Agoda

Friday, February 8, 2019

IPEX 2019 : Cari Inspirasi or Investasi?

Weekend saatnya jalan-jalan. Bukan begitu gaes? Itulah yang saya lakukan minggu lalu, 3 Februari 2019. Kemana saya jalan-jalan? Indonesia Propherty Expo! IPEX.

Lha kog malah jalan-jalannya ke IPEX?

Hm, gini ya. Jalan-jalan ke suatu pameran, expo, atau exhibition itu sebenarnya hiburan. Kalo jalan-jalan ke pameran kerajinan, kan jadi terhibur dengan aneka kerajinan-kerajinan cantik yang disajikan. Kalau jalan-jalannya ke pameran flora fauna, pasti terhibur dengan aneka satwa lucu-lucu.

Nah, kalo jalan-jalannya ke pameran rumah, alias Propherty Expo, kira-kira apa hiburannya ya? 

Eits, jangan salah. Banyak orang sengaja datang jauh-jauh ke IPEX di Jakarta Convention Centre (JCC) Hall A-B untuk sekedar "belanja" properti, investasi, cuci mata, atau cari inspirasi. 

Singkat cerita, siang itu panas-panas saya jalan ke Indonesia Propherty Expo 2019 di JCC demi sebuah inspirasi. Inspirasi?

Alasan utama memang buat cari inspirasi, kebetulan sore itu ada talkshow singkat tentang inspirasi mendesain rumah minimalis. Tapi, pada akhirnya, saya jadi tergiur buat investasi, hahaha.




Sore itu, 3 Februari 2019, saya menghadiri talkshow tentang desain rumah minimalis. Hadir sebagai narasumber adalah Adelia, desainer interior, dan Irma Alaydrus, interior design enthusiast. 

Adel mengemukakan bahwa ada 3 pemilihan tema rumah multifungsi yang banyak digunakan, ada tema Minimalis, Japanese, maupun Boho alias Bohemian. Pada dasarnya, ketiga tema ini hampir-hampir mirip sih, sama-sama mengusung kesan simple dan sederhana. 

Bedanya, tema minimalis biasanya banyak menggunakan perabotan yang multifungsi, tema Japanese biasanya banyak menggunakan cat putih yang dipadu beberapa unsur kayu sederhana, sementara tema Boho, ciri khas utamanya ada penambahan tanaman sebagai salah satu dekorasinya.

Pembicara berikutnya adalah Irma Alaydrus yang berbagi cara memotret ruangan agar cantik dan instagramable. Btw, salah satu tema favorit Irma adalah Scandinavian yang sederhana, minimalis, perabotnya multifungsi, dan tonenya senada. 

Tema ini juga yang disarankan ke saya ketika saya menanyakan desain seperti apa yang cocok untuk mempercantik rumah mama saya yang dominan dengan perabot coklat muda dan kusen putih. "Coba Scandinavian, itu lebih manis" seru mba Irma. Oke mba, besok-besok saya mau hunting ahhh.

Sebenarnya, ada banyak inspirasi yang mereka berikan sore itu. Tapi, ada baiknya kalian intip aja langsung instagramnya ya @irmaalaydrus

Puas mendapatkan ilmu mendekor, saya pun memutuskan pulang. Eh kog ya perjalanan saya ga mulus. tiap 100 meter saya dihadang sales properti. Sekali saya ketangkap ngobrol sama mereka, bisa lama. Saya sebenarnya memang sedang mencari-cari rumah. Ya, siapa tahu cocok harga, cocok fasilitas, cocok lokasi, dan bikin saya kepincut sama fasilitasnya.

Masih belum puas sebenarnya saya menghadiri properti expo kali ini. Saya rasanya pengen ajak-ajak suami buat lihat-lihat pameran juga. Kami memang sedang mencari-cari perumahan atau apartemen di sekitar Tangsel. Ya, kali-kali cocok, kan? Siapa tahu bisa jadi investasi. 

Kalo kata pakar-pakar financial, investasi di bidang properti itu jauh lebih bagus. Kenapa? Karena harga properti, harga rumah, tanah, atau apartemen sekalipun, akan selalu naik tiap tahun. 

Saya ingat banget, waktu itu iseng lihat harga sebuah apartemen hanya 100jutaan saja, 7 tahun lalu. Kini, harganya sudah jadi 600 jutaan! Gile ya? Tapi itu masih belum seberapa. Awal tahun lalu saya membaca spanduk tentang apartemen di sebuah stasiun. Harga yang ditawarkan saat itu sekitar 300 jutaan. Sekarang, apartemen tersebut sudah berharga 600 juta/unit sodara-sodara. Bayangkan, dalam waktu 1 tahun saja harganya sudah naik nyaris 2 kali lipat!

So, ada yang bilang, beli rumah jangan ditunda-tunda. Semakin ditunda, semakin naik harganya.

Nah, buat teman-teman yang sedang kebingungan mau jalan-jalan ke mana weekend ini, IPEX  bisa jadi alternatif lho. Expo ini akan segera berakhir di tanggal 10 Februari 2019. 



Ya, siapa tahu pengen investasi juga kan? Ada 600 proyek properti yang ikut dalam expo 2019 ini. Lokasinya tersebar sangat luas. Mulai Maja, sampai Cikarang! Mulai Tangerang, sampai Cibubur. Tinggal pilih aja lokasi yang diinginkan. Coba intip-intip spek rumahnya, cek dompet, cukup ga budgetnya. Hahaha.

Monday, January 14, 2019

10 Alasan Berkunjung ke Jogja

Siapa yang tak kenal Jogja? Salah satu kota yang menjadi tujuan wisata favorit di pulau Jawa. Kota pelajar yang penuh kenangan bagi yang pernah menempuh pendidikan di sini. Tak heran jika kota ini selalu ramai di musim liburan.





Akses Transportasi Menuju Jogja


Apalagi akses transportasi menuju Jogja sangat banyak. Jogja bisa ditempuh dengan moda transportasi apa saja. Tergantung moda transportasi yang paling disukai. Sesuai budget, tingkat kenyamanan dan kepraktisan yang diinginkan.

Bisa memilih menggunakan kereta api dari berbagai kota di Pulau Jawa. Bisa juga ditempuh dengan menggunakan bus, baik bus umum, atau bus carter. Misalnya Bus Semarang Jogja atau bus-bus dari daerah lain yang menuju Jogja.

Kalau punya kendaraan pribadi, mungkin lebih enak lagi, bisa pergi ke Jogja beramai-ramai bersama teman atau keluarga menggunakan mobil pribadi atau mobil rental. Apalagi sejak Tol Trans Jawa sudah terhubung sepenuhnya mulai dari Merak sampai Banyuwangi, makin nyaman deh jalan darat menggunakan jalur tol.

Jika teman-teman hanya punya waktu yang terbatas dan ingin buru-buru sampai di Jogja, ya bisa memilih menggunakan jalur udara, naik pesawat. Gampang banget kan?

Kalau disusuri lebih lanjut, ada banyak banget alasan yang membuat kita ingin mengunjungi Jogja.

10 Alasan Berkunjung ke Jogja


1. Kota yang masyarakatnya masih memegang teguh adat dan budaya. Masyarakat Jogja sulit dipisahkan dengan berbagai tradisi. Mulai sekaten, 1 Suro, dsb.

Masyarakat Jogja juga dikenal sangat ramah. Tak segan membantu dengan ikhlas. Coba lah bertanya atau minta ditunjukkan sebuah lokasi ke masyarakat Jogja, tak segan-segan mereka akan menunjukkan bahkan menemani, hingga menemukan lokasi yang dimaksud. Keramahan khas Jogja ini bisa membuat "tamu" betah dan selalu ingin kembali.

2. Jogja punya Keraton yang masih ditinggali keluarga Sultan Jogja dan sering menggelar acara-acara seremonial Kerajaan. Acara seremonial ini biasanya menarik banyak wisatawan. 

Turis-turis lokal hingga turis asing sangat menyukai seremonial yang digelar kerajaan. Ya, maklum lah, acara seremonial seperti ini kan tak setiap hari diadakan. So, saat agenda event, pasti jadi menarik.

3. Jogja punya wisata kuliner yang tak habis-habis untuk dieksplore. Mulai jelajah kuliner khas Jogja, Gudeg, hingga kuliner Jogja lain yang belakangan muncul dengan bermacam inovasinya. 

Beberapa kuliner Jogja kekinian bahkan masuk ke dalam setting beberapa film nasional seperti Ada Apa Dengan Cinta.

4. Jogja punya banyak candi bersejarah yang jadi warisan budaya dunia dan menarik untuk dikunjungi seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Kalasan, Plaosan, hingga Candi Ratu Bokor yang belakangan mulai dikenal karena kecantikannya saat sunset.

5. Jogja punya oleh-oleh khas yang hanya bisa didapat di Jogja. Sebut saja Bakpia Pathok yang memang khas Jogja. Sekarang muncul berbagai inovasi oleh-oleh, seperti bakpia kukus

6. Jogja juga menjadi salah satu kota tujuan wisata belanja. Sssst, buat orang-orang yang memang doyan belanja, Jogja ini juga bisa jadi surga belanja loh. 

Mulai belanja benda batik, hingga jajan barang antik. Teman saya pernah sengaja ke Jogja cuma untuk berburu benda antik. 

Ada pusat-pusat penjualan batik, atau bisa ke sentra-sentra pembuatannya.

7. Biaya hidup dan jajan di Jogja murah. Hahaha. Yap, ini salah satu alasan yang membuat orang betah berlama-lama tinggal di Jogja. Bahkan memperpanjang masa liburnya. 

Budget kulinernya bisa ditekan. Nyari jajanan atau makanan kaki lima under 10rb masih mudah. Lantas aku jadi kangen sama jajan pasarnya, huhuhu.

8. Jogja punya banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi. Mulai Parangtritis yang familiar, Pantai Indrayanti yang mulai naik daun, hingga Pantai Glagah atau Pantai Depok yang mulai dikenal.

9. Jogja punya banyak wisata alternatif dan kekinian. Hampir tiap tahun ada saja destinasi baru muncul di Jogja. Misalnya museum de Mata, Taman Pintar, dsb.

10. Mau cari udara dingin dan bernuansa pegunungan di Jogja juga bisa. Melipir lah ke daerah Ungaran yang sejuk. 

Bisa juga melipur ke area lereng Merapi kalau suka uji nyali *ehhg. Waspada dan pantau selalu BMKG ya guys, maklum lah, Merapi merupakan salah satu gunung yang masih aktif.

Hm, masih banyak lagi alasan yang membuat kita pengen banget mengunjungi Jogja.

Hayooo, siapa yang selalu ingin ke Jogja?

Kla Project aja sampai membuat lagu khusus tentang Jogja

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Tiap sudut menyapamu bersahabat. Penuh selaksa makna."

Bagi teman-teman, apa yang membuat kalian selalu ingin datang dan betah di Jogja?