Happy February

Ahhh, ga kerasa ya, sudah hampir sampai di penghujung Februari aja. February 2021. Hampir setahun pula pandemi turut melanda negara kita dan kasusnya masih tetap tinggi.


Kalau awal-awal pandemi rasanya memang tersiksa, udah lah ga bisa ke mana-mana, ga ada kegiatan pula. Biasa ikut event, mendadak berbagai event terpaksa cancel karena pandemi melanda. 


Seiring waktu, proses adaptasi berjalan dan gaya hidup baru pun dimulai. Ketimbang berdiam diri menunggu pandemi berakhir dan ekonomi terpuruk, belakangan banyak hal dilakukan untuk tetap survive melalui pandemi. Jika kehidupan sebelumnya terbiasa hidup tanpa masker, sejak diperkenalkan era "new normal", berbagai kesempatan seakan terbuka luas.


Sekarang seakan semua menggeliat dengan penyesuaiannya masing-masing. Ada pengusaha yang banting setir usaha makanan, ada yang beralih menjadi produsen masker, dan berbagai platform penjualan dan e-commerce pun kini menjamur. Gaya hidup pun bergeser secara cepat. Acara-acara yang biasanya offline, sekarang dibuat online. Webinar, zoom, google meet, IG live, atau live YouTube kini bertebaran undangannya. 


Alhamdulillah, memasuki tahun 2021 ini semakin banyak webinar menarik bisa diikuti. Jadi semakin mager di rumah, secara apa-apa bisa dari rumah saja 不, entah dapat ilmu maupun belanja.


Kangen sih jalan-jalan, tapi kalo ga kehalang PSBB atau PPKM, ya mikir berulang. Aman ga ya pergi ke sana. Aman ga ya pergi ke sini. Akhirnya jadi batal mau ke mana-mana juga.


Oh ya, February selalu identik dengan bulan cinta karena ada hari Valentine di dalamnya. Tapi bukan itu sih hal yang membuat saya senang di February ini.


Mau tahu apa hal yang menyenangkan buat saya di February ini?


Pertama, tentu saja senang karena bulan February identik dengan bulan cinta. Entah siapa yang memulai ini ya. Banyak yang berdebat, ini bukan budaya kita, atau cinta bisa diungkapkan kapan saja, dsb. Saya mah ga ikut-ikut pro kontranya, yang saya suka adalah promonya 不不.


Iya, beneran saya suka bulan February karena itu artinya saya bisa berburu promo di February. Biasanya menjelang hari Valentine di 14 February, berbagai platform, supermarket, mini market, hingga bakul-bakul kuliner bikin promo seru. 


Yang selalu menarik perhatian saya tentu saja promo coklat! Kapan lagi saya bisa dapat promo coklat buy 1 get 1 kalo bukan di bulan February 不.


Berhubung ga ada yang ngasih coklat, ya saya berburu coklat promo dari berbagai mini market. Berdua Falda saya kasak kusuk nyari mini market yang punya stok coklat! 不


Gara-gara promo ini pula saya jadi punya stok coklat banyak di rumah 不, bisa bawain juga buat anak-anak di Pondok.




Maklum, walau suka coklat, kami masih mikir-mikir buat jajannya. So, selama promo di February, saya bisa puas jajan coklat tanpa rasa bersalah 不.


Kedua, Bulan February kali ini ada hari raya Imlek yang dirayakan kaum Tionghoa *cmiiw. Ga ada hubungannya langsung sama saya sih. Tapi yang saya suka tiap menjelang Imlek adalah, munculnya kue keranjang. Bayangin ya, kue keranjang ini rasanya tidak muncul di bulan-bulan lainnya, hanya menjelang Imlek saja.


Saya penggemar kue keranjang. Saya memang penyuka segala jenis jajanan yang mengandung gula merah/gula aren. Plus saya suka kue keranjang karena rasa manis dan teksturnya yang kenyal. Ini yang membuat saya selalu kangen kue keranjang. Jadi, February kali ini membuat saya senang karena kue kesukaan saya muncul.


Suami yang tahu betul kalau saya suka kue keranjang ini sampai mengoleh-olehi saya kue keranjang, hahaha. Tahu banget istrinya doyan.


Eh kog ya yang nyesek, saat saya olah kue keranjang ini dengan menggorengnya menggunakan tepung beras, laku keras. Gorengan kue keranjang saya itu sukses diserbu anak-anak, termasuk Faldi yang biasanya ga doyan. Saya sendiri malah ga kebagian 不.


Kesel kan kue keranjang kesukaan belum sempat dicicip, saya pun berburu kue keranjang. Alhamdulillah mudah didapat di mana aja karena memang pas waktunya.


Ah nikmatnya February, bisa pesta coklat sama kue keranjang .


Apalagi?


Ketiga, February jadi bulan berkesan buat saya, karena adik sepupu akhirnya menemukan jodoh di usianya yang memasuki kepala 3. Yeeeaaaay, setelah sekian lama mencari dan susah bertemu yang cocok. Yang lucunya, kalau dari cerita di IGnya, istrinya ini ternyata adalah wanita yang dulu sempat dibenci! 


Nah lho, bener kata pepatah ya, benci sama cinta itu bedanya tipis. Udah kayak sinetron atau drakor-drakor aja, dari benci jadi cinta 不不




Alhamdulillah bisa ikut melamarkan walau acara sederhana. Menikah juga di tanggal cantik, 21-02-2021. Kayaknya banyak yang memilih tanggal ini juga untuk menikah. Temennya suami yang baru pertama menikahkan anak perempuannya juga memilih tanggal ini. Jadinya banyak yang barengan nih nikah di tanggal yang sama.


Ngomongin tanggal cantik, Imlek tahun 2021 ini sebenarnya tanggal cantik loh. 12-02-2021. Kalau dibaca dari belakang hasilnya sama, keren kah?


Eh kog malah ngomongin tanggal cantik 不. Yang pasti, February ini saya lalui dengan gembira karena Alhamdulillah ada saja rejeki-rejeki kecil yang menghampiri. Rejeki kecil kalau disyukuri pasti akan terasa besar kan? Dapat duit 10rb aja rasanya sudah senang, lumayan bisa buat jajan es krim *ehhh. Apalagi dapat duit 1juta, pasti berkali-kali senangnya .


Hidup memang harus selalu disyukuri, mau sedikit atau banyak berkah di dalamnya, harus selalu bersyukur kan? Mensyukuri hal-hal kecil akan membuat hati ringan dan merasakan nikmat yang besar, right?


Oh iya, tulisan ini saya buat untuk ikut challenge dari blognya Mba Eno, Creameno, CR Challenge # 2. Awalnya bingung mau nulis apa, eh karena challenge-nya menarik, menceritakan tentang hal yang menyenangkan, jadi saya juga pengen ikutan deh cerita

3 comments

Keluarga Biru said...

Nggak apa-apa Mbak nyeseknya karena nggak kebagian daripaa nyesek karena nggak ada yang mau makan wekeekke

CREAMENO said...

Hi mba Maya, thank you sudah join CR Challenge

By the way, promo Cokelat memang nggak bisa dihindarkan ya, apalagi promo Cokelat ini hanya datang saat bulan Februari saja hehehehe. Too bad, saya kelupaan beli cokelat, jadi nggak dapat promo, untungnya waktu itu saya punya free cokelat hadiah dari beli journal Wk.

Ohya, saya sama seperti mba Maya, suka kue keranjang, however tahun ini, saya nggak makan kue keranjang dan lebih banyak dapat kiriman lapis legit dari handai taulan. Mana di Bali jarang ada yang jual, apa mungkin sayanya yang mainnya kurang jauh, ya? hahahaha.

Ps: selamat untuk adik sepupu mba Maya, semoga bisa langgeng sampai maut memisahkan. Dan terima kasih banyak mba Maya sudah luangkan waktu untuk berbagi cerita

Intan Rastini said...

Saya juga suka Valentine karena banyak promo cokelat nih hehehe... cokelat yang saya suka adalah dark chocolate tapi itu lumiyin mihil hiks... Makanya bisa beli pas ada promo aja hahaha.

Kue keranjang itu seperti apa ya? Apakah seperti kue yang dinamakan sarang burung walet? Yang krispi dan bersalut gula merah, manis sekali dan lengket. Kalau imlek saya tuh suka tergiur sama moon cake. Tapi selama ini belum pernah nyobain itu si kue bulan, mbak . Mbak Maya suday pernah coba kue bulan belum?