Weekend yang dibanderol Rp 225.000/orang.

Promo pelajar di weekday juga cuma Rp 50.000. Padahal tiket normal di Weekday itu Rp 150.000.

Ada juga promo weekday, buy 1 get 2 (bayar 1 untuk 2 orang) jika bayar menggunakan kartu bank, BCA, Mandiri, BNI, Permata.

Ada juga paket Super 4, 4 orang cuma bayar tiket Rp 300.000 yang hanya berlaku saat weekday. Selengkapnya baca di http://gowet-grandwisata.com/info-terbaru/


Gimana? Asyik kan? Cobain deh teman-teman, pasti seru juga

Regards - Maya Siswadi

Friday, November 2, 2018

Bertualang menjelajah Mandiri Karnival 2018

Sabtu sore itu, 21 Oktober 2018, saya dan beberapa teman blogger, mba Utie, Elly, Shinta, Anastasye, Said, Tommy, Rudi, Sally, Anne, jalan-jalan ke kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Kami antusias banget ingin menyaksikan sebuah puncak acara keren yang diadakan dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Mandiri yang ke 20, Mandiri Karnival 2018.

Mandiri Karnival 2018 ini diadakan setiap tahun. Bisa dikatakan kalau acara ini jadi acaranya "anak-anak Mandiri". Hampir semua peserta yang hadir adalah karyawan bank Mandiri dari seluruh wilayah Jabodetabek. Para Mandirian yang hadir berjumlah hampir 10.000 orang. Kebayang ya rame dan hecticnya. Khusus malam itu, mereka semua menggunakan kaos seragam berwarna hitam dengan tulisan berwarna perak di bagian dada, Mandirian.



Sebagian Mandirian yang hadir ada yang menggunakan topeng, ada yang menggunakan atribut atau bendera.

Panggung megah di sisi Timur venue sudah disiapkan untuk acara puncak dan tampilnya beberapa artis.

Saat masuk ke arena acara, saya dibuat takjub dengan begitu banyaknya Mandirian berkaos hitam seliweran di depan mata. Ribuan orang bhooo tumpek blek. 

Mau makan aja ngantrinya ga habis-habis. Padahal banyak jajanan enak yang pengen dicicipi dan ngumpul jadi satu di area jajanan sisi Selatan dan Utara. Ada Breadtalk, Kopi Tuku, Bebek Dhower, Durian, J-CO, dsb. Ada sekitar 20 food truck yang disediakan Bank Mandiri dalam Mandiri Karnival 2018 ini. Sejak sore aja antri makanannya udah ampun-ampunan. Apalagi menjelang malam, tambah ga terkejar.


Saya pengen banget icip-icip makanan dan jajanan yang ada di sana. Melihat food truck yang parkir itu asli bikin ngiler, pengennya dicobain semua. Tapi apa daya, ngantrinya ga nahan. Mungkin karena Mandirian yang hadir dibekali voucher, jadi aja rela antri, sementara para pengunjung umum tampaknya harus bersabar atau cari makanan lain aja diluar, hahaha.



Selain dipenuhi berbagai jajanan kekinian, area Mandiri K

arnival 2018 juga dimeriahkan dengan aneka booth permainan. Mulai booth Carousel yang cocok buat anak-anak, Red Rotation dan Bull Challenge buat yang mau uji nyali, sampai booth Face Painting dan temporary Tatoo.

Hebatnya, di lokasi Mandiri Karnival 2018 ini juga disediakan Mushola yang memadai. Ada dua tenda besar yang terpisah untuk menampung jamaah laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah saya bisa sholat Ashar maupun Maghrib dengan tenang. Mukena untuk jamaah perempuan tersedia cukup banyak, jadi ga perlu ngantri lama untuk pinjam mukena. Sendal untuk wudhu pun tersedia cukup banyak. Keren lah ini untuk urusan Sholat, bisa tenang beribadah.

Setelah puas berkeliling, saya pun konsentrasi nongkrong di depan panggung, menyaksikan artis-artis menampilkan aksinya. Mulai dari Gigi, Tipe-X, sampai Saykhoji. Yang paling seru ketika saya menyaksikan penampilan Saykhoji di dekat area panggung utama. Saat lagu andalannya Pager ditampilkan, itu para mandirian yang ada di dekat saya spontan pada joget-joget. Ga yang tua, yang muda pun ikut joget-joget, menggoyangkan tubuh dan menggoyang-goyangkan tangannya ke atas. 


Sepertinya malam itu jadi sarana mereka melepas stres. Ga ada lagi istilah jaim-jaiman. Semua turut larut dalam acara. Termasuk para pejabat Bank Mandiri yang hadir pun ikut menikmati acara, berjoget mengikuti irama lagu Saykhoji.

Sampai pada puncak acara, Pak Tito, dirut Bank Mandiri menyampaikan, Bank Mandiri kini akan mulai dengan babak baru, bekerja dengan slogan 101, 1 cinta, satu hati. Bekerja dengan sepenuh hati.

Ah, selamat ulang tahun Bank Mandiri yang ke 20. Semoga Bank Mandiri makin eksis dan sukses. Terus bermanfaat bagi bangsa Indonesia.