Agoda

Tuesday, April 23, 2019

Jalan-jalan Aman Bersama GOJEK

Jaman-jaman kuliah sampai belum menikah, saya ini hobi jalan-jalan sendirian ke beberapa kota. Tapi, sejak menikah, entah kenapa perlahan-lahan keberanian saya menciut. Apalagi sejak suami sering menemani atau mengantar saya ke mana-mana. Ia hampir selalu mengkhawatirkan saya jika terpaksa bepergian seorang diri. Tiap sebentar telpon, menanyakan keberadaan saya. Macam orang takut kehilangan istri *ehhh.

"Bund, kamu lagi di mana?"

"Bund, kamu pulang jam berapa?"

"Udah sampai mana bund?"

Sejak beberapa tahun terakhir, suami mulai berani melepas saya sendiri. Walau rasa khawatirnya masih cukup tinggi. Kalau saya belum pulang setelah maghrib, ia khawatir banget. Setiap ada undangan liputan Ramadhan yang wajib menghadiri acara buka puasa bersama, saya dan suami bisa berantem urusan ijin. Dia selalu khawatir saya kenapa-kenapa kalau pulang malam.

Sekarang, sejak ada ojek online (ojol), suami lebih berani mengijinkan saya pergi mengikuti acara yang pulangnya malam. Apalagi sekarang GOJEK, aplikasi Ojol favorit saya, sudah punya fitur keamanan baru, tambah yakin lah suami melepas saya sendiri tanpa kawalan.


Saya akhirnya dibolehin ikut acara nun di Cikarang sana yang pulangnya malam


Kalau mau jalan-jalan di luar kota yang belum pernah saya kunjungi pun jadi terasa lebih aman dengan naik GOJEK.


Fitur Tombol Darurat (Emergency Button)

Seneng banget saat tahu kalau GOJEK sekarang sudah punya tombol darurat. Tombol ini memang sengaja disediakan, agar para penumpang semakin merasa aman naik GO-CAR, layanan taksi online yang dipunyai GOJEK. Tombol ini disediakan agar dapat digunakan pada keadaan atau situasi darurat.

Tombol ini langsung terhubung dengan Unit Darurat GOJEK, lho. Unit Darurat ini siap melayani selama 24 jam selama seminggu, alias non stop, bisa dihubungi kapan pun!




Sejauh ini sih fitur tombol bantuan ini cuma ada di GO-CAR aja di seluruh Indonesia. Fitur yang satu ini belum ada di GO-RIDE. Mudah-mudahan akan segera ada, ya. Walau pun saya berharap ga akan pernah menggunakan tombol darurat ini.

Bagikan Perjalanan (Share Trip)

Enggak cukup dengan menyediakan tombol darurat saja, GOJEK makin memberikan rasa aman dan nyaman lebih bagi customer-nya dengan menyediakan fitur Bagikan Perjalanan alias Share Trip.





Wuah, fitur bagikan perjalanan ini berguna banget pastinya buat suami saya. Hahaha. Dia pasti akan bisa lebih merasa aman, karena yakin istrinya ada di tangan yang tepat, melalui perjalanan yang aman bersama babang GOJEK. Buat orang yang khawatiran kayak suami saya, fitur begini memang wajib banget. Hahahaha. Dia bisa ngecek perjalanan saya melalui link yang saya share via WA.




Fitur ini bisa di-share ke WA, LINE, atau sms juga. Bisa tahu titik penjemputan dan tujuan, info tentang driver, nama, nomor polisi, dan jenis kendaraannya, plus orang yang kita share akan langsung menerima dan tahu lokasi saya sekarang. Jadi bisa banget memantau perjalanan kita ke lokasi mana aja. Aman nih kalau mama saya naik GO CAR sendirian.




Kalau fitur ini sudah bisa buat GO CAR dan GO RIDE di seluruh Indonesia.

Driver Jempolan

Saya pernah iseng nanya sama driver GOJEK yang saya naiki "Pak, saya perhatikan rata-rata driver GOJEK itu sopan-sopan dan selalu melayani customer dengan baik, apakah mereka mendapatkan pelatihan?"

Jawaban sang driver saat itu "Jelas bu, karena dari awal kami sudah diberikan modul dan serangkaian pelatihan dan program edukasi dari GOJEK"

Aih, pantes rata-rata driver GOJEK yang saya naiki selalu bersikap ramah dan sangat baik. Menyapa dengan sopan dan berkendara dengan aman. Saking amannya, beberapa driver GO RIDE yang saya naiki membawa saya dengan kecepatan standar, mungkin sekitar 30-40km/jam aja, walaupun di jalanan yang tak terlalu padat. Kalau sedang buru-buru jadi terasa lamban, hahaha. Kadang jadi mikir, jalannya santai begini, apa karena bawa nenek-nenek ya? *emak baper

Mama saya pernah kelupaan membawa buah yang sedianya ditujukan untuk Buliknya mama yang tinggal di Bekasi. Saat sedang di dalam kereta, kami baru ingat kalau mama harusnya membawa pisang. Ya sudahlah, mau dikata apa, anggap aja rejeki tukang GOJEK, walaupun ├▒yesek. Ternyata, saat kami pulang, kantong belanjaan berisi pisang itu sudah menggantung di depan pintu rumah. Subhanallah, kok ya drivernya kepikiran balik lagi ke rumah mama dan mengembalikan pisang ya?

Ini yang menyebabkan saya cinta mati sama GOJEK, hahaha. Saya hampir enggak pernah ketemu driver judes bin jutek. Selalu bertemu driver ramah yang menyapa dengan sopan "Selamat malam Kakak, mau pakai masker?" Ahhh, buat buibu yang anaknya sebentar lagi sweet seventeen, dapat sapaan Kakak itu kebahagiaan tersendiri, lho.

Rupanya, GOJEK memang memberikan pelatihan berkendara, safety driving, plus attitude kepada driver-drivernya. Bersama Rifat Driver Labs, GOJEK melakukan pelatihan driver tiap bulannya lewat program RDL GOJEK. Program ini merupakan hasil inisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar.

Dalam waktu 4 tahun terakhir, lebih dari 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota Indonesia, sudah bergabung dalam program RDL GOJEK. Program ini masih terus berjalan dan diikuti sekitar 10 ribu mitra driver setiap bulannya. Program ini memberikan edukasi mengenai: pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre-trip inspection, dan sesi praktek.

GOJEK juga memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #Trikngetrip, sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan untuk para mitra driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan kepada penumpang.

Ada juga workshop untuk meningkatkan keterampilan mitra driver lewat Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan super dan berkontribusi dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan yang disematkan berupa pin pada jaket GOJEK mereka diberikan untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya.

Asuransi GO RIDE

Nah, fasilitas yang satu ini benar-benar bikin saya tambah jatuh cinta. Walau berharap tidak akan mengalaminya, saya cukup senang dengan jaminan keamanan GOJEK memberikan perlindungan asuransi kepada para pengguna layanan GO-RIDE seluruh Indonesia. Perlindungan asuransi ini otomatis aktif ketika mulai melakukan perjalanan hingga tiba di lokasi tujuan.




Jika terjadi kecelakaan atau pencurian saat diperjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi ini.

Saya sekarang bisa #UninstallKhawatir karena berbagai fitur baru yang lebih memberikan jaminan keamanan. Pergi jalan-jalan sendirian di kota lain yang belum pernah dijelajah pun ga bikin was-was.

So, buat teman-teman yang belum update aplikasi GOJEK terbaru, buruan update, gih. Fitur-fitur keamanan ini hanya ada di versi terbaru, yaitu Share Trip, dan Emergency Buton. Udah waktunya pake GOJEK.

Thursday, April 18, 2019

HUK Family Resto & Bebek Bentu Bintaro

Tinggal di seputar Bintaro yang berlimpah pusat jajanan dan kuliner, tak lantas membuat saya jadi mudah menemukan tempat jajanan yang pas. Seringkali akhirnya jajan di tempat yang itu-itu lagi. 

Katakan lah saya orang konvensional yang kadang tak terlalu berani mencoba-coba tempat jajanan baru. Tapi, sekalinya suka dengan sebuah tempat, biasanya kami akan selalu datang dan datang lagi.

Sekali waktu, saya melihat timeline saya dipenuhi postingan teman-teman yang asyik memamerkan makanan yang menggiurkan. Menu bebek yang mereka tampilkan sukses membuat saya meneteskan air liur. Melihat lokasi yang disebutkan, saya langsung merasa familiar dengan tempat tersebut. Ahaa, ternyata itu di Serpong Jaya. Bebek Bentu Serpong Jaya ini lokasinya sering saya kunjungi kalau mau berenang ke arah Paradise Serpong City. Sesekali kami juga jajan es krim di dekat situ.

Bebek Cemeng Dada

Sayangnya, saya belum punya keberanian mampir ke restoran itu. Bayangan saya harga-harganya pasti mahal macam di mall-mall.

Tapi, pikiran langsung berubah ketika saya sendiri akhirnya mengunjungi langsung lokasi HUK Family Resto di jalan Jombang Raya, seberang komplek Villa Bintaro Regency.

Setelah mengintip harga menu-menunya, saya dibuat terkejut-kejut. Amboi, ini beneran harganya murah meriah gini? Apa iya enak?

Soal enak ga enak ini memang selera. Beberapa kali kami dibuat kecewa gara-gara mampir ke sebuah restoran baru. Suami sampai bilang, "kita ini kalau lagi lapar dan mau nyobain makanan, seringnya malah gagal".  

Saat sampai di area parkir ruko tempat restoran HUK Family Resto berada, pemandangan hijau langsung tergambar. Bagian depan cafe ditata meja-meja dengan atap baja ringan berhias daun rumbai nan hijau. Melihat penataannya yang cantik, resto ini cocok banget jadi spot foto instagram. Instagramable.

Masuk ke dalam, suasana instagramable semakin terasa. Dinding-dindingnya dihiasi wallpaper bernuansa eropa dan bunga Tulip. Suasana indah dan penuh bunga cantik nan romantis ala shabby chic makin memanjakan mata. Banyak spot foto cantik yang bisa jadi background disini.

Sayangnya saya lagi ga mood foto-foto OOTD. Padahal, kalau mau ambil gambar, pasti bakal punya stok foto banyak.

Pemilik resto ini, Pak Winarno dan ibu Siti Zulfa, menjelaskan, kenapa resto ini diberi nama Huk. Huk sendiri asal katanya dari Hook yang artinya pojok. Nah, rata-rata, Huk Family Resto atau Bebek Bentu memang terletak di bagian pojok.

Pak Winarno, Pemilik HUK Family Resto & Bebek Bentu

Bicara menu, apa sih menu andalan di HUK Family Resto Bintaro ini?

Menurut Ibu Siti Zulfa, masing-masing resto HUK punya karakteristik menu favorit yang berbeda, tergantung lokasinya. Kebetulan HUK Family Resto Bintaro ini merupakan resto ketujuh yang dibuka oleh pasangan suami istri ini. HUK Family Resto yang pertama dibuka ada di daerah Cempaka Putih.

Saat saya iseng-iseng searching hestek #HUKFamilyResto , saya menemukan spot-spot foto cantik di HUK Family Resto Cempaka Putih. Rupanya, resto HUK Family ini memang restoran favorit keluarga.

Pengunjung yang hadir memang umumnya membawa keluarga. Seringkali mereka mengadakan acara atau party di restoran.

Itu sebabnya, menu-menu yang disediakan di HUK Family Resto adalah menu yang bisa dinikmati keluarga, seperti Spagheti Aglio Olio Smoked Beef atau Pizza yang disukai anak-anak atau generasi millenial, atau Bebek Cabe Ijo yang disukai penggemar pedas.

Bebek Cabe Ijo Paha
Bebek Cabe Ijo Paha

Harga makanannya relatif murah. Harga kopi tubruk aja cuma 7ribu. Harga jus kedondong yang jadi signature dish di semua HUK Family Resto aja cuma 16 ribu! Wuiiih.

Capucino Blended, Cookies Blended, Strawberry Milkshake, dan es kelapa selasih

Harga Cookies Blended aja cuma 15 ribuan. Strawberry milkshake cuma 20.000.

Kalau doyan Pasta dan Pizza pun ada. Kisaran harganya antara 20-40 ribuan. Pizzanya HUK Family Resto ini enak, tak terlalu tebal, crunchy, dan rasa toppingnya khas, tak terlalu banyak tomat pasta.

Ah, saya jadi pengen balik ke sini lagi, mencicipi makanan lain yang belum sempat saya cicipi semua. 

Friday, April 12, 2019

Seru-seruan Ngobrol HUT BUMN di Usee TV

Siapa yang tak seneng kalau diajak nonton atau tapping acara TV?  Walau hanya jadi "penggembira", tapi lumayan lah dapat kesempatan melihat proses di balik layar sebuah acara. Nah, kesempatan itu datang pada saya dan beberapa teman blogger, mba Nefertite, Sally Fauzy, Dewi Nuryanti, Koko Giovany, Widya, dll. Kami dapat kesempatan menghadiri tapping "Ngobrol Seru HUT BUMN" di studio Usee TV yang letaknya persis di samping kantor Kementrian BUMN, daerah Medan Merdeka Selatan. tepat di seberang Monas. 

Setting lokasi dibuat seperti sedang ngopi bareng di sebuah Cafe bernama Paradigma. Hadir Deputi BUMN bapak Fajar Harry Sumarno. Beliau banyak memberi penjelasan tentang perkembangan BUMN hingga saat ini. PLN, Pertamina, bank-bank BUMN (Mandiri, BNI, BRI, BTN, dsb) adalah bagian dari keluarga besar BUMN.

Deputi BUMN bapak Fajar Harry Sumarno

Deputi BUMN bapak Fajar Harry Sumarno

Bro Harry, demikian panggilan akrab Deputi BUMN ini disapa sang host, Bayu, menjelaskan bahwa sejak tahun 2015, BUMN membuka pintu untuk masyarakat yang ingin bergabung. Pada waktu itu masih sedikit masyarakat yang mendengar hal ini. Memasuki tahun 2016, masyarakat yang terlibat bersama BUMN semakin banyak. BUMN membuka lebar kesempatan bagi semua masyarakat. Saat ini bahkan sudah ada milenial BUMN. Keren, kan?

Pak Harry dan kalangan BUMN ingin mengajak masyarakat merasakan keseruan peringatan hari ulang tahun BUMN yang jatuh tiap tanggal 13 April. Acara ulang tahun BUMN diadakan setiap tahun. Menjelang puncak perayaan ulang tahun, selalu ada berbagai kegiatan CSR, alias bakti sosial. Ada program Padat Karya Tunai yang diadakan di beberapa kota dan daerah, penyaluran paket pangan murah berisi minyak beras gula garam sarden. 

Pada acara seru bareng BUMN, hadir juga Pak Yossy Istanto, Direktur Human Capital BTN. Beliau mengatakan, BTN merupakan bagian dari keluarga BUMN juga. Terobosan BTN ternyata banyak. Salah satu yang ditunggu-tunggu adalah Program KPR untuk Milenial. 

Segmen yang dituju adalah menengah ke bawah atau kaum milenial yang belum punya uang banyak, tapi ingin punya rumah. Wah milenial Indonesia jadi gak khawatir memiliki rumah nih.

BUMN juga merambah ke kampus-kampus dalam bentuk acara Goes to Campus. Tujuannya untuk memberikan edukasi dan memberdayakan mahasiswa. Menjaring mahasiswa berbakat dan berprestasi untuk masuk dan bergabung dengan BUMN, salah satunya dengan menggelar program magang bersertifikat, yang di sebut Program Rekrutmen bersama BUMN.

\Ngobrol Seru HUT BUMN
Ngobrol Seru HUT BUMN di Usee TV

Salah satu digital analis yang mengamati perilaku para pelaku media sosial, Rendy Herison (pemilik akun twitter @doroii) juga hadir meramaikan. Rendy,  atau biasa dipanggil doroi, menyebutkan, kini micro influencer lebih dibutuhkan dibanding macro influencer yang sempat jadi trend beberapa tahun sebelumnya. 

Perilaku penggemar media sosial mulai berubah trendnya. Influence para micro influencer dinilai lebih bagus. Mereka justru lebih mudah memberikan influence dibanding figur yang followernya besar. Micro influencer justru lebih dipercaya follower, karena kegiatan harian si micro influencer biasanya lebih relate dengan kehidupan penggemarnya. 



Seru juga ternyata bahasan perilaku digital ini ya.

Nggak kalah seru pada acara malam itu di cafe paradigma, ditutup dengan hadirnya seorang milenial bernama Wendy Marc, selebgram yang juga penyanyi. Wendy ternyata sudah beberapa kali ikut bergabung di acara-acara bersama Milenial BUMN dalam rangka HUT BUMN ke 21. Wendy menceritakan keseruan mengikuti berbagai acara yang di selengarakan BUMN bersama Milenial seperti Banyuwangi Marathon. Setelah obrolan seru tentang HUT BUMN berakhir, Wendy menyanyikan sebuah lagu manis yang milenial banget.

Proses tapping yang dimulai pukul 09 pagi itu berakhir sekitar pukul 11. Acaranya sendiri disiarkan malam itu juga, pukul 20.00 di stasiun Usee TV.


BUMN dalam HUT nya memperkenalkan LINK AJA, sebuah aplikasi yang mempermudah transaksi bagi masyarakat. Apa itu LINK AJA?



Aplikasi Link Aja


Link aja adalah semacam dompet digital yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi dan pembayaran berbagai tagihan. Mulai dari pembayaran tagihan BPJS, tagihan listrik, tagihan PAM, tagihan Indihome, hingga pembayaran tagihan KPR (BTN, Mandiri, BRI, BNI, dsb).

Pembayaran tagihan ini bisa dengan mudah dilakukan menggunakan aplikasi Link Aja yang bisa didownload melalui android. Cukup registrasi menggunakan e-ktp, menggunakan nomor telpon. Akun sudah bisa dibuat.

Transaksi Link aja juga bisa dilakukan di merchant-merchant yang bertuliskan menerima pembayaran dengan Link Aja. Transaksi dengan scan barcode. Beli bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar bertanda Pertamina juga bisa menggunakan Link Aja. Pembayaran yang mudah dan praktis.

Tuesday, April 9, 2019

Ciptakan Suasana Liburan di Rumah dengan Philips Hue

Beberapa tahun terakhir, muncul trend staycation. Menghabiskan akhir pekan atau liburan di hotel. Ngapain sih liburan aja kog ke hotel? Liburan itu mbok ya ke luar kota atau ke mana gitu kan ya? Ya ini pada dasarnya karena orang-orang, terutama di kota besar sebenarnya pengen mencari suasana yang berbeda aja sih. 

Menghabiskaan akhir pekan di rumah aja dengan seharian di hotel itu suasananya beda. Ada sensasi kenyamanan hotel yang tidak bisa didapat di rumah. Nah, pencahayaan di hotel, bisa jadi salah satu yang membuat suasana rumah beda dengan hotel. 

Padahal, kita sebenarnya bisa menciptakan suasana rumah seperti di hotel. Cahaya redup dan adem macam di hotel, bisa dibawa ke rumah.

Infrastruktur digital yang dibangun berbasis Internet of Things telah mengubah cara kita berinteraksi dengan cahaya. Teknologi Philips Hue menggunakan koneksi wifi yang memungkinkan orang untuk terhubung, mengelola dan mengendalikan suasana pencahayaan di berbagai ruangan yang berbeda dari jarak jauh dengan menggunakan ponsel pintar mereka. 

Philips Hue juga dapat menyelaraskan (synchronize) pencahayaan dengan perangkat lain seperti televisi, unit audio dan permainan (gaming) untuk menyempurnakan pengalaman hiburan di rumah. 





Saat ini, semakin banyak orang yang menikmati manfaat dari gaya hidup digital. Di Signify, kami melihat bagaimana smart living terkoneksi menarik minat masyarakat Indonesia masa kini, dan Erajaya memiliki pandangan yang sama. Kesepakatan antara Signify dan Erajaya, akan memperluas saluran distribusi Signify melalui mitra yang kuat dan berharga. Kemitraan ini juga dimaksudkan untuk menginspirasi konsumen Indonesia untuk mencoba dan menikmati Philips Hue, pencahayaan pintar terkemuka dunia, di rumah mereka,” jelas Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia. 

Rami Hajjar, menyebutkan kesamaan visi Signify dan Erajaya dalam melihat pertumbuhan gaya hidup digital konsumen di Indonesia telah membawa kedua perusahaan ini bermitra untuk menyediakan dan membawa produk-produk berteknologi tinggi seperti Philips Hue semakin dekat dengan masyarakat di tanah air.

Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, hari ini mengumumkan kemitraan di Indonesia dengan distributor nasional gadget berteknologi tinggi dan perangkat IoT premium, Erajaya, untuk menghadirkan Philips Hue di toko-toko pilihan di seluruh Indonesia. 


Berangkat dari kesamaan visi perusahaan untuk membangun ekosistem digital seputar gaya hidup pintar, beberapa dari gerai ini juga akan menampilkan Philips Hue Experience Zone yang memberi pelanggan kesempatan untuk merasakan pengalaman langsung dari sistem pencahayaan terkoneksi Philips Hue.

Konsumen di Indonesia menyambut dengan baik pemberdayaan yang disediakan teknologi digital dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka menghargai kontrol dan modifikasi sesuai keinginan personal yang dimungkinkan teknologi digital. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kami juga menampilkan Philips Hue di toko-toko Erajaya," kata Hasan Aula, CEO Erajaya. 

Hingga akhir tahun ini, Erajaya akan menampilkan Philips Hue, sistem pencahayaan pintar untuk rumah yang populer, di kalangan pemilik rumah yang paham teknologi (tech-savvy), di lebih dari 80 gerainya di seluruh Indonesia termasuk gerai Erafone dan Urban Republic tertentu. Signify dan Erajaya bermaksud untuk menambah Philips Hue Experience Zone di lebih dari 25 gerai di kota-kota besar dalam 12 bulan ke depan,”. 





Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia dan Hasan Aula, CEO Erajaya Group, menandatangani kerjasama distribusi Philips Hue didampingi oleh Dedy Bagus Pramono, Head of Sales – Consumer Channel Signify Indonesia dan Gabrielle Halim, Head of Accessories & IoT Erajaya Group, di Jakarta (5/4). Dengan kerjasama ini, Erajaya akan menampilkan Philips Hue di lebih dari 80 gerainya di seluruh Indonesia.

Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia menjelaskan berbagai fitur pencahayaan terkoneksi Philips Hue, termasuk bagaimana Philips Hue tidak hanya menerangi, tetapi juga menghadirkan pengalaman menakjubkan hanya melalui sentuhan jari di piranti pintar kita. Pengguna bisa menciptakan apapun suasana yang diinginkan dengan memainkan cahaya Philips Hue yang memiliki spektrum 16 juta warna atau menyelaraskan (sync) cahaya dengan lagu, film, permainan (game)




Dalam acara peresmian kemitraan ini, Signify mengadakan talk show bertema "Smart Living dengan Pencahayaan Terkoneksi Philips Hue".



Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia, Arsitek Ren Katili dan Praktisi Gaya Hidup Digital Ellyse Sinsilia berdiskusi tentang bangkitnya tren smart living, serta berbagi pengalaman dalam menggunakan ekosistem Philips Hue dalam keseharian mereka dalam acara talk show bertema "Smart Living dengan Pencahayaan Terkoneksi Philips Hue".

Philips Hue merupakan sistem pencahayaan terkoneksi untuk rumah yang terkemuka di dunia. Melalui berbagai program pengembang, sekarang Philips Hue memiliki lebih dari 450 aplikasi pihak ketiga yang tersedia. 

Philips Hue mengubah bagaimana cahaya digunakan di dalam dan di sekitar rumah untuk memperindah ruangan, meningkatkan suasana hati atau sekadar memudahkan kehidupan sehari-hari. Kenyataannya, kemungkinan yang ditawarkan tidak terbatas: menstimulasi indera, menerangi berbagai momen, atau bahkan secara otomatis menenangkan pikiran (memberikan peace of mind). 

Pencahayaan pintar untuk rumah, Philips Hue, menawarkan: 

▪ Kemungkinan tanpa batas: Philips Hue tidak hanya menerangi, tetapi juga menghadirkan pengalaman luar biasa di ujung jarimu. Ubah suasana ruangan apa pun dengan mudah menggunakan warna cahaya. Pilih mulai dari nuansa putih apapun atau dari spektrum 16 juta warna lain untuk menemukan warna yang paling tepat dalam menciptakan suasana tertentu, atau selaraskan (sync) cahaya  dengan lagu, film, permainan (game), atau suasana hati apa pun yang teman-teman suka. 

▪ Momen: Sesuaikan rutinitas kalian dengan Philips Hue. Gunakan Philips Hue untuk membangunkan dengan lembut, memberi semangat dan bersiap untuk memulai hari, membantu konsentrasi untuk lingkungan belajar yang optimal, atau bersantai sambil mengakhiri hari, kapanpun menginginkannya. 

▪ Ketenangan pikiran: Gunakan fitur jadwal untuk mendukung dan menstrukturkan urusan hari ke hari. Philips Hue dapat secara otomatis mati ketika meninggalkan rumah dan menyala ketika kita sampai di rumah. Philips Hue juga dapat berlaku seolah kita sedang di rumah dengan menyalakan dan mematikan lampu ruangan secara acak sehingga mengesankan seseorang ada di rumah ketika sesungguhnya kita jauh dari rumah. 


Konsumen di Jakarta sekarang dapat mencoba dan merasakan ekosistem Philips Hue di Philips Hue Experience Zone yang sudah tersedia di: Urban Republic Mal Kelapa Gading dan Urban Republic Gandaria City

Friday, February 8, 2019

IPEX 2019 : Cari Inspirasi or Investasi?

Weekend saatnya jalan-jalan. Bukan begitu gaes? Itulah yang saya lakukan minggu lalu, 3 Februari 2019. Kemana saya jalan-jalan? Indonesia Propherty Expo! IPEX.

Lha kog malah jalan-jalannya ke IPEX?

Hm, gini ya. Jalan-jalan ke suatu pameran, expo, atau exhibition itu sebenarnya hiburan. Kalo jalan-jalan ke pameran kerajinan, kan jadi terhibur dengan aneka kerajinan-kerajinan cantik yang disajikan. Kalau jalan-jalannya ke pameran flora fauna, pasti terhibur dengan aneka satwa lucu-lucu.

Nah, kalo jalan-jalannya ke pameran rumah, alias Propherty Expo, kira-kira apa hiburannya ya? 

Eits, jangan salah. Banyak orang sengaja datang jauh-jauh ke IPEX di Jakarta Convention Centre (JCC) Hall A-B untuk sekedar "belanja" properti, investasi, cuci mata, atau cari inspirasi. 

Singkat cerita, siang itu panas-panas saya jalan ke Indonesia Propherty Expo 2019 di JCC demi sebuah inspirasi. Inspirasi?

Alasan utama memang buat cari inspirasi, kebetulan sore itu ada talkshow singkat tentang inspirasi mendesain rumah minimalis. Tapi, pada akhirnya, saya jadi tergiur buat investasi, hahaha.




Sore itu, 3 Februari 2019, saya menghadiri talkshow tentang desain rumah minimalis. Hadir sebagai narasumber adalah Adelia, desainer interior, dan Irma Alaydrus, interior design enthusiast. 

Adel mengemukakan bahwa ada 3 pemilihan tema rumah multifungsi yang banyak digunakan, ada tema Minimalis, Japanese, maupun Boho alias Bohemian. Pada dasarnya, ketiga tema ini hampir-hampir mirip sih, sama-sama mengusung kesan simple dan sederhana. 

Bedanya, tema minimalis biasanya banyak menggunakan perabotan yang multifungsi, tema Japanese biasanya banyak menggunakan cat putih yang dipadu beberapa unsur kayu sederhana, sementara tema Boho, ciri khas utamanya ada penambahan tanaman sebagai salah satu dekorasinya.

Pembicara berikutnya adalah Irma Alaydrus yang berbagi cara memotret ruangan agar cantik dan instagramable. Btw, salah satu tema favorit Irma adalah Scandinavian yang sederhana, minimalis, perabotnya multifungsi, dan tonenya senada. 

Tema ini juga yang disarankan ke saya ketika saya menanyakan desain seperti apa yang cocok untuk mempercantik rumah mama saya yang dominan dengan perabot coklat muda dan kusen putih. "Coba Scandinavian, itu lebih manis" seru mba Irma. Oke mba, besok-besok saya mau hunting ahhh.

Sebenarnya, ada banyak inspirasi yang mereka berikan sore itu. Tapi, ada baiknya kalian intip aja langsung instagramnya ya @irmaalaydrus

Puas mendapatkan ilmu mendekor, saya pun memutuskan pulang. Eh kog ya perjalanan saya ga mulus. tiap 100 meter saya dihadang sales properti. Sekali saya ketangkap ngobrol sama mereka, bisa lama. Saya sebenarnya memang sedang mencari-cari rumah. Ya, siapa tahu cocok harga, cocok fasilitas, cocok lokasi, dan bikin saya kepincut sama fasilitasnya.

Masih belum puas sebenarnya saya menghadiri properti expo kali ini. Saya rasanya pengen ajak-ajak suami buat lihat-lihat pameran juga. Kami memang sedang mencari-cari perumahan atau apartemen di sekitar Tangsel. Ya, kali-kali cocok, kan? Siapa tahu bisa jadi investasi. 

Kalo kata pakar-pakar financial, investasi di bidang properti itu jauh lebih bagus. Kenapa? Karena harga properti, harga rumah, tanah, atau apartemen sekalipun, akan selalu naik tiap tahun. 

Saya ingat banget, waktu itu iseng lihat harga sebuah apartemen hanya 100jutaan saja, 7 tahun lalu. Kini, harganya sudah jadi 600 jutaan! Gile ya? Tapi itu masih belum seberapa. Awal tahun lalu saya membaca spanduk tentang apartemen di sebuah stasiun. Harga yang ditawarkan saat itu sekitar 300 jutaan. Sekarang, apartemen tersebut sudah berharga 600 juta/unit sodara-sodara. Bayangkan, dalam waktu 1 tahun saja harganya sudah naik nyaris 2 kali lipat!

So, ada yang bilang, beli rumah jangan ditunda-tunda. Semakin ditunda, semakin naik harganya.

Nah, buat teman-teman yang sedang kebingungan mau jalan-jalan ke mana weekend ini, IPEX  bisa jadi alternatif lho. Expo ini akan segera berakhir di tanggal 10 Februari 2019. 



Ya, siapa tahu pengen investasi juga kan? Ada 600 proyek properti yang ikut dalam expo 2019 ini. Lokasinya tersebar sangat luas. Mulai Maja, sampai Cikarang! Mulai Tangerang, sampai Cibubur. Tinggal pilih aja lokasi yang diinginkan. Coba intip-intip spek rumahnya, cek dompet, cukup ga budgetnya. Hahaha.

Monday, January 14, 2019

10 Alasan Berkunjung ke Jogja

Siapa yang tak kenal Jogja? Salah satu kota yang menjadi tujuan wisata favorit di pulau Jawa. Kota pelajar yang penuh kenangan bagi yang pernah menempuh pendidikan di sini. Tak heran jika kota ini selalu ramai di musim liburan.





Akses Transportasi Menuju Jogja


Apalagi akses transportasi menuju Jogja sangat banyak. Jogja bisa ditempuh dengan moda transportasi apa saja. Tergantung moda transportasi yang paling disukai. Sesuai budget, tingkat kenyamanan dan kepraktisan yang diinginkan.

Bisa memilih menggunakan kereta api dari berbagai kota di Pulau Jawa. Bisa juga ditempuh dengan menggunakan bus, baik bus umum, atau bus carter. Misalnya Bus Semarang Jogja atau bus-bus dari daerah lain yang menuju Jogja.

Kalau punya kendaraan pribadi, mungkin lebih enak lagi, bisa pergi ke Jogja beramai-ramai bersama teman atau keluarga menggunakan mobil pribadi atau mobil rental. Apalagi sejak Tol Trans Jawa sudah terhubung sepenuhnya mulai dari Merak sampai Banyuwangi, makin nyaman deh jalan darat menggunakan jalur tol.

Jika teman-teman hanya punya waktu yang terbatas dan ingin buru-buru sampai di Jogja, ya bisa memilih menggunakan jalur udara, naik pesawat. Gampang banget kan?

Kalau disusuri lebih lanjut, ada banyak banget alasan yang membuat kita ingin mengunjungi Jogja.

10 Alasan Berkunjung ke Jogja


1. Kota yang masyarakatnya masih memegang teguh adat dan budaya. Masyarakat Jogja sulit dipisahkan dengan berbagai tradisi. Mulai sekaten, 1 Suro, dsb.

Masyarakat Jogja juga dikenal sangat ramah. Tak segan membantu dengan ikhlas. Coba lah bertanya atau minta ditunjukkan sebuah lokasi ke masyarakat Jogja, tak segan-segan mereka akan menunjukkan bahkan menemani, hingga menemukan lokasi yang dimaksud. Keramahan khas Jogja ini bisa membuat "tamu" betah dan selalu ingin kembali.

2. Jogja punya Keraton yang masih ditinggali keluarga Sultan Jogja dan sering menggelar acara-acara seremonial Kerajaan. Acara seremonial ini biasanya menarik banyak wisatawan. 

Turis-turis lokal hingga turis asing sangat menyukai seremonial yang digelar kerajaan. Ya, maklum lah, acara seremonial seperti ini kan tak setiap hari diadakan. So, saat agenda event, pasti jadi menarik.

3. Jogja punya wisata kuliner yang tak habis-habis untuk dieksplore. Mulai jelajah kuliner khas Jogja, Gudeg, hingga kuliner Jogja lain yang belakangan muncul dengan bermacam inovasinya. 

Beberapa kuliner Jogja kekinian bahkan masuk ke dalam setting beberapa film nasional seperti Ada Apa Dengan Cinta.

4. Jogja punya banyak candi bersejarah yang jadi warisan budaya dunia dan menarik untuk dikunjungi seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Kalasan, Plaosan, hingga Candi Ratu Bokor yang belakangan mulai dikenal karena kecantikannya saat sunset.

5. Jogja punya oleh-oleh khas yang hanya bisa didapat di Jogja. Sebut saja Bakpia Pathok yang memang khas Jogja. Sekarang muncul berbagai inovasi oleh-oleh, seperti bakpia kukus

6. Jogja juga menjadi salah satu kota tujuan wisata belanja. Sssst, buat orang-orang yang memang doyan belanja, Jogja ini juga bisa jadi surga belanja loh. 

Mulai belanja benda batik, hingga jajan barang antik. Teman saya pernah sengaja ke Jogja cuma untuk berburu benda antik. 

Ada pusat-pusat penjualan batik, atau bisa ke sentra-sentra pembuatannya.

7. Biaya hidup dan jajan di Jogja murah. Hahaha. Yap, ini salah satu alasan yang membuat orang betah berlama-lama tinggal di Jogja. Bahkan memperpanjang masa liburnya. 

Budget kulinernya bisa ditekan. Nyari jajanan atau makanan kaki lima under 10rb masih mudah. Lantas aku jadi kangen sama jajan pasarnya, huhuhu.

8. Jogja punya banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi. Mulai Parangtritis yang familiar, Pantai Indrayanti yang mulai naik daun, hingga Pantai Glagah atau Pantai Depok yang mulai dikenal.

9. Jogja punya banyak wisata alternatif dan kekinian. Hampir tiap tahun ada saja destinasi baru muncul di Jogja. Misalnya museum de Mata, Taman Pintar, dsb.

10. Mau cari udara dingin dan bernuansa pegunungan di Jogja juga bisa. Melipir lah ke daerah Ungaran yang sejuk. 

Bisa juga melipur ke area lereng Merapi kalau suka uji nyali *ehhg. Waspada dan pantau selalu BMKG ya guys, maklum lah, Merapi merupakan salah satu gunung yang masih aktif.

Hm, masih banyak lagi alasan yang membuat kita pengen banget mengunjungi Jogja.

Hayooo, siapa yang selalu ingin ke Jogja?

Kla Project aja sampai membuat lagu khusus tentang Jogja

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Tiap sudut menyapamu bersahabat. Penuh selaksa makna."

Bagi teman-teman, apa yang membuat kalian selalu ingin datang dan betah di Jogja?