Agoda

Thursday, December 27, 2018

Pesona Toba yang Tak Terlupakan

Jika disebut-sebut tentang Toba, rasanya cukup banyak orang yang familiar dengan danau yang terletak di Sumatera Utara ini. Danau yang terkenal hingga ke mancanegara karena pesonanya. 

Indonesia sebenarnya punya banyak danau, tak hanya Toba. Tapi, danau yang fenomenal dan mempunyai magnet yang cukup kuat untuk dikunjungi ya memang danau Toba.


Danau Toba dari Ketinggian (Pixabay)
Danau Toba dari Ketinggian (Pixabay)

Ada banyak alasan yang bisa membuat kamu bakal jatuh cinta sama danau terbesar di Asia Tenggara ini. Luasnya mencapai 1145 kilometer persegi dengan kedalaman hingga 450 meter. Kalau dilihat luasnya sih, danau ini jadi lebih mirip laut ketimbang danau ya. Apalagi, di tengah danau ini ada pulau yang luasnya hampir sama dengan luas Singapura, Pulau Samosir (Sumber : Pesona.travel) Gile ga tuh. 

Danau dengan pulau besar di tengahnya. Ga cuma 1 pulau pula. Ada beberapa pulau lain juga di tengah Danau Toba, selain Pulau Samosir. Kebayang kan besarnya danau ini. Bahkan di Pulau Samosir pun ada danau juga. Danau di atas danau. Unik kan?

Yes, Danau Toba menyimpan keindahan yang memukau. Di seputar Danau terdapat hutan pinus yang asri dan tertata. Beberapa air terjun juga dengan mudah dijumpai di sekitarnya. Tak hanya itu, ada pula pemandian air panas yang merupakan air belerang. Danau Toba memang Danau Vulkanik, danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba, puluhan ribu tahun lalu.

Pulau Samosir pun tak kalah menariknya. Pulau ini memiliki pegunungan berkabut, dua danau yang indah (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang), air terjun dengan air bening yang menggoda untuk direnangi.

Sudah puluhan tahun lalu saya mengunjungi danau Toba. Kalo ga salah ingat, saya mengunjungi Danau ini saat libur kenaikan kelas 5 SD. Ya Allah, udah lama banget ya saudara-saudara. Hahaha

Walau sudah lama, kenangan indah dan pesonanya begitu melekat dalam ingatan. Sejuknya udara, hijaunya pepohonan, tenangnya air, ulos, boneka Sigale-gale, tari Tor-tor, rumah adat Batak tak bisa lepas dari memori.

Waktu itu saya masih tinggal di Pekanbaru. Liburan ke danau Toba karena udah bosan bolak balik ke Sumatera Barat. Saya, adik-adik, papa-mama dan kerabat papa-mama bersama anak-anaknya berangkat dari Pekanbaru menggunakan mobil. Kami konvoi bersama menuju Danau Toba. Entah lah berapa jam perjalanan yang kami tempuh. Rasanya sih semalaman *lupa.

Hal yang paling saya ingat saat itu, main sepeda air bersama teman-teman, anak kerabat papa. Tak hanya puas menikmati keindahan Danau Toba, kami juga sengaja menyebrang menggunakan Feri menuju Pulau Samosir, pulau yang kental dengan adat istiadatnya.

Masyarakat Pulau Samosir sangat teguh memegang tradisi leluhur. Segala sendi kehidupan mereka penuh adat istiadat. Rumah-rumah tradisional pun masih dengan mudah ditemui. Berbagai ukiran khas Batak yang penuh filosofi bisa disaksikan di beberapa rumah tradisional tersebut. Ada makam raja juga yang menarik untuk dikunjungi.


Pulau Samosir (Pixabay)
Pulau Samosir (Pixabay)

Mau bawa pulang ulos sebagai kenang-kenangan atau oleh-oleh? Ada banyak di Pulau ini. Pun kita bisa menyaksikan proses pembuatannya. Berbagai souvenir lain pun ada. Dulu kami membawa pulang beberapa hiasan dinding. Salah satunya gitar khas Batak yang masih tersimpan di rumah papa saya.

Mengingat-ingat kenangan indah tentang Danau Toba ini asli membuat saya selalu kangen untuk berkunjung kembali. Pasti suasananya sudah jauh berbeda dengan kondisi saat saya ke sana dulu. Mungkin sekarang infrastrukturnya sudah jauh lebih memadai. Tapi keindahan alam dan budayanya mungkin tak akan jauh berbeda, tetap memukau.

Kementerian Pariwisata sampai menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas di luar Pulau Bali. 

Saking seriusnya mengembangkan Danau Toba sebagai kawasan wisata prioritas, pemerintah pun membuatkan bandara khusus. Bandara Silangit yang mulai beroperasi secara Internasional sejak tahun 2017. Hal ini dilakukan untuk memudahkan akses langsung menuju Danau Toba. 

Ya maklum lah, jika mengikuti perjalanan darat, butuh waktu sekitar 4-6 jam untuk sampai ke Danau Toba, dari kota Medan. Kebayang kan, kalau ada turis yang memang tujuan utamanya mau ke Danau Toba, harus menempuh perjalanan darat lagi selama itu, keburu bete kali ya?

So, kalau kamu ingin mengunjungi Danau Toba menggunakan pesawat, sudah bisa langsung menuju Bandara Silangit nih. Sementara ini memang belum banyak sih maskapai yang melayani penerbangan langsung ini. Cek-cek aja dulu kalau mau reservasi pesawat ke Silangit ya guys. Coba aja hunting tanggal yang harganya murah.

Kalau mau sekalian jalan-jalan sih, lebih bagus masuk melalui Bandara Kualanamu di Medan aja. Jalan-jalan dulu seputar Medan, baru deh lanjut naik pesawat yang ke Bandara Silangit yang lebih dekat ke Danau Toba. Ya tapi itu balik lagi ke kalian ya sobat Advencious. Maunya langsung ke Silangit, atau via Kualanamu dulu. Mau langsung ke Danau Toba, atau jalan-jalan ke Medan dulu. Up to you.

3 comments:

  1. Kukira danau toba itu beneran deket sama Medan, ternyata jauh juga ya, sampe 6 jam ��.. tapi kalau melihat keindahannya kaya gitu beneran terbayarkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kalau ada jalan tol, perjalanannya ga akan selama itu ya. Mungkin cuma 2 jam aja

      Delete
  2. Tahun lalu hampir aja ke sini, udah di Medan tapi batal :( semoga tahun depan bisa main ke Toba.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, tinggalkan komentar agar mudah silaturahmi. Komentar merupakan apresiasi bagi saya.

Jangan tinggalkan link hidup, terima kasih :).

Tertarik kerjasama dengan Advencious?
Kirim email ke m4y4mf@yahoo.com yaa